29.4 C
Mataram
Thursday, June 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 95

Desas Desus Pembangunan di Desa

0

Oleh : Hasan Ikhtiar Akbar
Mahasiswa Peminat Sosiologi Pedesaan Universitas Mataram

Foto: Hasan Ikhtiar Akbar

“Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, tapi akan bercahaya karena lilin-lilin di Desa”(Mohammad Hatta).

Begitu adanya. Karena setiap lilin-lilin kecil yang ada di pedesaan akan menerangi semua sudut gelap kehidupan di pedesaan, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan dan sebagainya. Oleh karena itu, biarkan lilin-lilin itu menyala dan berkembang. Jangan biarkan lilin-lilin itu redup dan mati atas keserakahan semata.

Menurut Peraturan Menteri Desa No. 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun. Desa mandiri atau yang disebut desa sembada adalah desa maju yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan desa untuk peningkatan kualitas hidup dan kehidupan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi secara berkesinambungan. “Desa mandiri adalah desa yang memiliki Indeks Desa Membangun lebih besar (>) dari 0,8155”(KemendesPDTT).

Keberadaan desa begitu penting bagi sebuah Negara besar seperti Indonesia yang dirajut dalam bingkai nusantara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki jumlah desa terbanyak di dunia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, jumlah desa di Indonesia sebanyak 83.931, dari banyaknya keberadaan desa tersebut tentu desa memiliki potensi yang sangat besar untuk pembangunan di Indonesia. Apalagi pemekaran desa tahun ini di buka selebar-lebarnya.

Mewujudkan pembangunan dari desa merupakan sebuah visi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Program Dana Desa. Program yang bergulir sejak 2015 ini telah memberikan pembangunan yang massif untuk desa. Akan tetapi masih banyak desa yang tidak mampu memanfaatkan kucuran dana yang ada. Dengan adanya kucuran dana dari pemerintah pusat maupun daerah seharusnya desa sudah mampu memberikan dampak signipikan kepada masyarakat atau bahkan sudah mampu mejadi desa mandiri dan mengoptimalkan potensi-potensi yang ada.

Ada banyak permasalahan yang terjadi di desa saat ini, mulai dari manusianya, lahan sengketa dan Dana Desa sampai pengalokasiannya yang entah kemana. Desa yang mestinya sebagai awal pembangunan bangsa malah diekploitasi oleh sebagian pejabat desa demi mempenuhi hasrat semata tanpa memandang masyarakat yang ada.

Resiprositas tercipta antara masyarakat dan pemerintah desa karena adanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan dan menguatkan. Masyarakat tidak bisa dipisahkan dari pemerintah dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu pemerintah harus menciptakan ruang-ruang untuk masyarakat guna meningkatkan, merealisasikan dan mendukung program yang ditetapkan. Sehingga tidak ada program-program yang salah sasaran dan tetap berpedoman kepada kesejahteraan masyarakat, meskipun ada Badan Permusyawaratan Desa yang mempunyai wewenang. Apalagi tahun ini inspektorat provinsi diberikan kewenangan untuk melakukan audit khusus ke desa.

Desa saat ini harus mampu berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Bangsa yang maju dilihat dari bagaimana desanya. Prioritas yang utama saat ini adalah menggunakan Anggaran Dana Desa demi kesejahteraan masyarakat bukan hanya soal pembangunan fisik semata bahkan kemakmuran pejabat desa dengan mengandalkan sistem tiki-taka. Pemimpin terpilih diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, dengan ide-ide yang dapat merealisasikan rencana. Meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan kualitas pendidikan desa, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan desa bahkan membasmi tikus-tikus yang ada.

Apalagi kini muncul program baru yakni Padat Karya Tunas Desa. “Padat Karya Tunas Desa adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya yang miskin dan marginal, yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal”(KemendesPDTT). Kemudian program Desa Wisata Super Prioritas menjadi program andalan pemerintah pusat yang ada untuk desa. Tentu dari program-program istimewa ini diharapkan desa mampu berbenah menjadi lebih baik.

Program-program ini akan berdampak besar dan positif bagi masyarakat jika pemerintah desa bisa menjalankan dengan serius dan bijaksana. Jika tidak maka program yang sangat istimewa ini akan menjadi sia-sia dan hanya membuang anggaran saja. Namun alangkah baiknya masyarakat harus oftimis dan terus mendukung program-program yang baik untuk masyarakat dan desa. Terlebih untuk bangsa Indonesia.

