Presma Unram, Irwan saat membacakan tuntutan.Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi saat menandatangi pernyataan menerima tuntutan. (Foto: khn)
Media Unram – Ratusan massa “Aliansi Rakyat NTB Menggugat” yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan serikat buruh kembali ramaikan kantor DPRD NTB untuk menolak RUU Omnibus Law, Kamis, (03/05/2020).
Dalam aksi yang dilakukan pada pukul 11.57 Wita ini, ada lima tuntutan yang disampaikan. Berikut tuntutannya:
1. Menolak dengan tegas RUU Omnibus Law. 2. Menolak penerapan kebijakan kampus merdeka atau merdeka belajar. 3. Mencabut PP No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. 4. Mendesak pemerintah untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dalam setiap penyusunan dan perubahan kebijakan. 5. Stop represif terhadap pergerakan rakyat.
“Kami menolak dengan tegas RUU Omnibus Law, karena kebijakan dari pemerintah pusat mencederai semangat reformasi,” ucap Ketua BEM yang juga sebagai kordum, Irwan dalam orasinya.
Setelah 40 menit berorasi dan menyampaikan tuntutannya, massa aksi ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi ditemani Ketua Komisi I, Syirajuddin. “DPRD Provinsi secara resmi akan meminta komisi 1 melakukan kajian terhadap poin-poin pokok yang menjadi alasan penolakan,” ucap Mori. “Ini akan kita tindak lanjuti kepada teman-teman kita di DPR RI,” lanjutnya.
Mori menjelaskan, penolakan ini akan ditindak lanjuti ke DPR RI, karena memiliki semangat yang sama untuk menyikapi RUU Omnibus Law . Pada tempat yang sama, Komisi I menambahkan, bahwa Omnibus Law mengandung 4 Rancangan Undang-undang (RUU). Selain itu, menurutnya yang paling menarik perhatian yakni RUU tentang cipta lapangan kerja.
“Kami akan menerima, menampung dan menindak lanjuti, karena seharusnya Omnibus Law diberlakukan di negara yang menganut sistem Common Law, sedangkan Indonesia menganut sistem Civil Law,” tutur Syirajuddin.
Usai menerima tuntutan massa aksi, Mori Hanafi menandatangi surat pernyataan penerimaan tuntutan diatas materai. Terakhir, massa aksi membubarkan diri dengan tertib menjelang azan zuhur. (adk)
Media Unram – Beredar pesan dari nomor Disnaker NTB dan Pemprov NTB, Kamis (03/05/2020).
Pesan yang dikirim oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mengenai RUU Omnibus Law.
“Masa depan cerah buruh Indonesia buruh tidak takut lagi PHK, karena Omnibus Law Memberikan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” isi pesan tersebut.
Pada waktu yang sama, Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga mengedarkan himbauan agar tidak merespon dengan berlebihan mengenai virus corona.
“Tetap waspada dan jangan sampai termakan isu hoax. Gubernur NTB meminta masyarakat waspadai virus corona tetapi jangan berlebihan,” isi pesan yang masuk pada pukul 14.02 tersebut. (khn)
Suasana usai pencopetan di depan gedung PKM Unram. (Foto: nur)
Media Unram – Seorang mahasiswi dicopet di depan gedung PKM Universitas Mataram. Pada Rabu, (04/03/2020).
Pada insiden kali ini, yang menjadi korban adalah mahasiswi semester 2 jurusan PKN Unram. Menurut info yang didapat, kejadian ini terjadi kurang lebih pada pukul 15.27 WITA.
Bagaimana knorologinya?
Inayah yang akan pulang ke rumah dengan membawa sepeda motor didekati oleh orang yang tidak dikenal dan langsung menarik dompetnya.
Menyadari dompetnya ditarik, Inayah mempertahanan dompetnya. Tarik menarik pun terjadi diantara korban dan pelaku. Akhirnya, keduanya terjatuh dan mengalami luka-luka.
Dari kejadian itu, mahasiswi yang berasal dari Bima ini dibawa ke klinik Unram karena mengalami luka di tangan dan kaki. Sedangkan pelaku tersebut diamankan oleh satpam Unram dan akan dibawa ke pihak yang berwajib.(nur)
“Semakin aku banyak membaca,semakin aku berpikir, semakin aku banyak belajar, semakin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apa apun” ( Voltair )
Membaca adalah sebuah kebutuhan setiap individu, tatkala hasrat ingin selalu mengetahui sesuatu, menggali dan mencari tahu tidak lain hanya dalam membaca itu sendiri.
