29.5 C
Mataram
Thursday, June 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 93

Cegah penyebaran, Satgas Covid-19 Polda NTB Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Beri Imbauan

0
Tim penyemprotan disinfektan. (Foto: Ist)

Media Unram – Tim KBR Satbrimob Polda NTB kembali melaksanakan dan Ditsamapta Polda NTB dengan membawa satu unit kendaraan AWC oleh kembali melakukan penyemprotan disinfektan. Selasa pagi (24/3)

Kabid Humas Polda NTB. Kombes Pol Artanto, SIK, M.Si. menjelaskan, agar lebih efektifnya penanganan Covid-19 ini, memberikan himbauan kepada masyarakat juga sangat penting.

“Pagi tadi, Direktur Samapta Polda NTB Kombes Pol Subandi, SIK, mengerahkan dua unit kendaraan penerangan untuk ikut bersama-sama dengan Direktorat Binmas menyampaikan himbauan kepada masyarakat,” jelas Artanto.

Artanto juga mengimbau, agar masyarakat tidak mengunjungi tempat ramai seperti pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat rekreasi. Dia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Menggunakan masker bagi masyarakat yang mengalami sakit panas, flu, dan batuk,” imbuhnya.

Lebih jauh Artanto mengajak, agar masyarakat tidak panik dan selalu waspada. Serta mengingatkan untuk tidak menyebarkan berita hoax.

“Jika terbukti maka Kepolisian akan menindak tegas pelaku penyebaran berita hoax tersebut,” tegasnya (ibe)

Satu Orang Positif Corona, Gubernur NTB Minta Masyarakat Tetap Tenang.

0
Gubernur NTB Zulkieflimansyah. (Foto: Ist)

Media Unram – Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, umumkan satu warga NTB positif Corona Virus Diseases (Covid-19) dalam jumpa persnya, Selasa, (24/3)dan meminta masyarakat agar tetap tenang.

“Pada hari ini, telah terkonfirmasi perempuan usia 50 tahun positif Covid-19”, ucap orang yang biasa disapa bang Zul itu.

Gubernur menjelaskan, korban diduga tertular dari luar Provinsi NTB. Karena sebelumnya, memiliki riwayat perjalanan ke daerah yang terjangkit virus selama 14 hari terakhir.

Saat ini, korban masih dirawat di RSUP NTB sejak 17 Maret lalu, dengan kondisi semakin membaik. “Sedang menunggu tes negatif sebanyak dua kali sebelum pulang ke rumah,” lanjut Zul.

Tidak hanya itu, Zul juga mengimbau agar masyarakat NTB tetap tenang dan selalu menjaga kesehatannya serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Pemerintah Provinsi NTB juga telah menyiapkan laman resmi Satgas untuk penanganan Covid-19, Https://corona.ntbprov.go.id. Kemudian untuk layanan Hotcall penanganan penyebaran pandemik Covid-19 di NTB. Berikut nomor yang bisa dihubungi:
1. 0818-0578-7239
2. 0812-4686-317
3. 0812-3785-657
4. 0812-3613-9917

Zul mengimbau agar masyarakat NTB tetap tenang dan selalu menjaga kesehatannya serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Untuk mengurangi penularan lebih lanjut, petugas kesehatan sedang melakukan kontak treacking terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan,” tegasnya. (adk)

Bisakah Loteng Mengadakan Pilkades Serentak Ditengah Pandemi Corona

0

Oleh: Ramdani Naupal S.

Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Mataram.

Pemerintah sudah mengumumkan secara resmi virus corona sebagai bencana nasional. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah lanjutan setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global dan menyusul semakin bertambahnya jumlah pasien yang pisitif mengidap corona di Indonesia.

Meski tidak dilakukan lockdown (isolasi) terhadap wilayah yang menjadi area penyebaran virus corona, tetapi pembatasan terhadap aktivitas yang melibatkan banyak orang menjadi arahan pemerintah. Bahkan beberapa kegiatan yang melibatkan banyak orang sementara ditunda menunggu waktu yang tepat.

