29.5 C
Mataram
Thursday, June 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 92

SE Gubernur, Pemilik Rumah Makan Dilarang Melayani Pembeli yang Mau Makan di Tempat

0
Gubernur NTB Zulkieflimansyah

Media Unram – Berhubungan dengan bulan suci ramadan 1441 H tahun 2020, serta untuk mencegah penyebaran Covid-19, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah edarkan surat imbauan. Ada enam point imbauan yang terdapat di dalam SE Nomor: 19/160/Pol-Pol/2020 tersebut.

Berikut point-point surat edaran yang dikeluarkan pada Jumat (24/4) itu :
1. Kepada seluruh para pemilik dan pengelola rumah makan, restoran, cafe, rumah makan siap saji, warung, lesehan dan sejenisnya agar sementara menutup kegiatannya, terutama pagi dan siang hari. Sedangan untuk pelayanannya, dengan cara mengantar sampai dengan pukul 16.30 s.d 04.00 WITA. Dilarang melayani pembeli yang makan di tempat. Bila tempat usaha atau kegiatan tersebut berada di dalam lingkungan perkampungan non muslim, agar tidak melayani pembeli yang makan di tempat.
2. Para pemilik dan penanggung jawab karaoke, atau tempat hiburan lainnya agar menutup tempat usahanya selama bulan ramadan.
3. Pemanfaatan pengeras suara saat menjalankan kegiatan ibadah, agar tetap mempertimbangkan waktu, situasi serta kondisi masyarakat sekitarnya dengan volume yang tidak berlebihan.
4. Seluruh masyarakat dilarang keras memperjual belikan dan membunyikan petasan/mercon atau sejenisnya.
5. Dalam upaya mencegah penularan Corona Virus (Covid-19) masyarakat tetap berada di rumah, menggunakan masker bila harus berada di luar rumah, menjaga jarak minimal dua meter (Physical Distancing), melaksanakan perilaku hidup sehat dan bersih (PBHS) dengan mencuci tangan menggunakan sabun pada air yang mengalir pada setiap dan selesai beraktivitas.
6. Kepada para Bupati/Walikota se-NTB diharapkan turut serta dalam pengawasan, pemantauan, pembinaan dan penegakan aturan bersama aparat keamanan setempat.

Dalam surat edaran ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB, agar menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, serta meningkatkan toleransi antar umat beragama. (khn)

Covid-19 Dalam Pandangan Teori Sosiologi

0

OLEH: SANTI AFRIANA

Saat ini dunia sedang menghadapi darurat Virus Corona atau Covid-19.  Virus ini menyebar lebih dari 95% negara bahkan kasus paling banyak bergeser ke Eropa yang sekarang merupakan pusat penyebarannya. Virus ini diketahui menyebar melalui batuk, bersin, dan air liur. Virus Corona bisa masuk lewat hidung, mulut, dan mata yang akhirnya menginfeksi tubuh kita. Harus disadari bahwa batuk dan bersin orang yang terinfeksi virus ini bisa menempel di meja, kursi, atau benda-benda lainnya, sampai beberapa hari kedepan siapapun yang memegangnya akan bisa ketularan.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi.

Namun sebelum berlanjut, mari kita pahami konsep dari Pandemi, Epidemi, Endemi, dan Wabah ini!.

Tingkat siaga penyakit menular mulai dari tingkat daerah disebut Endemi, jika tidak direspon dengan sigap barulah akan mewabah sampai tingkat nasional (Wabah), dan dari sana bisa tambah parah lagi dan jadi nyebar ke negara tetangga (Epidemi), dan penyakit yang paling berbahaya bisa menyebar ke seluruh dunia atau disebut Pandemi.

Pandemi merupakan hal yang sangat berbahaya, karena menyebar sampai keseluruh benua di dunia, contohnya, seperti penyakit Malaria atau DBD yang sangat ditakuti anak-anak Indonesia adalah penyakit Endemi, dan Penyakit Ebola yang pernah ramai di negara-negara ini, itu semua baru tergolong Epidemi bukan pandemi. Dan kengerian Covid-19 ada diatas itu semua. Namun, Covid-19 ini bukan pandemi yang pertama dan bukan yang paling mematikan juga.