“Dengan membaca, membuka jendela dunia” kutipan sejak dini familiar kita dengar penanaman akan literasi dan akan kesadaran. Ir. Soekarno dalam kisahnya “Buku Saku Tempo” menceritakan sosoknya yang gemar membaca hingga dalam tolilet pun beliau sanggup melahap banyak buku buku dan membaca aktif, hingga tak heran memunculkan pemikiran yang luar biasa dan menjadi tokoh pahlawan. Bahkan, Thomas Alva Edison seorang penemu lampu bohlam yang dalam sejarah hidupnya sejak kecil mempunyai rasa ingin tahu yang mendalam dan mengoleksi banyak buku yang dibaca.
Melalui pengajaran huruf abjad dari A-Z, pengejaan dan kelancaran sudah menjadi modal yang cukup untuk membaca. Dewasa ini dimensi dalam literasi sudah beragam bentuknya tidak hanya membuka lembaran buku dengan bau kertas yang khas, akan tetapi kehadiran tekhnologi sebagai penunjang kebutuhan manusia hanya dengan menghusap layar.
Dalam dunia literasi dimensinya berbeda, sekarang ini dalam pemenuhan rasa ingin tahu tidak hanya dengan merogoh kantong untuk membeli buku, bahkan membeli Koran untuk mencari berita berita yang aktual. Tetapi kehadiran tekhnologi mempermudah untuk mendapatkan sesuatu,Sebut saja televisi, radio, bahkan gadget.
Akan tetapi, semua kalangan saat ini nampaknya tidak terlepas dari benda yang canggih yakni gadget, semua sangat senang bermain benda yang satu ini. Mudahnya mengakses segala hal yang diinginkan hanya dengan mencarinya di mbah google, ternyata hitungan detik muncul berita ataupun kejadian yang update dari belahan dunia.
Sangat praktis bukan? Dalam membaca juga sangat mudah entah itu membaca berita, ataupun mencari sebuah buku pegangan yang kita sukai dalam bentuk E-book. Sederhananya, pelangi dalam berliterasi menyebabkan pandangan yang sangat luas dan pikiran menjadi terkumpul dalam dua dimensi membaca yang berbeda antara membaca dalam bentuk buku dan membaca dalam bentuk layar.
Dalam tekhnologi baik itu gadget banyak sekali menwarkan wahana untuk menarik daya minat para penggunanya, sebut saja itu media sosial, game, bahkan menonton video. Tidak bisa dipungkiri hal itu sangat dominan disukai dari jenjang dewasa, remaja, bahkan anak anak. Tak heran aktivitas membaca kadang menjadi kurang dominan. Data kemenkominfo merlis pengguna internet Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 63 juta orang, 95% diantaranya menggunakan media sosial. Akses fecebook dan Twitter paling tinggi dan berada setelah US, Brazil, dan India. Hal itu tidak keliru bahkan menjadi apresiasi masyarakat Indonesia sudah melek terhadap kemajuan.
Kita sepakat bahwa pada hari ini hal-hal dominan yang mencerminkan keilmuan baik dalam jenjang pendidikan bahkan lingkungan umum sudah diisi dengan aktivitas tentang gadget dengan segala keseruannya. Dalam contoh sederhana, melepas lelah dan bersantai tak jarang kita menikmatinya dengan secangkir kopi dan teh ditemani sebuah buku bacaan lalu berdiskusi , tersingkirkan dengan wahana permainan yang sangat menarik dan sangat seru atau bahkan mengabadikan moment dengan selfie dan berpose hingga mengekspresikan diri dalam sebuah aplikasi yang familiar.
Hal tersebut yang menyebabkan masih kosongnya ruang ruang diskusi dan berbagi pengetahuan dalam diri, terlebih itu dalam civitas akademisi,. Data UNESCO pada tahun 2016, minat baca masyarakat Indonesia sangat memperihatinkan, minat baca Indonesia berada pada peringkat ke-60 satu tingkat diatas Botswana salah satu negara di Afrika, Serta survey berbagai LSM yang menyadari hal itu.
Era baru bukan menjadi suatu batu penghalang dalam menumbuhkan semangat membaca, tetapi tantangan dalamnya harus bisa menyeimbangkan gairah dalam indahnya membaca. Imajinasi yang dapat kita tangkap tidak hanya terpampang dalam rak buku yang berjejer dalam perpustakaan, tapi dalam ruang dan waktu dimana pun kita dapat menikmatinya dengan usapan layar.
