23.5 C
Mataram
Wednesday, May 27, 2026
spot_img
Home Blog Page 55

Pengelolaan Limbah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Ecobrik

0

Lombok Tengah, MEDIA- Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Bangda Kemendagri) Teguh Setyabudi mengatakan, berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2021, yang bersumber dari 233 kabupaten/kota di Indonesia, diketahui jumlah sampah secara nasional mencapai 26,35 juta ton per tahun.

Jumlah tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga sebesar 41,01%, sektor perniagaan sebesar 19,48%, dan pasar sebesar 16,04%. Sedangkan untuk komposisi sampah berdasarkan jenis, terdiri atas sampah organik sebesar 41,92%, nonorganik 50,5%, dan lainnya sebesar 7,58%.

Pemprov NTB akan mempelajari penerapan program penanganan sampah yang telah dilakukan oleh pemprov Jawa Barat, sebagai model pengelolaan sampah di Kota Bandung. Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov NTB Najamuddin Amy menyatakan, jika sampah dikelola dengan baik, akan menjadi berkah. Sebaliknya, jika tak sanggup dikelola dengan baik akan menjadi bencana dan sumber penyakit.

“Di NTB total sampah yang dihasilkan dari 10 kabupaten/kota yang ada di NTB mencapai 3.388 ton per hari. Dari jumlah itu sebanyak 631 ton yang sampai ke 10 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan baru 51 ton yang didaur ulang. Sekitar 80 persen atau 2.695 ton sampah belum terkelola dengan baik,” kata Najamudin Amy, pada Jumat (26/4).

Dikatakan, saat studi banding ke Kantor Pemkot Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tercatat sebagai penghasil sampah terbesar dengan produksi 801 ton sampah per hari. Dari keseluruhan sampah itu, baru 15 ton saja yang masuk TPA, sementara 78 ton atau 98 persen lainnya tidak terkelola. Lombok Tengah berada di urutan kedua dengan produksi sampah 645 ton per hari dengan rincian sekitar 12 persen sampah masuk TPA dan 97 persen tidak terkelola.

Dalam hal ini, selaku Mahasiswa khususnya mahasiswa KKN-T Unram 2022 dengan tema KKN Zero Waste, Kelurahan Sasake Kec. Praya Tengah. Kab Lombok Tengah, mengambil peran dalam penangulangan sampah plastik yaitu dengan membuat kerajinan Kursi berbahan dasar plastik yang memiliki nilai jual dimana produk ini dinamakan Ecobrick.

Di mana zero waste adalah prinsip yang berfokus pada pencegahan sampah yang mendorong penggunaan kembali semua produk. Dalam sistem zero waste, semua material dipakai ulang sampai maksimal, dengan tujuan agar kita tidak mengirim sampah ke tempat pembuangan sampah, insinerator, atau laut. Zero waste tidak lepas dari istilah 5 R. Kalau sebelumnya kita mengenal Reduce, Reuse, Recycle, kini ada 2 tambahan R lagi yaitu Refuse dan Rot. Dalam posisi yang berurutan, 5R membantu kita untuk melakukan tahap-tahap mengurangi sampah.

Ecobrick adalah metode untuk meminimalisir sampah dengan media sangkar botol plastik yang diisi dengan limbah anorganik (limbah yang tidak dapat diurai atau diurai) hingga benar-benar keras dan padat. Pemusnahan plastik dengan cara dibakar hanya akan disebabkan oleh pembakaran hanya memperburuk kesehatan melalui zat dioksin yang dihasilkannya. Oleh karena itu, prinsip pengurangan, penggunaan kembali dan selayaknya kita terapkan dalam mengatasi sampah plastik dengan cara simpel namun efektif, yaitu Ecobrick.