Kembali kepada sejarah, dimana kita pernah dilanda pandemi yang saking mematikannya dikenal sebagai Black Death. Pada abad ke-14, selama bertahun-tahun umat manusia diserang oleh penyakit yang menyebar dari kutu dan tikus, korban-korban yang berjatuhan tubuhnya berwarna hitam akibat infeksi bakteri, mereka menyerang kulit dan paru-paru manusia yang menimbulkan demam, sakit kepala, infeksi paru-paru dan menyebabkan ratusan korban meninggal. Ini terjadi karena dahulu manusia belum mengetahui bahwa ada makhluk hidup yang tidak terlihat yang bernama bakteri. Berbagai macam cara telah dicoba tapi semua tidak berguna di depan musuh yang tak kasat mata. Dan pada akhirnya wabah ini berhenti menyebar tapi dalam waktu 4 tahun saja sepertiga populasi Eropa saat itu menjadi korban, meski ribuan tahunnya manusia tidak menyangka pandemi seperti Black Death akan terulang. Namun ternyata, ada dan dikenal dengan Flu Spayol.

Mengerikannya, hanya dalam waktu 2 tahun flu ini menginfeksi sampai 500.00.000 jiwa atau spertiga populasi dunia dan menewaskan 50.000.000 juta nyawa, berkali-kali lipat lebih cepat dari serangan Black Death. Sekarang, ribuan tahun setelah Black Death dan Flu Spayol merebak, pandemi itu kembali datang dihadapan kita.

Salah satu langkah yang diambil beberapa negara dengan tingkat penyebaran tertinggi adalah Lockdown (isolasi terhadap kota atau bahkan negara), saat isolasi diterapkan orang-orang tidak diperbolehkan untuk masuk atau meninggalkan sebuah kawasan dengan bebas karena alasan yang darurat. Beberapa negara yang menerapkan Lockdown seperti Tiongkok (Kota Wuhan), Korea selatan (Daegu), Iran, Italia, Filipina (Manila), Denmark, Polandia, Spanyol, Lebanon, Perancis, Malaysia, Irlandia, India, dsb. Di Indonesia sendiri sampai 19 April 2020 tercatat jumlah kasus positif Corona sebanyak 6.575 kasus, dan 582 meninggal dunia.

Menurut Juru Bicara Pemerintah Dan Dirjen Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Alasan Indonesia tidak menerapkan Lockdown adalah karena lockdown merupakan alternatif paling ekstrim sehingga perlu adanya alternatif rasioanl yang dikerjakan. Lockdown bukan hanya menutup penyebaran namun juga seluruh kehidupan sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa dan yang paling terpenting adalah bagaimana kita mengurangi kemungkinan orang bisa kontak dekat, menghindari kerumunan, mengurangi berada di tempat umum, bekerja dari rumah, belajar dan beribadah dari rumah. Menurutnya, kuncinya adalah mencari, menemukan siapa yang positif dan diisolasi sehingga tidak terjadi penyebaran bukan menutup suatu tempat, karena menutup namun tidak dicari percuma saja.

Jadi kenapa pemerintah tidak menerapkan lockdown karena bahwasanya tidak ada kegiatan diruang publik berarti tidak adanya perputaran ekonomi, semisal Jakarta akan di Lockdown pemerintah mustahil mengabaikan fakta keras bahwa 70% perputaran ekonomi Indonesi berlangsung di Jakarta, ingat saja peristiwa mati listrik di Jakarta dan Jawa barat, belum sampai sehari listrik mati industri merugi hingga ratusan milyar perjamnya. Sehingga untuk meminimalisir penyebaran virus, pemerintah menghimbau masyarakat untuk menerapkan physical distancing (pembatasan fisik) atau menjaga jarak dengan orang lain dengan berdiam di rumah dan mengurangi aktivitas diluar serta menghindari keramaian.

