25.5 C
Mataram
Wednesday, September 23, 2026
spot_img
Home Blog Page 39

Aksi Jilid II, Massa Aksi : Kami Datang Untuk Aksi Damai

0

Unram, MEDIA – Aksi geruduk Rektorat Unram kembali diadakan, Kamis (22/6).

Namun berbeda dari sebelumnya, massa aksi mempertegas kedatangannya hari ini bukan untuk balas dendam.

“Kami datang kesini bukan untuk balas dendam, tapi datang untuk aksi damai,” ucap Martoni Ira Malik selaku Koordinator Umum Aksi.

Martoni juga menerangkan bahwa ia dan massa aksi lainnya, hanya ingin meminta pertanggungjawaban dari pihak Rektorat.

“Kita hanya menginginkan pertanggungjawaban dari pimpinan kampus,” terang Martoni.

Seperti yang diketahui sebelumnya, beberapa massa aksi mendapatkan tindakan premanisme dari pihak keamanan kampus pada Aksi 20 Juni 2023.

Bukan hanya itu, massa aksi juga mengatakan bahwa kedatangannya hari ini hanya ingin ditemui oleh Rektor Universitas Mataram.

“Apa salahnya kita hanya ingin ditemui, kita tidak bermaksud apa-apa,” tegas Aris Munandar salah satu Koordinator Lapangan  Aksi.

Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh mediaunram.com, tuntutan massa aksi hari ini ada perubahan dari aksi sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh diadakannya audiensi bersama dengan Wakil Rektor (WR) 3 tadi malam, yang beberapa tuntutan massa aksi dirasa sudah selesai ditingkat WR 3.

Berdasarkan pemantauan mediaunram.com di Lapangan, massa aksi jilid 2 lebih banyak dari aksi sebelumnya.

Aksi ini dimulai pada pukul 10.50 Wita, dengan titik dan capaian aksi yang sama seperti aksi jilid I.

Hingga berita ini terbit, aksi masih berlangsung dan berjalan kondusif. Serta massa aksi masih menunggu Rektor Unram untuk menemui mereka. (Zhr)

Wisuda Lulusan Pertama, Mahasiswa Ilmu Kelautan Adakan Arak-arakan

0

 

Unram, MEDIA – Mahasiswa Ilmu Kelautan Unram adakan arak-arakan untuk menyambut wisudawan/i pertama, Rabu (21/6).

 

Arak-arakan tersebut baru kali pertama diadakan oleh Mahasiswa Ilmu kelautan Unram.

 

“Ini merupakan wisuda/i pertama Ilmu Kelautan, empat orang yang lulus tepat waktu. Ada Sigit Harianto, Aqidatul Febiliyadi, Ahmad Izul Rifqi Ansori dan Ridwan,” ungkap Aimar selaku ketua umum Himpunan mahasiswa Ilmu kelautan (Himakel)

 

Tidak hanya itu, dua orang diantaranya yaitu Lalu Mohammad Riri Rivari Al-Aqsha dan Maulita Syahdina juga menjadi wisudawan/i pertama. Bahkan mereka mendapatkan predikat cumlaude.

 

Peserta arak arakan tersebut jumlahnya berkisar 50-an orang. Beberapa diantaranya ada yang memakai alat scuba, pelampung dan alat snorkeling, disertai dengan alat Drum Band yang dijadikan sebagai alat musik diiringi lagu-lagu khas Ilmu Kelautan.

 

Tidak hanya acara arak-arakan, mahasiswa ilmu kelautan juga mengadakan pelepasan secara formal kepada wisuda/i pertama tersebut.

 

“Setelah arak-arakan kita lanjut pelepasan secara formal di ikuti orangtua wisudawan/i dan seluruh dosen ilmu kelautan serta mahasiswa ilmu kelautan,” Kata Aimar

Aimar juga menjelaskan bahwa arak-arakan ini tidak berhenti sampai disini.

