28.5 C
Mataram
Saturday, September 26, 2026
spot_img
Home Blog Page 95

Pemprov NTB Siapkan Bantuan Sembako JPS

0

Media Unram – Pemerintah Provinsi NTB akan menyalurkan bantuan paket sembako Jaringan Pengaman Sosial (JPS) kepada masyarakat di tengah pandemic Covid-19 ini.

Dalam pamflet yang diedarkan oleh Diskominfotik NTB itu, penyaluran sembako tahap pertama akan dilakukan pada April 2020. Terdapat 11 Kabupaten/Kota yang akan mendapatkan bantuan sembako ini.

Masyarakat akan dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok yang tidak mendapatkan program bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan kelompok sektor formal dan informal serta dunia usaha yang ikut terdampak Covid-19.

Berikut kuota calon penerima bantuan sembako untuk setiap Kabupaten/Kota:

1.Kota Mataram sebanyak 1.868 KK dan 827 KK, jumlah keseluruhannya adalah 2.695 KK.

2.Lombok Barat sebanyak 6.398 KK dan 1.654 KK, jumlah keseluruhannya adalah 8.052 KK.

3.Lombok Tengah sebanyak 11.780 KK dan 4.217 KK, jumlah keseluruhannya adalah 15.997 KK.

4.Lombok Timur sebanyak 28.817 KK dan 8.761 KK, jumlah keseluruhannya adalah 37.578 KK.

5.Lombok Utara sebanyak 2.827 KK dan 1.252 KK, jumlah keseluruhannya adalah 4.079 KK.

6.Sumbawa sebanyak 3.973 KK dan 1.744 KK, jumlah keseluruhannya adalah 5.681 KK.

7.Sumbawa Barat sebanyak 1.757 KK dan 778 KK, jumlah keseluruhannya adalah 2.535 KK.

8.Dompu sebanyak 5.434 KK dan 2.406 KK, jumlah keseluruhannya adalah 7.840 KK.

9.Bima sebanyak 8.838 KK dan 3.766 KK, jumlah keseluruhannya adalah 12.604 KK.

10.Kota Bima sebanyak 1.344 KK dan 595 KK, jumlah keseluruhannya 1.939 KK.

11.Provinsi sebanyak 6.000 KK.

 

Berdasarkan data tersebut, total keseluruhan kuota calon penerima paket sembako JPS untuk Provinsi NTB sebanyak 105.000 KK.

Kelompok masyarakat yang tidak mendapatkan program bantuan dari Kemensos RI sebanyak 73.000 KK. Sedangkan, kelompok masyarakat formal maupun informal serta dunia usaha yang ikut terdampak Covid-19, sebanyak 32.000 KK. (Lnf)

SE Unram, Penilaian Jangan Sampai Merugikan Mahasiswa

0

Media Unram – Surat edaran ini sebagai lanjutan dari Surat Edaran Plt. DIRJEN DIKTI Nomor 331/E.E12/KM/2020 yang dikeluarkan pada tanggal 6 April 2020 mengenai bantuan sarana belajar mahasiswa dan Surat Edaran Rektor Nomor 3327/UN.18/TU/2020 yang dikeluarkan pada 9 April 2020 terkait kebijakan akademik Unram sebagai bentuk pencegahan COVID-19.

Kegiatan akademik seperti perkuliahan, seminar proposal, bimbingan dan ujian tugas akhir akan dilaksanakan secara daring. Kegiatan akademik lainnya yang dilakukan diluar kampus seperti KKN dan PKL akan ditunda sampai 29 Mei 2020 dan akan dijadwalkan ulang pelaksanaanya.

Untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sudah di jadwalkan pada Juli 2020, sedang di pertimbangkan lagi untuk diganti dengan metode yang sekiranya ekuivalen dengan jumlah SKS KKN.