Seperti yang diketahui, virus corona adalah virus yang bisa menginfeksi system pernafasan. Gejala umum dari virus ini adalah demam, kelelahan, nyeri, hidung tersumbat, pilek dan sakit tenggorokan. Orang yang lebih tua dan mereka yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung, dan diabetes, lebih mungkin terkena penyakit serius. Menurut WHO, vius corona menyebar orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas. Tetesan ini kemudian jatuh ke benda yang disentuh oleh orang lain.

Menyikapi kondisi tersebut,  Pemerintah Provinsi NTB telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur NTB nomor: 360/170/BPBD/III/2020 tentang himbauan kepada segenap masyarakat NTB agar bergotong royong mewaspadai penyebaran Covid-19. Dalam surat edaran tersebut ditegaskan kepada segenap masyarakat NTB untuk tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk tidak mengadakan kegiatan Ibadah sosial keagamaan. Untuk sementara waktu Sholat jumat ditiadakan sesuai fatwa MUI bagi umat islam yang diganti dengan solat berjamaah di rumah. Begitupun dengan pagelaran adat dan budaya yang dapat menghadirkan kumpulan masa seperti acara keluarga berupa tasyakuran, nyongkolan serta kegiatan sejenis lainnya untuk tidak diadakan.

Lantas bagaimana kelanjutan tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2020 16 Desa di kabupaten Lombok Tengah saat pandemi corona? Apa yang harus dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Pilkades di 16 Desa dalam merespon pandemi corona?

Status bencana nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat yang disusul dengan Surat Edaran Gubernur NTB perlu mendapat perhatian dari segenap masyarakat NTB dan selajutnya direspon oleh Pemkab Loteng dengan Surat Edaran Bupati Lombok Tengah Nomor: 338/18/HUMAS pada hari Selasa, 14 Maret 2020. Lebih khusus lagi penyelenggara pesta demokrasi yang saat ini sedang menyiapkan agenda pilkades serentak 2020 16 Desa di kabupaten Lombok Tengah. Perhatian ini terutama Karena sejumlah tahapan pilkades melibatkan banyak orang. Sementara proses penularan virus corona salah satunya melalui kontak langsung dengan penderita yang positif terkena virus corona.

Adapun ke-16 desa yang akan melaksanakan plkades serentak diantaranya, Desa Jelantik Kecamatan Jonggat, Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata, Desa Montong Sapah Kecamatan Praya Barat Daya, Desa Mangkung, Desa Bondir, dan Desa Banyu Urip Kecamatan Praya Barat, Desa Mertak, Desa Pengengat dan Desa Gapura Kecamatan Pujut, Desa Beleka, Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur, Desa Braim dan Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah, Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara, Desa Darmaji Kecamatan Kopang dan Desa Pendem Kecamatan Janapria kabupaten Lombok tengah.

Beberapa tahapan pilkades yang yang melibatkan intraksi langsung dan melibatkan banyak pihak yaitu kampanye (16-18 April), pemungutan dan penghitungan suara (22 April), dan rekapitulasi hasil pemungutan suara (23-30 April). Oleh karena itu untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang menular melalui kontak langsung. Panitia penyelenggara pilkades di 16 Desa perlu menimbang kebijakan yang diperlukan dalam merespon virus ini.

Force Majeure

Rangkaian proses pilkades yang diatur dalam PP Nomor 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa sebagaiman telah diubah dengan PP Nomor 47 Tahun 2015 tentang perubahan PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksana UU Desa dan telah diubah kedua kalinya dengan PP Nomor 11 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksana UU Desa. Telah diatur mengenai keadaan memaksa (force majeure) manakala untuk menjaga stabilitas masyarakat penyelenggaraan Pilkades dapat ditunda.

Sampai saat ini belum ada kebijakan resmi yang dikeluarkan oleh Pemkab Lombok Tengah terhadap jalannya proses Pilkades Serentak 16 Desa saat kondisi pandemi corona. Hal ini mencerminkan bahwa kesiapan Pemkab Lombok Tengah belum mampu memastikan proses Pilkades Serentak 16 Desa aman dari penyebaran virus corona. Upaya preventif sangat penting dilakukan setidaknya mengeluarkan regulasi yang dapat memastikan proses Pilkades aman dari paparan virus corona baik itu kebijakan yang nantinya akan menunda sebagian proses atau seluruh proses Pilkades Serentak 16 Desa.

