21.5 C
Mataram
Thursday, May 28, 2026
spot_img
Home Blog Page 71

Senat Unram Gelar Rapat Terbuka, Balon Rektor Paparkan Visi dan Misi

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Senat Universitas Mataram (Unram) menggelar rapat terbuka di Ruang Sidang Senat Rektorat, Senin (18/10). Dalam kegiatan itu, keempat bakal calon (balon) rektor periode 2022-2026 menyampaikan visi, misi dan program kerja (proker).

Keempatnya yakni; Prof. Akmaluddin, ST., M.Sc., Ph.D. (nomor urut satu). Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.Sc., Ph.D. (nomor urut dua). Dr. H. Djumardin, SH., M.Hum, (nomor urut tiga). Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum, (nomor urut empat).

”Kita saat ini berada pada periode ketiga. Pertanyaan besarnya, ‘sudahkah periode kedua dilalui?’ ini akan sulit dijawab karena selama ini tidak ada indikator pasti untuk mengukurnya,” ungkap Akmaluddin.

Akmaluddin mengatakan, Unram memiliki tiga tahap standarisasi pembangunan yang sudah dicanangkan. Ketiganya yakni; Nasional (2010-2015), Asia (2016-2020), dan Internasional (2021-2025).

“Jika saya terpilih, pertama saya akan mencoba untuk mengatur standarisasi tersebut, mencakup institusi prodi dan laboratorium,” lanjutnya.

Kemudian, dia menginginkan Unram menjadi kampus yang kompetitif, solutif dan bermartabat, dengan tantangan revolusi industri 4.0 yang berpijak pada konsep Merdeka Belajar dari Kampus Merdeka.

Tidak hanya itu, Akmaludin juga akan merevitalisasi peralatan laboratorium, mewujudkan infrastruktur untuk mendukung sistem yang bertanggung jawab dan efisien.

“Mengelola sumber daya manusia berkualitas, mempromosikan hasil inovasi dosen. Mengembangkan sistem manajemen berbasis merit sistem. Memperkuat manajemen layanan serta membimbing mahasiswa menghadapi dunia kerja,” kata balon nomor urut satu tersebut.

Lebih jauh dia menjelaskan, proker yang ditawarkan adalah peningkatan kualitas lulusan, kualitas kurikulum, prodi bertaraf internasional. Kemudian peningkatan akreditasi prodi, kualitas dan pembangunan prasarana pembelajaran. “Juga penguatan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP),” jelasnya.

Sementara Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.Sc., Ph.D. balon rektor nomor urut dua dalam pemaparan visi misinya mengangkat tema “Menuju Unram yang Adaptif, Inovatif, dan Produktif Melalui Kepemimpinan Transformasional”.

Dia mengaku tidak memiliki visi. Namun, menjadikan Unram sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis riset dan berdaya saing internasional tahun 2025. “Itu visi yang harus kita kedepankan, ” ungkapnya.

Misi yang Bambang gunakan sesuai dengan misi Unram, yaitu melaksanakan proses pendidikan tinggi berbasis riset. Kemudian melakukan riset berstandar nasional hingga internasional.

“Mengabdi kepada masyarakat berdasarkan hasil riset. Menjaring kerja sama dengan berbagai pihak serta mengelola administrasi yang memenuhi standar,” tambahnya.

Bambang juga mengatakan, untuk mengembangkan Unram, perlu fokus kepada tiga hal, yaitu perpustakaan, sumber daya manusia dan laboratorium. Menurut dia, ketiganya merupakan perbedaan antara perguruan tinggi di luar negeri dengan di Indonesia.

Sementara itu, Dr. H. Djumardin, SH., M.Hum, balon rektor nomor urut tiga, mengusung tema “Unram yang unggul dan Berdaya saing Internasional”.

Program kerja Djumardin yakni, meningkatkan sumber daya manusia Unram sesuai puncak bonus demografi pada rentang waktu 2020-2026.

