26.7 C
Mataram
Wednesday, June 10, 2026
spot_img
Home Blog Page 79

Kehilangan

0

Malam ini, dingin dan gemuruh tak merelakan aku lelap. Angin yang dengan lancangnya mengecup setiap inci kulit. Membuat gigil di antara tulang dan daging semakin terasa ngeri.

“Nona, kamu bisa kembali ke dalam.”

Aku enggan, aku menolak kembali ke dalam sana. Aku ingin dipeluk ibu! Aku ingin didongeng ayah! Aku melangkah perlahan, terseok-seok tak tahu arah dan tujuan.

“Nona, jangan pergi terlalu jauh! Nanti kau tersesat.”

Bagaimana mungkin aku bisa tersesat, ini kampungku. Aku hafal gerobak Kang Ujang si penjual sayur di depan gang. Aku juga ingat pos ronda yang ada di pertigaan jalan. Aku ingat semuanya!

“Nona, ini malam. Kembalilah ke tenda. Kami takut guncangan susulan kembali terjadi.”

Lelaki ini memang tuli! Aku ingin ibu dan ayahku. Mereka pasti mencariku!

“Di mana rumahku? Kenapa semua terasa berbeda? Ada apa ini?” cercaku pada lelaki itu.

“Rumahmu telah rata nona.”

Lelucon macam apa itu? Bukankah tanah itu milik kami? Kenapa harus diratakan?

“Antarkan aku pada ayah dan ibu, kumohon,” Pintaku memelas.

Entah bagaimana respon lelaki itu, aku tak melihat raut wajahnya. Apa karena malam ini bulan sedang enggan menyinari?

“Kami masih berusaha mencari keduanya di antara reruntuhan rumah, nona.”

Bagaimana orang-orang itu bisa merobohkan rumahku kala orang tuaku mungkin masih lelap dalam tidurnya? Kenapa mereka sungguh kejam? Kucoba lepaskan rengkuhan lelaki asing ini. Menyeret sisa-sisa kekuatanku untuk menyusuri jalan yang tak lagi terasa mulus ini.

“Nona! Anda belum terbiasa tanpa pengelihatan, kami mohon kembalilah ke tenda. Kami takut gempa susulan kembali terjadi!”

Sialan alam semesta! Mengapa kau menghukum kami begitu hebatnya?

Semesta, 2021

Penyaluran Bantuan Gempa Sulbar Mengalami Kendala

0
Pihak BEM bersama relawan saat melakukan penyaluran bantuan. (foto: ist)

Mataram, MEDIAUnram.com – Proses penyaluran bantuan kepada korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar), yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram (Unram) sejak 23 Januari lalu mengalami kendala.

Hal tersebut diungkapkan Sekjen BEM Unram, Anggun Firmansyah. Ia menceritakan beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya mobilitas.

“Jarak antara pusat kota Sulbar dengan tujuan penyaluran bantuan itu jauh dan akses jalan yang buruk sehingga penyaluran terhambat,” katanya saat dihubungi Tim Media Unram, Minggu (31/01/2021)

Yang kedua ialah sinyal, sambung Anggun, ada dusun yang sama sekali tidak ada sinyal, sehingga proses komunikasi dengan posko utama di pusat kota harus secara langsung.

Kemudian, lanjutnya, mayoritas masyarakat di dusun setempat belum memahami tentang Covid-19. “Karena merupakan masyarakat dusun terisolir, sehingga banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak,” ungkap Anggun.

Pihak BEM saat membagikan bantuan kepada masyarakat setempat. (foto: ist)

Ia menyebutkan, penyaluran bantuan khususnya di Kecamatan Mamuju dan Malunda berjalan sukses meskipun terdapat beberapa kendala.

Sementara itu, penyaluran bantuan kepada korban banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) akan dilaksanakan setelah penyaluran bantuan di Sulbar selesai. “Karena proses penyaluran bantuan di Sulbar dilakukan secara bertahap, tidak bisa dilakukan sekaligus,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Anggun menyampaikan terima kasih kepada Ormawa se-Unram dan seluruh elemen masyarakat, telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan donasi tersebut.