Kerajinan ini tidak hanya dibuat semata-mata untuk tujuan proker KKNT UNRAM 2022 saja, melainkan sebagai edukasi kepada masyarakat setempat bagaimana pengolahan dan pemanfaat sampah plastik menjadi barang yang bernilai guna dan ekonomis. (spt/adv) 

Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Wilayah Tertinggal, Kelompok KKN Unram Adakan Sosialisasi dan Pengadaan Mading

0
Suasana sosialisasi di Aula Desa Gelanggang Bowoh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombom Timur. (MD/ist)

Lombok Timur, MEDIA – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan Unram melaksanakan sosialisasi pendidikan kepada masyarakat Desa Gelanggang, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan yang mengusung tema “Dampak Putus Sekolah dan Pentingnya Pendidikan Bagi Anak” ini dilaksanakan dengan menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Dikbud) Lombok Timur.

Ketua KKN Thufael Amrad Huza menjelasakan, sosialisasi dilakukan berdasarkan latar belakang pendidikan di Desa Gelanggang. “Salah satu upaya agar orang tua termotivasi menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” kata pria yang akrab disapa Fael, Selasa (26/7).

Kondisi pendidikan Desa Gelanggang cukup rendah. Hal itu terbukti dengan banyaknya anak-anak putus sekolah. Karena itu, Fael berharap kegiatan sosialisasi tersebut menumbuhkan keinginan anak-anak untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.

Kelompok KKN Unram Desa Gelanggang Bowoh (MD/ist)

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri pihak sub koordinator kurikulum penilaian SD Kabupaeten Lombok Timur. Kemudian, Ketua RT, Ibu kader, guru dan siswa dari berbagai jenjang dan warga setempat.

Tidak hanya itu, sebelumnya Kelompok KKN Unram Desa Gelanggang juga melaksanakan pengadaan mading literasi dan kreasi. Hal itu untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan kreativitas anak-anak.

Bersama sama siswa siswi SD, mereka membuat kreasi pembuatan mading. “Dengan adanya mading, anak anak diharapkan dapat menampilkan hasil karya mereka berupa tulisan maupun dalam bentuk kreasi lainnya sehingga kedepannya dapat meningkatkan minat tulis ,minat baca dan kreativitas anak anak di sekolah dasar,” pungkas Fael. (arman/advetorial)

KKN-T Desa Marong Adakan Penyuluhan Pembuatan Ecobrick dan Pakan Ikan dari Maggot

0

Lombok Tengah, MEDIA- Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Mataram (KKN-T UNRAM) Desa Marong, Praya Timur, Lombok Tengah melaksanakan penyuluhan hasil olahan sampah non-organic khususnya ecobrick dan praktik langsung pembuatan pakan ikan dari maggot (belatung) pada Minggu, (17/8).

Dihadiri oleh seluruh perwakilan lembaga pemerintahan Desa Marong, penyuluhan ini memaparkan eksistensi sampah non-organic yang memiliki nilai guna hingga nilai ekonomis, bahkan sampah organic terlebih limbah rumah tangga atau sampah bekas makanan rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

Mengundang narasumber dari lembaga Earth Hour Mataram penyuluhan ini memfokuskan beberapa materi mengenai arti penting instrumen rumah tangga dalam hal memisahkan sampah organic dan sampah non-organic. Selain itu, Nia sebagai narasumber menjelaskan proses terciptanya plastik hingga dampak penggunaannya dipengaruhi oleh kebiasaan konsumtif, serta memberikan sebuah gebrakan baru mengenai upaya untuk meminimalisir sampah non-organic khususnya sampah plastik yang selalu menjadi permasalahan general di wilayah yang minim sistematika pengelolaan sampah.

Lebih lanjut, Nia memaparkan metode pembuatan Ecobrick sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik yang menumpuk dengan cara memanfaatkan sampah plastik khususnya sampah botol plastik. Ecobrick merupakan cara alternatif dengan memasukkan sampah plastik bersih kedalam botol minuman hingga sepadat mungkin. Ecobrick yang terhimpun kemudian dapat digunakan untuk membuat karya-karya yang memiliki nilai guna seperti; kursi, meja kecil, pembatan taman, bahkan dinding pembatas.