Didalam teori sosiologi, terdapat Teori Struktural Fungsional yang berasumsi bahwa, setiap sistem memiliki fungsi dan peran masing-masing. Struktural fungsional memusatkan perhatian pada kelompok, organisasi, masyarakat, dan kultur. Berbagai tokoh dan teori dalam perspektif ini seperti Robert. K. Merton yang dikenal dengan Teori Fungsi. Merton dikenal dengan konsep fungsi nyata (Manifes) dan fungsi tersembunyi (Laten) kedua istilah ini memberikan tambahan penting bagi analisis fungsional.

Mari kita analisis fenomena Pandemi Covid-19 dengan Teori Fungsi dari Robert. K. Merton tersebut.

Pertama, Fungsi manifes atau sering dikenal dengan fungsi yang diharapkan, jika dilihat secara seksama terkait dengan kasus dan fenomena Pandemi Covid-19, bahwa diketahui Pandemi ini berdampak pada lingkungan, dimana polusi udara berkurang drastis karena berkurangnya aktivitas dan berkurangnya jumlah volume kendaraan.

Di Tiongkok dan Italia lingkungan menjadi bersih setelah memberlakukan Lockdown bahkan di Negara Italia dan Tiongkok kualitas udara membaik, bahkan badan antariksa NASA dan ESA menyebut kadar gas berbahaya dilangit China menurun, secara tidak langsung pandemi ini dapat meminimalisir krisis lingkungan karena jutaan penduduk di bumi ini dipaksa diam dirumah, karena seperti yang diketahui bahwa krisis lingkungan terjadi karena aktivitas manusia sehari-hari yang berdampak pada kerusakan lingkungan, maka alam bisa sedikit bernafas lega dari segala kerusakan dan perubahan iklim yang terjadi.

Kedua, Fungsi selanjutnya ialah fungsi latensi atau fungsi tersembunyi adalah satu jenis dari akibat yang tidak diharapkan atau fungsi ini sering dikenal dengan fungsi yang tidak diharapkan. Dari kasus tersebut, fungsi latensi dari Pandemi Covid-19 adalah mengubah kehidupan manusia, manusia tidak lagi bepergian, tidak lagi dapat berkumpul dan ekonomi dunia melambat. Pandemi Covid-19 ini berdampak negatif bagi lingkungan yakni penggunaan energi yang berlebih, karena ketika manusia berdiam diri di rumah, berarti penggunaan energi listrik untuk bekerja, hiburan, dan kebutuhan rumah tangga berlipat ganda. Selain itu, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan dan lingkungan namun juga berdampak pada perekonomian. Hal ini menyebabkan sejumlah pelaku usaha mengambil langkah merumahkan karyawan tanpa gaji hingga melakukan pemutusan hubungan kerja, dan masyarakat disektor informal akan kehilangan penghasilan serta kebutuhan pangan akan terganggu.

Pada ujung tulisan, penulis berdoa semoga Pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan alam pulih kembali.

Bantu Masyarakat Cegah Covid-19, Ormawa Unram Bentuk Gerakan Kemanusiaan

0

Media Unram – Peduli terhadap masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNRAM, beserta Organisasi Mahasiswa (Ormawa) membentuk gerakan dengan tema “ORMAWA UNRAM PEDULI CORONA”, untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Gerakan yang dikomandoi oleh Mentri Sosial Mahasiswa (Sosmas) BEM UNRAM Nunung Indaswari ini bekerjasama dengan komunitas AB Charity untuk kebutuhan APD, seperti handsinitizer dan masker, serta penyalurannya.

“Kami mengajak Ormawa yang ada di kampus (UKM-U dan DPM-U), BEM-F yang juga turut merangkul Ormawa fakultasnya serta beberapa prodi di bawah rektor,” kata Nunung dalam rilis yang diedarkan, Kamis (16/4).

