21.5 C
Mataram
Thursday, May 28, 2026
spot_img
Home Blog Page 65

Mahasiswa KKN Tematik Unram Adakan Pelatihan Penanaman Bibit Tanaman Lokal Dengan Pupuk Kompos dan Sekam

0

Lombok Timur, MEDIA – Dusun Pemban Aji merupakan salah satu dusun yang terdapat di Desa Pijot, dimana dusun ini masih belum memanfaatkan pekarangan rumahnya secara intensif guna menjamin kesinambungan penyediaan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam.

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram (Unram) kemudian melaksanakan program kerja penanaman bibit pada media polybag. di Dusun Pemban Aji Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (1/2).

Mahasiswa KKN Tematik Unram bekerjasama dengan Yayasan TPA Darul Quratul Aini untuk melakukan pelatihan penanaman bibit tanaman lokal menggunakan media tanam polybag dengan pupuk kompos dan sekam kepada masyarakat. Ada dua jenis sekam yang digunakan dalam pelatihan penanaman bibit tanaman lokal ini, yaitu sekam yang dibakar dan tidak.

Selain sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, program ini juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan serta menekan pengeluaran Desa Pijot khususnya Dusun Pemban Aji.

Fery selaku ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengatakan masih banyak masyarakat yang rela mengantri pedagang sayur keliling di depan gang rumah meski hanya membeli cabai atau tomat dengan harga Rp 3.000, yang dimana jika setiap hari masyarakat mengeluarkan uang untuk beli cabai atau tomat setiap harinya tidak akan terhitung berapa sudah biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk hanya sekedar membeli cabai dan tomat.

“Oleh karena itu, tujuan penanaman tanaman lokal melalui media polybag ini salah satunya untuk menekan pengeluaran masyarakat dan juga memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” katanya.

Penanaman bibit tanaman lokal menggunakan media tanam polybag dengan campuran pupuk kompos dan sekam memiliki pertumbuhan yang cukup baik. Metode penanaman dengan media ini cukup sederhana dan mudah dipraktekan oleh masyarakat dan penanaman bibit ini cukup mudah serta tidak memerlukan perawatan khusus.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh kepala dusun Pemban Aji.

Tingkatkan Minat Bahasa Inggris Anak, Mahasiswa KKN UNRAM Adakan English Class Bagi Anak-anak di Desa Kembang Kuning

0

Mahasiswa KKN Tematik UNRAM periode 2021/2022 menyelenggarakan English Class sebagai upaya untuk meningkatkan minat anak untuk ikut meneruskan langkah pariwisata di Desa Kembang Kuning.

Seperti yang diketahui bahwa Kembang Kuning dengan predikat Desa Wisata nya memiliki berbagai macam keindahan alam dan budaya yang dapat diunggulkan. Keindahan alam dan budayanya yang beragam inilah yang terus menarik minat para wisatawan lebih-lebih wisatawan asing, tingginya angka wisatawan asing yang mengunjungi desa, secara tidak langsung mengharuskan para pekerja pariwisata untuk menguasai bahasa-bahasa asing terlebih Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Pada kenyataannya di Desa Kembang Kuning, tidak sedikit pekerja pariwisata seperti guide dan beberapa pedagang yang menguasai bahasa inggris bahkan bahasa-bahasa asing lainnya. Namun, kesadaran untuk mulai belajar Bahasa Inggris masih belum tumbuh pada anak-anak yang diharapkan mampu meneruskan langkah pariwisata di masa mendatang.

Pak Taat atau Mr. Grace panggilan akrabnya di bidang pariwisata, merupakan salah satu pelopor Desa Wisata di Desa Kembang Kuning. Kepada Mahasiswa KKN UNRAM beliau menyampaikan betapa susahnya anak-anak di Desa Kembang Kuning diajak belajar bahasa inggris. Padahal, beliau sendiri merupakan guru bahasa inggris bagi hampir seluruh guide di desa.

“Kalau kita yang ajak untuk ikut, tidak ada yang mau adik-adiknya ini. Tapi, kalau lihat teman-teman KKN yang mau ngajar, mereka semangat. Sering sekali banyak yang bertanya kapan mau belajar bahasa inggris sama kakak-kakak KKN. Jadi harapan kita, teman-teman KKN bisa membantu adik-adiknya kasi dasar-dasarnya saja mungkin biar mereka tertarik dengan bahasa inggris. Biar ada yang meneruskan perjuangan kita,” katanya.

Menimbang saran tersebut, mahasiswa KKN UNRAM melakukan pengajaran bahasa Inggris bagi anak-anak di Desa Kembang Kuning. Pengajaran dilakukan setiap sore Kamis dan Jumat di rumah Mr. Grace dengan sasaran anak-anak TK hingga SMP.