“Jumlah yang ikut berpartisipasi dan dana yang terkumpul lebih banyak daripada tahun sebelumnya, itu menunjukkan besarnya rasa solidaritas Ormawa dan seluruh elemen masyarakat,” sebut pria yang berasal dari Fakultas Teknik itu. (aji)

Keunikan Agrowisata Jerowaru yang Tak Banyak Orang Tahu

0

Lombok Timur, MEDIAUnram – Jerowaru memang memiliki kawasan yang terkenal akan keindahan pesona pantainya. Namun, tak banyak dibicarakan, daerah ini juga menyuguhkan agrowisata dengan fasilitas berugak terbesar di Indonesia.

Berada di Dusun Kwang Adil, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru. Agrowisata yang memiliki luas lahan 1,30 hektar ini berdiri sejak 2004 lalu.

Safruddin Akbar selaku pemilik agrowisata ini, menceritakan  mulai mengelola lahan miliknya dengan menanam pohon jati dan sengon.

“Kemudian mulai menanam buah-buahan sejak Januari 2016. Seperti jeruk, kelengkeng, anggur dan kelapa yang ditanam pada lahan sekitar 1,30 hektar,” katanya kepada Media Unram, Sabtu (30/01/2021).

 

Menariknya, lahan kering di Desa Ekas ini bisa menghasilkan berbagai jenis buah-buahan. Hal ini menjadi daya tarik pengunjung.

“Melihat tanaman tumbuh subur dan bagus di lahan yang banyak air adalah hal yg lumrah dan biasa-biasa saja,” ujar Safruddin.

Kemudian, lanjutnya, melihat tanaman bisa tumbuh sehat dan subur di lahan yang kering seperti di teluk Ekas “Ini baru luar biasa yang membuat orang tertarik,” sambungnya.

Selain itu, wisata ini memiliki fasilitas yang sangat unik, yakni sebuah berugak dengan tinggi dan diameter terbesar di Indonesia.

“Saat ini juga telah berdiri berugak tertinggi dan terbesar di Indonesia, tingginya 13 meter dengan diameter 2.400 meter persegi dan sedang dalam proses pengajuan rekor,” ungkap pria yang kerap disapa Amaq Wangi itu.

Berugak yang diberi nama berugak orange tersebut menjadi spot favorit pengunjung, sebab keindahan semua tanaman dan bukit-bukit jagung di Teluk Ekas, pantai Gili Lunjer  nampak jelas terlihat.

Di ujung pembicaraannya, Amaq Wangi berharap agar petani-petani yang lain mau menanam buah-buahan minimal di halaman rumah.

“Harapan saya agar petani-petani yang lain mau menanam buah-buahan minimal di halaman rumahnya, guna memenuhi kebutuhan,” tuturnya. (san)

Lockdown Unram Berakhir Hari Ini

0
Press Release Satgas Covid-19 Unram (foto: ist).

Mataram, MEDIAUnram.comLockdown di lingkungan kampus Universitas Mataram (Unram) berakhir 31 Januari 2021. Hal ini berdasarkan hasil diskusi dan evaluasi antara Pimpinan Unram dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unram yang telah digelar Jumat, (29/01) kemarin.

Namun, pembelajaran secara dalam jaringan masih tetap berlaku, kecuali penelitian dan praktikum yang dilaksanakan di laboratorium dengan membatasi waktu dan jumlah peserta, serta mendapat pengawasan dari Satgas Covid-19 Unram, Minggu (31/01/2021).

Nampaknya, kegiatan offline hanya ditujukan bagi tenaga kependidikan dengan melakukan sistem rotasi dan memerhatikan arahan pimpinan masing-masing unit.