Masyarakat menginginkan pemimpin yang banyak inovasi namun bisa terbukti dengan aksi. Bukan hanya sekedar mengumbar janji-janji dan ambisi tetapi tidak bisa menepati. Masyarakat menginginkan pemimpin yang terbuka dan transparan atas kritik dan saran. Bukan masalah kepentingan, melainkan wujud mencapai cita-cita di masa depan. Ada beberapa desa yang sudah mampu mengalokasikan Dana Desa dengan baik. Mampu mensejahterakan rakyat dan membiayai keluarga yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan.

Jangan heran, Dana Desa yang begitu besar dan adanya sumber daya alam yang melimpah ditambah potensi wisata yang ada sebagian desa mampu mengubah nasib rakyatnya. Akan tetapi masih banyak desa yang belum mampu akan hal itu. Kenapa? Karena mungkin ulah pejabat desa yang tidak serius menjalankan tugas pemerintahan atau bahkan masyarakat yang kurang peka akan hal itu. Wallahualam bissawab.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah desa atau stakeholder untuk menciptakan Desa Mandiri.

Professional. Dalam mewujudkan desa mandiri tentu harus diawali dari perangkat desa itu sendiri. Salah satu langkahnya adalah mengangkat unsur perangkat desa dari orang-orang yang mengerti tentang administrasi pemerintahan. Meskipun tidak ada syarat tertentu dalam mengambil unsur perangkat desa. Namun tetap harus mempertimbangkan kelayakan dan kemampuan demi terciptanya desa yang berkeadilan dan mandiri.

Team Work. Bekerja secara team work akan meringankan beban kerja perangkat desa. Namun tetap dalam tupoksinya masing-masing. Team work tidak hanya untuk meringankan beban kerja desa. Jauh lebih penting adalah kebersamaan yang tercipta di dalam suasana roda pemerintahan. Sehingga satu sama lain tidak canggung untuk memberi usulan, masukan, ide, dan saran kepada desa demi terciptanya desa sejahtera dan rukun sentosa.

Membentuk BUMDes. BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa adalah salah satu langkah pemerintah desa untuk meningkatkan keuntungan serta kesejahteraan masyarakat desa. Usaha BUMDes bisa menggali potensi daerah yang ada. Baik dalam bentuk pariwisata, UMKM, penginapan atau potensi lain yang sesuai dengan keadaan strategis masing-masing desa.

Spirit Abdi Desa. Jadikanlah desa sebagai wadah untuk mengabdikan diri pada bangsa. Bukan masalah jabatan semata, melainkan untuk kesejahteraan bersama. Semangat mengabdi adalah hal utama dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Evaluasi. Selalu membuat draf evaluasi untuk meninjau apa saja kekurangan selama menjalankan proses kegiatan desa. Agar dari tahun ke tahun ada perbaikan untuk setiap kegiatan. Evaluasi ini bisa dilaksanakan dengan musyawarah yang melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda.

Konseling. Salah satu kendala yang sering muncul adalah miss komunikasi antara aparatur desa dengan masyarakat. Hal ini terjadi karena tidak adanya pencerahan dari perangkat desa itu sendiri terhadap masyarakat tentang program desa. Karena sebenarnya jika masyarakat desa diberi bimbingan, masyarakat desa selalu bersemangat terutama para pemuda jika digiring untuk membangun desanya.

Rektor Didesak Segera Melakukan Pelantikan Ormawa

0

Media Unram– Organisasi Mahasiswa (Ormawa) desak pihak kampus agar segera melaksanakan proses pelantikan pengurus. Pada Jum’at (28/02/2020).

Suasana audiensi perwailan Bem dan Ormawa di Gedung Rektorat Unram. (Foto; cnk)

Audiensi yang didatangi oleh perwakilan tiap ormawa ini datangi rektorat guna meminta kejelasan terkait dengan proses pelantikan kepengurusan. “Kami ingin dengan segera, minggu depan jika bisa,” ujar Presma Unram Irwan.

Namun sayang, rektor dan wakil-wakilnya tidak ada di tempat. “Pak rektor sedang tidak ada di Unram, beliau lagi ada kegiatan di Jakarta,” ungkap protokol rektor Unram saat menemui mahasiswa.

Sebelumnya, pernyataan audiensi akan dilakasanakan pada Selasa lalu, namun rektor Unram Lalu Husni sedang melaksanakan tugas di Jakarta. Kemudian, mahasiswa Unram ingin beraudiensi pada Kamis lalu, tetapi Lalu Husni mengundurnya menjadi hari Jumat. “Kita bertemu hari Jumat saja,” ucapnya kepada mahasiswa pada Kamis (27/02/2020). 