Menurut Haris Saputra Ketua KKN Di Desa Kembang Kuning, adik-adik masih belum mendapatkan pendidikan formal bahasa inggris di sekolahnya sampai tingkat SD. Pelajaran bahasa inggris baru didapatkan pada awal-awal masuk SMP.

“Untuk materinya, kita pakai materi-materi dasar saja seperti perkenalan diri, kalimat kalimat sapaan, kemudian beberapa kata kerja yang berhubungan dengan pariwisata, dan bahasa inggris dari hal-hal yang ada di sekitar mereka. Menimbang karena mereka masih kecil juga, kalo mau diajar terlalu berat takutnya malah bosan,” katanya.

Suasan belajar mengajar bersama anak-anak di Desa Kembang Kuning (Foto: ist.)

Putri, sebagai salah satu anggota tim KKN Tematik Desa Kembang Kuning juga menambahkan bahwa kegiatan English Class yang mereka jalankan ini sudah diimplementasikan secara aktif oleh murid-murid mereka di lingkungan sekitarnya.

“Selama bermain bersama teman sebayanya mereka kadang menceritakan pelajaran yang mereka dapat kemarin sore atau bahkan menggunakannya secara langsung dihadapan teman-temannya. Namanya juga anak kecil ya, mudah penasaran, jadi teman-teman mereka yang lain juga tertarik buat belajar dari mereka. Kita tau hal ini karena, ternyata anak-anak yang tidak tergabung dalam English Class juga mengucapkan kalimat-kalimat sapaan, kata kerja, dan kalimat introduksi seperti yang sudah kita ajarkan kemarin,” katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa anak kecil mudah tanggap dan cepat meniru. Oleh karena itu, memberikan pengajaran mengenai berbagai hal baik, tidak hanya bahasa inggris saja, sangat disarankan pada anak-anak usia dini.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim KKN Tematik UNRAM 2021/2022 berharap, program English Class ini dapat meningkatkan minat anak-anak di Desa Kembang Kuning untuk menguasai bahasa inggris, sehingga mampu menjadi salah satu pendukung dalam mengembangkan pariwisata Desa Kembang Kuning di masa mendatang.

Mahasiswa KKN Tematik Unram Lakukan Reboisasi Mangrove Untuk Mencegah Abrasi Air Laut

0

Lombok Timur, MEDIA – Mahasiswa KKN Tematik Unram melaksanakan program kerja reboisasi mangrove dengan tema “Berajong Rembak Tanam Pohon Untuk Jaga Alam Gumi Sasak”. Program kerja tersebut dilaksanakan di kawasan Wisata Bale Bangrove, Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru pada tanggal 9 Januari 2021. Mahasiswa KKN Tematik Unram bekerja sama dengan Yayasan Alumni Sekolah Pendidikan Guru Negeri Selong menanam 1.500 pohon mangrove untuk mencegah abrasi dalam rangka memperingati Gerakan Sejuta Pohon Sedunia.

Dusun Poton Bako merupakan salah satu daerah pesisir yang ada di Jerowaru, dimana gelombang pasangnya terbilang cukup besar hingga menimbulkan banjir rob. Hal ini yang menjadi alasan mahasiswa KKN Tematik Unram Untuk melaksanakan program kegiatan reboisasi penanaman Mangrove yang bekerja sama dengan Yayasan Alumni Sekolah Pendidikan Guru Negeri Selong. Dalam program ini, kami melibatkan warga sekitar, kelompok pemuda, pokdarwis, dan anak-anak SDN 4 Jerowaru dengan target penanaman sejumlah 1.500 pohon. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Lombok Timur dan Bapak Camat Jerowaru.

Dengan adanya program ini, selain sebagai uapaya pencegahan bencana alam berupa banjir rob, juga sebagai ajang untuk kampanye peduli lingkungan bagi adi-adik SDN 4 Jerowaru dan masyarakat sekitar untuk senantiasa mencintai dan menjaga lingkungan. Lokasi penanaman mangrove berada di kawasan wisata Bale mangrove, dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, dimana kawasan ini dibentuk dan dikelola oleh pemuda setempat dan menjadi salah satu objek ekowisata mangrove yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, tempat ini menyajikan keindahan mangrove. Selain sebagai ajang peduli lingkungan dan pencegahan bencana, diharapkan reboisasi mangrove ini akan menjadi potensi wisata yang dapat memicu munculnya wisata-wisata lain di desa Jerowaru sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Setelah melakukan penanaman, sekitar sebulan kemudian kami melakukan pengecekan terhadap mangrove yang sudah ditanam (07/02) hasilnya kurang lebih 70% dari seluruh bibit pohon yang ditanam berhasil hidup, meskipun gelombang pasang dikatakan besar, bibit berhasil bertahan hidup dengan bantuan ajir pada saat penanaman dilakukan.