Sedangkan untuk kegiatan praktikum, yang memang benar-benar harus dilaksanakan akan tetap diizinkan, berdasarkan standar protokol kesehatan. Dalam surat tersebut juga dihimbau, agar kegiatan-kegiatan akademik tersebut tidak menjadi penilaian dan persyaratan mengikuti UAS.

“Kebijakan perpanjangan masa studi juga akan dilaksanakan untuk mahasiswa yang terdaftar tahun ini, dan untuk mahasiswa yang terancam tidak dapat menyelesaikan studi (DO) tahun ini, dapat mengajukan perpanjangan masa studi satu semester serta pembebasan UKT selama satu semester,”

Selanjutnya, mengingat tahun ajaran akan segera berakhir dan penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur SNMPTN sudah di mulai yang hasilnya sudah diumumkan, Rabu (8/4), pukul 13:00 WIB.

Untuk calon mahasiswa baru jalur SBMPTN/UTBK ditunda pelaksaannya sesuai dengan Surat Edaran LTMPT/11/SE.LTMPT/2020. Berikut isi surat tersebut:
-Pendaftaran dilaksanakan pada 2-20 Juni 2020
-Pelaksanaan tes pada 5-12 Juli 2020
-Pengumuman pada 25 Juli 2020

Selain itu, Jalur Tes Mandiri juga akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal penundaan tes UTBK/SBMPTN.

Melihat kondisi ini, tenaga pengajar dihimbau agar penilaian hasil studi lebih dipertimbangkan lagi dan tidak merugikan mahasiswa.(Lnf)

NEGARA “Adipati Karna”

0

Oleh: Sulaiman Perwira Sasakadi

Mahasiswa Ilmu Komunkasi dan Wakil Ketua DPM UNRAM 2020

Pada saat ini sebagian besar Negara terdampak virus corona ( covid-19 ) termasuk Negara Indonesia. Seluruh jajaran pemerintahan Indonesia sibuk mencari cara bagaimana untuk menyelesaikan wabah ini. Dalam hal ini, pemerintah banyak mengambil kebijakan melakukan penyelamatan ekonomi yang dianggap akan terancam mengalami krisis. Pengambilan kebijakan kalau diambil contohnya ketika situasi nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah mencapai angka Rp16.430 per dolar AS ( 3 April 2020 ), melakukan sidang DPR-RI dengan agenda perumusan undang-undang yang menyelamatkan rakyat ( Kata-nya ), tidak kalah melakkukan penyelamatan bangsa Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo terus mengeluarkan peraturan pemerintah ( PP ) yang dianggap mengekang kebijakan daerah dan terkesan cuci tangan terhadap masalah ini.

Negara Indonesia sedang dirundung pilu, sebagaimana kita melihat dinamika bidang ekonomi di negara ini sangat jatuh, bahkan ketika dibandingkan dengan negara lain, banyak negara rela megelunturkan dananya untuk bagaimana mampu memenuhi kebutuhan dalam hal pangan dan alat kesehatan untuk masyarakatnya, beda hal yang terjadi di Indonesia ketika seluruh masyarakat menginisiatif untuk menyumbangkan dana dari kantong pribadi untuk membantu kesulitan Indonesia dalam melakukan pembelian alat kesehatan.

Padahal, Indonesia akan mengupayakan kesempatan menerima bantuan dari IMF sebesar 1,5 triliun dolar AS guna penanganan wabah virus Corona dan Bank Dunia sendiri dilaporkan menyediakan US$ 12 miliar dolar AS sebagai dana darurat Covid-19 yang menyasar sektor-sektor kesehatan, pasukan medis dan penanganan wabah penyakit, internal pemerintahan Indonesia melakukan penggalangan dana, Mentri pendidikan dan kebudayaan menyatakan Ujian Nasional ditiadakan dengan anggaran dana sebesar 300 miliar yang dialokasikan untuk bantuan pencegahan covid-19, ada hal baru juga ketika pilkada serentak yang dicanangkan direalisasikan pada bulan September 2020 ditunda hingga 2021 dengan anggaran dana 15,31 triliun.

