21.5 C
Mataram
Thursday, May 28, 2026
spot_img
Home Blog Page 72

Menyerah

0

Dering telepon terdengar di ujung sana, tidak ada yang menghampirinya? Baik, aku saja.

“Selamat sore manisku.”
Mendengar kalimat itu, aku benar-benar tidak percaya ayah meneleponku. Ini tidak bisa didefinisikan, kerinduan yang selama ini rasanya terbayarkan
walau hanya melalui telepon.

Tidak pikir panjang, aku spontan menanyakan kapan kira-kira ia kembali. Lagi, ia tidak menjawab pertanyaanku. Apakah begitu sulit pertanyaan yang aku lontarkan atau pertanyaanku salah?

“Ayah sudah kembali sejak 1 bulan lalu, kembali bekerja di kantor, hanya saja tidak kembali ke rumah. Penat sekali rasanya,” ucapnya.

Mengapa ayah berkata seperti itu? Entah apa yang dimaksud, aku tidak mengerti dengan ucapannya. Jika ia tidak kembali ke rumah lalu ia kembali kemana selama ini? Enggan kutanyakan, penat katanya.

“Apa ayah tidak rindu? Aku akan ke kantor ayah sekarang,” menutup telepon kemudian bergegas.

Melewati gedung-gedung tinggi sambil merenungi perkataan ayah saat di telepon, apa sebenarnya yang terjadi? Membingungkan.

Banyak sekali pertanyaan yang ada di kepalaku, akan aku tanyakan ketika sudah bertemunya. Bukankan ia pergi karena tugas kantornya? Lalu kenapa ia penat kembali ke rumah? Apa alasan kepenatannya? Apa maksud perkatannya?

Sesampai di ruangan yang sangat wangi itu, aku hafal aroma ini, aroma tubuh sosok pria yang masih menempel di pikiranku itu, aroma yang sangat aku rindukan.

“Apa kau baik-baik saja manisku?” tanyanya.
Aku hanya mengangkat kepala memandangnya pekat kemudian tersenyum.  Pelukannya menenangkan, hangat. Aku tidak ingin melepaskan pelukan itu, sungguh.

Ia menceritakan perjalanan bisnisnya, bertemu orang baru yang sangat baik kepadanya, menceritakan hal-hal lucu yang membuat kami terbahak. Ia memang begitu, selalu punya cerita untuk dibagikan kepadaku.

Hingga akhirnya…
“Kami sudah memutuskan untuk berpisah sejak lama, ayah sudah menikah lagi.”

“Kami? Siapa?”

“Ayah dan ibumu.”

Tak perlu berkata seperti itu, ini bukan hal yang harus dijadikan lelucon.

“Ayah serius.”

Ia menceritakan semuanya, penat yang ia rasakan timbul atas rasa gengsi untuk saling mengalah. Ia keberatan jika ibu mengemban pekerjaan yang berat hingga terkadang mengharuskannya pulang terlalu larut.

Saat ini ia sudah meyerah, merasa letih jika harus dihadapkan dengan keegoisan ibu setiap harinya. Tetapi kenapa harus memilih pergi daripada harus menyelesaikannya baik-baik?

Aku tidak bisa berkata apapun, mematung, mencoba menstabilkan nafasku yang sangat berat, dadaku rasanya sakit sekali, air mataku enggan keluar.

Berpikir bahwa apakah ini semua benar terjadi padaku? Bagaimana jadinya aku menjalani hari bagaikan orang pincang. Orang yang sangat berarti dalam hidupku pergi begitu saja.

“Kami terlalu egois, tidak pernah menyelesaikan permasalahan tetapi memilih menghindari permasalahan,” ucap ayah penuh kekesalan.

“Jangan terlalu dipikirkan, ayah akan selalu menemuimu,” lanjutnya.

Oh tidak, aku tidak bisa menerima semua ini. Mengapa harus bersatu jika pada akhirnya harus berpisah? Aku memang tidak paham rasanya, tetapi berpisah bukanlah solusi terbaik menurutku.

Raut wajah ayah terlihat sangat lusuh, rasa lelah terlihat jelas di wajahnya. Menjelaskan semuanya dengan menahan tangisannya, wajahnya memerah menahan malu di depanku.

“Penat, lebih baik menyerah saja,” tutupnya.

Ini nyata, bukan mimpi. Sudah terjadi, keputusan terbaik menurut mereka, tetapi tidak bagiku.