“Unram sebagai institusi pendidikan, diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang merespon secara positif agar bisa menjadi berkah,” jelasnya.

Dia memaparkan beberapa program yang diusung, seperti pengembangan dan restrukturisasi Unram, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas dan kuantitas lembaga serta sumber daya manusia. Kemudian, peningkatan publikasi ilmiah dosen, mendorong dosen untuk melanjutkan pendidikan S3.

”Kita tidak bicara soal program yang banyak, namun bagaimana program itu bisa dieksekusi lalu tindak lanjut berikutnya seperti apa?” ujarnya.

Ia menawarkan lima pilar agar Unram bisa unggul dan berdaya saing internasional, diantaranya melalui peran ralasi yang dimiliki Unram serta kerja sama agar bisa kuliah gratis sambil magang di Jerman.

”Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil dan tindak lanjutnya. Dimana hasil meliputi target dan capaian, sedangkan tindak lanjut meliputu hambatan dan solusi,” tuturnya.

Sementara balon dengan nomor urut empat, Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum, mengangkat tema “Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Akselerasi Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk Mewujukan Unram Berdaya Saing Internasional”.

Hal itu berangkat dari visi Unram, menjadi lembaga pendidikan berbasis riset dan Berdaya Saing Internasional tahun 2025, melalui lima pilar Misi Unram yaitu pendidikan, penelitian, mengabdi kepada Masyarakat, sistem informasi, kerjasama dan tata kelola.

Pria yang akrab disala Prof. Husni ini menjelaskan beberapa program yang sedang dan akan dilakukan dari lima pilar yang ada. Dalam bidang pendidikan, Implementasi Audit Mutu Internal (AMI), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan Sistem Penjaminan Mutu Ekternal (SPME) menjadi perhatian.

Selain itu, terdapat percepatan akreditasi/serifikasi program studi internasional, pendampingan akreditasi program studi dan laboratorium, pendampingan kurikulum berbasis Outcome-based Education (OBE), panduan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis kasus. Kemudian, pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi P1 (LSP-P1), Optimalisasi Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Unram serta insentif modul daring.

Implementasi MBKM juga menjadi sorotan rektor Unram ke-9 itu. “Mengenai implementasi MBKM, kita telah merespon dengan cepat kebijakan ini. Kita sudah mengeluarkan delapan peraturan rektor dan empat keputusan rektor terkait MBKM, kurikulum MBKM juga sudah diterapkan di semua prodi dengan mahasiswa terlibat sebanyak 2.764 mahasiswa. Tentu ini masih kurang, untuk itu kita akan terus tingkatkan,” jelasnya.

Dalam bidang penelitian dan pengabdian program yang ditawarkan antara lain bimtek penulisan proposal p2m kompetitif nasional, bimtek penulisan artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi, bimtek hki, pengelolaan jurnal, insentif artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi dan prosiding, insentif penulisan buku ajar, dan bantuan untuk Pusat Unggulan Iptek (PUI).

Dia juga merumuskan lima program pengembangan Unram yang disebut dengan “Goals Unram 2026”, yaitu:

  1. Good University Governance (sederhana, transparan, akuntabel, bertanggungjawab, berkeadilan dan berkesinambungan).
  2. Organization Performance (kinerja kelembagaan/organisasi: pemanfaatan TIK, efesiensi, efektifitas, dan daya tanggap).
  3. Academic Reputations (riset/ publikasi, akreditasi/sertifikasi, pemeringkatan nasional/ internasional dan jejaring internasional).
  4. Learning Atmosphere Transformation (implementasi merdeka belajar-kampus merdeka, outcome-based education).
  5. Student Performances (mahasiswa berbudaya unggul dan berdaya saing, kreatif, inovatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berakhlakul karimah.

”Saya merencanakan program Unram Goals 2026, untuk menjawab berbagai tantangan dan isu-isu strategis yang dihadapi,” terangnya.

Rapat Terbuka Senat dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Suwitno selaku Koordinator Hukum, tata laksana dan kepegawaian Ditjen Dikti Kemdibudristek.