Apakah pemerintahan Jokowi mampu bertahan dalam krisis ini ?.

Adipati Karna adalah sosok tokoh dalam dunia perwayangan yang menjabat sebagai raja dari Negri Awangga. Adipati Karna memiliki sifat kesetiaan kepada pilihan politiknya meski berafiliasi kepada pihak yang keliru jika diambil contoh bisa dicerminkan dengan bagaimana pemerintahan sekarang ini, dengan banyak stetmen atau kebijakan yang dianggap blunder meskipun disumpah untuk berbuat baik dan adil kepada masyarakatnya.

Dikisahkan dalam peperangan di padang Kurusetra, Gatotkaca gugur dalam peperangan setelah tertusuk oleh panah Kunta, senjata raja Adipati Karna, begitu juga ketika pemilihan umum yang berusaha mematikan satu dengan yang lain demi sebuah kekuasaan, jika dikutip dari kata Mao Zedong “Politik adalah perang tanpa pertumpahan darah, sedangkan perang adalah politik dengan pertumpahan darah” Mao Zedong adalah salah satu tokoh terpenting dalam sejarah modern Tiongkok.

Pemimpin Negara ini memiliki arti nama yaitu Karna berarti telinga, dikisahkan dewi kunti melahirkan sosok pemimpin yang lahir dari keluarga pandawa ini melalui telinga karena dewi kunti sendiri diajarkan gurunya mantra Aji Adityarhedaya yang mengakibatkan Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti. Alasannya, ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. Itulah sebabnya, ia diberi nama Karna, apabila mecerna dari posisinya di Negara Awangga yaitu adipati ( raja ) jika diimplemantasikan didalam Negara ini seorang penguasa harus banyak mendengar, sesuai makna “Karna” yaitu telinga.

Sang Adipati Karna selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa, Adipati Kama merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya. Itu pula yang menyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Adipati Karna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan, dalam politik sekarang diketahui politik balas budi sangat melekat pada Negara ini, jika dilihat dari pemerintahan sekarang Jokowi sebagai presiden dianggap banyak balas budi dalam kenaikannya sebagai penguasa di Indonesia bisa dilihat dalam jajaran mentri dan penjabat yang mestinya diduduki oleh masyarakat sipil.

Berdasarkan apa yang diulaskan diatas dapat ditarik garis besarnya. Keadaan Indonesia saat ini terjadi banyak krisis dalam bidang ekonomi, pengambilan kebijakan pemerintah dan cara berfikir para tokoh nasional akibat terdesak masyarakat serta impact wabah covid-19.

Apakah Negara Indonesia akan tengelam akibat hutang Negara semakin bertambah akhir-akhir ini ? atau pemerintahan yang dikuasai oleh Jokowi adalah cerminan dari Adipati Karna ? yang memiliki sifat kesetiaan kepada pilihan politiknya meski berafiliasi kepada pihak yang keliru.

Menurut pemahaman ada fase dimana mata uang tunggal akan diterapkan diseluruh dunia akibat krisis dunia khususnya Negara Indonesia ini.

Apakah para globalis yang mengontrol para pemimpin Negara akan menguasai dunia dengan mata uang tunggal yang kemungkinan ini terjadi ?.

Mari sebagai masyarakat Indonesia layaknya kita mampu berfikir panjang dan logis layaknya founding father Bangsa Indonesia.

Lombok Tengah Melawan covid-19

0
wawancara berantas covid-19
wawancara berantas covid-19

Media Unram – semakin meluasnya pandemi corona virus desiase (covid-19) membuat masyarakat semakin resah, hingga 2 April, sedikitnya telah ditemukan 6 warga NTB positif covid-19 ini. Diantaranya 1 meninggal dunia.

Melihat angka yang positif virus ini semakin bertambah, dan juga pemerintah mengumumkan ke seluruh warganya untuk melakukan menjaga jarak (social distance). Hal ini dikarenakan unutk mencegah rantai penyebaran covid-19 yang semakin deras terjadi.