Menanggapi hal itu, Irwan mengatakan akan melakukan aksi. “Jika masih ditunda-tunda begini, kami akan mengadakan aksi,” kata pria asli Bima tersebut.

Irwan menjelaskan, bahwa seluruh rekan-rekan ormawa satu suara untuk meminta kejelasan terkait kapan pelantikan pengurus ormawa akan dilaksanakan. “Jangan sampai ini menganggu kegiatan yang akan dilakukan oleh tiap-tiap ormawa,” ungkapnya. (cnk)

Mahasiswa Tuntut WR IV Dipecat

0

Media Unram – Mahasiswa Unram kembali melakukan aksi di Gedung Rektorat Unram. Kali ini, mereka menuntut pihak birokrasi agar Wakil Rektor (wr) IV Yusron Saadi agar diturunkan dari jabatannya disertai surat pernyataan permohonan maaf kepada mahasiswa atas ucapannya yang dinilai menjatuhkan mereka.

Suasana mahasiswa saat melakukan aksi di depan gedung rektorat Unram. (Foto: khn)

Aksi yang dilakukan pada Senin, (24/02/20) ini juga meminta agar oknum satpam yang melakukan tindakan represif diberikan sanksi yang berat. Seperti yang diketahui, oknum satpam melakukan pemukulan kepada mahasiswa yang melakukan aksi mimbar bebas pasca kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin, 19 Februari lalu.

“Kami ingin mengetahui motif apa sebenarnya di balik tindakan represif satpam. Jangan-jangan WR IV yang memerintahkan oknum satpam ini,” tutur Alan Ananami yang juga merupakan korban dari insiden tersebut.

Kemudian dalam aksi ini juga, mahasiswa menuntut kejelasan dari kasus ditilepnya uang bidikmisi yang terjadi di Unram. “Kasus ini harus jelas dan segera di selesaikan. Jangan hanya beberapa saja,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, WR II Kurniawan akan menindak lanjuti tuntutan mahasiswa. “Kami akan melanjutkan ini. Teman-teman kan sudah melaporkan kejadian ini ke Polda. Jadi kita tunggu kelanjutnya,” ungkapnya saat menemui mahasiswa.

Wakil Rektor (wr) II Kurniawan saat menemui mahasiswa. (Foto: khn)

Menurut pengakuan Kurniawan, jika benar terbukti ada oknum satpam yang melakukan tindakan represif itu, maka WR II akan memecatnya.

Kurniawan menjelaskan, untuk pemberhentian WR IV bukan bagian dari tugasnya. “Untuk penurunan jabatan pak WR IV itu hak pak rektor,” kata Kurniawan. Rektor Unram Lalu Husni sedang berada di Jakarta. Lebih jauh Kurniawan menjelaskan, dia tidak mempermasalahkan jika WR IV dilaporkan ke Polda.

Pada waktu yang sama, Kurniawan meminta maaf kepada mahasiswa atas insiden tindakan represif yang dilakukan oleh oknum satpam. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya mengenai kekerasan yang dilakukan oleh para keamanan,” kata Profesor hukum ini.

Sebelumnya, Yusron Saadi menjelaskan bahwa dia masih belum paham dengan apa yang diingkan oleh mahasiswa. “Saya harap mahasiswa pintar. Ikuti mekanisme-mekanisme yang ada,” ucapnya di depan pers saat diwawancarai.

Yusron Saadi juga menuturkan tentang ucapannya. Menurutnya, itu adalah ciri khasnya dalam menyampaikan sesuatu. “Saya memang begini. Berapi-api kalo berbicara,” lanjutnya.

Wakil Rektor (wr) IV Yusron Saadi. (Foto: khn)

Orang yang menjadi PLT WR III ini juga mengatakan, jika permasalahan ingin diselesaikan maka harus ada dialog. “Saya tidak diberikan izin untuk berbicara, ini kan sepihak jadinya. Bagaimana permasalahan bisa diselesaikan,” ungkapnya sambil mempraktikan gaya orasi mahasiswa.

WR II juga memberikan penjelasan mengenai adanya indomaret yang ada di Unram. “Indomaret itu sengaja dibuat, agar Unram tidak hanya  mendapatkan uang dari ukt mahasiswa saja,” katanya.

Dijelaskan lagi, Unram akan memanfaatkan tanah yang ada di Narmada untuk membuat tempat penelitian dan rekreasi.