Pembuatan handsinitizer dilakukan di Lab MIPA UNRAM oleh rekan-rekan mahasiswa dari komunitas AB Chariry dan telah diproduksi.

Nunung menjelaskan, ini merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi  Ormawa Unram untuk memerangi Covid-19 yang kini telah menyebar di wilayah NTB.

“Kami meyakini bahwa suatu hal yang dilakukan bersama akan memberikan hasil yang jauh lebih besar ketimbang melakukannya sendiri-sendiri,” lanjut Nunung.

Sasaran donasi akan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama yang bekerja di luar rumah. Seperti buruh harian, tukang parkir, petugas kebersihan. (b)

Hari Ini, Tidak Ada Kasus Baru, Dua Orang Pasien Dinyatakan Sembuh

0

Media Unram – Pemerintah Provinsi NTB kembali mengumumkan dua tambahan pasien sembuh dengan inisial Ny M (50) dan NM (28). Sampai hari ini, Rabu (15/4) pasien sembuh berjumlah tujuh orang.

Selain itu, tidak ada tambahan kasus positif Covid-19 di NTB, hal ini diumumkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB.

Ditandatangani oleh Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB menyatakan, tidak ada kasus baru ataupun kematian.

“Melainkan ada tambahan pasien sembuh bertambah dua orang,” katanya dalam jumpa persnya.

Data pasien sembuh tersebut diatas sebagai berikut:
Ny. M (pasien nomor 05), usia 50 tahun, berasal dari Kec. Lunyuk, Kab. Sumbawa dan Ny. NM (pasien nomor 09), usia 28 tahun, berasal dari Toya, Kec. Aikmel, Kab. Lombok Timur.

Dengan demikian, pasien positif Covid-19 di NTB berjumlah 41 orang dengan rincian tujuh orang dinyatakan sembuh, dua orang lagi meninggal dunia, dan 32 orang masih dalam perawatan intensif dan dinyatakan dalam keadaan baik.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan(PDP) sebanyak 183 orang, jumlah Orang Dalam Pemantauan(ODP) sebanyak 4.000 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 912 orang, sedangakan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala(PPTG) terdapat 34.211 orang.

Masyarakat NTB diimbau agar tidak panik dan tetap tenang, serta tetap melakukan penghentian dan pencegahan penularan Covid-19. (adk)

Pemprov NTB Siapkan Bantuan Sembako JPS

0

Media Unram – Pemerintah Provinsi NTB akan menyalurkan bantuan paket sembako Jaringan Pengaman Sosial (JPS) kepada masyarakat di tengah pandemic Covid-19 ini.

Dalam pamflet yang diedarkan oleh Diskominfotik NTB itu, penyaluran sembako tahap pertama akan dilakukan pada April 2020. Terdapat 11 Kabupaten/Kota yang akan mendapatkan bantuan sembako ini.

Masyarakat akan dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok yang tidak mendapatkan program bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan kelompok sektor formal dan informal serta dunia usaha yang ikut terdampak Covid-19.

Berikut kuota calon penerima bantuan sembako untuk setiap Kabupaten/Kota:

1.Kota Mataram sebanyak 1.868 KK dan 827 KK, jumlah keseluruhannya adalah 2.695 KK.

2.Lombok Barat sebanyak 6.398 KK dan 1.654 KK, jumlah keseluruhannya adalah 8.052 KK.

3.Lombok Tengah sebanyak 11.780 KK dan 4.217 KK, jumlah keseluruhannya adalah 15.997 KK.

4.Lombok Timur sebanyak 28.817 KK dan 8.761 KK, jumlah keseluruhannya adalah 37.578 KK.

5.Lombok Utara sebanyak 2.827 KK dan 1.252 KK, jumlah keseluruhannya adalah 4.079 KK.

6.Sumbawa sebanyak 3.973 KK dan 1.744 KK, jumlah keseluruhannya adalah 5.681 KK.