Sementara di level Nasional, otoritas (pemerintah pusat) telah menetapkan wabah virus corona sebagai bencana nasional. Kebijakan tersebut disertai dengan pemberiat otoritas kepada pemerintah daerah untu mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam mengontrol persebaran virus corona.
Dengan keputusan tersebut, panitia penyelenggara pilkades, lebih-lebih KPU tentu dapat menjadikannya dasar dan acuan dalam menimbang pilihan-pilihan kebijakan yang bisa diambil.

Langkah Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak Meski tersedia pilihan kebijakan penundaan dengan Klausul Force Majeure tidak serta merta Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak harus mengambil langkah itu, tentu harus mempertimbangkan banyak aspek. Oleh karena itu, beberapa hal yang bias dilakukan yaitu :

Pertama, Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak harus melakukan assesment untuk menentukan seberapa luas dan seberapa penting dan tahapan apa saja yang perlu ditunda kalau itu perlu ditunda.

Kedua, Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak harus melakukan koordinasi dengan para pihak seperti KPU, Pemda , DPRD, Dinas Kesehatan,TNI/Polri dan para ahli (hukum, kesehatan dan politik). Pertemuan tersebut diperlukan untuk mengkoordinasikan upaya-upaya bersama mengurangi dampak buruk dari persebaran pandemic virus corona

Ketiga, Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak perlu mereview beberapa tahapan yang sekiranya bias dilakukan tanpa bertatap muka secara langsung bias dipertimbangkan. Minsalnya sosialisasi yang melibatkan banyak pihak sementara waktu biasa dilakukan melalui online dengan beberapa platform yang tersedia.

Keempat, Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak bersama Badan Pengawas perlu mengontrol terutama aspek kesehatan dan kebugaran petugas-petugas yang ada di lapangan saat tahapan pilkades berjalan.

Kelima, Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak perlu menyediakan fasilitas khusus bagi DPT yang tergolong lansia dan yang memiliki riwayat penyakit seperti darah tinggi, penyakit jantung, dan disbetes, dan direkomendasikan untuk menyediakan cairan Disinfektan di setiap TPS serta membagikan masker secara gratis kepada DPT sebelum hari pencoblosan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah diharapkan tidak menjadikan alasan Lombok Tengah negatif corona untuk tidak maksimal memastikan proses Pilkades Serentak 16 Desa aman dari virus yang berbahaya tersebut. Melalui kesiapan semua pihak dapat mengurangi resiko penuraran wabah virus secara massif.

Oleh karena itu, perlu untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak panik dalam menghadapi virus corona serta selalu berdoa agar kita semua diberikan kesehatan dan pelaksanaan Pilkades serentak 16 Desa di kabupaten Lombok Tengah tahun 2020 dapat berjalan dengan baik.

Belum Ada yang Positif, NTB Pertahankan Diri Sebagai Daerah Negatif Covid-19

0
Ketua BPBD NTB, Ahsanul Khalik. (Foto: Ist)

Media Unram – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), jumlah orang diperiksa virus corona menjadi 319. Dari jumlah tersebut, tidak ada yang dinyatakan positif covid-19.

Dari 319 orang yang diperiksa itu, 19 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 300 Orang Dalam Pantauan (ODP). Rinciannya, dari 19 PDP, 11 orang selesai dalam pengawasan, dan 8 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan dari 300 ODP, 145 selesai dalam pemantauan, dan 155 orang masih dalam pantauan.

Dari jumlah orang diperiksa tersebut, termasuk juga penambahan dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung. Serta warga yang pulang dari beberapa daerah seperti Jakarta, Jawa Timur Bali dan daerah lainnya. Oleh sebab itu, jangkauan pemeriksaan diperluas sebagai wujud peningkatan kewaspasdaan.

Dari data yang disebar pada Ahad, (22/3) tersebut, 14 orang diperiksa Warga Negara Asing (WNA) masuk ke dalamnya. Dengan rincian, 12 ODP dan dua PDP.