Namun sedikitnya masyarakat yang mengabaikan social distance , membuat pemerintah semakin gencar untuk melakukan berbagai upaya untuk menjaga keselamatan warganya.

Sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Lombok Tengah, Forum Silaturahim Mahasiswa Pemuda Lombok Tengah (FORMULA) melakukan aksi media melalui live instagram. Dalam rangka mencerdaskan masyarakat mengenai bahayanya covid-19 ini.

dr. Dedy Muhadi sebagai narasumber menjelaskan bahwa, masyarakat harus tetap waspada terhadap pandemi yang terjadi ini. “Semua masyarakat harus tetap menjaga kesehatan, dan bila perlu jangan keluar rumah kalau tidak penting. Dan tetap terus untuk menjaga jarak,” penjelasannya saat memberikan pencerdasan melalui live instagram.

“ketika pulang dari pasar atau dar tempat kerja, kita harus mencuci tangan dan jangan memegang benda apa pun dulu, karena kita tidak tau apa atau tidak virus yang nempel pada tangan.” lanjutnya

Seluruh warga juga dihimbau untuk tetap menjaga jarak minimal satu meter, karena molekul dari covid-19 termasuk molekul yang berat. sehingga akan terjatuh jika sudah terbang satu meter.

Selain itu juga, untuk menjaga rumah atau benda yang sering dipegang agar tetap steril dari covid-19. Masyarakat harus menyemprotkan disinpektan, unutk membunuh virus. “kalau mau membuat disinpektan dengan cara murah dan murah. Masyarakat cukup pakai cairan pemutih 1 mili ditambah dengan air bersih 9 mili,” pesannya.

Selain olahraga yang cuku untuk menjaga imun, masyarakat juga perlu mengkonsumsi makanan yang sehat. Dan bila perlu untuk tidak memakan makanan yang instan, “Lebih baik mengkonsumsi daun singkong dan sayur-sayuran yang lain dari pada memakan makanan yang instan,” pesannya kepada seluruh masyarakat.

Saripudin sebagai presiden FORMULA dan Meza Menteri Kebijakan Publik menyampaikan, “Jika masih pandemi dalam kurun waktu yang semakin lama. FORMULA akan melakukan pencerdasan jilid 2.” Katanya ditempat yang terpisah. (mri)

Masyarakat Tolak Jumatan Diganti Salat Zuhur di Rumah

0

Laporan: Lina Febriani, Lotim

Situasi Saat Masyarakat Masbagik melakukan Aksi. (Foto: Ist)

Tidak hanya mengganggu aktivitas pekerjaan dan perkuliahan. Mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia juga mengganggu aktivitas peribadahan.

Seperti yang diketahui, karena virus Covid-19, pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kegiatan keagamaan seperti salat jumat (jumatan) tidak diwajibkan, bahkan dianjurkan untuk salat di rumah masing-masing. Dari imbauan tersebut, tentu saja memiliki pro dan kontra.

Seperti yang terjadi di Masjid Jami’ Al-Akbar, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Sejumlah masyarakat melakukan aksi penolakan terhadap imbauan untuk solat jumat diganti dengan salat zuhur di rumah.

“Aksi ini berawal ketika salah seorang pengurus masjid mengumumkan surat imbauan untuk digantinya solat jumat dengan salat zuhur di rumah,” kata salah satu masyarakat yang menyaksikan, Firman.

Firman menjelaskan, menurut mereka, solat jumat harus tetap dilaksanakan dan tidak bisa ganti dengan salat zuhur dirumah.

“Sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara seorang warga dengan pengurus masjid,” beber Firman kepada Media Unram via telepon, Jumat (27/3).

Lebih jauh Firman menjelaskan, setelah beberapa menit, semakin banyak warga yang berdatangan ke masjid untuk menyuarakan penolakannya.

Masyarakat saat ditemui Polri yang turun mengamankan aksi. (Foto: Ist)

Aparat TNI dan Polri setempat turun tangan untuk mengamankan aksi yang dilakukan di perempatan Masbagik tersebut.