Sedikit informasi, sekitar tanggal 13-14 Maret 2020, WR II akan berkunjung ke Surabaya dalam rangka membahas status Unram dari PTN BLU ke PTN BH. (khn)

Kopang Mural Ceria, Event Seni dan Amal

0

Media Unram – Event Kopang Mural Ceria sebagai salah satu cara untuk menyadarkan bakat-bakat seni yang bisa dijadikan pekerjaan sekaligus mensosialisasikan mural dikalangan masyarakat.

Suasana saat event mural ceria di Kopang. Minggu, (23/02/20). (Foto: ibe)

“Tujuan awalnya, kami mau memperkenalkan mural kepada masyarakat, kami pengen teman-teman yang punya bakat bisa mengembangkan bakatnya, bisa mengkomersilkan karyanya karena mural ini bisa dijadikan pekerjaan tetap. Kedua, ya untuk meramaikan Kopang,” ungkap ketua panitia Muhammad Diva Andreani.

Selain acara mural ceria ini,  terdapat beberapa stand bazar mulai dari pakaian, make-up, kopi hingga barber.

Menariknya, acara yang diselenggarakan oleh komunitas Akapsi ini juga mengadakan dan membuka beberapa bazar yang mengadakan ‘bayar seikhlasnya’. “Bukan sekedar mural doang, teman-teman yang jualan di sini kita patok satu stand Rp.150.000 saja,” lanjut Diva.

Diva menjelaskan, semua uang yang diperoleh dari acara ini akan di berikan kepada anak yatim.

Saat ditemui wartawan Media Unram, Diva menceritakan munculnya ide untuk mengadakan acara ini. “Awalnya, waktu kuliah, saya terinspirasi melihat mural begini di Jogja. Kemudian saya berpikir, kayaknya ini bisa dicoba di kampung,” ungkap pria kelahiran Kopang tersebut.

Berawal dari membuat mural di tembok kampung untuk sekadar memperindah kampung sehingga muncul inspirasi untuk membuat acara mural dengan diselingi hiburan. Dan kini, telah menjadi mural terbesar yang ada di NTB.

Acara yang digelar pada (23/02/20) ini dimulai dari  pukul 08.00 WITA dengan dimeriahkan gendang belek SMPN 1 Kopang sampai maghrib.

Peserta mural berasal dari komunitas dan perorangan yang berasal dari Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan beberapa perwakilan dari daerah lain. Mereka yang diundang dan mengikuti event ini merupakan orang-orang profesional  yang sudah biasa hidup di dunia mural.

Anggaran dana acara ini mencapai sekitar 25 juta yang didapat melalui berbagai sumber seperti sponsor, instansi dan dana pribadi. Diva mengharapkan, acara ini berdampak pada masyarakat sekitar. (ibe)

Unram Emergency, Mahasiswa Akan Beraksi

0

Media Unram – Mahasiswa Unram akan mengadakan aksi peduli kampus pada Senin, (24/02/20).

Aksi yang akan dilakukan pada pukul 08.00 ini dalam rangka menuntut birokrasi agar menghentikan represifitas dan mewujudkan demokrasi dalam kampus.

Tidak hanya seruan aksi, dalam surat Unram Emergency yang tersebar  juga menyinggung tentang penampilan gedung auditorium yang sebelumnya penuh dengan sarang laba-laba dan penuh dengan sampah, lalu terlihat indah dan megah saat kedatangan Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin.

“Unram masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibangun dan diselesaikan. Jangan hanya gedung auditorium saja yang dijadikan bahan pencitraannya, namun semua gedung harus diperbaiki agar kami (para mahasiswa) mendukung program yang dilakukan Unram,” bunyi surat edaran itu.

Selain itu, dalam surat itu juga membahas dan mempertanyakan tentang Badan Layanan Umum (BLU) yang diterapkan oleh Unram. Kemudian, membahas tentang kartu elektronik yang diterapkan.

Seperti yang diketahui, Unram memasang pintu elektronik tersebut dengan tujuan meningkatkan keamanan yang ada. Namun, belum berfungsi dengan baik. Terbukti dengan masih adanya kasus kehilangan sepeda motor di Masjid Babul Hikmah Unram.

Tidak hanya mengedarkan surat, menjelang aksi besok, juga teredar video singkat mengenai pembangunan asrama putra – putri yang dibiarkan menganggur. Padahal, sejak Agustus 2019, mahasiswa/i yang tinggal di sana dikeluarkan dengan alasan renovasi.