Turut hadir juga anggota Senat Unram, Unsur pimpinan dan perwakilan mahasiswa, baik secara luring maupun daring.

Ketua Senat Unram Prof. Agil Al Idrus., M.Si saat menutup acara Rapat Senat Terbuka, secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kemdikbudristek yang diwakili oleh Koordinator Hukum, Tatalaksana dan Kepegawaian Ditjen Dikti.

“Saya juga berterima kasih kepada seluruh anggota senat yang telah hadir selama enam jam secara aktif,” pungkasnya. (Mrm/Adk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Unram Laksanakan Wisuda Secara Offline

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Ratusan Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) melakukan wisuda secara offline di Gedung Auditorium Yusuf Abu Bakar, Selasa (12/10).

Ini kali pertama Unram melaksanakan wisuda offline sejak munculnya pandemi Covid-19.

Rektor Unram Dr. Lalu Husni, SH., M. Hum dalam sambutanya menjelaskan, total wisudawan periode September sebanyak 1.287. Dengan rincian dua orang doktor, 84 magister, 963 sarjana, 288 ahli madya dan 10 profesi.

Pada waktu yang sama, Wakil Rektor I, Agusdin, S.E., MBA., DBA menjelaskan jumlah total mahasiswa yang mendaftar wisuda luring periode September sejumlah 1.420 mahasiswa.

“Sebanyak 1.172 mahasiswa yang mengikuti wisuda secara luring dan 246 mahasiswa wisuda secara daring,” sebutnya.

Kemudian, Agusdin mengatakan awalnya wisuda ini akan dilaksanakan menggunakan sesi pagi dan siang, namun karena berbagai pertimbangan panitia pelaksana, penerapan sesi batal diterapkan. Kegiatan wisuda rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari, sejak tanggal 12 hingga 14 Oktober.

“Dengan perkiraan peserta perharinya sekitar 390 orang,”ungkap WR 1.

Suasana mahasiswa Unram usai acara wisuda. (Foto: MEDIAUnram.com/Yudi)

Sesuai dengan pengumuman yang diedarkan, pelaksanaan wisuda offline tidak mengikutsertakan orang tua maupun wali. Para pendamping diberikan tempat di masing-masing fakultas.

Lebih jauh Agusdin mengatakan untuk pelaksanaan wisuda periode Desember akan sama seperti jika mendapatkan izin Satgas Covid Kota Mataram.

Dalam kegiatan itu turut hadir semua pejabat, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, kepala senat. Sedangkan anggota senat hadir via daring.

Salah satu mahasiswi lulusan Fakultas Teknologi Pangan (Fatepa) Unram, Ida Nurul Walida merasa bersyukur karena Unram dapat melaksanakan wisuda secara luar jaringan (luring).

Ida Nurul Walida, saat ditemukan tim MEDIAUnram. (Foto: MEDIAUnram.com/Yudi)

“Terima kasih kepada para birokrasi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unram yang telah berusaha merealisasikan penyelenggaraan wisuda luring ini,” kata mahasiswi asal Pancor, Lombok Timur yang ditemui media. (MRM)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mahasiswa Harus Kritis, Peka, dan Melek Teknologi

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Mahasiswa harus memahami kolaborasi, melek teknologi, peka terhadap situasi, mau menerima saran dan kritik.

Hal itu diungkapkan Inspektur I, Inspektorat Jenderal Kementrian Ketenagakerjaan RI, Nurhijab S.Pt, dalam seminar nasional yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan Unram, Selasa (11/10) pagi.

“Mampu memadukan regulasi, serta mampu bersahabat,” katanya di Gedung Dome Unram.

Nurhijab juga mengatakan mahasiswa harus memiliki analisis yang tajam. “Mahasiswa lulusan Fakultas Peternakan harus bisa berpikir kritis,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan menteri ketenagakerjaan juga memiliki peran dalam rangka pemulihan ekonomi nasional khususnya di NTB.