“Acara arak arakan ini pasti akan berlanjut sampai kedepannya,” tegasnya

 

Ketua Program Studi Ilmu Kelautan Dr.Nurliah S.Pi, M.Si menunjukkan dukungannya terhadap acara tersebut. dibuktikan dengan adanya pamflet ajakan yang disebar di sosial media dan grub WhatsApp.

 

“Pemberitahuan kepada seluruh mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Mataram untuk mengikuti arak-arakan ceremony Wisudawan/i Ilmu Kelautan Angkatan 2019,” Tertanda, Ketua Program Studi Ilmu Kelautan Dr.Nurliah S.Pi, M.Si

 

Kegiatan arak-arakan ini dimulai pada pukul 11.30 – 14.27 Wita.

 

Rute arak-arakan tersebut di mulai dari Gedung Fakultas Pertanian kemudian mengelilingi unram, hingga titik akhir Rektorat Unram. (Nrmn/Shrl)

Mahal, 1500 Calon Mahasiswa Baru Batal Bayar Masuk Unram

0

 

Unram, MEDIA – Sekitar 1500 calon mahasiswa baru jalur mandiri membatalkan (menunda) pembayaran.

“Sekitar 2000 calon mahasiswa yang daftar, tapi hanya 500-an yang bayar. Dan 1500 lainnya menunggu bayar,” tutur Ketua BEM Unram, Martoni Ira Malik

 

Martoni mengaku, informasi itu dia dapatkan dari Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr. Sitti Hilyana.

 

Penyebab penundaan itu, kata Martoni, karena adanya imbauan tunda pembayaran yang dilakukan oleh beberapa Ormawa di Unram.

“Gara-gara imbauan yang kita keluarkan kemarin, itu bahasanya WR 1 pas kita ketemu tadi,” ucapnya mengikuti kata WR 1

Sebagai informasi, beberapa Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Unram menyebar pamflet informasi mengenai penundaan bayar daftar seleksi mandiri.

Imbauan itu disebar karena biayar daftar seleksi yang melonjak dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Dari Rp250 ribu menjadi Rp500 ribu.

 

“Saya kan sudah chat konfirmasi ke Wakil Rektor 2 terkait kenapa biaya mandiri ini melonjak, tapi oleh beliau saya dikirimkan PP Nomor 22 Tahun 2023,” beber Martoni.

Merespon hal tersebut, Martoni menerangkan bahwa sebelumnya BEM Unram, BEM Fakultas se-Unram dan Ormawa se-Unram telah berusaha untuk mencari celah terkait dengan aturan tersebut.

“Kalau dilihat dari PP tersebut ada beberapa celah yang tidak relavan dan konsisten dengan status universitas Mataram yang BLU. Unram tidak melihat berbagai macam aspek di pasal tersebut, baik itu ekonomi dan penjelasan pasal terkait penyelenggaraan perguruan tinggi,” terang Martoni

“Jadinya kan aturan yang diterapkan asal comot, tidak ada pertimbangan sama sekali dari pihak birokrasi Unram, makanya kita imbau untuk menunda pembayaran,” simpulnya.

Mediaunram.com juga berupaya menginfirmasi WR 1, namun balasannya melalui pesan WhatsApp dihapus kembali.

Hingga berita ini terbit, belum ada respons pihak birokrasi Unram terkait melonjaknya biaya pendaftaran jalur mandiri. (Zhr)

Premanisme Satpam Unram Kembali Terjadi

0

Unram, MEDIA – Premanisme satpam kembali terjadi di Universitas Mataram (Unram), sejak terjadinya premanisme pada aksi terakhir pada tanggal 5 Desember 2022 yang lalu, Selasa (20/6).

Bagaimana tidak, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam “Aliansi Mahasiswa Unram Melawan” mendapatkan tindakan represif dari pihak keamanan kampus. Sejumlah massa aksi dipukul, dihantam menggunakan tongkat saat melakukan aksi demonstrasi.