“Masyarakat melakukan musyawarah dan memutuskan untuk tetap melakukan salat jumat,” beber Firman.

Usai bermusyawarah, masyarakat membubarkan diri menjelang jumat. (*)

Stok Pangan di NTB Dipastikan Aman dan Cukup

0
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK, M.Si. (Foto: Ist)

Media Unram – Satgas Pangan Polda NTB melaksanakan monitoring (pemantauan) perkembangan harga serta ketersediaan stock sembako kebutuhan bahan pokok di Wilayah Hukum Polda NTB, Senin (23/03).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, SIK, M.Si menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di pasar modern dan pasar tradisional, stok kebutuhan pangan masih relatif stabil dalam batas normal.

“Stok bahan kebutuhan pokok cukup untuk dua bulan ke depan, kecuali beras stok cukup untuk 14 bulan ke depan. Sedangkan untuk stok gula pasir juga masih cukup aman,” ungkap Artanto.

Artanto menerangkan, bahwa ketersediaan barang dan harga masih stabil, walaupun ada kenaikan harga. Menurutnya, kenaikan itu masih dalam taraf yang wajar.

“Kenaikan mulai terjadi pada harga cabe merah, cabe rawit, bawang merah serta bawang putih,” tuturnya.

Dalam rilisannya, Kabid Humas Polda NTB juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dengan memborong sembako. “Pemerintah menjamin ketersediaan sembako,” katanya.

Artanto mengingatkan para pedagang yang sengaja menimbun sembako dengan tujuan menjual kembali dengan harga tinggi.

“Polri akan bertindak tegas dengan memproses secara hukum yang berlaku,” tegasnya. (ibe/adk)

Cegah penyebaran, Satgas Covid-19 Polda NTB Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Beri Imbauan

0
Tim penyemprotan disinfektan. (Foto: Ist)

Media Unram – Tim KBR Satbrimob Polda NTB kembali melaksanakan dan Ditsamapta Polda NTB dengan membawa satu unit kendaraan AWC oleh kembali melakukan penyemprotan disinfektan. Selasa pagi (24/3)

Kabid Humas Polda NTB. Kombes Pol Artanto, SIK, M.Si. menjelaskan, agar lebih efektifnya penanganan Covid-19 ini, memberikan himbauan kepada masyarakat juga sangat penting.

“Pagi tadi, Direktur Samapta Polda NTB Kombes Pol Subandi, SIK, mengerahkan dua unit kendaraan penerangan untuk ikut bersama-sama dengan Direktorat Binmas menyampaikan himbauan kepada masyarakat,” jelas Artanto.

Artanto juga mengimbau, agar masyarakat tidak mengunjungi tempat ramai seperti pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat rekreasi. Dia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Menggunakan masker bagi masyarakat yang mengalami sakit panas, flu, dan batuk,” imbuhnya.

Lebih jauh Artanto mengajak, agar masyarakat tidak panik dan selalu waspada. Serta mengingatkan untuk tidak menyebarkan berita hoax.

“Jika terbukti maka Kepolisian akan menindak tegas pelaku penyebaran berita hoax tersebut,” tegasnya (ibe)

Satu Orang Positif Corona, Gubernur NTB Minta Masyarakat Tetap Tenang.

0
Gubernur NTB Zulkieflimansyah. (Foto: Ist)

Media Unram – Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, umumkan satu warga NTB positif Corona Virus Diseases (Covid-19) dalam jumpa persnya, Selasa, (24/3)dan meminta masyarakat agar tetap tenang.

“Pada hari ini, telah terkonfirmasi perempuan usia 50 tahun positif Covid-19”, ucap orang yang biasa disapa bang Zul itu.

Gubernur menjelaskan, korban diduga tertular dari luar Provinsi NTB. Karena sebelumnya, memiliki riwayat perjalanan ke daerah yang terjangkit virus selama 14 hari terakhir.