Karena membaca kita kembali ke masa lalu, mengelilingi dunia, mengetahui jiwa besar para pendiri bangsa, salah satu contoh kecilnya dan mungkin banyak versi yang kita sukai,juga dengan bidang keilmuan masing masing dan basicnya sangat bervarian terutama dalam akademik sehingga menaruh pemikiran yang pokok kedalam suatu narasinya yakni menulisnya dan mengamalkannya.
Dewasa ini, ditandai berbagai macam perubahan dalam setiap asfek kehidupan manusia baik itu ekonomi, politik, maupun budaya. Keterbukaan informasi yang ditandai dengan era gobalisasi menaruh manusia dalam suatu integrasi yang tidak mengenal batasan ruang dan waktu. Sejumlah aktivitas dan keseharian yang beragam dapat kita jumpai dalam suatu benda yang dinamakan tekhnologi.
Seiring berjalannya waktu, benda benda tersebut diciptakan atas rasa bentuk ide dan gagasan penemunya untuk semata mata mempermudah jalannya roda kehidupan manusia. Tatkala mempunyai rasa ingin tahu yang sangat mendalam. Literasi digital perlu ditingkatkan, beriringan dengan penggunaan tekhnologi yang semakin pesat. Keberadaan manusia dalam dunia sosial dan dunia nyata, memposisikan kita dalam komunikasi massa dan komunikasi sosial.
Disamping perlunya berpartisipasi dalam kemajuan dan mempermudah tatanan kehidupan manusia, tetapi disamping itu pertemuan dalam dunia nyata dan sosial, sebagai perwujudan dan menjaga tali perjumpaan dalam masyarakat.
Pengetahuan dan penulisan, terus menerus dalam cipta sebagai karya, sehingga warna warni yang bertemu dan digali dalam buku ataupun dalam tekhnologi sendiri esensinya sama yakni menambah pengetahuan dan memperkaya diri dengan pengetahuan, karena “ terpujilah mereka yang gigih sebarkan bahan bacaan, kepada mereka yang haus ilmu pengetahuan,merekalah yang menyodorkan jendela dunia,” (Najwa sihab, duta baca Indonesia).
Media Unram – 4 mahasiswa Unram berhasil meraih juara ke-III di Jakarta Barat dalam ajang E-Sport, PUBG pada Minggu, (23/02/2020).
Ajang yang berlangsung pada 22-23 Maret ini berhasil dilalui dengan baik oleh Muhammad Rizky Aliffandi, Rizaldy Aprhodita, Doni Ramdhani Subagdja, Ricky Kurniaji Purnomo dengan mendapat juara III dan membawa pulang uang sejumalah 10.000.000.
Seperti yang diungkapkan oleh Rizaldy Aprhodita kepada Media Unram melalui Whatsapp, bahwa mereka berhasil meraih juara dengan mengalahkan kurang lebih 860 universitas yang ada di Indonesia.
Rizal menjelaskan, sebelumnya, tim mereka tidak pernah latihan bersama. “Kami tidak pernah main. Ketika ada event, kami menyesuaikan aja saat main,” kata mahasiswa jurusan hubungan internasional ini.
Lebih jauh Rizal menjelaskan, bahwa permainan yang tengah trend dikalangan rakyat Indonesia ini tidak pernah mengganggu aktivitas perkuliahan mereka.
Dia juga berharap, agar kedepannya mereka bisa kembali ke Jakarta untuk mewakili Unram dalam ajang Pubg Mobile Campus Competision (PMCC) 2020.
“Mohon doanya agar kami bisa kembali mengikuti event PUBG lagi di Jakarta,” katanya kepada Media Unram pada Senin, (02/03/2020). (khn)
Pose DPD ASPPI Ntb usai conferensi pers di Hotel Golden Palace. (Foto: khn)
Media Unram – Melihat kunjungan wisatawan dunia semakin meningkat, juga berkembangnya pariwisata di NTB, DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Ntb menggelar event Lombok Travel Mart di pulau Moyo, Sumbawa.
Event yang digelar dengan konsep table top B2B (Bussiness to Bussines) ini dalam rangka menjalin kerja sama menjual paket-paket wisata yang di Lombok dengan mempertemukan seller dan buyer.
“Nanti, para seller yang berasal dari stakeholder kepariwisataan Ntb akan menawarkan para pengelola hotel, restaurant, pokdarwis, dan desa wisata kepada kelompok buyer yang disiapkan oleh pengelola Travel Agent terbaik Indonesia maupun mancanegara,” ungkap ketua panitia LTM VII, Ade Devi Handayani saat conferensi pers di hotel Golden Palace, (01/03/2020).