“Saya adalah korban pertama, ketika lagi pada dorong-dorongan tiba-tiba saya ditarik, mungkin karena saya didepan kan,” ungkap F, salah satu mahasiswa Unram yang menjadi korban kepada mediaunram.com.

“Saya dipukul pakai tongkat, langsung saya jatuh. Setelah itu saya diinjak-injak lagi oleh satpam itu,” lanjutnya.

Karena kejadian itu F dibawa ke Rumah Sakit Universitas Mataram.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Ketua BEM Unram selaku Koordinator Umum Aksi, Martoni Ira Malik.

Martoni mengkau dicekik dan ditendang dibagian perut oleh Satpam Unram.

“Saya kan pas mau melerai massa aksi dengan satpam, saya langsung  dicekik terus ditendang dua kali. Akhirnya saya jatuh udah gak bisa nafas,” kata Martoni.

Bukan hanya sekali, Martoni selaku Koordinator Umum aksi juga dicari hingga menjelang aksi berakhir.

“Pas keadaan sudah tidak kondusif, saya jagain massa aksi yang dikejar dan dihantam. Saya tiba-tiba ditendang dua kali, sampai saya diangkut oleh teman-teman yang lain,” sambungnya.

Kronologi insiden pemukulan tersebut dimulai tepat pada pukul 10.36 Wita. Ketika massa aksi baru beberapa saat memasuki gerbang Rektorat Unram.

Aksi tersebut menuntut Rektor Unram untuk segera menyelsaikan permasalahan yang ada di Unram. Mulai dari penyesuaian biaya daftar mandiri yang dianggap terlalu mahal, penyelsaian beberapa kasus pelecehan seksual, hingga perbaikan fasilitas kampus.

Menurut pengamatan mediaunram.com di lapangan, pihak keamanan unram tidak memberikan massa aksi untuk melanjutkan langkah kakinya menuju depan Gedung Rektorat Unram.

Oleh sebab itu, massa aksi dengan pihak keamanan Unram melakukan beberapa gesekan hingga saling dorong-mendorong.

Keadaan semakin memanas, hingga terjadi bentrokan antara massa aksi dengan pihak keamanan Unram yang berujung pada pemukulan oleh pihak keamanan.

Keadaan mulai tak terbendung, beberapa massa aksi menjadi sasaran bogem oleh pihak keamanan Unram.

“Saya kan lagi menyelamatkan massa aksi yang di pukul, saat itu dia sendirian di pukul. Nah pada saat itu saya yang kena pukul sama satpam, saya dijatuhin, pas jatuh diinjak lagi,” ucap NA. 

Karena kejadian itu, NA sempat diangkut oleh beberapa massa aksi yang lain.

Bukan hanya NA, kejadian serupa juga menimpa H. Menurut penuturan H, ia kala itu tidak melakukan apa-apa namun oleh pihak keamanan Unram, ia tiba-tiba ditarik dan dipukul.

“Saya cuma ngelihat doang, gak ikut campur, tapi saya malah dihampiri sama 3 satpam, salah satu satpam narik saya terus cekik saya, mereka memukuli saya terus saya disundul pakai kepalanya,” tutur H.

“Pas melerai tiba-tiba saya dikejar, terus saya dilempar pakai tongkat, dikejar lagi sampai keluar Unram,” beber J melanjutkan pernyataan H.

Setelah beberapa saat, massa aksi dengan pihak kemanan unram mulai kondusif.

Namun keadaan memuncak ketika ba’da zuhur, massa aksi yang belum juga ditemui oleh Rektor Unram kembali bergesakan dengan pihak keamanan unram.

Keadaan semakin memanas hingga terjadi pengejaran terhadap massa aksi oleh Satpam Unram. Beberapa massa aksi mendapatkan pukulan dan tendangan dari satpam unram.