Nurhijab mengatakan, salah satu cara untuk memulihkan ekonomi saat ini dengan mengoptimalkan sektor peternakan. Dalam hal ini, lanjutnya, menteri ketenagakerjaan mengeluarkan Permenaker Nomor 20 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyaluran Bantuan Pemerintah di Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kita tidak hanya perlu memahami tentang peternakan, banyak hal yang perlu dipahami juga agar dapat menentukan passion masing-masing,”ungkapnya.

Lebih jauh dia mengatakan Menteri Ketenagakerjaan mencetuskan lima bantuan, antara lain; Bantuan sarana prasarana, operasional, penghargaan, rehabilitasi, dan bantuan lainnya.

“Dicetuskan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat dan memiliki karakteristik untuk mendapatkan bantuan pemerintah,” lanjutnya.

Seminar dengan tema “Peran Mahasiswa dan Sarjana Peternakan Dalam Meningkatkan Produktifitas Masyarakat Agar Terwujudnya Pemulihan Ekonomi Nasional Khususnya di Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB)” dihadiri puluhan peserta dan tamu undangan. Mereka terbagi dua bagian, offline dan online dalam zoom meeting.

Berdasarkan pantauan MEDIA Unram Seminar ini dimulai sejak pukul 08.00 Wita dan berakhir pada pukul 12.01 Wita. (Adk)

Tidak Adil

0

“Semuanya sudah berubah sekarang, semuanya tidak sesuai dengan keinginanku.”

Hanya kalimat itu yang terdengar dari wanita berumur 38 tahun itu. Ia duduk sejak siang di depan komputer kerjanya tanpa mengerjakan apapun, ia hanya memandangi jendela dengan tatapan kosong.

Apa hal yang dia pikirkan itu sungguh mengganggu pikirannya? Toh juga selama ini ia selalu acuh atas kepergian sosok pria yang ada dalam hidupnya itu. Apa kepergian Tuan kali ini sungguh membuat resah? Aku mempertanyakan ini dengan serius.

“Apakah nyonya tidak bekerja hari ini?”

Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya, dan kembali memandangi jendela di ruangannya.

“Nyonya ingin dibuatkan makanan?”

“Saya tidak merasa lapar, terima kasih,” jawabnya ketus.

Aku meninggalkan ruangan itu, berjalan perlahan menunggu ia memanggilku jika membutuhkan sesuatu.

Hingga tangga terakhir tidak ada suara darinya, “ya sudah” pikirku. Aku melanjutkan pekerjaanku dengan tetap tenang karena masih berharap ada suara darinya.

“Apa ibu masih seperti biasa?” tanya Fani seperti biasa.

Seketika aku mengikuti Fani yang berjalan menuju ruangan ibunya. Situasi yang sama, ibunya masih di posisi tadi tanpa berubah sedikitpun.

“Kapan ibu selesai memikirkan ini? Aku ingin bermain ke pantai,” Tanya Fani pada ibunya yang hanya terdiam.

Berdiri beberapa menit di depan ibunya, Fani melangkah menuju pintu sebab tidak ada jawaban atas pertanyaannya.

“Fan, ini tidak adil. Ibu akan menikah lagi.”

Fani mematung usai mendengar kalimat yang dilontarkan ibunya, mukanya memucat, tangannya bergetar.

Aku hanya bisa terdiam memandangi Fani. Tetapi, apakah ini adil juga bagi Fani?

Apotek Unram Diresmikan; Terima Pesan Antar

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Kini Universitas Mataram (Unram) memiliki apotek. Menariknya, apotek yang baru diresmikan itu melayani pesan antar untuk wilayah sekitar Mataram.

Toko obat yang berada di dalam gedung Business Center, tepatnya di samping pintu masuk Unram bernama Apotek Pendidikan Unram.

“Kami menyediakan jasa pesan antar untuk obat-obatan umum seperti Paracetamol dan Amoxicillin,” kata Penanggung jawab apotek  apt, Windah Anugrah kepada mediaunram.com.

