22.5 C
Mataram
Wednesday, May 27, 2026
spot_img
Home Blog Page 56

KKN Desa Kuripan Timur Gandeng Duta Gendre dalam Sosialisasi Pernikahan Dini

0

Lobar, MEDIA- KKN Tematik Unram Desa Kuripan, tepatnya Kuripan Timur mengadakan sosialisasi tentang pendidikan dengan menggandeng duta Gendre NTB, Ana Octarina, pada Kamis (21/7).

Sosialisasi yang mengusung tema “Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak Sekaligus Bahayanya Pernikahan di Usia dini” ini berlangsung di Aula Kantor Desa, pukul 10.00 sampai selesai.

Dihadiri oleh wali murid dari anak-anak usia sekolah yang sebelumnya mengikuti kelas penanggulangan putus sekolah. Program ini juga termasuk program kerja dari mahasiswa KKN Tematik Unram.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan para ibu-ibu PKK dan kader Desa Kuripan Timur, yang sekaligus berpeean sebagai pengarah atau menyampaikan hasil sosialisasi pada masyarakat yang lain.

Tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman kepada orangtua khususnya remaja terkait tentang resiko pernikahan atau perkawinan dini. pentingnya upaya-upaya untuk mencegah pernikahan usia dini terjadi, sehingga angka pernikahan usia dini Lombok Barat Khusunya Desa Kuripan Timur dapat teratasi dan remaja yang masih labil baik sikis dan baik psikis dan fisiknya sangatlah penting untuk diberi pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawanan (PUP).

“Ini dilakukan agar para remaja dan orang tua di Desa Kuripan Timur itu memiliki gambaran tentang resiko yang dihadapi dan bagaimana kiat-kiat yang bisa dilakukan agar tidak terjebak dalam pernikahan usia dini ini,” ucap Abd. Rahman Syarif, selaku ketua Kelompok KKN.

Anwar Efendi selaku Kepala Desa Kuripan Timur, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang di lakukan oleh mahasiswa KKN.

“Hal ini sangat memberikan pengaruh positif terhadap pemikiran para orang tua tentang pentingnya pendidikan anak dan seperti apa batasan-batasan terhadap anak remaja, saya berharap mahasiswa KKN juga bisa  memberikan pencerahan langsung pada anak muda atau remaja,” ujarnya

Di waktu yang bersamaan,  Ana Octarina selaku pemantik sosialisasi, berpendapat bahwasannya sosialisasi ini sangat unik.

“Unik karena orangtua dan anak dilitbatkan langsung, hal ini memungkinkan masyarakat perlahan bisa mengubah pola pikir lebih positif lagi,” jelasnya. (spt/adv)

Unram Beri Pelatihan Pembuatan Jamu Desa Setiling

0

Loteng, MEDIA- Sebuah tim kecil Universitas Mataram adakan pelatihan kepada Ibu-Ibu Desa Setiling, Lombok Tengah dalam pembuatan jamu instan, pada Sabtu (16/7).

Tim kecil ini melibatkan dosen Unram, mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Desa Setiling, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unram, bekerja sama dengan pemerintahan desa setempat.

Kegiatan yang diikuti oleh 13 orang ibu-ibu desa tersebut, merupakan program rangkaian dari mahasiswa KKN-T yang dilaksanakan oleh Unram dan program pemberdayaan masyarakat yang didanai oleh pemerintag Australia melalui Skema Hibah Alumni (Alumbi Gtant Scheme atau AGS), dan dikekola oleh Australia Awards Indonesia.

Dr. Baiq Yulfia Yanuartati, selaku project leader, berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan produksi dan pendapatan para ibu dan pemuda yang tergabung dalam kelompok pembuatan jamu Senamian di Desa Setiling ini.

“Dengan membuat jamu instan, maka produksi dapat dilakukan kapan saja tanpa takut produksi basi, atau tanpa harus menunggu pesanan terlebih dahulu baru diproduksi,” jelasnya.

Di sela-sela kegiatan, Yanuartati selaku dosen Unram, menambahkan bahwa bentuk jamu instan yang diajarkan ini memberikan peluang untuk memperluas jangkauan pasar nantinya.