Hingga saat ini pihak aliansi terus mendata para demonstran yang mendapatkan tindakan represifitas dari satpam Unram. (Zhr)

Aksi Geruduk Rektorat Unram, Massa Aksi : Katanya Go Internasional, Caranya Masih Lokal

0

Unram, MEDIA – Aksi Geruduk Rektorat Universitas Mataram (Unram), massa aksi desak Rektor selsaikan masalah yang ada di Unram hingga teriak “Katanya Go Internasional, Caranya masih Lokal.” Selasa (20/6).

Bagaimana tidak, visi Unram 2025 yang katanya Go Internasional namun relitanya masih saja menggunakan cara lama dalam mengatasi masalah.

“Bagaimana mau Go Internasional, caranya ngatasin kita aja masih lokal begini,” ungkap Martoni Ira Malik, selaku Koordinator Umum Aksi.

Pasalnya, massa aksi yang sedang menyampaikan pendapat bukannya diterima baik-baik, melainkan ditindak secara represif oleh satpam Universitas Mataram.

Beberapa tuntutan yang dilayangkan oleh Aliansi Mahasiswa Unram Melawan, salah satunya adalah mendesak Rektor Unram untuk melakukan penyesuain terhadap biaya daftar seleksi mandiri.

Bukan hanya itu, aliansi juga meminta Rektor Unram untuk segera menyelsaikan kasus pelecehan seksual yang sudah mewabah di Unram.

Hingga mendesak supaya Unram segera memperbaiki fasilitas-fasilitas yang sudah menua di Unram.

“Harus jelas, kalau memang mau Go Internasional, fasilitas kita juga harus Internasional,” terang Martoni ketika sedang melakukan orasi.

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 10.20 Wita, dengan titik kumpul berada di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM).

hingga berita ini keluar aksi masih berlangsung. Beberapa tindakan represifitas sudah diterima oleh massa aksi.

Informasi yang diterima mediaunram.com yang disampaikan oleh Humas Aksi, Rektor Unram masih belum menemui massa aksi dengan alasan sedang ada tamu.

“Katanya pak Rektor masih ada tamu,” ujar Lalu Alam, selaku Humas Aksi. (Zhr)

 

Birokrasi Unram akan DO Oknum Mahasiswa “Hidung Belang”

0

 

Unram, MEDIA – Birokrasi Fakultas Hukum (FH) Unram akan memproses oknum mahasiswa yang diduga melecehkan mahasiswi.

“Kita akan mendalami kasusnya,” kata Dekan FH Unram,

Proses itu berkaitan dengan desakan mahasiswa agar terduga pelaku inisial RM segera dikeluarkan atau Drop Out (DO) dari Unram.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unram.

Orang nomor satu di FH Unram itu memastikan predator seksual di lingkungannya, akan diproses tegas.

“Di Unram sudah ada Satgas PPKS yang menangani terkait pelecehan begitu,” tegas pria yang biasa disapa Lalu Wira itu.

Namun ketika wartawan menanyakan waktu pria berhidung belang (RM) itu akan dikeluarkan, Lalu Wira tidak memberi tidak berkomentar.

Sebelumnya, Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi, SH., MH., mengaku pihaknya sudah memberikan sanksi kepada RM.

Joko juga mengklaim akan memproses terduga pelaku menjalani sanksi selama satu bulan. “Setelah itu akan kami proses,” akunya.

Informasi yang didapat mediaunram.com, birokrasi Unram berencana akan mengeluarkan RM dalam waktu dekat.

Penting diketahui, salah satu mahasiswa diduga melecehkan rekannya sendiri beberapa waktu lalu. Namun hingga saat ini, pria berhidung belang itu terlihat masih berkeliaran di Unram.

Sementara korban mengalami trauma mendalam. Dia mengaku psikisnya terganggu akibat tindakan bejat RM. (Zhr)

Aktivis Perempuan Desak Unram DO Pelaku Pelecehan Seksual

0

Unram, MEDIA – Mantan Sekretaris BEM FH Unram 2022, Raudhatul Atfal, mendesak pihak kampus agar mengeluarkan RM, mahasiswa yang diduga melakukan pelecehan seksual, Sabtu (17/6).