Persiapkan Diri! Beasiswa Desamind 2.0 Telah Dibuka

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Bagi kamu pemuda Indonesia yang ingin berkontribusi membangun desa, Desamind Indonesia Foundation kembali membuka program Beasiswa Desamind 2.0 periode 2022.

Hadir dari akumulasi kebaikan banyak orang serta merupakan perpanjangan tangan masyarakat yang bergotong royong untuk memberikan arti kehidupan melalui hal-hal kecil. Desamind 2.0 diharapkan mampu melahirkan pemuda yang tidak hanya merasa peduli namun juga dapat melakukan tindakan nyata bagi masyarakat.

Hardika selaku Presiden Director mengatakan bahwa Beasiswa Desamind dapat dijadikan jembatan oleh anak muda untuk mempersiapkan jiwa kepemimpinan dan kontribusi nyata bagi desa serta Indonesia,” ungkapnya.

“Hal ini dikarenakan Beasiswa Desamind tidak hanya berfokus untuk memberikan dukungan secara materi. Akan tetapi, menjadi support system dalam mengabdi dan berkontribusi,” lanjutnya.

Beberapa persyaratan calon Awardee Beasiswa Desamind 2.0 yaitu;

  • Mahasiswa yang sedang menempuh semester 3 dan 5 pada jenjang pendidikan S1/D4 Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di Indonesia.
  • Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 pada skala 4.00.
  • Aktif mengikuti kegiatan organisasi baik di dalam maupun di luar kampus, dan mengajukan ide grand design program pengabdian ke desa dengan tema “Peran Aktif Pemuda Desa untuk Pembangunan Desa”.

Seleksi Beasiswa Desamind 2.0 terdiri dari beberapa rangkaian yaitu;

  • Seleksi administrasi dan Substansi diri. Pada tahap ini, pendaftar diminta untuk melengkapi berkas persyaratan pendaftaran dan memberikan jawaban di setiap pertanyaan yang diajukan.
  • Seleksi wawancara dan presentasi proposal grand design program pengabdian sesuai dengan format ketentuan.

Cakupan Beasiswa Desamid 2.0;

  1. Dana bantuan hidup (uang saku bulanan) selama 1 tahun
  2. Dana program pengabdian
  3. Akses gratis untuk mengikuti Desamind Leadership Camp 2.0
  4. Self-improvement class
  5. Pendampingan program pengabdian desa
  6. Kolaborasi program unggulan Desamind

TIMELINE PENDAFTARAN:

  • Pendaftaran Online dan Pengiriman Berkas : 1 s.d 30 September 2021
  • Proses Seleksi Administrasi dan Substansi Diri : 1 s.d 8 Oktober 2021
  • Pengumuman Lolos Administrasi : 09 Oktober 2021
  • Seleksi Wawancara dan Presentasi Grand Design Program Pengabdian : 09 Oktober s.d 23 November 2021
  • Pengumuman Akhir : 30 November 2021

Segera daftarkan diri kamu untuk menjadi bagian dari Beasiswa Desamind 2.0. Jika terdapat poin yang kurang dipahami seputar Beasiswa Desamind 2.0, peserta dapat menghubungi kontak berikut: Desamind Indonesia Foundation Perumahan Safira Waru No. E6 Baki Sukoharjo, Jawa Tengah Indonesia

Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahap pendaftaran dapat diakses melalui website: www.desamind.id/beasiswa. 

 

https://t.me/beasiswadesamind (Grup Telegram Info Resmi Beasiswa Desamind 2.0)

Email: beasiswa@desamind.id

Website: www.desamind.id

IG/Twitter: @desamind_id

FB: Desamind Indonesia

(MRM)

Pulau Sumbawa

0

Salah satu pulau di Indonesia

Yang memiliki keindahan tiada tara

Beranekaragam agama dan budaya

Serta banyak tempat wisata

 

Pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat

Mempunyai sebuah kisah hangat

Tentang kehidupan beberapa rakyat

Yang penuh dengan semangat

 

Wahai pulau Sumbawa…

Kau pulau yang istimewa

Dari semua pulau di Indonesia

Dan sangat berarti di hati masyarakat Sumbawa

 

Pulau Sumbawa, mengingatkanku pada keluarga

Yang menjadikan hidup ini berharga

Dari sebuah makna yang luar biasa

Yakni Sabalong Samalewa

Terakhir

0

Dingin mulai menghadirkan gigil, diwaktu senja mulai berpendar jatuh pada sendunya kalam-kalam. Masih dengan seragam lusuh aku berlari mengejar waktu. Kata Ibu, aku harus kembali lebih dulu. Sepertinya ada hal yang penting sekali, sebab tak pernah aku mendengar beliau sekhawatir itu kala meneleponku.