Sedikit informasi, untuk aksi besok (24/02/20), mahasiswa/i menggunakan almamater Unram, dan berkumpul di fakultas hukum pada pukul 08.00 WITA. (khn)

Kopma, UKM yang Tidak diberikan Berkembang

0

Media Unram – Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unram mengeluh atas sikap birokrasi yang kurang memperhatikan mereka. Terlebih lagi mereka tidak diberikan izin untuk berjualan di area Unram.

Sekretariat Kopma Unram. (Foto: khn)

“Kami tidak mempermasalahkan ada atau tidaknya Indomaret yang ada di Unram, yang penting kami diberi izin untuk jualan,” ungkap Muhammad Hilman Warasi selaku ketua Kopma kepada Media Unram di sekretariat Kopma pada Jum’at, (21/02/20).

Hilman juga menjelaskan, susahnya Kopma berjualan di area Unram. “Setiap kami berjualan, kami selalu dilarang dengan nanti ada orang luar yang ikut jualan,” katanya. Lebih jauh Hilman menjelaskan, setelah Kopma tidak diberikan izin berdagang, tiba-tiba ada beberapa gerobak jualan yang ada di area Unram.

“Kami kaget, padahal alasan birokrasi melarang kami berjualan karena takut orang berjualan, kok malah ada orang luar yang jualan,” lanjut Hilman.

Menurut info yang didapat Media Unram, pedagang dengan rombong hijau tersebut telah diberikan izin oleh Badan Pengelola Usaha (BPU) Unram.

Sebelumnya, Kopma pernah berjualan di Gedung Kuliah Bersama (GKB). Karena alasan sampah, mereka tidak berikan izin. “Padahal setiap kami berjualan, selalu membawa tempat sampah sendiri,” kata Hairil Eko Wahyudi yang juga anggota Kopma.

Hairil menjelaskan, dulu Kopma pernah ditawarkan bantuan dana dari pemerintahan sebanyak 200 juta. Tapi uang tersebut ingin dipegang oleh pihak birokrasi dengan alasan agar uang tersebut dikelola dengan baik.

Mengetahui hal itu, Kopma menolak untuk menerimanya. “Birokrasi yang pegang uang, kami yang bekerja. Berarti kami dijadikan kacung,” ucap Hairil. Dia juga mengatakan, bahwa anggota Kopma banyak dari mahasiswa ekonomi, pertanian. Sehingga, untuk masalah keuangan, Kopma tidak perlu diragukan.

Hilman dan kawan-kawan berharap Unram memberikan izin untuk berjualan di area Unram, agar Kopma bisa berkembang. “Kami iri dengan Kopma yang ada di kampus lain. Mereka memiliki Kopma yang setara dengan mini market,” tutur Hilman.

Sedikit informasi, sekarang Kopma sedang membangun kedai kopi di halamannya. “Untuk membangun kedai ini, kami menggunakan dana sendiri,” sambungnya.

Tempat yang akan dijadikan kedai kopi, sebelah utara sekret Kopma. (Foto: khn)

Tidak hanya membangun kedai kopi, dengan hasil penjualan selama ospek 2019, Kopma juga membuat kamar mandi sendiri. (khn)

Ma’ruf Amin Singgung Tingginya Angka Kemiskinan yang Ada di NTB

0

Media Unram – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Prof. Dr. (HC), KH. Ma’ruf Amin kritisi angka kemiskinan dan stunting yang masih tinggi di NTB.

Pose Wapres RI, Ma’ruf Amin didampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah usai melaksanakan kuliah umum di Unram.

“Angka kemiskinan di NTB itu masih tinggi dibandingkan dengan nasional, kalau ditingkat nasional mencapai 9 persen sedangkan di NTB mencapai 14 persen,” ungkap wapres saat mengisi kuliah umum di Gedung Auditorium Unram pada Rabu, (19/02/20).

Ma’ruf menegaskan, bahwa angka kemiskinan di NTB harus segera diatasi.
“Angka kemiskinan di NTB harus turun dibawah angka nasional,” ujarnya.

Lebih jauh lagi wapres menjelaskan, bahwa angka kemiskinan harus turun sampai 6 persen, dengan demikian ada upaya serius untuk menurunkan angka kemiskinan.