Menurut Atfal seharusnya RM bukan hanya di sanksi, melainkan langsung ditindak tegas bila perlu di Drop Out (DO) ketika sudah kedapatan melakukan hal yang demikian.

“Seharusnya langsung di Drop Out (DO), karena kasus yang dialami ini kan menimbulkan rasa takut berlebih kepada korban, apalagi jika  korban dan pelaku ini sering bertemu dan melakukan aktivitas sehari-hari di tempat yang sama yakni di Lingkungan Kampus,” tegasnya.

Seperti yang diketahui, menurut penelusuran mediaunram.com kasus ini sudah terjadi sejak 3 bulan yang lalu, namun hingga saat ini masih belum ada tindakan yang tegas terhadap pelaku.

“Kasus ini sudah dilaporkan oleh korban tapi kenapa tidak ada tindak lanjut dari kepolisian dan pihak kampus?,” beber Atfal.

“Padahal kan ini bukan kasus mahasiswi dengan dosen. Ini adalah kasus mahasiswa dengan mahasiswi, jadi tidak ada relasi kuasa disini,” sambungnya.

Ketakutan Atfal jika kasus ini tidak segera diselsaikan, nantinya tidak akan membuat efek jera dan justru membuka peluang untuk kasus baru.

“Kita harus bersama-sama melindungi dan berpihak terhadap korban. Jangan sampai membangun pandangan yang negatif terhadap korban kekerasan atau pelecehan seksual. Karena korban seharusnya diayomi, dilindungi, dan didukung haknya,” terang atfal

“Saya takut kalau kasus ini dibiarkan terus menerus tidak ada efek jera bagi pelaku. seharusnya pihak kampus mengeluarkan pelaku bukan di skors tapi lansung di DO,” lanjutnya.

Menurut penuturan korban, Bunga (bukan nama asli), ia merasa frustasi karena harus menahan sakit ketika bertemu korban di Kampus.

“Sangat frustasi, bahkan saya sempat mau keluar dari kampus, mereka hanya sekedar mendengarkan cerita saya tapi tidak ditindak secara tegas. Saya mau agar saya merasa aman di kampus,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Hukum Unram, Dr. Lalu. Wira Pria Suhartana,S.H.,M.Hum. mengatakan bahwa akan mendalami kasusnya terlebih dahulu.

“Kita akan mendalami kasusnya, dan di Unram sudah ada Satgas yang menangani terkait pelecehan. Begitu juga jika ada dosen yg melakukan pelecehan akan ditangani Satgas,” katanya. (Zhr)

Biaya Daftar Mandiri Meroket, Calon Mahasiswa Baru Unram Diimbau Tunda Pembayaran

0

Unram, MEDIA – Biaya daftar seleksi mandiri Universitas Mataram tahun 2023 naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Calon mahasiswa baru yang hendak mendaftar diimbau untuk menunda pembayaran, Sabtu (17/6).

Imbauan tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Mahasiswa Unram, Martoni Ira Malik.

“Untuk Camaba tahun 2023 yang ada keringanan dan niat untuk mendaftarkan diri melalui jalur mandiri, kami menghimbau untuk menunda pendaftaran jalur mandiri gelombang pertama ini,” Tegas Martoni.

Menurut Martoni, kenaikan biaya tersebut disebabkan oleh berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2023 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Saya kan sudah chat konfirmasi ke Wakil Rektor 2 terkait kenapa biaya mandiri ini melonjak, tapi oleh beliau saya dikirimkan PP Nomor 22 Tahun 2023,” tuturnya.

Merespon hal tersebut, Martoni menerangkan bahwa BEM Unram, BEM Fakultas se-Unram dan Ormawa se-Unram akan berusaha untuk mencari celah terkait dengan aturan tersebut.