“Nak, kau sudah kembali,” Sambutnya lega.

Di antara raut kelegaannya, aku memandangi wajah keriput itu seksama. Ada kekhawatiran di sana. Entah itu karena apa.

“Mengapa sekhawatir itu Bu?” ujarku memeluk wanita renta yang telah melahirkan aku ke dunia ini.

Dadanya kembang kempis, seperti dikejar setan. Matanya sembab dan ia sesenggukan ketika menjelaskan keadaan yang baru saja terjadi.

“Ayahmu butuh oksigen, tapi rumah sakit sudah tidak bisa memfasilitasi. Kosong katanya,” jelasnya terbata.

Aku memandang lurus ruangan di balik tubuh Ibu, seorang lelaki yang sering kusapa Ayah tengah terbaring lesu di atas brankar rumah sakit. Aku menghela nafas pelan.

“Tenang Bu, aku masih ada pegangan uang. Aku akan belikan di luar, ” paparku menenangkan kegelisahan Ibu.

Setelahnya, aku berlalu dan keluar dari rumah sakit itu. Mencoba mencari peruntungan, mencari oksigen untuk Ayah. Pun setelah tiba di tempat pengisian oksigen, aku harus mengantre bersama ratusan orang yang nasibnya sama denganku. Lama mengantre, kucoba menghubungi Ibu agar ia tak gusar menunggu.

“Halo, bagaimana keadaan Ayah, Bu?” tanyaku pelan.

Beberapa waktu kulewati menguatkan keduanya, meminta mereka sabar untuk menungguku kembali padanya. Setelah itu, kututup panggilan teleponku dengannya, karena giliranku telah tiba. Aku harus cepat.

Lama menunggu tabung oksigen diisi, sms masuk dari ibu. Apakah dia masih gusar? Kubaca cepat, ia menanyakan lokasiku. Sms lainnya datang berturut-turut. Katanya, “Nak, kembalilah. Kau tak perlu mengantre lagi. Ayahmu sudah pergi,” Tanganku bergetar, semestaku hancur.

Hari kelam, 2021

BEM FT Unram Lakukan Audiensi ke BPBD 

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Dalam rangka mengadakan sosialisasi mitigasi bencana, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Mataram (Unram) melakukan audiensi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Selasa (24/8).

Hal utama yang dibahas oleh BEM FT di Kantor BPBD adalah mengenai edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, Mahfudin menjelaskan bagaimana pentingnya edukasi mitigasi kepada masyarakat dalam mengantisipasi bencana alam.

“Bencana alam tidak bisa diprediksi kapan, dimana dan bagaimana bentuknya. Dalam hal ini kita perlu mengedukasi masyarakat untuk berjaga-jaga jika suatu saat bertemu hal demikian,” ujarnya.

Di sisi lain M. Asyari selaku Kepala Bidang Sosial Masyarakat (Sosmas) BEM FT membenarkan pentingnya edukasi bagi masyarakat agar kelak mampu menghadapi bencana dengan tenang dan mengerti apa yang harus dilakukan.

“Benar sekali, setidaknya dengan sedikit edukasi yang kita berikan kepada masyarakat bermanfaat, jika suatu saat ada bencana alam juga dengan harapan masyarakat bisa tetap tenang dan tau apa yang perlu dipersiapkan jika terjadi bencana,” ujarnya.

“Dan khususnya di Lombok ini, banyak sekali bencana alam yang sudah terjadi. Tidak menutup kemungkinan bencana alam akan datang kembali. Semoga masyarakat mampu memanfaatkan apa yang telah diterima,” lanjutnya.

Untuk menindaklanjuti audiensi ini, BEM FT kemudian meminta Mahfudin sebagai pemateri dalam sosialisasi mitigasi bencana tersebut sekaligus meminta BPBD untuk mendorong kegiatan yang akan dilakukan oleh BEM FT. (Rin)

Unram Mulai Terapkan KBM Bauran

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Memasuki tahun ajaran baru, Rektor Universitas Mataram (Unram) mengeluarkan kebijakan mengenai panduan penyelenggaraan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Hal ini disampaikan melalui Surat Edaran Nomor: 8300/UN.18.1/TU/2021. Menurutnya, aspek kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian pelaksanaan KBM.