Apotek tersebut diresmikan Rektor Unram Lalu Husni, Selasa (28/9) pagi. Dalam acara tersebut turut  hadir Wakil Rektor (WR) Bidang Umum dan Keuangan Kurniawan, WR Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Enny Yuliani. Kemudian, Dekan Fakultas Kedokteran Unram, dr. Hamsu Kadriyan dan beberapa tamu undangan lainnya.

Suasana foto bersama rektor Unram beserta jajaranya usai acara Launching. (Foto: MEDIAUnram.com/Adeka)

Menurut pengamatan mediaunram.com, usai diresmikan, Apotek Pendidikan Unram langsung beroperasi. Windah menjelaskan, kehadiran toko obat tersebut sebagai fungsi sosial, bisnis dan pendidikan.

“Fungsi sosial sebagai pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta bertujuan sebagai wadah praktek bagi mahasiswa Prodi Farmasi,” katanya.

Menurut informasi yang didapat, waktu operasional apotek tersebut mulai dari Senin hingga Sabtu, pukul 08.00-21.00 Wita. Untuk pemesanan obat silakan menghubungi nomor (081353140100). (Adk,Mrm)

 

Petani Diberi Bibit Jagung Kadaluwarsa, Himasdo-M Datangi Gedung Gubernur

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Ratusan orang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Suku Donggo Mataram (Himasdo-M) melakukan aksi di depan Kantor Gubernur NTB, Senin (27/9).

Mereka menyikapi bibit tidak layak tanam yang diberikan Pemprov kepada para petani di Kabupaten Bima dan Dompu. Koordinator Umum (Kordum) Aimansyah mengatakan, permasalahan tentang pengadaan dan pembagian benih yang diterima oleh petani mulai marak sejak tahun 2017.

“Tidak sesuai dengan usulan anggota kelompok yang masuk Rencana Defenitif Kebutuhan Pokok (RDKK). Kemudian hal serupa kembali terjadi di tahun 2021,” katanya.

Bantuan benih jagung di Bima seluas 35 hektar tahun 2021. Jenis benih bantuan yang diberikan pemerintah antara lain; NK212, Pioner 35, Pertiwi 3, Nasa 29, HJ21 (Golde Premium), RK 457, benih bantuan ini merupakan usulan sebagian Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Sementara RDKK rata-rata mengusulkan benih jenis Bizi 18 dan NK.

“Hal tak terduga pun terjadi. Pengadaan benih jagung jenis Golden Premium diduga kadaluwarsa karena ditempeli label tahun 2021, sementara benih di produksi tahun 2020,” lanjut pria yang akrab disapa Aiman itu.

“Fakta ini berhasil ditemukan di Bima dan menurut mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Himasdo-M, kejadian serupa tidak menutup kemungkinan akan terjadi di Dompu,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Aiman, dugaan bahwa pemerintah NTB mencoba melakukan permainan dalam proses pendistribusian bibit jagung menjadikan sebagai salah satu faktor yang mendorong aksi tersebut.

“Aliansi mahasiswa berusaha untuk mendesak Gubernur NTB agar mengontrol penjualan pupuk agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui Dinas Pertanian NTB,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, massa aksi juga berusaha meminta Gubernur NTB untuk memanfaatkan BUMD dalam mengakomodir harga komoditas petani. Kemudian, menuntut Pemprov untuk menghentikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan yang tidak memiliki keberpihakan terhadap petani.

Lebih jauh Aiman mengatakan, hal utama adalah evaluasi untuk pendistribusian bibit di tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan. “Pengeluaran bibit yang sesuai dengan usulan petani atau sesuai dengan RDKK,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Muhammad Riadi yang menemui masa aksi mengatakan, tuntutan diterima dan akan diserahkan kepada gubernur. Kemudian dia menandatangani surat di atas materai.