Dengan menghadirkan seorang pengusaha jamu dari Desa Lingsar, Kecamatan Narmada, yakni Abdul Hadi, para ibu yang mengikuti pelatihan mendapatkan penjelasan, motivasi, bahkan praktek. Abdul Hadi menjelaskan cara pembuatan jamu, tips yang mempengaruhi keberhasilan dan kualitas jamu, hingga proses pengemasan. Menariknya, pelatihan ini didominasi dengan praktek yang dilakukan bersama.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, kami merasa senang, sehingga harapan kami nantinya ini kami bisa kembangkan menjadi usaha kedepannya,” ungkap Zen, salah satu peserta.

Tidak hanya itu, Kepala Desa Setiling merasakan damoak positif bagi desa Setiling, “kami mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak unram yang telah memberikan atensi khusus terhadap desa kami, kamu sangat bersyukur kini Stiling bisa dikenal di luar sana,” ucap Lalu Agud Satriaji. (spt/adv)

Hebat, 29 Mahasiswa Angkatan Pertama D3 Kebandarudaraan FEB Cumlaude

0

Unram, MEDIA– Sebanyak 1.216 lulusan Universitas Mataram (Unram) di wisuda pada periode Juni 2022, Rabu dan Kamis (20-21/7). 29 orang diantaranya merupakan mahasiswa jurusan D3 Kebandarudaraan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan semuanya berhasil lulus dengan predikat Cumlaude.

Adinda Astrid Aulia yang akrab disapa Dinda, salah satu lulusan D3 Kebandarudaraan dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yakni 3,98. Wanita kelahiran Surakarta, 21 Maret 2000 itu menyatakan bahwa hal ini diraihnya sebagai persembahan untuk kedua orang tua dan untuk pembimbing yang ada di asrama. Dinda berhasil menjadi mahasiswa D3 Kebandarudaraan melalui program beasiswa kerjasama antara UNRAM dan PT. Angkasa Pura I. Program ini dibuka untuk seluruh Indonesia dan mahasiswanya difasilitasi segala kebutuhan dari awal hingga akhir pendidikan. Tak lupa pula Dinda menghaturkan ucapan syukur dan terima kasih kepada Unram dan PT. Angkasa Pura I yang telah memberikan beasiswa kepadanya dan teman-teman.

Dinda juga memaparkan bahwa seluruh mahasiswa yang mendapatkan program beasiswa kerja sama Unram dan PT. Angkasa Pura I akan tetap diseleksi kembali oleh PT. Angkasa Pura melalui seleksi jalur khusus. Artinya, PT. Angkasa Pura I akan menerima jalur penerimaan khusus dari Lulusan D3 Kebandarudaran FEB Unram.

“Semoga program ini dapat terus berlanjut agar di luar sana banyak mahasiswa-mahasiswi yang beruntung bisa mengenyam pendidikan melalui program beasiswa ini,” harap Dinda.

M. Arifin Firdaus, Direktur Personalia dan Umum Angkasa Pura I menjelaskan bahwa PT. Angkasa Pura I melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bekerjasama dengan FEB Unram mulai tahun 2019 sampai dengan saat ini untuk menyelenggarakan program beasiswa D3 bidang studi pariwisata konsentrasi Kebandarudaraan.

“Program ini merupakan satu-satunya program Diploma 3 yang ada di Indonesia yang menggabungkan pariwisata dan kebandarudaraan menjadi satu-kesatuan yang tidak terpisahkan. Dalam pelaksanaan program tersebut, para mahasiswa tidak saja dibekali dengan materi pariwisata dan kebandarudaraan, melainkan juga para mahasiswa dibekali kompetensi yang memadai baik disisi pengetahuan, keterampilan, sikap dalam bidang pelayanan, komunikasi, Bahasa Inggris oleh dosen-dosen terbaik Unram dan profesional,” terang Arifin.

Direktur Personalia dan Umum Angkasa Pura I berharap dengan ketatnya persaingan di masa kini, para wisudawan/wisudawati memiliki kompetensi yang dapat diandalkan. Dan apa yang telah diperoleh di bangku kuliah menjadi bekal bagi para wisudawan/wisudawati dalam berpikir, bertindak, dan berprilaku di masa yang akan datang. (spt)

Periode Juni 2022, Unram Wisuda 1.216 Orang Lulusan

0

Unram, MEDIA– Wisuda Universitas Mataram (Unram) periode Juni 2022 meluluskan sejumlah 1.216 mahasiswa yang terdiri atas 1 orang Doktor, 77 orang Magister, 909 orang Sarjana, dan 229 orang Ahli Madya di Auditorium M. Yusuf Abu Bakar Unram pada Rabu – Kamis (20-21/7).