Tak hanya itu, dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, Unram menetapkan beberapa kebijakan berikut:

  1. Memonitoring penegakan protokol kesehatan dengan melakukan skrining pemakaian masker di semua pintu masuk Unram.
  2. Berkoordinasi dengan dengan tenaga keamanan/security yang tetap melakukan pengawasan melalui kegiatan patroli keliling di lingkungan Unram dan diberikan kewenangan untuk melakukan tindakan penertiban jika terdapat kerumunan dan kegiatan pengumpulan orang yang tanpa perizinan dari tim Satgas Covid-19 Unram.
  3. Skrining pendaftaran kegiatan offline dengan peserta lebih dari 15 orang melalu form online yang elah disediakan oleh Tim Satgas Covid-19 Unram.
  4. Bekerjasama dengan Tim Satgas Covid-19 Unram untuk melakukan edukasi rutin terhadap Fakultas, Program Studi (Prodi) dan Unit Kerja mengenai pencegahan penularan wabah Covid-19 di lingkungan Unram, serta menyediakan kebutuhan akan kelengkapan protokol kesehatan di lingkungan Unram.

Selain poin di atas, Unram dan Satgas Covid-19 juga melakukan edukasi kepada masyarakat kampus serta mensosialisasikan peran Ruang Diskusi dan Call Center, yakni fasilitas untuk sivitas akademik seputar Covid-19. (lnf)

Memakai Knalpot Racing, Dua Remaja Hancurkan Knalpotnya di Hadapan Polisi

0

Sumbawa Besar, MEDIAUnram.com – Dua orang remaja kedapatan memakai knalpot racing oleh Unit Patroli Sat Sabhara Polres Sumbawa hingga terpaksa menghancurkan sendiri knalpot miliknya dengan batu besar.

Akp Sumardi menjelaskan saat itu Unit Patroli Sabhara tengah melakukan patroli dan mendapati dua orang remaja memakai knalpot racing di jalan Unter Iwes Desa Kerato, Kamis (28/01/2021).

Seketika, dua pemuda tersebut mendapat teguran hingga hukuman yakni menghancurkan knalpot miliknya dengan batu besar.

Nampaknya hukuman tersebut diberikan agar mereka jera dan tidak ada lagi yang menggunakan knalpot racing.

“Ketika di lapangan, personel meminta agar pengendara itu sendiri untuk merusak knalpot racing miliknya, agar ada efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujar Sumardi.

Ia juga mengatakan, suara bising dari knalpot racing sangat meresahkan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Apalagi saat masyarakat sedang istirahat terlebih ketika malam hari,” tambahnya.

Selain meminta menghancurkan knalpot, petugas juga meminta agar pengendara mengganti knalpot dengan knalpot standar.

“Knalpot racing sudah jelas dilarang oleh aturan dan juga mengganggu kenyamanan, jika ditemukan pasti akan kami tindak tegas” terang perwira tiga balok itu.

Sumardi mengimbau dan mengajak masyarakat khususnya kaum remaja agar jangan memodifikasi kendaraan yang tidak sesuai dengan aturan lalu lintas.

“Salah satunya dengan mengganti knalpot standar menjadi knalpot bising,” tutupnya. (san)

Reposisi Rindu

0

Bulan termaram bersama daun-daun
Sepi menyepi dalam aksara lama

Belum hilang rasa itu bersama purnama
Mencoba berdoa di sepertiga malam
Menemani hati gamang dalam kerancuan

Jangan tanya mengapa
Hati masih berduka dalam rasa sendiri

Bersembunyi apik bersama puisi
Puisi lama datang kembali

Bersama rancu-rancu pelik
Dalam penantian diri
untuk kisah misteri
Dari sang illahi

Bima, 18 Januari 2021

Dua Mahasiswa FK Unram Terkonfimasi Positif Covid-19, Arfi: Iya, Benar

0
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FK Unram, Arfi Syamsun (foto: ist).

Mataram, MEDIAUnram.com – Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram (Unram) positif Covid-19. Hal ini dibenarkan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FK, Arfi Syamsun.

“Iya, benar. Itu dua mahasiswa kami yang akan yudisium sedang pulang kampung di Bali saat kena Covid-19. Jadi, bukan diperoleh di kampus,” terangnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (21/01/2021).