“Kalau dilihat dari PP tersebut ada beberapa celah yang tidak relavan dan konsisten dengan status universitas Mataram yang BLU. Unram tidak melihat berbagai macam aspek di pasal tersebut, baik itu ekonomi dan penjelasan pasal terkait penyelenggaraan perguruan tinggi,” terang Martoni

“Jadinya kan aturan yang diterapkan asal comot, tidak ada pertimbangan sama sekali dari pihak birokrasi Unram,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Presma Unram juga mengungkapkan bahwa ia sudah membuat draf surat untuk menyurati Rektor Unram. Supaya memberikan informasi yang lebih jelas terkait penerapan PP ini, dan dengan tembusan ke berbagai lembaga yang bersangkutan.

“Kita sudah membuat draf surat, Dan rencana kita juga sedang mengalang konsolidasi untuk memperkuat aksi yang akan segera kita laksanakan,” bebernya.

Meskipun biaya daftar melonjak, namun menurut pengakuan beberapa calon mahasiswa baru hal tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Saya kan udah daftar kemarin sekitar pukul 08.00 Wita, tapi sampai saat ini belum juga ada verifikasi,” Ungkap Tobias, salah satu calon mahasiswa baru jalur mandiri. (Zhr)

Predator Seksual Masih Berkeliaran di Unram, Satgas PPKS Kerja Apa?

0

 

Unram, MEDIA – Predator seksual yang masih bebas berkeliaran di Universitas Mataram (Unram). Penelusuran mediaunram.com, kasus terakhir terjadi dengan korban Bunga (bukan nama asli).

Dia diketahui menjadi korban oleh rekannya sendiri, RM.

Bunga mengaku dilecehkan RM pada beberapa bulan lalu. Setelah mendapatkan kejadian tak menyenangkan itu, dirinya langsung melapor ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unram.

Namun hingga saat ini terduga pelaku, masih berkeliaran dan belum ditindak tegas. Tak heran muncul pertanyaan publik, bagaimana kinerja Satgas PPKS Unram pasca dibentuk selama satu tahun.

Fathul Khairul Anam selaku pendamping hukum Bunga mengatakan, hal demikian terjadi sebab Satgas PPKS Unram belum memiliki payung hukum yang jelas.

“Berkaitan dengan satgas di Unram ini kan baru ada Permendikbudnya saja, akan tetapi belum ada peraturan rektor untuk bisa menjalankan peraturan menteri pendidikan tersebut. Sehingga putusan-putusan yang terkait dengan sidang khususnya berkaitan dengan kasus kekerasan seksual di Unram ini tidak bisa dieksekusi,” terang Anam.

Diakuinya, RM pernah mendapatkan sidang karena tindakan beratnya. Namun dalam sanksi berupa skors yang diberikan tidak diawasi dengan baik oleh Satgas PPKS Unram.

“Sudah ada keputusan dari hasil rapat sidang satgas Skorsingnya 30 hari. Kami tidak terima sebenarnya karena hukuman itu sedikit sekali,” tegas Anam.

Sementara itu, Ketua Satgas PPKS Unram sekaligus Dosen FH Unram, Joko Jumadi, SH., MH., membenarkan pihaknua sudah menberikan sanksi kepada RM.

“Itu kan baru sanksi saja, karena si korban ini kan dia merasa terintimidasi di kampus, akhirnya kita berikan sanksi ke pelaku untuk satu bulan untuk memulihkan keadaan si korban,” terang Joko.

Joko mengaku akan memproses terduga pelaku setelah menjalani sanksi.

Melihat RM yang masih bebas berkeliaran di Unram, memberikan kesan tidak nyaman terhadap Bunga. Menurut Bunga sendiri, ia sebelum kejadian tersebut selalu aktif di Kampus, tapi setelah kejadian tersebut ia bahkan selalu trauma ketika mau pergi ke kampus.

“Saya entah mengapa selalu merasa enggak nyaman ketika dilihat oleh orang lain, seolah-olah saya dilihat dalam keadaan telanjang saja,” beber Bunga.