Tidak hanya itu, disebutkan pula jumlah PDP maupun ODP dalam kabupaten di wilayah NTB. Berikut rinciannya:
1. Lombok Utara 12 orang; 1 PDP dan            ODP.
2. Lombok Barat 20 orang; 1 PDP dan 19       ODP.
3. Kota Mataram 40 orang; 5 PDP dan 35       ODP.
4. Lombok Tengah 9 orang; 2 PDP dan 7       ODP.
5. Lombok Timur 66 orang; 4 PDP dan           62  ODP.
6. Sumbawa Barat 35 orang; 1 PDP dan         34 ODP.
7. Sumbawa Besar 56 orang; 1 PDP dan         55 ODP.
8. Dompu 9 orang; 1 PDP dan 8 ODP
9. Kabupaten Bima 45 orang; 1 PDP dan       44 ODP.
10. Kota Bima 13 orang; 1 PDP dan 13            ODP.

Ketua BPBD NTB Ahsanul Khalik, mengimbau kepada masyarakat agar tetap pantau perkembangan penyakit (Covid-19) ini secara akurat melalui sumber yang resmi.

Selain itu, dia juga mengajak seluruh masyarakat NTB agar lebih masiv dalam mengantisipasi penyebaran virus corona. “Harus memakai sistem gotong royong, dan semua pihak harus terlibat,” ungkapnya.

Ahsanul juga menjelaskan, bahwa untuk melawan virus corona cukup dilakukan dengan sederhana.

“Jaga Jarak dalam setiap kesempatan, hindari kerumunan, jangan sentuh mata, hidung dan mulut, sering cuci tangan, perbanyak kegiatan di rumah, ayo hidup bersih,” paparnya. (khn)

Dampak Covid-19, Sosiolog Unram: Kebijakan Pemerintah Menentukan Nasib Ekonomi Indonesia

0
Ilustrasi corona dan dampaknya bagi ekonomi. (Foto: Ist)

Media Unram – Sosiolog Unram Maya Atri Komalasari, S.Sos, MA, jelaskan dampak  mewabahnya virus Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia.

Seperti yang diketahui, mewabahnya virus corona ini mengakibatkan aktivitas ekonomi banyak terganggu. Terlebih lagi dengan adanya kebijakan untuk membatasi bahkan menutup akses keluar masuk di suatu daerah demi menekan penyebaran virus.

Maya menuturkan, kebijakan pemerintah dianggap memiliki peran penting untuk menangani masalah terkait. “Jika pemerintah mengambil kebijakan dan langkah-langkah yang tepat, tentunya masyarakat akan mengikutinya. Dengan begitu,kestabilan kondisi sosial masyarakat terpenuhi,” katanya.

Sebalikanya, Maya menjelaskan, jika pemerintah masih ragu dalam mengambil kebijakan, atau masyarakat tidak mengikuti kebijakan pemerintah, maka kondisi sosial masyarakat tidak stabil.

Sosiolog Unram, Maya Atri Komalasari, S.Sos, MA.

“Kondisi makin tidak stabil. Karena panik, kondisi masyrakat semakin kacau. Dengan begitu, tentu akan berpengaruh pada perekonomian negara,” lanjut Maya.

Dosen Prodi Sosiologi Unram ini menjelaskan, agar pemerintah  menguatkan ekonomi lokal, seperti UMKM. Karena menurutnya, saat krisis ekonomi, yang lebih mampu bertahan.

“Meskipun hal kecil, tetapi jika dilakukan secara kompak dan bersama-sama, maka hasilnya akan terlihat,” pungkas Maya. (roy)

Kurs Rupiah Melemah, Sosiolog Unram: Pemerintah Harus Punya Alternatif

0
Sosiolog Unram, Maya Atri Komalasari, S.Sos, MA.

Media Unram – Sosiolog Unram Maya Atri Komalasari, S.Sos, MA, turut berkomentar mengenai kenaikan dollar yang tembus Rp 16rb (dalam mata uang Indonesia). Menurutnya, kurs Rupiah yang melemah dapat menjadi penghambat pemerataan pembangunan, khususnya jika memerlukan investasi, bahan baku, dan mengimpor tenaga kerja.

Maya menjelaskan, lemahnya kurs Rupiah tidak akan menjadi masalah yang serius jika pemerintah memiliki alternatif.

“Alternatifnya seperti menekan budget, mengoptimalkan pengunaan tenaga kerja dalam negeri, dan bahan baku lokal. Sehingga pemerintah memiliki peran besar dalam mengoptimalkan lembaga-lembaga dan SDM,” paparnya kepada Media Unram, Minggu, (22/3).