Rani salah satu pengelola Bale Mangrove menyatakan bahwa kemungkinan besar penanaman mangrove berhasil karena ditanam dengan menggunakan ajir, dan kedalaman tanam cukup untuk menahan tanah dari kerasnya gelombang laut. Untuk memanfaatkan waktu pengecekan hasil penanaman bibit pohon mangrove, mahasiswa KKN Tematik Unram belajar melakukan pembibitan bersama Rani di Galeri Pembibitan. Faktanya pembibitan mangrove cukup mudah dan tidak perlu melakukan perawatan yang khusus.

Sosialisasi Budikdumber dan Inovasi Pupuk Organik Untuk Ketahanan Pangan di Desa Menggala

0

Lombok Utara, MEDIA – Persoalan pandemi yang masih dirasakan oleh hampir seluruh Negara tak terkecuali Indonesia menyebabkan terganggunya kegiatan perekonomian. Salah satu dampak hadirnya Covid-19 yaitu  ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat selama pandemi. Baru-baru ini menteri pertanian memperkenalkan program GKP yaitu  Gerakan Ketahanan Pangan merupakan sebuah program untuk mengatasi masalah pangan selama covid-19. Di tengah ancaman virus ini program tersebut harus didukung oleh semua pihak.

Desa Menggala merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara. Desa menggala mendukung program GKP tersebut. Sebagai langkah nyata, hampir disetiap dusun desa Menggala terdapat kelompok wanita tani (KWT) yang dibentuk oleh pemerintah dalam melakukan percepatan tanam untuk mendukung ketahanan pangan secara nasional.

Tahun ini team KKN-T UNRAM desa Menggala 2021/2022 yang  memfokuskan programnya pada Rumah Pangan Lestari (RPL) mengadakan sosialisasi tentang BUDIKDAMBER dan melakukan pelatihan cara pembuatan pupuk organik.

Budikdamber merupakan singkatan dari budidaya ikan dan tanaman dalam ember, Sebuah teknik budidaya ikan ramah lingkungan yang memadukan antara budidaya ikan dan sayuran dengan menggunakan sarana ember sebagai wadah budidaya serta memanfaatkan air dan tanah untuk tumbuh kembang tanaman sayuran.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk yang digelar pada hari Rabu 2 Februari 2022 mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari sekretaris desa dan masyarakat desa Menggala.

”Program-program atau kegiatan yang dilakukan oleh Adik-adik KKN sangat bagus dan berhubungan dengan program yang sudah ada di desa Menggala”, tutur sekretaris desa, Rabu (02/02/2022)

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut warga desa Menggala, khususnya ibu-ibu KWT disajikan sejumlah materi  mengenai tata cara menanam sayur dan sekaligus bisa berternak ikan dalam ember. Teknik budikdamber ini  terkenal mudah, murah, serta tidak memakan banyak tempat/lahan untuk melakukannya.

Kegiatan budikdamber sangat cocok dilakukan oleh semua lapisan masyarakat khususnya bagi masyarakat yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangannya selama pandemi Covid-19. Selain sebagai inovasi ketahanan pangan, budikdamber juga dapat menjadi solusi dalam hal ekonomi, karena hasil dari budidaya ikan dan sayuran bisa dijadikan peluang usaha baru.

Jenis ikan yang biasa digunakan dalam pembuatan budikdamber biasanya menggunakan ikan lele tetapi dilansir dari Kompas.com jenis ikan yang cocok diternakkan dengan budikdamber yaitu ikan patin, ikan sepat, ikan gabus, dan ikan gurame. Sedangkan jenis tanaman yang bisa ditanaman sayur yang bisa dibudidayakan diantaranya kangkung, bayam, selada, pakcoy dan lain-lain.

Pembuatan budikdamber dinilai cukup mudah karena hanya memerlukan alat dan bahan seperti ember 80 Liter, gelas plastik,benih ikan, benih tanaman dan tanah sebagai media tanam. Benih ikan dapat dipanen dalam kurun waktu sekitar 3 bulan masa pemeliharaan dan tanaman sayuran dapat dipanen 4-5 minggu masa pemeliharaan.