KBM daring tetap menjadi prioritas dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19, dan dapat mulai dilaksanakan KBM bauran (blended) dengan tetap mengutamakan kesehatan, keselamatan dan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa KBM Bauran diprioritaskan untuk mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 dan mereka yang membutuhkan kegiatan praktikum dan penyelesaian Tugas Akhir. KBM Bauran untuk mahasiswa angkatan lain dapat dilakukan secara selektif dan bertahap sesuai kesiapan dosen dan sarana dan prasarana perkuliahan serta perkembangan kondisi pandemi Covid-19.

Dijelaskan juga bahwasanya untuk mahasiswa yang akan mengikuti KBM bauran ini harus sudah di vaksin minimal pertama kali, tidak memiliki riwayat penyakit, mematuhi protokol kesehatan serta mendapat izin orang tua.

Lebih lanjut dijelaskan, bagi mahasiswa yang tidak dapat mengikuti KBM Bauran, tetap melanjutkan studi melalui KBM daring yang disiapkan oleh program studi masing-masing.

Selain poin di atas, berikut poin-poin yang disampaikan dalam SE Nomor 8300/UN.18.1/TU/2021:

  1. Aspek kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian pelaksanaan KBM.
  2. KBM daring tetap menjadi prioritas dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19, dan dapat mulai dilaksanakan KBM bauran (blended) dengan tetap mengutamakan kesehatan, keselamatan dan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat.
  3. KBM Bauran diprioritaskan untuk mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 dan merekayang membutuhkan kegiatan praktikum dan penyelesaian Tugas Akhir. KBM Bauran untuk mahasiswa angkatan lain dapat dilakukan secara selektif dan bertahap sesuai kesiapan dosen dan sarana dan prasarana perkuliahan serta perkembangan kondisi pandemi Covid-19.
  4. Peiaksanaan KBM bauran hanya diijinkan pada kegiatan kurikuler melalui mata kuliah, praktikum, praktek, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang membutuhkan kegiatan luring untuk mencapai target capaian pembelajaran yang telah ditentu kandalam kurikulum.
  5. Seluruh mahasiswa yang akan mengikuti KBM Bauran di lingkungan kampus harus sudah dilakukan vaksinasi Covid-19 minimal untuk pertama kali dan wajib mendapat persetujuan dari orang tua, dalam kondisi sehat, tidak memiliki penyakit penyerta (comorbid), bersedia mengikuti dan memaluhi protokol kesehatan yang ditentukan oleh SATGAS Covid-19 UNRAM yang ditunjukkan dalam surat pernyataan yang disediakan dalam SIA UNRAM.
  6. Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti KBM Bauran, tetap melanjutkan studi melalui KBM daring yang disiapkan oleh program studi masing-masing.
  7. Kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan, kontak jarak dekat seperti kantin, co-working space, kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler tidak diijinkan untuk diaktifkan dan diselenggarakan.
  8. ATGAS Covid-19 UNRAM berkoordinasi dengan pemerintah provinsi NTB dan kabupaten/kota terkait rencana penyelenggaraan KBM Bauran.
  9. Fakultas / Unit membentuk Tim/Satuan Tugas tingkat Fakultas/Unit untuk menguatkan SATGAS Covid-19 UNRAM untuk mendukung pelaksanaan KBM Bauran.
  10. Program studi melakukan pemetaan kegiatan kurikuler mata kuliah, praktikum, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang membutuhkan kegiatan luring pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2021/2022.
  11. Program studi melakukan pendataan status kesehatan dosen dan tenaga kependidikan, termasuk yang tidak memiliki penyakit penyerta (comorbid) untuk dapat diijinkan (eligible) melakukan dan mendukung KBM Bauran, sehingga apabila terdapat dosen yang termasuk dalam kriteria memiliki kerawanan terhadap infeksi Covid-19 tidak diijinkan melakukan KBM bauran, dan melanjutkan melakukan KBM daring.
  12. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan secara daring perlu memperhatikan efisiensi dan efektivitas durasi pembelajaran yang tidak terlalu membebani mahasiswa, tanpa mengurangi kualitas pencapaian CPMK- nya.
  13. Fakultas/Unit perlu terus menguatkan kapabilitas dosen dalam pemanfaatan sistem manajemen pembelajaran untuk mendukung aktivitas pembelajaran daring dan mendorong mahasiswa mampu melakukan pembelajaran mandiri (self learning) melalui berbagai aplikasi yang telah disediakan.
  14. Fakultas/Unit agar menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia pendukung KBM bauran termasuk menentukan ruang kelas dan laboratorium yang dapat digunakan, kelengkapan sarana prasarana protokol kesehatan, pengaturan jarak, penggunaan dan kapasitas ruang. fasilitas streaming dari dalam kelas serta para operator dan penanggung jawabnya.
  15. Penjadwalan pemanfaatan ruang untuk kegiatan pembelajaran secara luring, wajib menerapkan jeda waktu minimal 30 menit antar sesi.
  16. Memperhatikan kondisi kedaruratan Covid-19, dalam kondisi tertentu kegiatan pembelajaran tatap muka dapat dihentikan untuk sementara waktu dan dialihkan ke metode pembelajaran daring.
  17. Kegiatan Pertukaran Akademik dan Aktivitas Nasional maupun Internasional yangbmelibatkan mobilitas fisik dimungkinkan secara sangat selektif dengan memperhatikan faktor penting terkait kondisi kesehatan, mengikuti protokol kesehatan secara ketat, kebijakan pihak/negara mitra, serta pertimbangan nilai penting dan strategis dari pihak berwenang di UNRAM.
  18. Pelaksanaan KBM Bauran dipantau oleh program studi bersama Tim/Satuan Tugas tingkat fakultas/unit, kemudian secara rutin dilaporkan dan berkoordinasi dengan TimvSATGAS Covid-19 UNRAM untuk mempertimbangkan perubahan yang diperlukan terkait perkembangan situasi Covid-19.
  19. Bagi mahasiswa yang terancam Drop Out (DO) yaitu mahasiswa yang sudah pernah melakukan perpanjangan masa studi selama 1 (satu) semester tetapi dari kesempatan yang diberikan tersebut masih belum dapat menyelesaikan masa studinya, maka perlu mengajukan ulang perpanjangan masa studi maksimum 1 (satu) semester dan yangb ersangkutan berkewajiban membayar UKT/SPP. Usulan perpanjangan masa studid iajukan kepada Rektor melalui Dekan/Direktur Pascasarjana/Vokasi masing-masing dengan melampirkan bukti-bukti capaian pembelajaran.