Lebih jauh Maya menjelaskan, masyarakat Indonesia juga memiliki peran penting  untuk menstabilkan  kurs Rupiah. Dengan menguatkan ekonomi lokal, seperti UMKM. Meskipun hal kecil, tetapi menurutnya, jika dilakukan secara bersama-sama dan kompak, maka hasilnya akan terlihat.

“Karena umumnya, saat krisis ekonomi terjadi, justru ekonomi lokal seperti UMKM yang lebih mampu bertahan,” kata dosen muda Prodi Sosiologi Unram ini. (roy)

Cegah Corona, Polda NTB Semprot Disinfektan

0
Kabid Humas Polda NTB, Artanto. (Foto: Ist)

Media Unram – Polda NTB terjunkan 30 personel yang terdiri dari Tim KBR (Kimia, Biologi dan Radioaktif) beserta Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob guna melakukan penyemprotan disinfektan dienam lokasi yang meliputi fasilitas umum, perkantoran, dan tempat ibadah. Pada Sabtu, (21/3).

“Kegiatan ini akan terus dilakukan guna mangantisipasi penyebaran virus corona,” kata Kabid Humas Polda NTB Artanto SIK, M.Si.

Artanto menjelaskan, penyemprotan ini merupakan salah satu bentuk tindakan nyata yang dilakukan oleh Polda NTB beserta jajarannya dalam menyikapi keresahan yang terjadi di masyarakat akibat mewabahnya virus corona.

Beberapa lokasi yang disemprot disinfektan yaitu, Mako Korem 162 Wira Bhakti, Mako Koramil Ampenan, Mako Batalyon C Satbrimob Polda NTB, Terminal Mandalika Bertais, Masjid Al Abror Ampenan dan Gereja Santo Antonius Taman Kapitan Mataram.

Tidak hanya itu, kepolisian juga melakukan hal lain yang berimbas dari keresahan tentang adanya Covid-19, seperti penyebaran hoax, penimbunan masker, bahkan sampai dengan Sidak ke pasar-pasar. (khn)

Cegah Penyebaran Corona, Dinas Dikbud Edarkan Surat Imbauan Libur

0
Logo Kemendikbud. (Foto: ist)

Media Unram – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan surat edaran kepada Kepala Cabang Dinas, Pengawas SMA sederajat, Kepala SMA sederajat Negeri/Swasta Provinsi NTB dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Pada Minggu, (15/04/).

Berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 3 tahun 2020, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB meminta untuk meliburkan proses Pembelajaran bagi seluruh siswa/i yang ada di NTB.

Surat Edaran tersebut direspon oleh Rektor Universitas Mataram dengan menggelar Rapat Pimpinan Universitas Mataram pada tanggal 15 Maret 2020 dengan mengeluarkan beberapa Kebijakan perihal Pencegahan Penyebaran Virus Corona.
1. Kegiatan perkuliahan asistensi/pembimbingan tatap muka ditiadakan.
2. Kegiatan Praktikum agar dilakukan penjadwalan ulang atau diganti dengan metode lain.
3. Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dilakukan penjadwalan ulang
4. Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan agar menunda atau menjadwal ulang kegiatan yang melibatkan kerumunan.
5. Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan agar menunda atau menjadwal ulang perjalanan ke Dalam atau Luar Negeri.
6. Wisuda Periode I (Kamis, 26 Maret 2020) ditunda pelaksanaannya sampai batas waktu yang belum ditentukan.
7. Dosen dan Tenaga Kependidikan agar hadir setiap hari kerja di Kampus untuk mengisi Daftar Hadir.
8. Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan yang memiliki salah satu keluhan deman dan/atau pilek, batuk dan radang tenggorokan agar segera memeriksakan diri ke Dokter/Rumah Sakit dan beristirahat.
9. Semua Unit Kerja agar melengkapi fasilitas sarana dan prasarana perlindungan diri dari dampak penularan COVID-19

Beberapa kebijakan tersebut mulai berlaku pada Senin 15-27 Maret 2020 dengan disetujui dan ditandatangani oleh Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni. SH., M.HUM. (ibe/rni)

Biaya Hidup dan Biaya Transportasi Mahasiswa Bidikmisi Dikembalikan?