Dari 909 orang Sarjana tersebut, sebanyak 182 orang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 150 orang dari Fakultas Pertanian, 21 orang dari Fakultas Peternakan, 124 orang dari Fakultas Hukum, 281 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 56 orang dari Fakultas Teknik, 1 orang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 6 orang dari Fakultas Kedokteran, 27 orang dari Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, dan 61 orang dari Program Studi di bawah Rektor.

Tercatat sebesar 10,76% wisudawan/wisudawati program Sarjana memperoleh predikat Cumlaude. Sedangkan dari 77 orang wisudawan/wisudawati program Magister 27,50% memperoleh predikat Cumlaude.

Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. mengapresiasi kerja keras wisudawan/wisudawati dan memberikan ucapan selamat kepada para orang tua yang hadir. Dalam pidatonya, Rektor Unram menekankan agar para lulusan Unram harus mampu beradaptasi, mengembangkan diri, berinovasi serta siap dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan tantangan masa depan yang terus meningkat seiring dengan kemajuan IPTEK.

“Seperti yang diprediksi oleh World Economy Forum bahwa pada tahun ini tahun 2022 akan terjadi kehilang 75 juta pekerjaan. Namun, akan muncul pekerjaan baru dari hasil perkembangan teknologi sebanyak 133 juta pekerjaan. Aneka pekerjaan baru tersebut mudah dilihat di sekitar kita, di antaranya adalah para Youtuber, Gojek, Grab, Shopee, BukaLapak, Tokopedia, Traveloka, financial technology, dan lain-lain. Lulusan Universitas Mataram yang dididik menjadi pembelajar andal akan mampu beradaptasi bahkan menangkap peluang pada ekosistem baru tersebut,” jelas Rektor Unram.

Ia juga mengungkapkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar bagi lulusan Unram, namun merupakan langkah awal untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan di kampus Unram. Guru Besar Fakultas Pertanian itu berpesan agar para lulusan Unram dapat menggunakan ilmu mereka untuk membantu masyarakat, dunia usaha, dunia industri, pemerintah, dan mitra lainnya dalam menyelesaikan permasalah dan tantangan yang semakin kompleks di masa depan.

“Lulusan Unram harus mampu kreatif menjadi pencipta lapangan kerja terlebih di era digital ini. Peluang menciptakan lapangan kerja sangat terbuka luas, terutama dengan memanfaatkan teknologi digital untuk ide-ide kreatif dan inovatif. Karena itu para wisudawan/wisudawati harus memiliki hard skill dan soft skill yang dilengkapi dengan jiwa leadership dan kepribadian yang kuat,” ucapnya. (spt)

Kesenian Khas Lombok Meriahkan Wisuda Unram Periode Juni 2022

0

Unram, MEDIA– Universitas Mataram (Unram) menggelar wisuda periode Juni 2022 dengan menampilkan seni khas Lombok di hadapan wisudawan/wisudawati lulusan Program Doktor, Magister, Dokter, Sarjana dan Diploma Unram di Auditorium M. Yusuf Abu Bakar pada Rabu (20/7).

Berbeda dengan wisuda periode Maret 2022 lalu yang menampilkan tarian khas Papua “Tarian Perdamaian”, wisuda Unram kali ini menampilkan Gendang Beleq alat musik khas suku Sasak untuk menyambut para lulusan Unram dan mengiringi prosesi Rektor Unram beserta jajaran ketika memasuki tempat wisuda. Selain itu, mahasiswa Unram anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya turut menampilkan tarian budaya Lombok “Tari Gandrung”.

Rektor Unram Prof. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. turut mempersembahkan lagu untuk menghibur para wisudawan/wisudawati.