Selain memperkenalkan budikdamber, dalam sosialisasi tersebut mahasiswa KKN-T UNRAM  juga mengedukasi masyarakat tentang pembuatan pupuk organik untuk menunjang salah satu kebutuhan dalam melakukan pertanian dan agar petani mampu memanfaatkan kotoran ternak yang ada disekitar untuk digunakan sebagai pupuk organik sehingga dapat meminimalisir biaya dalam bertani. Pupuk organik juga berperan penting dalam merawat dan menjaga tingkat kesuburan tanah. Penggunaan pupuk organik  secara terus menerus akan menjaga keseimbangan hara, dan sangat berdampak positif terhadap kesehatan tanah dan lingkungan.

Pada acara sosialisasi tersebut proses pembuatan pupuk organik langsung dipraktekan oleh pemateri dan dibantu oleh rekan-rekan KKN  sehingga peserta sosialisasi dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan pupuk organik.

Akhir acara sosialisasi, mahasiswa KKN-T UNRAM membagikan 5 jenis bibit sayuran yang terdiri dari 13 bungkus bibit cabai,  13  bungkus bibit sayur caisim, 13 bungkus bibit seledri, 13  bungkus bibit tomat, dan 13 bungkus bibit terong dibagikan secara merata kepada peserta yang turut hadir dalam acara sosialisasi.

Dengan dilaksanakan sosialisasi tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat desa Menggala dalam melakukan kegiatan pertanian dan budikdamber  dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi yang ingin melakukan usaha dengan mendapatkan hasil panen dengan cara yang efisien.

Pembuatan Pupuk Organik dan Suplemen Penambah Nafsu Makan Ternak di Desa Banyu Urip

0

Lombok Barat, MEDIA- Mahasiswa KKN Tematik Unram mengedukasi masyarakat tentang pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik dan pembuatan suplemen penambah nafsu makan ternak di desa Banyu Urip, Kecamatan Praya barat.

Dengan mayoritas pekerjaan masyarakat desa Banyu Urip sebagai petani dan peternak, dengan latar belakang tersebut, kebutuhan masyarakat akan pupuk terutama pupuk kimia sangatlah tinggi.

“Sebagai alternatif pupuk jenis Urea bisa dikatakan mahal dan langka, dengan potensi yang melimpah serta sapi atau kambing ternak di Banyu Urip, oleh karena itu fokus kegiatan KKN kami adalah pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik dan pembuatan suplemen penambah nafsu makan ternak,” uncap ketua KKN UNRAM di Desa Banyu Urip Ahmad Wilyan Pratama dalam keterangannya Sabtu (29/01).

Wilyan juga menjelaskan bahwa pengolahan kotoran ternak sebagai pupuk perlu diperhatikan karena jika tidak diolah atau dimanfaatkan dengan baik akan terjadi pencemaran udara , air dan tanah serta sebagai sumber penyakit.

“Hal inilah yang menjadi alasan kuat diadakannya  sosialisasi atau penyuluhan agar masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomis, selain itu juga dapat diimplementasikan di bidang pertanian dari pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik tersebut,“ lanjut Wilyan.

Sementara itu, Kepala Dusun Lendang Lantan, Desa Banyu Urip mengatakan kegiatan sosialasi dan penyuluhan tersebut sangatlah bermanfaat dilaksanakan di dusun Lendang Lantan, desa Banyu Urip.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, terutama bagi masyarakat dusun Lendang lantan yang mayoritas masyarakatnya adalah petani dan peternak,” pungkas Kepala Dusun Lendang Lantan.

Mahasiswa KKN Tematik Unram Berhasil Menerapkan Program Rumah Pangan Lestari di Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Lombok Tengah

0

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu program yang bertujuan untuk memberikan pengalaman, pengetahuan, dan teknologi secara interdisiplin dalam memecahkan masalah-masalah pemberdayaan masyarakat serta menumbuhkan dan mengembangkan kepedulian dan tanggungjawab sosial terhadap kemajuan masyarakat. Melalui program KKN ini, mahasiswa Universitas Mataram dapat memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat di Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Lombok Tengah mengenai program Rumah Pangan Lestari (RPL).

Program Rumah Pangan Lestari (RPL) yang dilaksanakan oleh kelompok KKN TEMATIK Universitas Mataram merupakan salah satu konsep pemanfaatan lahan pekarangan yang non-produktif, baik di pedesaan maupun di perkotaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan potensi pangan lokal. Salah satu lokasi di Kelurahan Prapen yang menjadi sampel penerapan RPL oleh kelompok mahasiswa KKN yaitu di Lingkungan Prapen. Lingkungan Prapen diketahui memiliki lahan yang sempit dan non-produktif atau belum dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kelompok mahasiswa KKN membentuk program penanaman bibit hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, terong bulat, terong panjang, pakcoy, tomat dan sawi hijau di halaman rumah warga yang kosong atau belum dimanfaatkan.