Sesi akhir kegiatan ini, ialah agenda praktik langsung pembuatan pakan ikan dari maggot. Agenda ini dipandu oleh tim KKN-T Unram. Tim KKN-T Unram memiliki target khusus untuk mengupayakan penggunaan mesin yang sebelumnya sudah diberikan oleh Pemerintah NTB kepada Pemerintahan Desa Marong. Terdapat 4 mesin yang digunakan untuk mengolah pakan maggot; sedang, klasifikasi mesin dibagi menjadi dua: yaitu mesin pengolah pakan untuk maggot dan mesin untuk mengolah maggot itu sendiri, praktik ini dihadiri dan dibantu oleh tiap-tiap lembaga yang tergabung dalam pemerintahan Desa Marong.

Target taktis pada agenda ini adalah pengupayaan pembuatan pakan ikan dan upaya budidaya BSF (Black Soldier Fly) yang merupakan bagian dari budidaya maggot; kedua pilihan ini sama-sama memiliki nilai guna dan nilai ekonomis, baik ingin dikonsumsi sendiri maupun dijual untuk meningkatkan daya jual beli masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi mandiri Desa Marong.

Harapannya, pemanfaatan sampah organik dan non-organik dapat menjadi bukti atas permasalahan sampah yang membuat buntu gagasan revolusioner terhadap kualitas sumber daya manusia, melainkan merupakan permasalahan yang dapat memancing kreatifitas masyarakat Desa Marong untuk dapat menembus tembok reaksioneritas dan keterbelengguan kebebasan eksperimen berpikir agar dapat memiliki basis infrastruktur masyarakat yang maju. (dik/adv)

Sosialisasi dan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik dan Agenda Penghijauan

0

Lombok Tengah, MEDIA- Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Mataram (KKN-T Unram) Desa Marong, Praya Timur, Lombok Tengah, melaksanakan agenda penyuluhan dan agenda praktik langsung mengenai pembuatan pupuk organik dan agenda penghijauan, dengan mengundang narasumber dari Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Praya Timur, pada Jumat (8/7).

Mintanum sebagai narasumber memaparkan metode pembuatan melalui praksis langsung untuk membuat pupuk kandang dari kotoran hewan ternak serta pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah organik rumah tangga seperti sampah sisa makanan. Agenda milik KKN-T UNRAM Tahun 2021 delegasi Desa Marong kali ini memiliki sasaran utama massa luas Desa Marong yang memiliki status matapencaharian petani murni, buruh tani, serta ibu rumah tangga.

Lebih lanjut, kegiatan ini menjelaskan bagaimana eksistensi sampah organik dan non-organik dapat dilihat sebagai entitas yang bukan merupakan materi akhir, alih-alih masyarakat yang masih melihat berbagai macam jenis sampah merupakan sampah layaknya sampah yang tidak akan digunakan kembali, tim KKN-T Unram Desa Marong berupaya untuk memberikan penyuluhan secara visual mengenai upaya pemanfaatan sampah baik sampah organik maupun non-organik.

Mintanum meminta para peserta sosialisasi agar dapat berkontribusi menjadi partisipan praktik langsung dan membagi dua tim untuk pembuatan pupuk terkait, Mintanum memberikan panduan deskriptif atau panduan tertulis yang kemudian diberikan kepada tiap-tiap kelompok sebagai entitas penyokong untuk melaksanakan praktik langsung pembuaatan pupuk terkait. Selanjutnya, beliau memandu tiap-tiap kelompok untuk dapat langsung mempresentasikan hasil pekerjaannya secara bergiliran.