Rektor Unram dalam wisuda periode Juni 2022 tersebut berbangga atas kelulusan 1.216 mahasiswa Unram. Ia menyampaikan beberapa capaian Unram secara internasional di mana Unram meraih ranking 15 dari 57 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk di Scimago Institutions Ranking berdasarkan indikator riset dan inovasi. Selain itu Unram juga menempati posisi ranking 23 Times Higher Education World University Impact Rankings yang diumumkan April 2022 pada keberhasilan menerapkan 17 sustainable development goals yang diraih melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat.

Di level nasional Unram mendapat klaster Mandiri, yaitu klaster tertinggi dalam bidang riset dan berada pada urutan 24 nasional dari 1.995 perguruan tinggi yang mengikuti klasterisasi. Unram juga masuk dalam 10 besar perguruang tinggi yang meraih dana terbesar untuk riset kompetitif nasional, dan berada pada urutan 8 nasional perguruan tinggi Badan Layanan Umum (BLU).

“Unram telah berhasil menarik minat 712 orang mahasiswa dari perguruan tinggi di luar Unram, untuk datang belajar ke Unram melalui program pertukaran mahasiswa MBKM. Walaupun karena keterbatasan sarana-prasarana dan biaya, kita hanya mampu menampung 190 orang hanya dari 74 perguruan tinggi. Jumlah ini meningkat pesat dari 20 di tahun 2021.Selain itu Unram juga akan mengirim sebanyak 149 orang mahasiswa berangkat belajar ke 38 perguruan tinggi lain di Indonesia. Meningkat dari hanya 35 orang di tahun 2021,” terang Rektor Unram dalam pidatonya.

Mengutip Thomas J. Stanley, Ph.D. seorang penulis dan pakar bisnis dari Amerika, Rektor Unram mengungkapkan bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh IPK semata maupun almamater tempat mereka belajar. Melainkan ditentukan oleh soft skill yang dimiliki, antara lain kejujuran, kedisiplinan, memiliki kemampuan bergaul dengan orang lain, semangat kerja keras, memiliki rasa cinta terhadap apa yang dikerjakan, memiliki jiwa leadership, kepribadian yang kompetitif, hidup teratur, dan kemampuan menjual ide atau gagasan.(spt)

Mahasiswa KKN Unram Desa Anyar Bagikan Pupuk Organik Gratis untuk Pengelola Kebun Gizi

0
Foto:ist.

KLU, MEDIA– Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Mataram (Unram) di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara membagikan pupuk organik gratis kepada setiap pengelola kebun gizi pada Rabu, (20/7).

Pupuk organik yang dibagikan merupakan produk hasil kerjasama kelompok KKN dengan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) Desa Anyar. Program ini dijalankan dengan tujuan untuk membantu desa memaksimalkan hasil pemanfaatan pekarangan rumah sebagai kebun gizi di setiap dusun.

Hasil panen dari setiap kebun gizi ditujukan untuk mengurangi angka penderita stunting, dengan melibatkan pemerintah desa Anyar yang bekerja sama dengan Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YLNM) untuk mengurangi angka stunting.

“Jadi disini kita diberikan amanah oleh desa untuk memanfaatkan potensi yang ada di Desa Anyar untuk mengatasi permasalahan stunting dengan mengajak warga di setiap dusun untuk menanami pekarangan mereka dengan tanaman-tanaman sayuran yang nantinya bisa dipanen untuk kebutuhan mereka sendiri,” ungkap Manajer TPS-3R, Lalu Sahrun Apriandi.

Pupuk organik ini diproduksi dengan memanfaatkan bahan-bahan organik seperti sampah rumah tangga, kotoran hewan, dedak, gula pasir, dan cairan olahan. Semua bahan tersebut dicampur rata kemudian difermentasi dengan cara didiamkan selama 14 hari di ruangan tertutup.

Semua bahan difermentasi, kemudian hasil fermentasi tersebut dapat diaplikasikan di lahan sebagai pupuk atau sebagai media tanam dengan cara mencampurkannya dengan sekam yang sudah dibakar.

Salah seorang anggota pengelola kebun gizi di Dusun Srimenganti berterima kasih atas pemberian pupuk organik yang diberikan oleh kelompok KKN.

“Kebetulan kami sedang membutuhkan pupuk untuk lahan yang akan siap ditanami bibit-bibit sayuran,” ungkap Awinom.