Diketahui kedua mahasiswa itu seorang Perempuan dan Laki-laki. “Dua-duanya berusia 22 tahun,” ujar Arfi.

Ia menceritakan kondisi kedua mahasiswa tersebut saat ini sudah membaik  dan sedang menjalani isolasi mandiri.

“Yang laki-laki sedang isolasi mandiri di kosnya dan yang perempuan sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sanglah Bali, sekarang sedang isolasi di rumahnya di Bali,” jelasnya.

Di akhir penuturannya, Arfi mengimbau kepada seluruh mahasiswa untuk tetap mengikuti aturan tatap muka yang sudah ditentukan Prodi dan Fakultas, serta disiplin protokol kesehatan 3M, yakni; Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak.

“Tetap disiplin protokol kesehatan 3M dan bersiap di-screening jika kontak erat dengan pasien Covid-19,” tutup Dokter Spesialis Forensik tersebut. (ans/fal)

13 Orang Civitas Academica Unram Positif Covid-19

0
Ilustrasi Covid-19, (foto: ist)

Mataram, MEDIAUnram.com – Sejumlah tiga belas orang civitas academica yang berasal dari berbagai fakultas Universitas Mataram (Unram) terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu diungkapkan Wakil Rektor (WR) II Bidang Umum dan Keuangan, Kurniawan.

Ia menyatakan tiga belas orang tersebut terdiri dari tujuh dosen, empat pegawai dan dua mahasiswa.

“Tujuh dosen berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Pertanian (Faperta). Kemudian, empat pegawai berasal dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kedokteran (FK) dan FKIP, serta dua mahasiswa yang berasal dari FK,” bebernya saat dihubungi via WhatsApp, Kamis (21/01/2021).

WR II Bidang Umum dan Keuangan, Kurniawan (foto: ist)

Nampaknya, tiga belas korban tersebut telah mendapatkan penanganan  pihak kampus dan satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unram.

“Dari tiga belas yang positif, ada yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dan di Wisma Kampus 2 Unram Seganteng, serta ada yang isolasi mandiri di rumah,”  kata Kurniawan.

Ia juga mengungkapkan semua korban merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Mengutip edaran Kementerian Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, OTG merupakan orang yang terinfeksi Covid-19 tetapi tidak memiliki gejala, sehingga beresiko lebih besar untuk menularkannya ke orang lain.

Di akhir pembicaraannya, Kurniawan menyampaikan menyikapi hal ini, Rektor Unram mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penyesuaian sistem kerja dosen dan tenaga kependidikan yang diharuskan melaksanakan pekerjaan dari rumah selama batas waktu sesuai SE.

“Ini sebagai upaya kita untuk menekan lonjakan angka positif Covid-19 di lingkungan kampus,” pungkas Guru Besar termuda Unram itu. (lnf)

Aku, Kita

0

Aku tidak pandai mengungkap rasa

Hanya bisa menahan diri

Bukan karena takut menjadi asa
Hanya takut berharap terlalu tinggi

Ternyata ketidakpandaian ini malah menjadi petaka
Menjadi jarak antara kita

Menjadi rasa yang tidak tersampaikan
Hingga rasa itu menjadi terabaikan

Kita ialah sebutan kau dan aku yang dulu
Yang kini menjadi sakit ketika didengar
Menjadi luka
Menjadi kecewa.

Dompu, 10 Januari 2021

Surat Cinta 2

0

Teruntuk kamu dengan kasih lembutmu di sana
Aku di sini, di langit semester pertama

Tak hebat memandangimu atau menuliskannya, untuk kedua kalinya atau terakhir kalinya
Doamu menjadi bukti di angkasa raya

Malam tak lagi menampakkan dirinya
Bintang pun terjatuh, tetapi kamu tak memilih untuk menyerah

Tatapan indah di wajahmu buatku jatuh dalam namamu
Terlihat hinggap di mahkota bungaku

Bahwa, cinta hidup selama-lamanya
Seperti bulan dan bintang yang selalu bersinar.

 

Labuapi, 9 Januari 2021