0
Suasana pertemuan mahasiswa dengan birokrasi di ruang senat rektorat Unram. (Foto: tim)

Media Unram – Universitas Mataram mengadakan pertemuan dengan mahasiswa penerima bidikmisi angkatan 2018 untuk membahas pengembalian uang transportasi, pada Sabtu, (14/3).

Pertemuan tersebut diisi pengarahan tentang temuan Inspektorat Jenderal Kemenrisdikti, terkait biaya kedatangan (transportasi) dan biaya hidup sementara mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dalam Provinsi NTB tahun 2018.

Dalam kegiatan ini dijelaskan, bahwa berdasarkan buku pedoman bidikmisi, mahasiwa yang berhak mendapatkan biaya transportasi dan biaya hidup sementara adalah mahasiswa yang berasal dari luar Provinsi NTB. 

Sementara itu, beberapa mahasiswa ada yang belum mengembalikan biaya transportasi dan biaya hidup. Karena menurut mereka, pihak birokrasi belum memberikan kepastian.

“Pertemuan tadi membahas tentang pengembalian biaya transportasi, ada yang tidak mau balikin karena masih belum tau kenapa harus dibalikin”, ucap Aiga Putri Gayatri, mahasiswa bidikmisi angkatan 2018.

Menanggapi hal itu, Ketum Formadiksi M Fauzan Al Habib menjelaskan bahwa, belum ada titik temu antara mahasiswa dengan pihak rektorat mengenai pengembalian biaya transportasi dan biaya hidup sementara yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Kita minta harus ada dirjen dikti langsung yang memberi arahan langsung kepada kita,” katanya.

Sebelumnya, PLT Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Yusron Saadi, mengundangan  474 mahasiswa bidikmisi angkatan 2018 melalui surat edaran yang dikeluarkan pada 12 Maret lalu. (adk) 

Unram Jadi “Ring” PB PMII

0
Pose menjelang PB PMII

Media Unram – Universitas Mataram menjadi tuan rumah Debat Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dan Ketua Pengurus Besar Korp PMII Putri (PB KOPRI) (03/12/2020).

Membuka acara debat Kongres PB PMII Pengurus Besar IKA PMII Dra. Hj. Wartiah menyampaikan kegiatan debat kandidat dikampus Unram ini terasa seperti kegiatan kongres.

“Debat ini rasa kongres ini yang tidak bisa di lupakan, terutama kepengurusan PKC PMII Bali Nusra dibawah kepemimpinan Aziz Muslim,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang sama Sekjen PB PMII Sabolah Al-Kalamby menyampaikan bahwa kondisi keberadaan pengurus cabang di seluruh Indonesia yang sampai saat ini secara kuantitas organisasi PMII memiliki cabang terbanyak.
“Jumlah cabang kita hari ini 231 cabang persiapan dan 3 cabang diluar negeri,”ungkapnya.

Lebih jauh Sabolah menyampaikan organisasi PMII dengan jumlah yang banyak dari OKP tentu memiliki tantangan yang cukup besar, PB PMII terus mendongkrak kemampuan kader PMII di akademik dan skil-skil yang dimiliki kader.

Sementara itu Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) NTB Aksar Ansori mengucapkan terimakasih dengan dipilihnya kota Mataram, terlebih lagi kampus Universitas Mataram sebagai tuan rumah debat kongres PB PMII.
“PMII Mataram khusus nya Unram menjadi binaan saya dan saya berterimakasih kepada BPK telah memilih Mataram,” Ujarnya.

Mataram menjadi tuan rumah ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Bengkulu dan Banjarmasin.
Debat ini mengusung tema “Relasi PMII dan Eksternal”.

Acara ini dihadiri oleh PB IKA PMII atau anggota DPR RI Hj. Warti’ah, Ketua PW NU NTB TGH. Masnun Thahir, Ketua IKA PMII NTB H.L. Aksar Ansori, Anggota DPRD NTB Akhdiansyah dan M. Akri, Ketua PW GP Ansor NTB H. Zamroni Aziz, para tamu undangan dan para alumni senior PMII serta anggota PMII. (ibe)