Disisi lain, Muh. Yaser Arafat selaku ketua kelompok KKN Desa Anyar berharap agar pupuk yang dibagikan ini dapat bermanfaat dan tepat sasaran sesuai dengan tujuan awal, yaitu memaksimalkan hasil panen kebun gizi untuk membantu mengurangi angka penderita stunting di Desa Anyar.

“Semoga pupuk organik yang kami bagikan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama bagi para pengelola kebun gizi yang ada di setiap dusun dan dapat menjadi solusi untuk membantu mengurangi anak penderita stunting di Desa Anyar,” Ungkapnya. (mrm/adv)

Pemuda dan Peralihan Zaman

0

Oleh: Abdullah Al Hadid (mahasiswa Fakultas Hukum Unram)

Refleksi atas sejarah kebangsaan akan menyingkap peran penting pemuda dalam setiap momentum besar. Soekarno, Hatta, Syahrir, Tan Malaka dan founding father lainnya adalah pemuda, anak zaman yang memberikan dasar kenegaraan kita. Kini, sebagai sebuah entitas negara-bangsa, kita menghadapi momen peralihan penting. Bukan lagi diskursus tentang globalisasi yang tidak lagi relevan, tapi tentang era revolusi digital, yakni proses digitalisasi atau peralihan sarana (medium) kehidupan masyarakat dari yang korporeal ke digital. Segala dimensi kehidupan manusia, mulai dari bersosialisasi hingga pemenuhan ekonomi dilakukan melalui medium digital, yakni teknologi informasi.

Dalam peralihan besar itu, pemuda pantang terbawa oleh arus, tetapi harus berani menunggangi arus, semata-mata demi kemanfaatan. Di era digital sekarang banyak keuntungan yang kita bisa peroleh salah satunya kita bisa mudah mengakses segala macam informasi, dari informasi yang positif sampai informasi yang negatif melalui teknologi.

Akibat pertentangan dua kutub itu, banyak yang mengibaratkan bahwa kemajuan teknologi sekarang seperti dua mata pisau. Adapun kutub positif kemajuan teknologi ialah Informasi cepat tersebar di belahan dunia, teknologi semakin maju, sistem big data internet semakin canggih, perkembangan ilmu pengetahuan baru, kebebasan pers, peningkatan pertumbuhan ekonomi makro hingga nasional, kemudahan dalam hal komunikasi lokal hingga interkontinental, peningkatan pembangunan dan kemudahan perjalanan berkendaraan.

Sedangkan kutub negatif dari kemajuan teknologi ialah kiriman dari budaya asing yang tidak terseleksi dan kurang sesuai dengan konteks kebudayaan lokal, modernisasi mengkikis moralitas dan nilai-nilai lokal, media pemberitaan palsu, ketimpangan ekonomi, sumber daya manusia yang tertinggal oleh alat-alat, maraknya penyeludupan barang ke dalam negeri, penyalahgunaan dalam teknologi (cybercrime).

Tetapi dalam kemajuan teknologi, pemuda cenderung mengambil langkah praktis dan berani melakukan hal-hal yang lancung, tidak bersih dan tidak menjujung tinggi nilai kebersamaan. Kondisi tersebut menjadikan pemuda kian abai terhadap nilai-nilai moral dan menyebabkan fenomena cacat mental di kalangan generasi sekarang.

Kita melihat dalam berbagai aspek terkhusus di lingkup yang terkecil seperti Desa. Desa mulanya memiliki rasa gotong royong yang sangat tinggi, memperhatikan pemuda yang satu dengan yang lain dan menghomati yang lebih tua. Sekarang nilai gotong royong telah mulai memudar. Pemuda enggan bepartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemajuan desa. Padahal sudah ada wadah yang di siapkan oleh pemerintah tetapi pemuda saat ini tidak bisa manfaatkan dengan baik.

Kita ketahui bersama Sejarah pengerakan pemuda dari 1928 sampai reformasi bisa menjadi refensi bagi pemuda sekarang. Semangat pemuda pada saat itu untuk saling bertukar pikiran mendiskusikan hal-hal yang mampu merubah tatan sosial, politik dan ekonomi hendaknya terus digalakan dan digelorakan.