Oleh para panitia, LTM yang akan dilaksanakan pada 1-4 Maret ini dikonsep dengan spesial. Dengan mengusung tema Magical Moyo, serta mengangkat daya pikat Pulau Moyo dan air terjun Mata Jitu yang merupakan tempat favorit Kerajaan Inggris dan artis-artis ternama dunia untuk berlibur.
“Air terjun Mata Jitu sudah jadi ikon wisata Sumbawa, bahkan sudah mendunia. Kami yakin, di LTM VII ini nanti, paket-paket wisata yang disiapkan para seller akan sangat menarik,” ucap Devi.
Devi menjelaskan, sudah waktunya destinasi-destinasi terbaik di pulau Sumbawa dipromosikan lebih optimal.
Pada waktu yang sama, DPD ASPPI Ntb menilai forum bisnis berskala internasional ini sangat penting bagi pemerintah Provinsi Ntb untuk memperkenalkan destinasi-destinasi yang ada di pulau Sumbawa. Juga sebagai bentuk kerja nyata mereka untuk mengembalikan pesona pariwisata Lombok-Sumbawa pasca gempa tahun 2018 yang lalu.
“Di dua tahun terkahir, pelaksanaan LTM selalu berhasil mendatangkan ratusan pelaku pariwasata aktif. Tahun lalu, LTM VI mengumpulkan 175 buyer dan 35 seller. Walaupun lebih sedikit dari tahun 2017, kita memang masih harus menyesuaikan dengan masa pemulihan efek musibah gempa Agustus 2018,” urai Ahmad Ziadi yang juga ketua DPD ASPPI Ntb.
Ziadi juga beroptimis, bahwa event yang akan dihadiri Gubernur Ntb Zulkieflimansyah ini akan mencapai target terbaik.
“Setiap tahun, gawe rutin ASPPI melalui travel mart ini telah menghubungkan para buyer dan seller terbaik di bidangnya masing-masing. Apalagi tahun ini post tournya merupakan destinasi kelas dunia,” ucapnya.
Tidak hanya air terjun, aktivitas yang disiapkan untuk peserta LTM ke-7 ini adalah Visit Marente yang menonjolkan momen coffe time. Dimana mereka bisa menikmati kopi bercitarasa mewah. (khn)
Gedung baru poliknik UIN Mataram mengalamin kerusakan kaca (Foto: khn)
Media Unram – Kampus Universitas Islam Negeri (uin) II Mataram diserang sekelompok yang tidak dikenal pada Minggu, dini hari (01/03/2020).
Menurut info yang didapat Media Unram, serangan ini dilakukan pada pukul 01.22 WITA. Akibatnya, beberapa kaca gedung, fasilitas, pos satpam mengalami kerusakan. Tidak hanya bangunan, diketahui, salah satu dosen Pendidikan Agama Islam (pai) yang juga merupakan putra dari Wakil Rektor (wr) III mengalami luka pada insiden ini.
Posko satpam UIN yang dirusak kelompok yang tidak dikenal. (Foto: khn)
Sampai sekarang, belum diketahui motiv penyerangan kampus yang berada di Jempong Baru ini. Mengetahui hal ini, polisi akan melakukan penyelidikan. Seperti yang diketahui, kampus II UIN Mataram ini baru saja merehap dan membangun beberapa bangunan.
Mengenai hal ini, tersebar pesan himbauan kepada seluruh masyarakat, terutama kepada mahasiswa UIN. “Selalu waspada dan berhati-hati jika melewati jalan atau daerah sekitar kampus” isi pesan tersebut. (khn)
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.
I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.
I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.
I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now.
When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and flies, then I feel the presence of the Almighty, who formed us in his own image, and the breath of that universal love which bears and sustains us, as it floats around us in an eternity of bliss; and then, my friend, when darkness overspreads my eyes, and heaven and earth seem to dwell in my soul and absorb its power, like the form of a beloved mistress, then I often think with longing, Oh, would I could describe these conceptions, could impress upon paper all that is living so full and warm within me, that it might be the mirror of my soul, as my soul is the mirror of the infinite God!
O my friend — but it is too much for my strength — I sink under the weight of the splendour of these visions! A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.
I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents. I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now. When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.
I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.
I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.
I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now.