7.Sumbawa Barat sebanyak 1.757 KK dan 778 KK, jumlah keseluruhannya adalah 2.535 KK.

8.Dompu sebanyak 5.434 KK dan 2.406 KK, jumlah keseluruhannya adalah 7.840 KK.

9.Bima sebanyak 8.838 KK dan 3.766 KK, jumlah keseluruhannya adalah 12.604 KK.

10.Kota Bima sebanyak 1.344 KK dan 595 KK, jumlah keseluruhannya 1.939 KK.

11.Provinsi sebanyak 6.000 KK.

 

Berdasarkan data tersebut, total keseluruhan kuota calon penerima paket sembako JPS untuk Provinsi NTB sebanyak 105.000 KK.

Kelompok masyarakat yang tidak mendapatkan program bantuan dari Kemensos RI sebanyak 73.000 KK. Sedangkan, kelompok masyarakat formal maupun informal serta dunia usaha yang ikut terdampak Covid-19, sebanyak 32.000 KK. (Lnf)

SE Unram, Penilaian Jangan Sampai Merugikan Mahasiswa

0

Media Unram – Surat edaran ini sebagai lanjutan dari Surat Edaran Plt. DIRJEN DIKTI Nomor 331/E.E12/KM/2020 yang dikeluarkan pada tanggal 6 April 2020 mengenai bantuan sarana belajar mahasiswa dan Surat Edaran Rektor Nomor 3327/UN.18/TU/2020 yang dikeluarkan pada 9 April 2020 terkait kebijakan akademik Unram sebagai bentuk pencegahan COVID-19.

Kegiatan akademik seperti perkuliahan, seminar proposal, bimbingan dan ujian tugas akhir akan dilaksanakan secara daring. Kegiatan akademik lainnya yang dilakukan diluar kampus seperti KKN dan PKL akan ditunda sampai 29 Mei 2020 dan akan dijadwalkan ulang pelaksanaanya.

Untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sudah di jadwalkan pada Juli 2020, sedang di pertimbangkan lagi untuk diganti dengan metode yang sekiranya ekuivalen dengan jumlah SKS KKN.

Sedangkan untuk kegiatan praktikum, yang memang benar-benar harus dilaksanakan akan tetap diizinkan, berdasarkan standar protokol kesehatan. Dalam surat tersebut juga dihimbau, agar kegiatan-kegiatan akademik tersebut tidak menjadi penilaian dan persyaratan mengikuti UAS.

“Kebijakan perpanjangan masa studi juga akan dilaksanakan untuk mahasiswa yang terdaftar tahun ini, dan untuk mahasiswa yang terancam tidak dapat menyelesaikan studi (DO) tahun ini, dapat mengajukan perpanjangan masa studi satu semester serta pembebasan UKT selama satu semester,”

Selanjutnya, mengingat tahun ajaran akan segera berakhir dan penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur SNMPTN sudah di mulai yang hasilnya sudah diumumkan, Rabu (8/4), pukul 13:00 WIB.

Untuk calon mahasiswa baru jalur SBMPTN/UTBK ditunda pelaksaannya sesuai dengan Surat Edaran LTMPT/11/SE.LTMPT/2020. Berikut isi surat tersebut:
-Pendaftaran dilaksanakan pada 2-20 Juni 2020
-Pelaksanaan tes pada 5-12 Juli 2020
-Pengumuman pada 25 Juli 2020

Selain itu, Jalur Tes Mandiri juga akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal penundaan tes UTBK/SBMPTN.