Selain itu, Wapres juga menyampaikan bahwa angka stunting di NTB juga masih tinggi dibandingkan dengan nasional dimana pada tingkat nasional angka stunting hanya mencapai 27 persen sedangkan di NTB mencapai 33 persen. (cnk) 

Mencegah Radikalisme, Ma’ruf Amin: Semuanya diawali dari Pendidikan

0

Media Unram – Guna mencegah radikalisme, Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC), KH. Ma’ruf Amin jadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Mataram dengan tema “Penangkalan Paham Radikalisme di Kalangan Mahasiswa” pada Rabu, (19/02/2020).

Pose Wapres, Ma’ruf Amin saat memberikan kuliah umum di Unram

Kegitan kuliah umum ini merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja Wapres RI di NTB. Dimana kegiatan ini dilaksanakan di gedung Auditorium M. Yusuf Abu Bakar Universitas Mataram.

Dalam pemaparannya, Wapres menekankan selain sebagai tempat belajar, kampus juga berperan sebagai tempat untuk membina karakter yang diperlukan untuk membangun bangsa.
“Kita perlu memahami istilah radikalisme, yang perlu diberantas adalah yang dalam pengertian negatif,” ungkap Wapres.

Saat ini ada beberapa gerakan kelompok yang memanfaatkan kekerasan untuk mencapai tujuan, yang secara resmi dan disepakati oleh para ahli disebut sebagai kelompok radikal terorisme.

Radikal terorisme sendiri ditransfer melalui paham-paham yang menyetujui tindakan kekerasan sebagai salah satu cara mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk itu dalam menangkal radikalisme harus dimulai dari menangkal seluruh pemahaman yang membenarkan kekerasan sebagai jalannya, kemudian memotong rantai orang atau kelompok yang menyebarkan paham radikalisme terorisme.

Ma’ruf menjelaskan, Sosial media saat ini menjadi salah satu media utama bagi kelompok-kelompok tertentu menyebarkan paham radikalisme. Hal tersebut cukup rentan mempengaruhi keamanan dan kesatuan negara.

Pemerintah sendiri melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah membagi penanganan radikalisme dengan framework pada lima kelompok. Diantaranya kelompok indiffernt, laten, ekspresif, involvement group, dan action group.

“Dengan memahami framework ini, pihak kampus diharapkan dapat membantu penangkalan radikalisme dan terorisme ini,” lanjutnya.

Terlebih pencegahan radikalisme terorisme ini perlu melibatkan berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan baik dari hulu maupun ke hilir.
“Ini harus dimulai dari pendidikan. Saya harapkan kampus dapat menyampaikan lebih banyak narasi soal toleransi, kerukunan, nasionalisme, patriotisme dan bela negara,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc, menerangkan tema yang disampaikan sangat tepat untuk merespon kondisi saat ini, terlebih untuk menangkal radikalisme. “Mudah-mudahan ini menjadi ucapan selamat datang, apa yang disampaikan Pak Wapres membuat kita lebih kokoh dan kuat dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah

Diterangkan Gubernur yang akrab disapa Dr. zul tersebut, penangkalan radikalisme tidak terlepas dari upaya mengubah cara pandang. Hal tersebut telah diupayakan di NTB, salah satunya melalui program beasiswa luar negeri untuk menghadirkan 1000 cendikia di NTB.

Di sisi lain, pengiriman mahasiswa ke luar negeri disebut sebagai langkah efektif untuk mnumbuhkan rasa nasionalisme. “Mudah-mudahan ini upaya kami untuk sedikit menggoda pemerintah pusat. Dulu ada pengiriman putra-putri terbaik ke Jerman saat masa pemerintahan Pak Habibie,” ujar Dr. Zul.
Program serupa diharapkan muncul pada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin saat ini. Mengingat salah satu fokus pemerintah pusat adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Dalam kegiatan yang sama, Prof. Dr. Lalu Husni SH., M,Hum. selaku rektor universitas mataram meyampaikan selamat datang serta rasa terimakasih terhadap kunjungan Wakil Presiden serta rombongan.

Selanjutnya, Lalu Husni menjelaskan bahwa adanya tiga prodi yaitu Prodi Hubungan Internasional, Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Sosiologi yang belum bisa berdiri menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik karena terbentur oleh kebijakan moratorium, dimana proses pengajuan dilakukan sebelum adanya kebijakan moratorium sehigga agar diberi jalan keluar atas pendirian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Sebelum menutup sambutannya, Lalu Husni juga menyampaikan bahwa isu radikalisme akhir-akhir ini sudah mulai menyebar ke kampus, tentunya membutuhkan upaya perpentif untuk mengatasinya dikarenakan hal ini sangat berbahaya dimana dapat merusak sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

Kuliah umum ini turut dihadiri oleh Gubernur NTB, Ketua DPRD Provinsi NTB, Danrem 9 Udayana, Rektor PTN dan PTS se-kota Mataram, ketua Senat, Ketua Dekan serta 1.500 mahasiswa dari berbagai fakultas. (cnk).