Oleh karena itu pemuda harus terus mewarisi budaya bangasa, yakni spirit gotong royong. Hal itu penting sebab gotong royong memuat semangat komunal dan kehendak terhadap kebaikan bersama. Dengan demikian, harus di hidupkan kembali agar pemuda bisa saling menghormati satu sama lain dan mempunyai moralitas yang tinggi. Dengan mempunyai jiwa muda dalam membangun bangsa yang memiliki rasa persatuan, mandiri, demokratis dan kritis, maka sudah menjadi modal besar untuk menghadapi peralihan tatanan kehidupan serta keberlasungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Diatas itu, yang utama adalah mewujudkan tatanan kenegaraan sesuai amanat konstitusi dan filosofi dasar Pancasila.

Peran pemuda sangat penting dalam menyikapi kemajuan teknologi dan menjadi corong atas kehendak dan keresahan masyarakat dalam menjawab semua tantangan yang di perlukan. Seperti yang kita ketahui pemuda adalah lokomotif perubahan, menjadi ujung tombak terdepan dalam kemajuan bangsa. Dalam hal ini, pemuda harus berperan aktif di dalam aspek ekonomi, sosial, budaya dan politik.

Apa lagi kita menghadapi era bonus demografi, dimana usia pemuda sangat dominan pada tahun 2035. Jangan sampai hadirnya bonus demografi menjadi bencana untuk Indonesia sendiri. Karena pemuda tidak memiliki nilai pendidikan yang bagus dalam menciptakan moralitas di kalangan pemuda.

Mengutip cerita Eko Laksono buku Imperium 3 ” Setiap pagi di Afrika, seekor kijang terjaga. Ia tahu, ia harus berlari lebih cepat dari singa tercepat, atau ia akan mati. Dan setiap pagi seekor singa terjaga. Ia tahu ia harus bisa mengejar kijang terlambat, atau ia akan mati kelaparan. Tidak peduli Anda singa atau kijang. Ketika matahari mulai terbit, Anda harus mulai berlari”.

Dengan mengutip cerita di atas pemuda harus menjadi yang terdepan dalam menyikapi semua permasalahan yang ada dan harus lebih cerdas dalam menjaring informasi jangan sampai pemuda terlena dengan hasrat yang selalu mengarah ke hal yang negatif.

Bangkitkan UMKM Desa, Mahasiswa KKN-T Unram Gelar Launching Keripik Jepang

0

Loteng, MEDIA-  Dalam rangka meningkatkan UMKM Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Mahasiswa KKN Tematik Unram mengadakan launching keripik jepang, pada Selasa (19/7).

Acara launching keripik jepang berlokasi di Dusun Gunung Wakul, acara ini sekaligus meresmikan Dusun Gunung Wakul sebagai tempat Rumah Produksi Utama (RPU) Keripik Jepang. Terpilihnya dusun tersebut sebagai Rumah Produksi Utama disesuaikan dengan kriteria yang telah disepakati tim.

Sebelum melaksanakan acara launching keripik jepang, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan keripik jepang kepada setiap perwakilan dusun Desa Setiling, kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan dari masyarakat desa.

Saeful Barry dan Sayid Husin Najib Al-Muhdar selaku pemateri, memperkenalkan produk keripik jepang membahas dari latar belakang pengolahan labu siam atau dikenal dengan sebutan jepang, pengemasan, dan pemasaran produk.

“Jepang harus diolah yang semulanya bernilai ekonomi rendah bisa jadi bernilai tinggi, salah satunya dengan membuat keripik jepang ini,” Jelas Barry.

Ferry Rahnaen selaku Ketua tim KKN-T bidang desapreneur, berharap adanya KKN Unram dapat hadir untuk membantu masyarakat menggali potensi Desa Setiling dan keberadaan kami dapat dirasakan manfaatnya. Oleh karena itu, salah satunya KKN Unram hadir menciptakan karya yakni keripik jepang yang dipersembahkan untuk Desa Setiling. (in/dspr/adv)

Ciptakan Produk Unik dan Kreatif, KKN-T Unram Gelar Launching Keripik Jepang

0

Loteng, MEDIA- KKN Tematik Unram bidang “Desapreneur” mengadakan launching keripik jepang setelah berhasil mengolah labu siam atau dikenal dengan sebutan jepang menjadi produk makanan keripik yang unik.