Saat ini, korban masih dirawat di RSUP NTB sejak 17 Maret lalu, dengan kondisi semakin membaik. “Sedang menunggu tes negatif sebanyak dua kali sebelum pulang ke rumah,” lanjut Zul.

Tidak hanya itu, Zul juga mengimbau agar masyarakat NTB tetap tenang dan selalu menjaga kesehatannya serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Pemerintah Provinsi NTB juga telah menyiapkan laman resmi Satgas untuk penanganan Covid-19, Https://corona.ntbprov.go.id. Kemudian untuk layanan Hotcall penanganan penyebaran pandemik Covid-19 di NTB. Berikut nomor yang bisa dihubungi:
1. 0818-0578-7239
2. 0812-4686-317
3. 0812-3785-657
4. 0812-3613-9917

Zul mengimbau agar masyarakat NTB tetap tenang dan selalu menjaga kesehatannya serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Untuk mengurangi penularan lebih lanjut, petugas kesehatan sedang melakukan kontak treacking terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan,” tegasnya. (adk)

Bisakah Loteng Mengadakan Pilkades Serentak Ditengah Pandemi Corona

0

Oleh: Ramdani Naupal S.

Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Mataram.

Pemerintah sudah mengumumkan secara resmi virus corona sebagai bencana nasional. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah lanjutan setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global dan menyusul semakin bertambahnya jumlah pasien yang pisitif mengidap corona di Indonesia.

Meski tidak dilakukan lockdown (isolasi) terhadap wilayah yang menjadi area penyebaran virus corona, tetapi pembatasan terhadap aktivitas yang melibatkan banyak orang menjadi arahan pemerintah. Bahkan beberapa kegiatan yang melibatkan banyak orang sementara ditunda menunggu waktu yang tepat.

Seperti yang diketahui, virus corona adalah virus yang bisa menginfeksi system pernafasan. Gejala umum dari virus ini adalah demam, kelelahan, nyeri, hidung tersumbat, pilek dan sakit tenggorokan. Orang yang lebih tua dan mereka yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung, dan diabetes, lebih mungkin terkena penyakit serius. Menurut WHO, vius corona menyebar orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas. Tetesan ini kemudian jatuh ke benda yang disentuh oleh orang lain.

Menyikapi kondisi tersebut,  Pemerintah Provinsi NTB telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur NTB nomor: 360/170/BPBD/III/2020 tentang himbauan kepada segenap masyarakat NTB agar bergotong royong mewaspadai penyebaran Covid-19. Dalam surat edaran tersebut ditegaskan kepada segenap masyarakat NTB untuk tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk tidak mengadakan kegiatan Ibadah sosial keagamaan. Untuk sementara waktu Sholat jumat ditiadakan sesuai fatwa MUI bagi umat islam yang diganti dengan solat berjamaah di rumah. Begitupun dengan pagelaran adat dan budaya yang dapat menghadirkan kumpulan masa seperti acara keluarga berupa tasyakuran, nyongkolan serta kegiatan sejenis lainnya untuk tidak diadakan.

Lantas bagaimana kelanjutan tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2020 16 Desa di kabupaten Lombok Tengah saat pandemi corona? Apa yang harus dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Pilkades di 16 Desa dalam merespon pandemi corona?

Status bencana nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat yang disusul dengan Surat Edaran Gubernur NTB perlu mendapat perhatian dari segenap masyarakat NTB dan selajutnya direspon oleh Pemkab Loteng dengan Surat Edaran Bupati Lombok Tengah Nomor: 338/18/HUMAS pada hari Selasa, 14 Maret 2020. Lebih khusus lagi penyelenggara pesta demokrasi yang saat ini sedang menyiapkan agenda pilkades serentak 2020 16 Desa di kabupaten Lombok Tengah. Perhatian ini terutama Karena sejumlah tahapan pilkades melibatkan banyak orang. Sementara proses penularan virus corona salah satunya melalui kontak langsung dengan penderita yang positif terkena virus corona.