Diketahui kebijakan ini berlaku mulai tanggal 16 Agustus 2021 hingga waktu yang akan disesuaikan dengan perkembangan penyebaran Covid-19. (M)

 

Hai Tuan dan Nyonya

0

Berjalan tanpa bayangan

Berlari dengan ketakutan

 

Kau junjung manusia

Kau lupa harga diri

 

Terlihat takut, sungguh takut

 

Kau bersembunyi di balik ketiak penguasa

Kau jatuhkan harga diri bangsa

Demi ke eksisan dan ego semata

 

Rakyat-rakyat tergores luka

Bukan hanya luka

Tetapi kehidupannya juga kau porak-porandakan begitu saja

 

Akal sehat tidak ada

Sudah tertutup hasrat membabi buta

Sehingga yang tersisa, hanya keserakahan tuan dan nyonya

 

Apakah tuan dan nyonya lupa, seperti apa memanusiakan manusia.

Rembige, 02 Januari 2021.

Keren, Mahasiswa Unram Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut

0

17 Agustus 2021 merupakan hari yang bersejarah bagi Negara Indonesia. Beragam cara yang dilakukan aparat, organisasi, masyarakat dan mahasiswa untuk memperingatinya.

Seperti yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Kelautan (Himakel) Universitas Mataram (Unram). Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, mereka mampu mengadakan pengibaran bendera yang unik.

Ya. Mereka mengadakan upacara pengibaran bendera merah putih bawah laut. Tepatnya di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Pagi itu cuaca cerah. Dirangkai dengan pembukaan, Pukul 09.40 Wita, pengibaran bendera di bawah laut dimulai. Bendera warna merah putih itu, berkibar indah di dalam pantai yang merupakan satu destinasi wisata di NTB.

Kegiatan dengan tema “Mewujudkan Rasa Nasionalisme Mahasiswa dan pemuda/i NTB terhadap Bangsa dan NKRI” disaksikan oleh puluhan orang yang ada dibibir pantai.