Petani murni dan buruh tani dimungkinkan untuk kemudian dapat mengolah kotoran hewan ternak seperti kotoran sapi, kotoran kambing, kotoran kerbau, kotoran ayam, hingga hewan ternak sedang-besar lainnya agar paling tidak dapat menyelesaikan permasalahan ketersediaan subsidi pupuk agar dapat menjadi pupuk alternatif yang kemudian memilii kelebihan dapat menyuburkan lahan serta memiliki nilai ekonomis, dalam hal inimisalnya dapat menjadi salah satu entitas yang dijadikan pertimbangan materi ekonomi mandiri desa atau ekonomi produksi secara individu. Lebih-lebih dalam hal untuk memberikan pertimbangan teknis ekonomi produksi, harga rata-rata pupuk organik baik dari kotoran hewan maupun sampah sisa makanan memiliki kisaran harga dari Rp 15.000/kg-nya., sedangkan para ibu rumah tangga dimungkinkan untuk dapat melihat dan menggunakan pupuk kandang dan POC sebagai pengganti pupuk kimia yang akan menjadi ‘bahan konsumsi’ tanaman hias.

Agenda dilanjutkan dengan sesi penghijauan bersama dengan menanam 4 bibit tanaman mahoni dan 4 bibit tanaman sentul di halaman belakang kantor Desa Marong. Pupuk kandang yang sempat dibuat untuk percobaan milik KKNT UNRAM 2021 (genap) Desa Marong kemudian digunakan sebagai mediator 8 bibit tanaman terkait.

KKN-T berharap kedepannya pemanfaatan kotoran hewan ternak serta limbah rumah tangga, serta sampah bekas makanan dapat diolah agar dapat membuktikan bahwa permasalahan sampah bukanlah permasalahan yang membuat buntu gagasan revolusioner terhadap kualitas sumber daya manusia, melainkan merupakan permasalahan yang dapat memancing kreatifitas masyarakat desa Marong untuk dapat menembus tembok reaksioneritas dan keterbelengguan kebebasan eksperimen berpikir agar dapat memiliki basis infrastruktur masyarakat yang maju. (dik/adv)

Wujudkan KRPL, Mahasiswa KKN-T Unram Luncurkan Produk Sambal Dower dengan Metode Dry-Fried

0

Lombok Utara, MEDIA- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram (Unram) bersama Pemerintah Desa Sukadana menggelar sosialisasi pelatihan dan pemasaran produk yang menggunakan metode dry-fried untuk cabai kering kepada masyarakat, pada Rabu (27/8).

Cabai merupakan salah satu produk tanaman KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) yang ada di desa Sukadana dan berpotensi akan terus berkembang. Namun sayangnya petani dan masyarakat belum memiliki olahan lanjutan dari cabai itu sendiri, mereka hanya menjual cabai tanpa membuat varian produk lainnya.

Hal ini menyebabkan petani cabai sering merugi karena harga cabai yang sering mengalami kenaikan dan penurunan drastis, selain itu cabai merupakan produk KRPL yg cepat busuk karena tidak tahan lama. Jadi, petani harus segera memasarkan cabainya walaupun dengan harga yang tidak sesuai.

Berangkat dari permasalahan tersebut, KKN-T Unram Desa Sukadana hadir memberikan inovasi dalam pengolahan lanjutan dari cabai sekaligus dalam hal pemasaranny, dalam hal ini KKN-T Unram Desa Sukadana membuat olahan sambal kering yang diberi nama “Sawer” (Sambal Dower), dengan metode yang digunakan yakni dry-fried guna meningkatkan sell-value dari cabai tersebut.

Bertempat di salah satu rumah perangkat desa, kegiatan ini sukses dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari kelompok ibu rumah tangga,serta perangkat desa.

Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi solusi praktis yang dapat meningkatkan sell-value cabai dan perekonomian warga Desa Sukadana. Selain itu, produk “Sawer” (Sambal Dower)ini dapat menjadi olahan khas Desa Sukadana yang dapat mendunia. (spt/adv)

 

 

 

 

 

Mahasiswa KKN-T Unram Sambut Tahun Baru Islam dengan Membagikan Selebaran Cerita Islami di SDN Pengengat, Desa Pengengat

0

Lombok Tengah, MEDIA– Mahasiswa KKN-T Universitas Mataram menyambut tahun baru Islam bersama siswa SD Negeri Pengengat dengan membagikan selebaran berisi cerita-cerita Islami terkait bulan Muharram.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKNT Desa Pengengat yaitu “Sanggar Edukasi”. Pembagian selebaran berisi cerita-cerita Islami terkait bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam tahun Hijriah diharapkan memberikan wawasan baru bagi para siswa di SD Negeri Pengengat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan sebagai salah satu sarana penanaman akhlak mulia dan pembentukan karakter islami sejak dini.