Aksi Mimbar Bebas, Mahasiswa digoreng Satpam

0

Media Unram – Empat Mahasiswa Unram dengan inisial AL,AF, AN,SK diseret dan dipukul oleh satpam saat melakukan aksi mimbar usai kedatangan Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin pada Rabu, (19/02/20).

Suasana saat perdebatan dan pemukulan oknum satpam kepada mahasiswa. (Foto: Tim)

“Kami bukan penjahat, bukan teroris, tapi kenapa kami diperlaukan seperti ini,” jelas AL kepada birokrasi kampus. Dalam aksi ini, AL dan kawan-kawan menyinggung tentang adanya Indomaret di Rumah Sakit (RS) Unram. Menurut mereka, Unram lebih baik mengembangkan Koperasi Mahasiswa (Kopma).

“Kami mau tau tujuannya apa didirikan Indomaret RS Unram,” kata AL. Selain itu, mereka juga meminta transparansi tentang pembangunan Indomart tersebut.

Bagaimana kejadian sehingga adanya  pemukulan yang dilakukan oleh satpam?

Menurut pengamatan Media Unram saat berada di lokasi, awalnya, para mahasiswa ini ingin melakukan aksi di Gedung Auditorium, tapi ditahan dan tidak diberikan izin oleh pihak keamanan yang terdiri dari polisi dan tentara yang sedang berjaga.

Setelah itu, mereka kembali ke samping Gedung Soebiyanto, jalur keluar Unram sebelah timur. Tidak lama, mereka berjalan menuju Gedung Rektorat Unram. Baru setengah jalan, para satpam sudah menghadangi dan berdebat dengan mahasiswa ditambah dengan gesekan-gesekan nakal. Mahasiswa akhirnya keluar meninggalkan halaman rektorat.

Pose AF saat diseret ke halaman rektorat (Foto: Tim)

Tidak berakhir di situ, perdebatan di luar halaman rektorat Unram masih berlanjut bahkan semakin panas. Terdengar umpatan yang dilontarkan satpam kepada mahasiswa. Hal ini yang menyebabkan mahasiswa berinisal AF mengeluarkan perkataan dengan nada besar. “Kenapa harus ngomong kotor segala macam,” ungkapnya.

Lagi, saat mahasiswa kembali disertai dengan gesekan–gesekan nakal dan jambakan. “Bawa ke dalam, kita lelah dengan acara tadi,” terdengar suara dari satpam. Saat itu juga, AL, AF, AN, SK diseret serta merasakan pukulan para satpam dan dibawa ke dalam Rekorat Unram.

Menanggapi hal ini, pihak birokrasi mengatakan, akan menemui mahasiswa. “Bicara baik-baik, saya akan menemui kalian kapan saja. Kalo mau, besok kita berbicara,” katanya. Dia juga menjelaskan, bahwa jika ingin mengetahui sesuatu tentang Indomart tersebut, alangkah baiknya dicari tahu terlebih dahulu.

Pernyataan tersebut dibantah oleh para mahasiswa. Menurut AL, apa yang dilakukan oleh mereka adalah bagian dari demokrasi. Selain itu, mereka juga berpendat, seharunya mahasiswa diberikan sosialisasi terlebih dahulu.

“Seharusnya, pihak kampus memberikan sosialisasi dulu, dan jangan lupa transparansi mengenai dana pembangunan Indomaret itu,” ucap AL. (khn)