Dengan adanya program RPL ini selain dapat mengoptimalkan lahan non-produktif menjadi produktif, diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga, memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, dan juga dapat mengatasi permasalahan sampah dengan memanfaatkan limbah botol plastik sebagai media tanam.

 

Aksi Peduli Kampus; Ricuh Hingga Tuntutan Diterima

0

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus, mendatangi  Gedung Rektorat Universitas Mataram (Unram), Senin (7/1).

Dalam hal ini aksi, sejumlah  massa aksi yang terdiri dari BEM FH, Mipa, Faterpa dan Perternakan membawa enam tuntutan. Salah satunya, menuntun pelayanan yang humanis, gratis, transparan bagai mahasiswa Unram.

Selain itu, berikut tuntutan lengkapnya:

1.Menuntut pemangkasan alur pelayanan kesehatan yang birokratis.

2.Mengutuk ancaman pemidanaan terhadap mahasiswa dan menuntut ruang demokratis dan akademis bagi mahasiswa.

3.Menuntut distribusi informasi kemahasiswaan yang akintabel dan dapat diakses secara terbuka.

4.Menuntut pembubaran KPRM yang dipilih secara kolutif oleh birokrasi unram. Mengutuk intervensi dan tindakan kolutif birokrasi Unram atas pemira Unram.

5.Menuntut pembangunan sekretariat organisasi kemahasiswaan FATEPA UNRAM. TTD, Aliansi Mahasiwa Peduli Kampus.

Setelah melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan, beberapa saat kemudian Rektor Unram, Lalu Husni menemui masa aksi dan menanggapi tuntutan.

Beberapa momen saat aksi.

Massa aksi melakukan orasi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni atau WR III saat menemui massa aksi.
Rektor Unram, Lalu Husni saat menemui massa aksi.
Sempat ricuh, pose massa aksi saat bentrok dengan pihak satpam.

 

Sumber Foto dan Pewarta: Enriansyah 

 

Penanaman Pohon Sebagai Alternatif Mitigasi Bencana Di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur

0

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan yaitu penanaman pohon. Dimana Penanaman pohon dapat sebagai alternatif mitigasi bencana alam seperti Banjir, Tanah longsor dan kekeringan. Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Matarammenggelar Kegiatan Penanaman Pohon Di Sepanjang Jalan PLTS Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

“Kegiatan Penanaman Pohon ini kami lakukan untuk merealisasikan kegiatan KKN kami dengan Tema KKN DESTANA (Desa Tangguh Bencana) kami melakukan penanaman pohon sebagai alternatif mitigasi bencana alam yang ada di Desa Padak Guar. Kami mengharapkan penanaman pohon ini dapat bermanfaat bagi lingkungan dan mencegah bencana alam seperti Banjir dan Kekeringan dimasa yang akan datang. Kata ketua KKN Desa Padak Guar, M.Reza Handika

Kegiatan Penanaman Pohon dilakukan Pada Hari Jumat, 14 Januari 2022 yang dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Dusun Desa Padak Guar, Staff Desa Padak Guarserta Kelompok KKN Tematik Unram Desa Padak Guar.

Dalam sambutan kegiatan Penanaman Pohon, Kepala Desa Padak Guar, Tarmizi S.H, Mengatakan:

Sebanyak 1000 pohon yang kami tanam dari berbagai jenis seperti tanaman trambesi, jamplung dan tanaman buah buhan, yang kami tanam pada hari ini, dan kemudian kita akan jaga dan pelihara dengan baik, agar kelak bisa menjadi ekosistem yang baik untuk wilayah lingkungan Desa PadakGuar. Ungkapnya

Kepala Desa Padak Guar beserta Kepala Dusun Padak Guar mengapresiasi dan berterima kasih atas kegiatan Penanaman Pohon yang diadakan oleh Kelompok Mahasiswa KKN Tematik Unram Desa Padak Guar.

Semoga kedepanya kegiatan penanaman pohon ini dapat memberikan banyak manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, mulai dari meningkatnya kesejahteraan hingga terhindar dari bencana banjir, Harap Kades Padak Guar

Sedangkan Sekretaris Desa Padak Guar I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi, M.Si mengapresiasi dan menyambut Positif kegiatan Penanaman Pohon ini. Sekretaris Desa berharap kegiatan penanaman pohon ini memiliki tindak lanjut dalam jangka panjang. Ia tidak ingin pohon tersebut hanya sekedar ditanam namun tidak dirawat dengan baik sehingga mati dan tidak dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kita tidak hanya sekadar tahu menanam, tetapi harus tahu cara merawat karena memang kita menyiapkan sesuatu untuk generasi kita yang akan mendatang ini. Jadi kami akan memastikan bahwa pohon yang kami tanam akan kami rawat pohonnya, bukan menanam pohon saja. Kita memastikan pohon yang kita tanam itu hidup,” tutur I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi selaku sekdes Desa Padak Guar.