Melihat kondisi ini, tenaga pengajar dihimbau agar penilaian hasil studi lebih dipertimbangkan lagi dan tidak merugikan mahasiswa.(Lnf)

NEGARA “Adipati Karna”

0

Oleh: Sulaiman Perwira Sasakadi

Mahasiswa Ilmu Komunkasi dan Wakil Ketua DPM UNRAM 2020

Pada saat ini sebagian besar Negara terdampak virus corona ( covid-19 ) termasuk Negara Indonesia. Seluruh jajaran pemerintahan Indonesia sibuk mencari cara bagaimana untuk menyelesaikan wabah ini. Dalam hal ini, pemerintah banyak mengambil kebijakan melakukan penyelamatan ekonomi yang dianggap akan terancam mengalami krisis. Pengambilan kebijakan kalau diambil contohnya ketika situasi nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah mencapai angka Rp16.430 per dolar AS ( 3 April 2020 ), melakukan sidang DPR-RI dengan agenda perumusan undang-undang yang menyelamatkan rakyat ( Kata-nya ), tidak kalah melakkukan penyelamatan bangsa Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo terus mengeluarkan peraturan pemerintah ( PP ) yang dianggap mengekang kebijakan daerah dan terkesan cuci tangan terhadap masalah ini.

Negara Indonesia sedang dirundung pilu, sebagaimana kita melihat dinamika bidang ekonomi di negara ini sangat jatuh, bahkan ketika dibandingkan dengan negara lain, banyak negara rela megelunturkan dananya untuk bagaimana mampu memenuhi kebutuhan dalam hal pangan dan alat kesehatan untuk masyarakatnya, beda hal yang terjadi di Indonesia ketika seluruh masyarakat menginisiatif untuk menyumbangkan dana dari kantong pribadi untuk membantu kesulitan Indonesia dalam melakukan pembelian alat kesehatan.

Padahal, Indonesia akan mengupayakan kesempatan menerima bantuan dari IMF sebesar 1,5 triliun dolar AS guna penanganan wabah virus Corona dan Bank Dunia sendiri dilaporkan menyediakan US$ 12 miliar dolar AS sebagai dana darurat Covid-19 yang menyasar sektor-sektor kesehatan, pasukan medis dan penanganan wabah penyakit, internal pemerintahan Indonesia melakukan penggalangan dana, Mentri pendidikan dan kebudayaan menyatakan Ujian Nasional ditiadakan dengan anggaran dana sebesar 300 miliar yang dialokasikan untuk bantuan pencegahan covid-19, ada hal baru juga ketika pilkada serentak yang dicanangkan direalisasikan pada bulan September 2020 ditunda hingga 2021 dengan anggaran dana 15,31 triliun.

Apakah pemerintahan Jokowi mampu bertahan dalam krisis ini ?.

Adipati Karna adalah sosok tokoh dalam dunia perwayangan yang menjabat sebagai raja dari Negri Awangga. Adipati Karna memiliki sifat kesetiaan kepada pilihan politiknya meski berafiliasi kepada pihak yang keliru jika diambil contoh bisa dicerminkan dengan bagaimana pemerintahan sekarang ini, dengan banyak stetmen atau kebijakan yang dianggap blunder meskipun disumpah untuk berbuat baik dan adil kepada masyarakatnya.

Dikisahkan dalam peperangan di padang Kurusetra, Gatotkaca gugur dalam peperangan setelah tertusuk oleh panah Kunta, senjata raja Adipati Karna, begitu juga ketika pemilihan umum yang berusaha mematikan satu dengan yang lain demi sebuah kekuasaan, jika dikutip dari kata Mao Zedong “Politik adalah perang tanpa pertumpahan darah, sedangkan perang adalah politik dengan pertumpahan darah” Mao Zedong adalah salah satu tokoh terpenting dalam sejarah modern Tiongkok.

Pemimpin Negara ini memiliki arti nama yaitu Karna berarti telinga, dikisahkan dewi kunti melahirkan sosok pemimpin yang lahir dari keluarga pandawa ini melalui telinga karena dewi kunti sendiri diajarkan gurunya mantra Aji Adityarhedaya yang mengakibatkan Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti. Alasannya, ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. Itulah sebabnya, ia diberi nama Karna, apabila mecerna dari posisinya di Negara Awangga yaitu adipati ( raja ) jika diimplemantasikan didalam Negara ini seorang penguasa harus banyak mendengar, sesuai makna “Karna” yaitu telinga.