“Dia (RM/pelaku) juga sampai saat ini bahkan enggak ada niatan untuk minta maaf ke saya, saya lihat dia selalu senyum-senyum sini dan tertawa melihat saya, bahkan sempat di parkiran fakultas dia ngegas motornya keras sekali ketika lihat saya,” lanjut Bunga.

Bukan hanya itu, Bunga juga menegaskan bahwa ia hanya diminta bertemu dua kali oleh satgas PPKS Unram, itu pun tanpa ada pendampingan psikologis. (Zhr)

“181 Jam Bersama PKBI”

0

Praktik Kerja Lapangan atau Praktik Kuliah Lapangan atau yang biasa disingkat dengan (PKL) ini merupakan suatu situasi dimana siswa maupun mahasiswa ditempatkan disebuah Lembaga atau Instansi. Dimana, Lembaga – Lembaga yang dimaksud adalah seperti Lembaga pemerintahan maupun Lembaga swasta seperti LSM dan lain sebagainya.

Tujuan dari diadakannya PKL ini adalah untuk memberikan bekal dan sebagai pengalaman bagi mahasiwa dalam dunia kerja. Maksudnya, adalah untuk melatih skill dan keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa yang ada dalam diri mereka agar menjadi lebih terlatih dan lebih matang lagi. PKL juga sebagai ajang untuk mempersiapkan diri untuk masuk kedalam dunia kerja yang sesungguhnya nanti ketika setelah lulus dari Perguruan Tinggi.

Praktik Kuliah Lapangan ini juga merupakan sebuah wadah untuk mahasiswa menyalurkan semua ilmu yang telah mereka dapatkan selama 5 semester menempuh Pendidikan dibangku perkuliahan. Dalam praktiknya, ketika melaksanakan PKL selain mengikuti arahan serta edukasi yang telah diberikan sebelumnya oleh Lembaga tempat PKL, mahasiswa juga akan menuangkan segala pemikiran – pemikirannya sendiri serta menuangkan segala teori – teori yang telah mereka pahami dalam dunia perkuliahan dan diterapkan selama program PKL berlangsung.

Universitas Mataram (UNRAM) adalah salah satu Universitas terbaik yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terletak di Kota Mataram. Dimana, Universitas Mataram memiliki 11 Fakultas S1 dan 10 Program Studi Pascasarjana. Salah satu Program Studi Dibawah Rektor yaitu Program Studi Sosiologi merupakan salah satu dari beberapa Program Studi di UNRAM yang menyelenggarakan PKL.

Dalam Program Studi Siosiologi, PKL merupakan salah satu Mata Kuliah wajib yang berbobot 4 SKS yang harus ditunaikan oleh Mahasiswa Sosiologi. Biasanya, PKL ini akan diprogramkan ketika mahasiswa sudah menginjak semester 5 atau ketika jumlah SKS yang telah ditempuh sudah sesuai dengan kriteria dan ketentuan dalam melaksanakan PKL. Durasi dalam melaksanakan PKL ini biasanya selama 45 hari atau selama 181 jam.

 

PKL memiliki dasar sebagai berikut.

  • UUD RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan tinggi
  • UUD Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301).

 

Adapun dasar prosedur – prosedur yang harus dijalani adalah:

  • Menentukan tempat untuk melakukan PKL
  • Meminta surat permohonan PKL untuk Instansi dari TU
  • Mengirim surat permohonan PKL yang sudah ditanda tangani Kaprodi kepada instansi terpilih.
  • Menunggu kabar surat permohonan diterima
  • Mengikuti pembekalan PKL
  • Menginformasikan balasan surat permohonan kepada koordinator PKL
  • Menyusun Propsal PKL
  • Pelepasan
  • Melaksanakan kegiatan PKL selama 181 Jam

 

Saya adalah salah satu mahasiswa Program Studi Sosiologi di UNRAM yang telah menjalani PKL selama awal semester 6 kemarin. Saya beserta 5 anggota kelompok saya yang lain menjalani Program PKL selama kurang lebih 45 hari disebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bernama PKBI daerah NTB.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia atau yang biasa disingkat (PKBI) merupakan sebuah Lembaga nonprofit yang fokus pada isu ketahanan keluarga. Salah satu pendekatannya melalui pemenuhan Hak-hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) yang bermuara pada kesehatan ibu dan anak.  Dalam upaya mewujudkan ketahanan keluarga tersebut senantiasa memperhatikan aspek ketahanan fisik, sosial budaya, mental spiritual dan hak asasi manusia.