Cerita-cerita Islami terkait bulan Muharram yang tertulis dalam selebaran yang dibagikan beragam macamnya. Para siswa sangat senang dengan cerita-cerita yang ada dalam selebaran. Mereka menyambut kegiatan ini dengan antusias.

Hal ini dikarenakan, mereka senang mendapatkan wawasan baru dalam rangka menyambut tahun baru Islam. Bahkan selepas selebaran dibagikan, para siswa duduk dengan rapi dan membaca secara seksama. Beberapa siswa bahkan menjadi relawan untuk membacakan cerita tersebut di depan kelas, satu per satu.

Tahun baru Islam menjadi momen penting bagi umat muslim yang patut diketahui oleh para siswa SD Negeri Pengengat. Dengan mengetahui, mengingat dan memahami peristiwaperistiwa yang terjadi pada tahun baru Islam dan bulan pertama tahun Hijriah, diharapkan akidah Islam yang ada dalam diri mereka semakin tertanam kuat. Selain itu, mereka juga dapat belajar akhlak-akhlak mulia dari cerita-cerita Islami tersebut. Hal ini akan bermuara kepada pembentukan karakter Islami pada diri para siswa SD Negeri Pengengat.

“Saya senang mendapatkan cerita-cerita Islami, terutama tentang Hari Asyura pada bulan Muharram,”tutur salah seorang siswa SD Negeri Pengengat sambil tersenyum dan menggenggam erat kertas selebaran yang dibagikan.

Demikianlah kegiatan menyambut tahun baru Islam yang diinisiasi oleh mahasiswa KKNT Universitas Mataram di SD Negeri Pengengat. Kegiatan ini selanjutnya diharapkan dapat menjadi sarana edukasi Islami bagi masyarakat Desa Pengengat yang memang mayoritasnya adalah muslim. (adk/adv)

Mahasiswa KKN-T Universitas Mataram Mengajar di SDN Pengengat

0

Lombok Tengah, MEDIA- Mahasiswa KKN-T Universitas Mataram, di bawah bimbingan Prof.Ir.Yusuf Akhyar Sutaryono, Ph.D., mengajar di SD Negeri Pengengat. Kegiatan mengajar ini merupakan salah satu program kerja mereka yang bertajuk “Sanggar Edukasi”.

Program kerja “Sanggar Edukasi” adalah program kerja yang ditujukan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Desa Pengengat. Ada banyak kegiatan yang dilakukan, seperti program literasi hingga mengajar mengaji. Program lainnya yakni mengajar di SD Negeri Pengengat.

Inisiatif mahasiswa KKN-T Universitas Mataram untuk mengajar di SD Negeri Pengengat didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat Desa Pengengat terhadap pendidikan. Para guru pun terbuka dan ramah menyambut kedatangan mahasiswa KKNT Universitas Mataram. Mereka bahkan merasa terbantu dengan keberadaan mahasiswa tersebut.

Di sisi lain, para siswa juga menyambut dengan antusias pengajaran yang disampaikan oleh mahasiswa KKN-T Universitas Mataram. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa KKN-T Universitas Mataram sangat membantu proses belajar-mengajar di SD Negeri Pengengat.

“Kehadiran adik-adik mahasiswa KKNT Universitas Mataram di SD Negeri Pengengat ini sangat membantu proses belajar-mengajar di sini dan juga banyak memberi wawasan baru bagi murid-murid kami,” tutur Kepala Sekolah SD Negeri Pengengat, Baiq Sultiah, S.Pd.

Pengalaman mengajar di SD Negeri Pengengat menjadi salah satu pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN-T Universitas Mataram selama melaksanakan KKN di Desa Pengengat.