Dengan Dilakukannya kegiatan Penanaman Pohon Di Desa Padak Guar, Mahasiswa KKN Tematik Unram Desa Padak Guar berharap agar kegiatan Penanaman pohon ini dapat bermanfaat bagi lingkungan desa padak guar dan sebagai alternatif mitigasi bencana dan diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya menanam dan merawat pohon dalam menjaga keseimbangan ekologis, serta meningkatkan mutu kualitas lingkungan dan dalam hal pencegahan bencana alam sepertibanjir, tanah longsor, dan kekeringan.

Mahasiswa KKN Tematik Unram Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos di Desa Gemel

0

Lombok Tengah, MEDIA – Mahasiswa Universitas Mataram yang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata dengan Mengusung tema Zero Waste dalam mengatasi permasalahan sampah di Desa Gemel, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Mahasiswa KKN Tematik menggelar kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos sebagai cara untuk mengurangi sampah. Kegiatan ini di lakukan di lokasi pembuatan pupuk kompos yang dibangun di dekat rumah warga di Dusun Gemel yang dihadiri oleh petani milenial dan masyarakat.

Dalam kegiatan ini KKN Tematik Unram bekerja samadengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB dan Bank Sampah Kekait Berseri. Pelatihan inidilakukan pada hari sabtu, 5 Februari 2022 dengan tujuan memberikan edukasi kepada msyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.

Pak Paizul Bayani (Direktur Bank Sampah Kekait Berseri)mengatakan bahwa banyak jenis-jenis tanaman yang bisa menjadi pestisida asalkan tau cara pengaplikasiannya. Banyak desa-desa sekarang membuat pupuk organik untuk mengganti pupuk kimia. Kata Pak Paizul lebih bagus pupuk dari organik daripada kimia karena juga, disamping menjaga lingkungan juga bisa mendapatkan keuantungan dari sampah-sampah rumah tangga yaitu pupuk kompos.

Dalam pembuatan pupuk kompos ini menggunakan dua metode, yaitu medode Takakura dan metode Bokashi. Metode ini dijelaskan langsung oleh Pak Paizul kepada petani milenial dan masyarakat yang ikut serta dalam pelatihan tersebut. Antusiasme petani milenial dalam kegiatan ini sangat tinggi selain dapat mengurangi sampah organik (limbah rumah tangga) juga bisa menjadi peluang usaha untuk mereka.

Menurut Ketua Kelompok Dodi Julianto: pelatihan pembuatan pupuk kompos ini sangat penting di lakukan untuk mengatasi permasalan sampah di Desa Gemel, mengingat banyaknya jumlah sampah organik dan sampah limbah rumah tangga. Untuk menjadikan Desa bersih perlunya kesadaran masyarakat akan pentingnya sampah dan dampaknya bagi lingkungan. Dengan program-program yang kami terapakan di Desa Gemel sedikit membantu mengatasi permasalahan Sampah. Harapan kami untuk mengatasi permasalahan sampah di Desa Gemel perlunya ada kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sehingga permasalahan sampah bisa teratasi.

Pak Andep S.t (DLHK Provinsi NTB) : Untuk permasalahan sampah ini dari dulu sampai sekarang sangat suli diatasi. Dari presentase jumlah sampah, sampah limbah rumah tangga paling tinggi presentasinya. Padahal banyak keuntungan apabila masyarakat bisa mengelola sampah, contohnya limbah rumah tangga bisa dijadikan produk menjadi pupuk kompos.” Untuk mengelola sampah ini intinya ada kemauan dan kesabaran bagi masyarakat” karena untuk mejadi produk prosesnya lumayan lama.

Sengkarut Pelayanan Kesehatan Unram II dan Birokrasi Anti Kritik

0

Usai perilisan tulisan berjudul “Sengkarut Pelayanan Kesehatan Mahasiswa Unram”, pihak rektorat merespon dengan sejumlah pernyataan. Pertama, terkait klaim (biaya kesehatan) harusnya ke JPKMK dan bukan ke klinik Unram. Kedua, disampaikan bahwa Klinik Unram itu sama dengan RS Unram sebagai pelayan kesehatan, tidak mengurus pelayanan klaim (biaya) kesehatan. Ketiga, hanya kasus-kasus emergency yang bisa diklaim oleh mahasiswa. Keempat, kebetulan JPKMK seruangan dengan Klinik Unram.