When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and flies, then I feel the presence of the Almighty, who formed us in his own image, and the breath of that universal love which bears and sustains us, as it floats around us in an eternity of bliss; and then, my friend, when darkness overspreads my eyes, and heaven and earth seem to dwell in my soul and absorb its power, like the form of a beloved mistress, then I often think with longing, Oh, would I could describe these conceptions, could impress upon paper all that is living so full and warm within me, that it might be the mirror of my soul, as my soul is the mirror of the infinite God!
O my friend — but it is too much for my strength — I sink under the weight of the splendour of these visions! A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.Paragraph
I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents. I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now. When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and
Sejenak, mari kita menjadi netizen yang baik. Melupakan tugas perkuliahan, percintaan. Bagi teman-teman pecinta K-POP, film Korea, sebentar saja, tunda dulu beberapa episode yang akan kalian tonton.
Mari kita lihat keadaan negara kita tercinta ini. Sebagai mahasiswa sekaligus rakyat yang baik, jujur, saya merasa sedih dengan kondisi ini.
Bagaimana tidak, permasalahan silih berganti. Belum selesai dengan RKUHP, Papua, dan kasus-kasus lumrah yang sering terjadi di Indonesia. Kini muncul lagi kasus baru seperti Indonesia menjadi bagian dari negara maju.
Mendengar hal itu, saya bingung, bangga atau tidak, senang atau tidak, bahagia atau tidak. Ku bakar sebatang rokok sembari menyerut kopi yang kubuat sejam yang lalu. Kemudian kubaca berita detikcom, dalam berita itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan kurang lebih begini, “Indonesia masuk negara maju, tapi angka kemiskinan dan stunting masih tinggi”.
Tak terasa, sebatang rokok tadi yang ku bakar sudah habis. “Ah sial,” ungkap ku dalam hati. Usai itu, ku buka google, untuk mencari kriteria negara maju. Dan betul, sesuai dengan dugaan ku, Indonesia memang belum pantas mendapatkan label “Negara Maju”.
Sekarang mari sesuaikan kriteria negara maju dengan kondisi Indonesia saat ini.
Menurut yang kubaca, untuk menjadi negara maju, masyarakat di negara tersebut mudah mendapatkan pekerjaan. Dengan kata lain, pengangguran yang ada di negara itu berskala kecil. Selain itu, kriteria untuk menjadi negara maju adalah terjaminnya kesehatan masyarakat yang ada. Ternyata tidak hanya itu, keamanan yang terjamin juga merupakan bagian dari kriteria negara maju. Ku kira sampai di situ, kesehatan yang terjamin dan ekspor lebih tinggi daripada impor juga kriterianya.
Sekarang, mari kita sesuaikan dengan keadaan yang ada di negara yang katanya demokrasi ini. Menurut data yang disebut pak Ma’ruf Amin dalam berita detikcom, jika diliat dari tahun 2018 hingga tahun 2019, kemiskinan yang ada di Indonesia menurun 9,22 persen. Memang secara statistik, itu bagus. Tapi apakah sesuai dengan plementasian dalam rangka kesejahteraan rakyat?
Seruput, ah… Ku nikmati lagi kopi ini.
Mari lanjutkan pembahasan. Coba perhatikan, kesehatan yang ada di negara ini. BPJS mahal, biaya rumah sakit mahal, obat-obatan mahal. Rakyat susah, menderita. Asumsi mu, mungkin, pemerintah sedang mengumpulkan banyak dana untuk pemindahan ibu kota?
Ah, tapi tidak mungkin. Pemerintah kan cadas, eh cerdas. Dengan rencana yang begitu memakan banyak dana, tentu saja pemerintah memiliki tabungan (barangkali) atau meminjam uang dari bank dunia. Dan pastinya, tidak ada dalam pikiran pemerintah untuk menaikkan; biaya kesehatan, bahan pokok, subsidi, minyak bumi dan sebagainya. Iya kan? Kemudian mengenai impor, yang kubaca, Indonesia akan impor gula sebanyak 200.000 ton pada bulan Mei 2020. Bayangkan, jika uang yang digunakan untuk mengimpor itu dialihkan untuk membantu pertanian atau membantu produksi gula di Indonesia. Pasti gula yang dihasilkan jauh lebih banyak, bahkan Indonesia bisa mengekspor.
Kawan-kawan, permasalahan Indonesia bukan hanya itu. Ada banyak lagi permasalahan yang belum bisa terselesaikan.
Kedepannya, semoga Indonesia semakin baik, permasalahannya semakin berkurang. Itu harapan ku.