Interaksi dengan murid-murid sekolah dasar dan juga para guru tentu menjadi pengalaman baru yang memberikan banyak pelajaran bagi mereka. Kebermanfaatan yang sama tentu diharapkan juga dirasakan oleh murid-murid, guru maupun masyarakat Desa Pengengat.

“Kegiatan ini kami harap memberikan banyak manfaat bagi masyarakat di Desa Pengengat, sharing is caring, ” pungkas Ketua KKNT Universitas Mataram di Desa Pengengat, Yogi Prayudi. (adk/adv)

KKN-T Unram Rayakan Hari Anak Nasional Bersama Siswa dan Guru SDN Pengengat

0

Lombok Tengah, MEDIA– Mahasiswa KKN-T Universitas Mataram, di bawah bimbingan Prof.Ir.Yusuf Akhyar Sutaryono, Ph.D, mengadakan perayaan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan di SD Negeri Pengengat, Sabtu, (23/7).

Peran anak saat ini, menjadi sebuah isu yang sedang hangat didiskusikan oleh masyarakat dunia. Hal ini dikarenakan peran mereka menjadi penting di masyarakat guna menciptakan lingkungan yang ramah bagi semua kalangan. Peran anak dapat dibentuk sejak dini melalui pembentukan karakter yang percaya diri dan kompetitif dalam hal kebaikan. Oleh sebab itu, KKN-T membuat perayaan dalam menyambut Hari Anak Nasional.

Perayaan ini dibuat guna meningkatkan semangat para siswa/i dalam menjalankan aktivitas di bidang akademik maupun non-akademik, dirancang dengan konsep yang menarik, acara ini dirangkai dengan berbagai macam lomba, di antaranya; lomba puisi, paku botol, rebutan bangku, balap karung, dan balap kelereng. Hal ini ditujukan untuk melatih kemampuan public speaking, linguistik, ketangkasan, kesabaran, sportivitas, tanggung jawab serta kepercayaan diri para siswa SD Negeri Pengengat.

Saat kegiatan berlangsung, terlihat antusias yang luar biasa dari para siswa/i SDN Pengengat. Bahkan beberapa siswa mengikuti lebih dari satu mata lomba. Partisipasi aktif dari siswa tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Desa Pengengat memiliki perhatian besar di bidang pendidikan. Potensi ini menjadi aset utama pemerintah untuk mengembangkan Desa Pengengat guna menghasilkan generasi emas Indonesia selanjutnya.

“Perayaan Hari Anak Nasional merupakan acara yang penting untuk membangun karakter anak-anak Desa Pengengat untuk lebih kompetitif, sportif, berjiwa besar dan percaya diri. Karakter yang dibentuk tersebut dapat menjadi aset untuk menciptakan generasi selanjutnya yang berkualitas dan berintegritas,”ucap ketua KKN-T Desa Pengengat, Yogi Prayudi.

Selain siswa/i yang antusias dalam perayaan, para guru juga memberi sambutan yang hangat. Mereka mengaku senang dengan kehadiran anak-anak KKNT Universitas Mataram, sebab membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Desa Pengengat.

Kami senang dengan kehadiran adik-adik KKN Universitas Mataram dan mengapresiasi inisiatif mereka untuk merayakan Hari Anak Nasional. Kehadiran mereka memberikan kebermanfaatan bagi kami maupun siswa melalui ilmu yang mereka bagikan,” jelas Kepala Sekolah SD Negeri Pengengat, Baiq Sultiah, S.Pd. (spt/adv)

KKN Tegal Maja Ikut Serta Meriahkan HUT KLU

0

KLU, Media- Mahasiswa KKN Desa Tegal Maja bersama masyarakat setempat ikut serta dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Utara ke 14, Kamis (21/07).

Mengusung tema pejuang, KKN Desa Maja membantu menyiapkan atribut mulai dari mengecat bambu, memasang bendera merah putih hingga menghiasi dengan poster bertema pejuang. Bukan tanpa alasan, tema tersebut bertujuan untuk mengenang para pejuang terdahulu sehingga diharapkan menumbuhkan semangat juang bagi masyarakat.