Acara launching keripik jepang dirangkai dengan peresmian Rumah Produksi Utama (RPU) yang berlokasi di Dusun Gunung Wakul selaku Rumah Produksi Utama (RPU) Keripik Jepang. Acara ini dilaksanakan pada Selasa (19/7).

Dusun Gunung Wakul  dipilih sebagai Rumah Produksi Utama dikarenakan antusiasme masyarakat yang lebih tinggi dari dusun lainnya untuk mengolah dan memproduksi produk keripik jepang.

Saeful Barry dan Sayid Husin Najib Al-Muhdar selaku pemateri menjelaskan bahwa ia dan timnya memilih jepang sebagai bahan baku keripik dikarenakan jepang merupakan potensi Desa Setiling. Agar dapat menggaet target pasar yang luas, mereka menginovasikan keripik jepang dengan berbagai rasa yakni seperti rasa balado, jagung bakar, sapi panggang, dan original.

Mereka juga memikirkan aspek pengemasan. Kedepannya, tim ini berencana untuk memanfaatkan media penjualan dari sosial media sebagai wadah memasarkan produk keripik jepang tersebut.

“Nantinya, setelah produk ini kami launching pada hari ini. Produk ini akan dipasarkan di beberapa tempat dan akan diperkenalkan bukan hanya secara media massa atau offline tapi juga secara online yang akan dipasarkan oleh para remaja Dusun Gunung Wakul,” ujar Barry.

Beberapa kepala dusun dan kepala desa Desa Setiling ikut serta pada acara launching ini dan terlibat dalam meresmikan Dusun Gunung Wakul sebagai tempat Rumah Produksi Utama (RPU) Keripik Jepang. Lalu Agus Satriaji selaku kepala desa Desa Setiling berharap adanya launching ini menjadikan ibu-ibu mampu mengolah jepang menjadi produk yang berinovasi.

“Mudahan dengan adanya produksi seperti ini nantinya ibu-ibu tidak menjual jepang secara mentahan akan tetapi mampu berinovasi lebih daripada ini,” jelasnya. (in/sdpr/adv)

Kelompok KKN Tematik Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur Adakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting

0

Lombok Timur, MEDIA – Kelompok KKN Tematik Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur mengadakan kegiatan Kelas Pencegahan dan Penanggulangan Stunting untuk Ibu Hamil pada 14 hingga 16 Juli lalu.

Kegiatan kelas tersebut diawali dengan rangkaian penyampaian materi dari ahli mengenai kehamilan pada Kamis, (14/7) lalu.

Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi terkait kesehatan lingkungan gigi, dan gizi oleh Tenaga Ahli pada Jumat, (15/7).

Pada hari terakhir kegiatan, sosialisasi tersebut berfokus pada pencegahan potensi kelahiran stunting pada anak balita, dengan kata lain gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan juga kondisi kesehatan Ibu pada saat hamil hingga melahirkan.

Tujuan kelas tersebut tidak lain untuk  meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, dan sebagainya pada Masyatakat Desa Sepapan.

Desa Sepapan sejak tahun 2015 sudah gencar mensosisalisasikan masyarakat bebas stunting dalam bentuk Posyandu

Ahli Gizi Julia Sari Rizki S.Tr.Gz mangatakan bahwa sosialisasi ini sangatlah berguna.

“Apalagi bisa rutin dilaksanakan kelas Ibu hamil, terutama untuk Ibu yang baru pertama kali hamil,“ lanjutnya.

Selain itu, kelompok KKN juga membagikan makanan sehat kepada Ibu hamil, agar selama kegiatan tersebut kondisi fisik dan kesehatan ibu hamil tetap terjaga.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari ungkapan salah seorang ibu hamil yang hadir selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, kegiatan adek-adek KKN berhasil berjalan lancar, semoga kedepannya bakal tetap ada kegiatan serupa,” kata Zahratul Fatimah, salah seorang ibu hamil.

Asro Laila seorang bidan di dusun setempat sangat bersyukur dan berterima kasih atas acara ini.

“Terima kasih buat adik adik, karena acara ini berkaitan dengan saya sebagai bidan di dusun ini,” katanya. (mrm/adv)