Disini penulis akan menguraikan tanggapan terhadap respon pihak birokrasi tersebut. Pada bagian akhir, penulis juga akan menyingkap respon buruk pihak JPKMK atau Klinik Unram atas tulisan tersebut.

Respon yang disampaikan oleh pihak rektorat terkait tulisan tersebut sama sekali tidak menyentuh pokok persoalan.

Pertama, terkait dengan tujuan tulisan yang seharusnya dialamatkan ke JPKMK, pihak rektorat melewatkan fakta bahwa petugas RS Unram lah yang sedari awal menyampaikan informasi tentang klaim biaya kesehatan dilakukan di Klinik Unram.

Seharusnya, informasi bahwa klaim dilakukan di JPKMK dan bukan di Klinik Unram itu disampaikan oleh pihak rektorat ke RS Unram, agar kedepannya RS Unram tidak lagi menyampaikan informasi yang salah bahwa klaim dilakukan di Klinik Unram.

Informasi terkait klaim yang dilakukan ke pihak JPKMK itu baru diketahui setelah tulisan tersebut dirilis. Penulis bahkan yakin, seperti juga penulis, mayoritas mahasiswa Unram tidak mengetahui sekedar akronim dari JPKMK.

Padahal, selain menyoal tentang profesionalitas pelayanan petugas-petugas yang berada di Klinik Unram, tulisan itu juga mengkritisi tentang ketidakjelasan komunikasi dan koordinasi antar lembaga di Unram. Respon pihak birokrasi Unram kian menegaskan hal tersebut. Jangankan mengharapkan mahasiswa mengetahui informasi tentang prosedur klaim pelayanan kesehatan, pihak RS, Klinik dan Birokrasi Unram saja belum tuntas dengan hal tersebut.

Kedua, pihak RS dan Klinik Unram tidak menyampaikan informasi apapun terkait klaim yang seharusnya dilakukan ke JPKMK. Penulis dan mayoritas mahasiswa Unram bahkan tidak pernah diinformasikan terkait keberadaan dan kewenangan JPKMK di Unram.

Mengapa diadakan pembagian kewenangan antar lembaga itu? Mengapa RS dan Klinik Unram hanya menjadi lembaga pelayan kesehatan dan tidak menerima klaim biaya perawatan kesehatan mahasiswa? Bukankah itu hanya memperumit alur dan menambah beban mahasiswa yang sakit?

Ketiga, fakta bahwa klaim biaya kesehatan hanya dapat dilakukan atas kasus emergency tidak memiliki kualifikasi dan landasan peraturan yang jelas. Dalam kasus AS, pihak JPKMK menolak menerima klaim biaya kesehatan karna penyakit AS tidak terkualifikasi emergency. Saat dipertanyakan mengenai standar dan dasar peraturan terkait kualifikasi emergency tersebut, pihak Klinik Unram atau JPKMK tidak dapat menjawab dan hanya menyampaikan jawaban klise bahwa prosedurnya memang demikian.

Selain itu, pihak Klinik Unram menyampaikan bahwa RS Unram memang tidak pernah mengetahui informasi tentang kualifikasi penyakit yang dapat diklaim. Padahal dalam pernyataan pihak rektorat, RS Unram itu sama dengan Klinik Unram sebagai pelayan kesehatan. Harusnya informasi sepenting itu diketahui oleh lembaga yang berkewenangan sama tersebut. Dengan demikian, wajar bila ada asumsi bahwa hal tersebut hanya digunakan sebagai dalih untuk mempersulit serta bentuk keengganan mengakomodir kepentingan mahasiswa.

Keempat, informasi tentang keberadaan JPKMK yang seruangan dengan Klinik Unram harusnya disampaikan diawal. Meski informasi tersebut tidak memiliki signifikansi apapun terkait dengan permasalahan ini.

Selain yang terurai diatas, permasalahan yang sebelumnya telah diuraikan oleh penulis masih menemui kebuntuan, tanpa ada evaluasi dan perbaikan kongrit. Hal ini terkonfirmasi dari respon pihak Klinik Unram yang akan terurai dibawah ini.

Respon Buruk Pihak JPKMK atau Klinik Unram

Setelah perilisan tulisan “Sengkarut Pelayanan Kesehatan Mahasiswa Unram”, kembali dilakukan klaim atas biaya kesehatan oleh AM pada Jum’at (04/02) sore sekitar pukul 16.00. Klaim itu dilakukan dengan anggapan bahwa JPKMK atau Klinik Unram telah mengevaluasi dan berbenah.