Acara dibuka dengan menggelar upacara di kantor desa. Selanjutnya, perangkat desa dan masyarakat setempat serta mahasiswa KKN merayakan HUT dengan parade keliling Desa Maja, kantor desa sebagai titik kumpul acara tersebut.

Menariknya pakaian yang dikenakan peserta parade beraneka ragam, mulai dari kostum nelayan, petani hingga kostum pengantin. Tak hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan gendang beleq dan drumband yang mengiringi parade tersebut.

Diketahui perayaan digelar berdasarkan imbauan dari Kecamatan, perihal parade HUT Kabupaten Lombok Utara. (ibe) 

Kelompok KKN-T Unram Desa Pohgading Adakan Sosialisasi Pencegahan Stunting

0
Foto:ist.

Lombok Timur, MEDIA – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Mataram (Unram) Desa Pohgading periode Juni-Agustus 2022  mengadakan sosialisasi pencegahan stunting pada Rabu, (20/6) lalu.

Sosialisasi dengan tema Strategi Pencegahan Stunting Melalui Aksi Bersama Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat serta Gizi Seimbang diadakan di aula Kantor Desa Pohgading, Kecamatan pringgabaya Lombok Timur.

Dalam rangka menyukseskan sosialisasi tesebut Kelompok KKN Tematik Unram Desa Pohgading bekerjasama dengan beberapa lembaga terkait, yang dalam hal ini ada Kepala UPT-DP3AKB Kecamatan Pringgabaya M. Jalaluddin sebagai pemateri stunting, Gizi Lisa Winda Sari, AMG dan I Gusti Ayu, AMG hadir untuk menyampaikan materi terkait Gizi dan pengolahan makanan tepat gizi serta duta Genre Kabupaten Lombok Timur M. Farabi Akmal menyampaikan materi tentang kesehatan reproduksi remaja serta penerapan perilaku hidup bersih (PHBS).

Tujuan sosialisasi itu adalah untuk menambah pengetahuan terkait pengolahan makanan bergizi untuk konsumsi sehari-hari, serta agar nutrisi makanan tetap terjaga sekaligus sebagai upaya pencegahan stunting dengan terpenuhinya gizi yang seimbang.

Selain itu,  sosialisasi ini juga bertujuan agar masyarakat, khususnya Desa Pogading terbiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit.

Kelompok KKN Tematik Unram Desa Pohgading juga mempresentasikan pengolahan makan tepat gizi berupa video pembuatan puding daun kelor untuk mencegah stunting selama kegiatan sosialisasi. Serta memberikan testimoni puding daun kelor kepada seluruh peserta dan pemateri sosialisasi.

Hal terseut diharapkan mampu menjadi referensi bagi ibu-ibu kader posyandu sebagai inovasi dalam membuat makanan tambahan dalam kegiatan posyandu ke depannya.

Sosialisasi pencegahan stunting ini merupakan salah satu program kerja dari Kelompok KKN Unram Desa Pohgading sesuai dengan tema KKN yang diperolehnya yakni “stunting”.

Setelah kegiatan sosialisasi dilakukan, nantinya akan dilanjutkan dengan program kerja puncak Kelompok KKN Tematik Desa Pohgading, yaitu lomba makanan tepat gizi untuk mengasah pengetahuan para kader posyandu terkait materi yang telah disampaikan selama kegiatan sosialisasi berlangsung.

Pencegahan stunting merupakan salah satu fokus pemerintah di desa Pohgading untuk menekan angka stunting. Seperti yang dikatakan oleh Kepala UPT PLKB saat menyampaikan materinya bahwa data data keluarga beresiko stunting di Kecamatan Pringgabaya masih cukup tinggi.

” Oleh karena itu kegiatan pencegahan sangatlah penting,” kata Kepala UPT PLKB saat menyampaikan materinya.

Acara sosialisasi ini turut dihadiri oleh sepuluh kepala wilayah, Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan kader posyandu di setiap dusun yang ada di Desa Pohgading. (mrm)