Eitss.. jangan ngeremehin dulu. PKBI memang identik dan terkenal dengan isu – isu ketahanan keluarga serta isu – isu yang berbicara seputar kesehatan reproduksi. Namun, PKBI tidak hanya bergelut dalam bidang itu saja. PKBI sebagai sebuah Lembaga swadaya masyarakat juga memiliki banyak progam kerja lain yang tentunya bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Program kerja yang dijalankan oleh PKBI NTB banyak diwadahi dan difasilitasi oleh UNICEF. Seperti, Program kerja Survei literasi digital NTB – NTT, Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat (RCCE), meningkatkan Kabupaten Layak Anak (KLA), Sosialisasi mengenai Kekerasan Berbasis Gender (KBG), Konselor sebaya, Lingkar remaja, dan masih banyak program kerja lainnya.

Selama PKL di PKBI NTB saya beserta anggota kelompok saya yang lain banyak dilibatkan dalam program – program kerja tersebut. Kami sebagai mahasiswa PKL banyak turun ke lapangan untuk mengikuti program – program tersebut. Mulai dari kami menjadi seorang enumerator dalam kegiatan survey literasi digital NTB – NTT, kemudian menjadi seorang notetaker, lalu terlibat dalam kegiatan pelatihan Agent of Change, kegiatan Trining of Triners (ToT), dan masih banyak kegiatan seru dan menarik lainnya.

Dalam kegiatan – kegiatan tersebut kami banyak bertemu dengan orang – orang baru, organisasi baru, Instansi atau Lembaga baru, dan lain sebagainya. Tentunya, dengan bertemu orang – orang baru seperti itu kami juga mendapatkan banyak pengalaman – pengalamn baru yang sangat menarik dan tidak menyesal kami coba. Oh iya, yang paling berkesan bagi saya adalah ketika bisa bertemu dengan orang – orang dari UNICEF Jakarta selama kegiatan ToT . Mereka adalah orang – orang yang sangat keren!

Selama PKL di PKBI NTB kami mendapatkan seorang Dosen Pamong atau biasa disebut dikantor sebagai Supervisor yang sangattt baik. Beliau bernama Fahrunnisa Hidayat atau biasa kami panggil dengan sebutan ibu Annisa. Beliau merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap kami sebagai mahasiswa PKL disana. Beliau sangat memperhatikan kami, beliau tidak pernah marah ketika kami melakukan kesalahan. Beliau akan menasihati secara halus dan lembut layaknya ibu kami dirumah.

Intinya, selama PKL di PKBI NTB kami tidak terlalu mendapatkan kesulitan yang terlalu berarti. Semua tanggung jawab serta pekerjaan yang dibebankan kepada kami selalu kami jalani dengan rasa penuh tanggung jawab dan terkadang ngeluh – ngeluh dikit sihh.

Terakhir, saya sangat megucapkan terima kasih kepada Direktur PKBI NTB yaitu bapak Ahmad Hidayat karena telah menerima kami PKL di PKBI NTB selama kurang lebih 45 hari. Dan ucapan istimewa kepada Manajer Klinik Mitra Keluarga, Mba Nurul. Terima kasih karena telah membimbing kami dan membimbing saya secara pribadi selama berada di PKBI NTB.

Sekian, semoga artikel pengalaman PKL kelompok kami selama berada di PKBI daerah NTB ini dapat bermanfaat dan menjadi pertimbangan serta contoh untuk kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, serta untuk kalian yang akan menjalani PKL nanti.

 

Penulis: Yasmin, Mahasiswi Sosiologi. (ADV)