Adapun ke-16 desa yang akan melaksanakan plkades serentak diantaranya, Desa Jelantik Kecamatan Jonggat, Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata, Desa Montong Sapah Kecamatan Praya Barat Daya, Desa Mangkung, Desa Bondir, dan Desa Banyu Urip Kecamatan Praya Barat, Desa Mertak, Desa Pengengat dan Desa Gapura Kecamatan Pujut, Desa Beleka, Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur, Desa Braim dan Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah, Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara, Desa Darmaji Kecamatan Kopang dan Desa Pendem Kecamatan Janapria kabupaten Lombok tengah.

Beberapa tahapan pilkades yang yang melibatkan intraksi langsung dan melibatkan banyak pihak yaitu kampanye (16-18 April), pemungutan dan penghitungan suara (22 April), dan rekapitulasi hasil pemungutan suara (23-30 April). Oleh karena itu untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang menular melalui kontak langsung. Panitia penyelenggara pilkades di 16 Desa perlu menimbang kebijakan yang diperlukan dalam merespon virus ini.

Force Majeure

Rangkaian proses pilkades yang diatur dalam PP Nomor 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa sebagaiman telah diubah dengan PP Nomor 47 Tahun 2015 tentang perubahan PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksana UU Desa dan telah diubah kedua kalinya dengan PP Nomor 11 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksana UU Desa. Telah diatur mengenai keadaan memaksa (force majeure) manakala untuk menjaga stabilitas masyarakat penyelenggaraan Pilkades dapat ditunda.

Sampai saat ini belum ada kebijakan resmi yang dikeluarkan oleh Pemkab Lombok Tengah terhadap jalannya proses Pilkades Serentak 16 Desa saat kondisi pandemi corona. Hal ini mencerminkan bahwa kesiapan Pemkab Lombok Tengah belum mampu memastikan proses Pilkades Serentak 16 Desa aman dari penyebaran virus corona. Upaya preventif sangat penting dilakukan setidaknya mengeluarkan regulasi yang dapat memastikan proses Pilkades aman dari paparan virus corona baik itu kebijakan yang nantinya akan menunda sebagian proses atau seluruh proses Pilkades Serentak 16 Desa.

Sementara di level Nasional, otoritas (pemerintah pusat) telah menetapkan wabah virus corona sebagai bencana nasional. Kebijakan tersebut disertai dengan pemberiat otoritas kepada pemerintah daerah untu mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam mengontrol persebaran virus corona.
Dengan keputusan tersebut, panitia penyelenggara pilkades, lebih-lebih KPU tentu dapat menjadikannya dasar dan acuan dalam menimbang pilihan-pilihan kebijakan yang bisa diambil.

Langkah Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak Meski tersedia pilihan kebijakan penundaan dengan Klausul Force Majeure tidak serta merta Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak harus mengambil langkah itu, tentu harus mempertimbangkan banyak aspek. Oleh karena itu, beberapa hal yang bias dilakukan yaitu :

Pertama, Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak harus melakukan assesment untuk menentukan seberapa luas dan seberapa penting dan tahapan apa saja yang perlu ditunda kalau itu perlu ditunda.

Kedua, Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak harus melakukan koordinasi dengan para pihak seperti KPU, Pemda , DPRD, Dinas Kesehatan,TNI/Polri dan para ahli (hukum, kesehatan dan politik). Pertemuan tersebut diperlukan untuk mengkoordinasikan upaya-upaya bersama mengurangi dampak buruk dari persebaran pandemic virus corona

Ketiga, Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak perlu mereview beberapa tahapan yang sekiranya bias dilakukan tanpa bertatap muka secara langsung bias dipertimbangkan. Minsalnya sosialisasi yang melibatkan banyak pihak sementara waktu biasa dilakukan melalui online dengan beberapa platform yang tersedia.

Keempat, Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak bersama Badan Pengawas perlu mengontrol terutama aspek kesehatan dan kebugaran petugas-petugas yang ada di lapangan saat tahapan pilkades berjalan.