Sang Adipati Karna selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa, Adipati Kama merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya. Itu pula yang menyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Adipati Karna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan, dalam politik sekarang diketahui politik balas budi sangat melekat pada Negara ini, jika dilihat dari pemerintahan sekarang Jokowi sebagai presiden dianggap banyak balas budi dalam kenaikannya sebagai penguasa di Indonesia bisa dilihat dalam jajaran mentri dan penjabat yang mestinya diduduki oleh masyarakat sipil.

Berdasarkan apa yang diulaskan diatas dapat ditarik garis besarnya. Keadaan Indonesia saat ini terjadi banyak krisis dalam bidang ekonomi, pengambilan kebijakan pemerintah dan cara berfikir para tokoh nasional akibat terdesak masyarakat serta impact wabah covid-19.

Apakah Negara Indonesia akan tengelam akibat hutang Negara semakin bertambah akhir-akhir ini ? atau pemerintahan yang dikuasai oleh Jokowi adalah cerminan dari Adipati Karna ? yang memiliki sifat kesetiaan kepada pilihan politiknya meski berafiliasi kepada pihak yang keliru.

Menurut pemahaman ada fase dimana mata uang tunggal akan diterapkan diseluruh dunia akibat krisis dunia khususnya Negara Indonesia ini.

Apakah para globalis yang mengontrol para pemimpin Negara akan menguasai dunia dengan mata uang tunggal yang kemungkinan ini terjadi ?.

Mari sebagai masyarakat Indonesia layaknya kita mampu berfikir panjang dan logis layaknya founding father Bangsa Indonesia.

Lombok Tengah Melawan covid-19

0
wawancara berantas covid-19
wawancara berantas covid-19

Media Unram – semakin meluasnya pandemi corona virus desiase (covid-19) membuat masyarakat semakin resah, hingga 2 April, sedikitnya telah ditemukan 6 warga NTB positif covid-19 ini. Diantaranya 1 meninggal dunia.

Melihat angka yang positif virus ini semakin bertambah, dan juga pemerintah mengumumkan ke seluruh warganya untuk melakukan menjaga jarak (social distance). Hal ini dikarenakan unutk mencegah rantai penyebaran covid-19 yang semakin deras terjadi.

Namun sedikitnya masyarakat yang mengabaikan social distance , membuat pemerintah semakin gencar untuk melakukan berbagai upaya untuk menjaga keselamatan warganya.

Sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Lombok Tengah, Forum Silaturahim Mahasiswa Pemuda Lombok Tengah (FORMULA) melakukan aksi media melalui live instagram. Dalam rangka mencerdaskan masyarakat mengenai bahayanya covid-19 ini.

dr. Dedy Muhadi sebagai narasumber menjelaskan bahwa, masyarakat harus tetap waspada terhadap pandemi yang terjadi ini. “Semua masyarakat harus tetap menjaga kesehatan, dan bila perlu jangan keluar rumah kalau tidak penting. Dan tetap terus untuk menjaga jarak,” penjelasannya saat memberikan pencerdasan melalui live instagram.

“ketika pulang dari pasar atau dar tempat kerja, kita harus mencuci tangan dan jangan memegang benda apa pun dulu, karena kita tidak tau apa atau tidak virus yang nempel pada tangan.” lanjutnya

Seluruh warga juga dihimbau untuk tetap menjaga jarak minimal satu meter, karena molekul dari covid-19 termasuk molekul yang berat. sehingga akan terjatuh jika sudah terbang satu meter.

Selain itu juga, untuk menjaga rumah atau benda yang sering dipegang agar tetap steril dari covid-19. Masyarakat harus menyemprotkan disinpektan, unutk membunuh virus. “kalau mau membuat disinpektan dengan cara murah dan murah. Masyarakat cukup pakai cairan pemutih 1 mili ditambah dengan air bersih 9 mili,” pesannya.