Namun alih-alih berbenah, tulisan tersebut malah dianggap sebagai suatu bentuk pencemaran nama baik. AM yang berada di lokasi sontak dijadikan objek luapan emosi dan kemarahan. Sempat terjadi perdebatan keras, bahkan berkas-berkas termasuk juga KTM dan KTP asli AS dirampas oleh pihak Klinik Unram. Penulis bahkan diancam akan dipidanakan dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Jelas, selain dapat dipandang sebagai sikap antikritik, ancaman pemidanaan pencemaran nama baik ini sama sekali tidak berdasar.

Pertama, dalam pasal 310 KUHP pencemaran nama baik itu menyangkut individu (orang), bukannya lembaga (badan hukum). Kedua, pasal 310 KUHP yang mengatur tentang pencemaran nama baik memberikan perlindungan terhadap perbuatan yang dilakukan demi kepentingan umum. Dalam hal ini, tulisan itu dibuat demi kepentingan umum mahasiswa Unram. Ketiga, sekalipun di-dikte dengan relasi kuasa atau pasal-pasal dalam undang-undang, penulis tidak akan pernah takut apalagi tunduk! Keempat, nama baik hanya akan tersemat pada entitas yang memang baik.

Perampasan berkas itu dimaksudkan agar penulis melakukan klarifikasi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menghapus tulisan. Sebagai informasi, hingga tulisan ini dibuat, berkas tersebut masih tertawan. Perampasan berkas, KTM dan KTP adalah cara untuk membunuh kritik, selain itu, hal tersebut terlarang oleh hukum.

Klarifikasi tulisan. Pertama, entah klarifikasi apa yang dimaksud oleh pihak JPKMK atau Klinik Unram. Dengan memerintahkan penulis melakukan klarifikasi, pihak Klinik Unram telah gagal memahami makna kata klarifikasi. Terjadi pembiasan makna.

Klarifikasi kini dimaknai sebagai sekedar penyesalan dan pengakuan atas kesalahan. Padahal, klarifikasi bermakna penjernihan atau penjelasan. Bukan penulis yang seharusnya melakukan klarifikasi atas muatan tulisan tersebut, sebab pokok persoalan telah diuraikan dengan terang.

Seharusnya, yang melakukan klarifikasi adalah pihak JPKMK dan Klinik Unram atau setidaknya RS dan Birokrasi Unram. Mengapa terjadi disinformasi antara lembaga di Unram? Mengapa mahasiswa tidak pernah diinformasikan tentang klasifikasi penyakit yang dapat diklaim dan yang tidak, beserta dengan dasar aturannya? Mengapa ada pembatasan waktu klaim biaya kesehatan? Jika diteruskan, ada teramat banyak ketidakjelasan yang seharusnya diklarifikasi oleh JPKMK, Klinik, RS dan Birokrasi Unram.

Selanjutnya, penulis justru akan meminta maaf, hanya apabila tulisan tersebut dihapus. Permintaan maaf itu bukan kepada pihak JPKMK atau Klinik Unram, melainkan kepada segenap mahasiswa Unram yang pernah bernasib sama sebagaimana penulis, dan kepentingannya gagal diperjuangkan oleh penulis. Lebih dari itu, berpikir dan menulis ialah hak asasi yang dijamin secara demokratis dan konstitusional. Penulis tidak akan pernah meminta maaf hanya karna berpikir dan menulis.

Menghapus tulisan. Terakhir, yang seharusnya dihapus bukanlah tulisan, tetapi ketiadaan profesionalitas, perhatian, dan keengganan untuk mengakomodir kepentingan mahasiswa.

Ini bukan sekedar persoalan klaim pengembalian biaya kesehatan, meski klaim biaya kesehatan itu tetap terhitung berharga bagi mahasiswa yang mayoritasnya anak kos. Lebih dari itu, ada persoalan kesehatan dan keselamatan mahasiswa yang seharusnya terpenuhi. Sukar kiranya kita bisa berharap bahwa perawat-perawat dan petugas kesehatan JPKMK atau Klinik Unram dapat mengedepankan kemanusiaan, kesehatan serta keselamatan mahasiswa bila permasalahan ini hanya dikerdilkan pada persoalan materi dan biaya perawatan.

Kedepannya demi kepentingan kemanusiaan, yakni keselamatan dan kesehatan mahasiswa, alur birokratis yang rumit dan tidak jelas ini harus dipangkas. Rs Unram harusnya mampu membebaskan mahasiswa Unram dari seluruh biaya pengobatan dan perawatan kesehatan dengan atau tanpa dasar surat rujukan dari Klinik Unram. Atau, sebagai alternatif, Klinik Unram harus menyediakan pelayanan kesehatan yang selalu tersedia bagi mahasiswa Unram. Sebab tidak seperti Klinik Unram, sakit yang mendera mahasiswa unram tidak kenal libur dan akhir pekan.