Kelima, Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak perlu menyediakan fasilitas khusus bagi DPT yang tergolong lansia dan yang memiliki riwayat penyakit seperti darah tinggi, penyakit jantung, dan disbetes, dan direkomendasikan untuk menyediakan cairan Disinfektan di setiap TPS serta membagikan masker secara gratis kepada DPT sebelum hari pencoblosan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah diharapkan tidak menjadikan alasan Lombok Tengah negatif corona untuk tidak maksimal memastikan proses Pilkades Serentak 16 Desa aman dari virus yang berbahaya tersebut. Melalui kesiapan semua pihak dapat mengurangi resiko penuraran wabah virus secara massif.

Oleh karena itu, perlu untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak panik dalam menghadapi virus corona serta selalu berdoa agar kita semua diberikan kesehatan dan pelaksanaan Pilkades serentak 16 Desa di kabupaten Lombok Tengah tahun 2020 dapat berjalan dengan baik.

Belum Ada yang Positif, NTB Pertahankan Diri Sebagai Daerah Negatif Covid-19

0
Ketua BPBD NTB, Ahsanul Khalik. (Foto: Ist)

Media Unram – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), jumlah orang diperiksa virus corona menjadi 319. Dari jumlah tersebut, tidak ada yang dinyatakan positif covid-19.

Dari 319 orang yang diperiksa itu, 19 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 300 Orang Dalam Pantauan (ODP). Rinciannya, dari 19 PDP, 11 orang selesai dalam pengawasan, dan 8 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan dari 300 ODP, 145 selesai dalam pemantauan, dan 155 orang masih dalam pantauan.

Dari jumlah orang diperiksa tersebut, termasuk juga penambahan dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung. Serta warga yang pulang dari beberapa daerah seperti Jakarta, Jawa Timur Bali dan daerah lainnya. Oleh sebab itu, jangkauan pemeriksaan diperluas sebagai wujud peningkatan kewaspasdaan.

Dari data yang disebar pada Ahad, (22/3) tersebut, 14 orang diperiksa Warga Negara Asing (WNA) masuk ke dalamnya. Dengan rincian, 12 ODP dan dua PDP.

Tidak hanya itu, disebutkan pula jumlah PDP maupun ODP dalam kabupaten di wilayah NTB. Berikut rinciannya:
1. Lombok Utara 12 orang; 1 PDP dan            ODP.
2. Lombok Barat 20 orang; 1 PDP dan 19       ODP.
3. Kota Mataram 40 orang; 5 PDP dan 35       ODP.
4. Lombok Tengah 9 orang; 2 PDP dan 7       ODP.
5. Lombok Timur 66 orang; 4 PDP dan           62  ODP.
6. Sumbawa Barat 35 orang; 1 PDP dan         34 ODP.
7. Sumbawa Besar 56 orang; 1 PDP dan         55 ODP.
8. Dompu 9 orang; 1 PDP dan 8 ODP
9. Kabupaten Bima 45 orang; 1 PDP dan       44 ODP.
10. Kota Bima 13 orang; 1 PDP dan 13            ODP.

Ketua BPBD NTB Ahsanul Khalik, mengimbau kepada masyarakat agar tetap pantau perkembangan penyakit (Covid-19) ini secara akurat melalui sumber yang resmi.

Selain itu, dia juga mengajak seluruh masyarakat NTB agar lebih masiv dalam mengantisipasi penyebaran virus corona. “Harus memakai sistem gotong royong, dan semua pihak harus terlibat,” ungkapnya.

Ahsanul juga menjelaskan, bahwa untuk melawan virus corona cukup dilakukan dengan sederhana.

“Jaga Jarak dalam setiap kesempatan, hindari kerumunan, jangan sentuh mata, hidung dan mulut, sering cuci tangan, perbanyak kegiatan di rumah, ayo hidup bersih,” paparnya. (khn)