Selain olahraga yang cuku untuk menjaga imun, masyarakat juga perlu mengkonsumsi makanan yang sehat. Dan bila perlu untuk tidak memakan makanan yang instan, “Lebih baik mengkonsumsi daun singkong dan sayur-sayuran yang lain dari pada memakan makanan yang instan,” pesannya kepada seluruh masyarakat.

Saripudin sebagai presiden FORMULA dan Meza Menteri Kebijakan Publik menyampaikan, “Jika masih pandemi dalam kurun waktu yang semakin lama. FORMULA akan melakukan pencerdasan jilid 2.” Katanya ditempat yang terpisah. (mri)

Masyarakat Tolak Jumatan Diganti Salat Zuhur di Rumah

0

Laporan: Lina Febriani, Lotim

Situasi Saat Masyarakat Masbagik melakukan Aksi. (Foto: Ist)

Tidak hanya mengganggu aktivitas pekerjaan dan perkuliahan. Mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia juga mengganggu aktivitas peribadahan.

Seperti yang diketahui, karena virus Covid-19, pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kegiatan keagamaan seperti salat jumat (jumatan) tidak diwajibkan, bahkan dianjurkan untuk salat di rumah masing-masing. Dari imbauan tersebut, tentu saja memiliki pro dan kontra.

Seperti yang terjadi di Masjid Jami’ Al-Akbar, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Sejumlah masyarakat melakukan aksi penolakan terhadap imbauan untuk solat jumat diganti dengan salat zuhur di rumah.

“Aksi ini berawal ketika salah seorang pengurus masjid mengumumkan surat imbauan untuk digantinya solat jumat dengan salat zuhur di rumah,” kata salah satu masyarakat yang menyaksikan, Firman.

Firman menjelaskan, menurut mereka, solat jumat harus tetap dilaksanakan dan tidak bisa ganti dengan salat zuhur dirumah.

“Sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara seorang warga dengan pengurus masjid,” beber Firman kepada Media Unram via telepon, Jumat (27/3).

Lebih jauh Firman menjelaskan, setelah beberapa menit, semakin banyak warga yang berdatangan ke masjid untuk menyuarakan penolakannya.

Masyarakat saat ditemui Polri yang turun mengamankan aksi. (Foto: Ist)

Aparat TNI dan Polri setempat turun tangan untuk mengamankan aksi yang dilakukan di perempatan Masbagik tersebut.

“Masyarakat melakukan musyawarah dan memutuskan untuk tetap melakukan salat jumat,” beber Firman.

Usai bermusyawarah, masyarakat membubarkan diri menjelang jumat. (*)

Stok Pangan di NTB Dipastikan Aman dan Cukup

0
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK, M.Si. (Foto: Ist)

Media Unram – Satgas Pangan Polda NTB melaksanakan monitoring (pemantauan) perkembangan harga serta ketersediaan stock sembako kebutuhan bahan pokok di Wilayah Hukum Polda NTB, Senin (23/03).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, SIK, M.Si menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di pasar modern dan pasar tradisional, stok kebutuhan pangan masih relatif stabil dalam batas normal.

“Stok bahan kebutuhan pokok cukup untuk dua bulan ke depan, kecuali beras stok cukup untuk 14 bulan ke depan. Sedangkan untuk stok gula pasir juga masih cukup aman,” ungkap Artanto.

Artanto menerangkan, bahwa ketersediaan barang dan harga masih stabil, walaupun ada kenaikan harga. Menurutnya, kenaikan itu masih dalam taraf yang wajar.

“Kenaikan mulai terjadi pada harga cabe merah, cabe rawit, bawang merah serta bawang putih,” tuturnya.

Dalam rilisannya, Kabid Humas Polda NTB juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dengan memborong sembako. “Pemerintah menjamin ketersediaan sembako,” katanya.

Artanto mengingatkan para pedagang yang sengaja menimbun sembako dengan tujuan menjual kembali dengan harga tinggi.

“Polri akan bertindak tegas dengan memproses secara hukum yang berlaku,” tegasnya. (ibe/adk)