Ketua Himakel Adam Romara Gulit Rizki menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Penyelam Profesional Pulau Lombok Sumbawa (P3LS), Bank NTB Syariah, Pegawai PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU,UKM Grahapala Rinjani, Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio), Himpunan Mahasiswa Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (UB), Marine Biology Club (MBC),  Riset Kelautan dan Perikanan (RKP) Unram.

Kemudian, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Wildlife Conservation Society (WCS) NTB dan Komunitas Penyelam (KaPeLa) NTB. “Ada juga Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pandanan, mahasiswa serta dosen ilmu kelautan Unram,” kata Adam.

Dia menjelaskan, dia tidak menyangka puluhan orang akan menyaksikan kegiatannya. “Karena persiapannya hanya satu minggu,” ungkapnya. Menurut Adam, hal itu tidak terlepas dari peran instansi-instansi tersebut.

Menurut pengamatan anggota MEDIA selama di lokasi, setelah pengibaran bendera, pihak Himakel mengadakan lomba untuk anak-anak yang tinggal di sekitar pantai. Dengan menaati protokol kesehatan, masyarakat setempat terlihat sangat berantusias mengikuti rangkaian acara tersebut.

Adam berharap, dengan adanya kegiatan ini, kedepannya Himakel mampu menjalin kerja sama dengan instansi-instansi selam dan karang, khususnya di NTB. “Hal ini bisa menjadi sarana menjalin silaturahmi,” jelasnya. (M)

Pemprov Diminta Hentikan Vaksinasi Sebagai Syarat Administrasi

0

MATARAM, MEDIAUnram.com – Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta untuk menghentikan vaksinasi sebagai syarat administrasi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh orator yang tergabung dalam Aliansi Rakyat NTB Menggugat, saat mendatangi kantor gubernur, Senin (16/08).

“Adanya syarat vaksinasi dalam administrasi ini menyulitkan masyaraka,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) 1, Aziz Meinudin.

Selain itu, dalam aksi yang dipimpin Ketua BEM Yusril Ashfahani, gubernur juga didesak untuk memberikan kompensasi biaya pendidikan bagi masyarakat NTB di masa pandemi.

Kemudian, pemerintahan diminta memberikan kelonggaran kegiatan, khususnya para pedagang kaki lima (PKL)). Juga memberikan bantuan modal kepada UMKM dan PKL di NTB.

Berikut sembilan tuntutan yang disampaikan:

  1. Hentikan vaksinasi sebagai syarat administrasi masyarakat
  2. Pemerataan vaksinasi untuk mahasiswa dan masyarakat NTB
  3. Mendesak Gubernur NTB untuk memberikan kompensasi biaya pendidikan di masa pandemi
  4. Optimalisasi bantuan sosial masyarakat NTB
  5. Mendesak Gubernur NTB memberikan kelonggaran kegiatan serta memberikan bantuan modal kepada UMKM dan PKL di NTB
  6. Transparansi anggaran bantuan sosial Covid-19 se-NTB
  7. Evaluasi kinerja Satgas Covid-19 NTB
  8. Mendesak Gubernur NTB untuk menjamin ketersediaan oksigen di NTB
  9. Menggratiskan seragam sekolah SD, SMP, dan SMA di masa pandemi

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si, menemui massa aksi dan menerima sembilan tuntutan.

“Namun untuk point nomor sembilan akan ditindaklanjuti, karena hal tersebut masuk dalam anggaran pendidikan yang ada di APBD,” ujarnya.

Menurut pengamatan MEDIA, aksi ini dimulai sejak pukul 10.04 WITA. Mulai berjalan Gedung PKM Unram menuju kantor gubernur. Kemudian membubarkan diri dengan tertib pukul 13.58 Wita. (M)

 

 

Ruang Tamu Negeri

0

 

Kepedihan ialah kala hati dalam raga mulai terkutuk

Terlihat namun tak dapat diketuk

Menjadi batu-batu yang tak lagi dapat terpatri

 

Terjangkau namun terkunci

Pada kerasnya hati yang terkunci

Rintihan ini meringis

Sakit ini mengemis

Tak adakah batu itu dapat terkikis?

 

Kibaran putih yang mulai menyapa lorong-lorong itu

Beribu peluh yang lirih dihinggapi debu-debu

Kini hanya terdiam

Menyerah, lelah, pasrah

 

Tentang pemilik yang menjadi tamu di negerinya sendiri

Tak lagi bergantung terlalu tinggi

Hanya mengharap sesuap nasi

Untuk terus hidup di ruang tamu negeri tercinta ini

 

Lombok Tengah, 8 Agustus 2021