Police Arrest Protesters Amid Curfew In Northeast

0

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Atqui eorum nihil est eius generis, ut sit in fine atque extrerno bonorum. Non autem hoc: igitur ne illud quidem. Atque haec coniunctio confusioque virtutum tamen a philosophis ratione quadam distinguitur. Utilitatis causa amicitia est quaesita. Sed emolumenta communia esse dicuntur, recte autem facta et peccata non habentur communia. Itaque his sapiens semper vacabit. Duo Reges: constructio interrete. At enim hic etiam dolore.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Atqui eorum nihil est eius generis, ut sit in fine atque extrerno bonorum. Non autem hoc: igitur ne illud quidem. Atque haec coniunctio confusioque virtutum tamen a philosophis ratione quadam distinguitur. Utilitatis causa amicitia est quaesita. Sed emolumenta communia esse dicuntur, recte autem facta et peccata non habentur communia. Itaque his sapiens semper vacabit. Duo Reges: constructio interrete. At enim hic etiam dolore.
Familiares nostros, credo, Sironem dicis et Philodemum, cum optimos viros, tum homines doctissimos. Philosophi autem in suis lectulis plerumque moriuntur. Universa enim illorum ratione cum tota vestra confligendum puto. Nonne igitur tibi videntur, inquit, mala? Pisone in eo gymnasio, quod Ptolomaeum vocatur, unaque nobiscum Q. Quia dolori non voluptas contraria est, sed doloris privatio. Sed tempus est, si videtur, et recta quidem ad me. An eiusdem modi?

Curabitur cursus et ligula ut rhoncus. Phasellus consequat sapien eget consequat condimentum. Nullam tristique non neque vulputate commodo. Nulla eget dui fermentum, porta dolor sed, placerat lacus. Nunc at risus molestie, iaculis sapien in, dapibus ante.

Praesent tellus ipsum, luctus vel orci eget, facilisis placerat enim. Suspendisse laoreet erat vel metus molestie luctus. Donec molestie risus ac velit ornare elementum. Suspendisse malesuada bibendum est, at tempor purus fringilla ac. Ut ut nulla vitae felis viverra efficitur.

Curabitur maximus elementum mi non laoreet. Vivamus iaculis ex vitae nulla dictum, ac tempus risus varius. Nunc in rutrum nisl, sodales malesuada tortor. In lectus dui, venenatis non urna ac, pulvinar imperdiet augue. Donec dapibus ipsum congue eros rhoncus, ut rutrum nulla varius. Proin in euismod purus, ac ullamcorper eros.

Donec quis diam nec purus maximus interdum quis id metus.

Pellentesque pretium dui nisl, sed bibendum tortor varius sit amet. Fusce placerat nulla non risus pulvinar pulvinar. Integer ut blandit turpis. Nulla pellentesque lectus a sem dignissim laoreet at eu elit. Sed mattis magna vehicula dictum cursus. Nulla ac imperdiet justo. Donec sollicitudin ultricies molestie.

  • Nulla pellentesque lectus a sem dignissim laoreet at eu elit.
  • Sed mattis magna vehicula dictum cursus.
  • Nulla ac imperdiet justo.
  • Donec sollicitudin ultricies molestie.

Maecenas congue ipsum tortor, ut fermentum dui blandit ac. Sed scelerisque nisi eget augue blandit volutpat. Etiam ornare urna at orci ultrices faucibus eget eu nunc. Sed nibh ante, mollis non eros sit amet, posuere blandit orci. In porta vulputate auctor. Etiam elit nunc, hendrerit vel convallis aliquet, iaculis a metus. Cras vitae quam elit. In quis elit et nibh condimentum ultrices at nec elit. Duis pellentesque lorem sed risus pulvinar fringilla. Nullam aliquet mattis interdum.

Sed mollis sapien nec auctor porttitor. Morbi vestibulum libero id neque commodo lobortis. Duis quis sollicitudin mi, cursus fermentum ipsum. Suspendisse mollis tortor non volutpat pharetra. Curabitur mi felis, scelerisque sed massa ac, ornare tristique leo. Aenean eget est velit. Morbi urna nibh, posuere vel sollicitudin et, vulputate non lectus. Curabitur eu turpis quis arcu consectetur tincidunt. Morbi ante metus, efficitur nec enim non, porttitor porttitor mi. Quisque ac luctus nulla, sed hendrerit nulla. Donec dapibus posuere ligula vel congue. Mauris sed mollis enim, quis cursus ipsum. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Fusce condimentum viverra orci nec faucibus. Vivamus malesuada, felis ut auctor tincidunt, dui purus pretium magna, ac hendrerit ex massa at augue.

Familiares nostros, credo, Sironem dicis et Philodemum, cum optimos viros, tum homines doctissimos. Philosophi autem in suis lectulis plerumque moriuntur. Universa enim illorum ratione cum tota vestra confligendum puto. Nonne igitur tibi videntur, inquit, mala? Pisone in eo gymnasio, quod Ptolomaeum vocatur, unaque nobiscum Q. Quia dolori non voluptas contraria est, sed doloris privatio. Sed tempus est, si videtur, et recta quidem ad me. An eiusdem modi?