Kadis Pertanian dan Perkebunan saat menemui massa aksi. (Md/ist)

Menurut pengamatan MEDIA selama di lokasi, sempat terjadi keributan antara masa aksi dengan aparat keamanan. Mereka terlihat kejar-kejaran. Beruntungnya kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Setelah itu, massa aksi membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 12.00 Wita. (khn)

Jalan Lingkar Masih Jadi Tempat Andalan Buat Malam Mingguan

0

Catatan Khan

Kota Mataram memang memiliki beberapa tempat untuk bersantai. Meski terdapat banyak Coffee Shop dan lainnya, tongkrongan pinggir jalan juga tidak kalah menarik untuk bersantai, khususnya untuk bermalam Mingguan.

Mulai dari Taman Budaya, Udayana, Pantai Ampenan, tidak terkecuali Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di bibir jalan sebelah selatan Monumen Metro. Meski bukan tempat yang baru, namun lokasi tersebut masih menjadi salah satu tempat incaran masyarakat untuk menikmati waktu luang.

Malam itu sejuk. Mendung, namun tidak ada setetes hujan pun yang turun. Lokasi yang berdekatan dengan persawahan ini terasa semakin adem. Angin sepoi-sepoi dan beberapa pohon di pinggir jalan, menambah nikmatnya suasana duduk menghabiskan waktu santai bersama rekan, keluarga atau pasangan.

Di sana kita bisa menikmati berbagai makanan dan minuman. Mulai dari kopi, es, hingga berbagai aneka ragam cemilan. Tidak hanya itu, kita juga bisa menyantap jagung dan kacang rebus.

Harga yang ditawarkan murah meriah, sesuai dengan isi dompet. Menjadi tempat yang cocok bagi mahasiswa usai penat melakukan perkuliahan dan mengerjakan tugas.

Salah satu pengunjung, Elsa Ermasari menjelaskan, lokasi yang masyhur dengan sebutan jalan lingkar itu merupakan salah satu tempat yang asyik.

“Suasananya enak. Walau di pinggir jalan, tapi asyik buat ngopi bareng teman,” katanya kepada mediaunram.com, Sabtu (25/09/2021) malam.

Wanita yang akrab disapa El ini mengaku pertama kali menongkrong di jalan lingkar. “Karena jarang keluar, sibuk dengan kuliah organisasi, jadi tidak tahu tempat ini. Kalau tahu asyik begini, bisa jadi tempat andalan buat ngopi,” beber salah satu mahasiswi Unram tersebut.

Meski begitu, kita tidak bisa cukup lama bisa berdiam di sana. Pasalnya, aturan jam yang membatasi para pedagang kali lima (PKL) untuk berjualan masih berlaku.

“Sekarang cuman sampai jam 10 malam,” kata salah satu pedagang, Ayuni, saat berbincang dengan mediaunram.com.

Ayuni mengaku, meski dalam keadaan pandemi Covid-19, jalan lingkar tetap memiliki pengunjung, meski tidak sebanyak sebelum virus melanda.

“Sebelum Covid-19, mulai sore hari para pengunjung sudah banyak yang datang. Tapi sekarang, setelah solat magrib baru datang,” beber wanita asal Dusun  Pauq Dodol, Desa Bajur,  Kecamatan Labuapi tersebut.

Ayuni juga menjelaskan, selama pandemi Covid-19 pendapatannya menurun. Sebelumnya bisa meraih ratusan ribu per hari, kini hanya mampu mendapatkan puluhan ribu saja. Hal itu terjadi karena waktu membuka lapak tidak seperti biasanya.

“Dulu saya buka dari pagi sampai malam. Sekarang dari magrib sampai jam 10.00 Wita saja,” ungkapnya.

Kendati demikian, Ayumi tetap bersyukur karena masih ada masyarakat yang bersantai, menghabiskan waktu luang di sekitar lapaknya.

“Alhamdulillah masih ada yang mau duduk, jalan-jalan di sini. Setidaknya pemasukan buat kasih makan anak masih ada,” pungkas wanita yang memiliki dua anak itu.

 

 

Unram Wisuda Luring; Orang Tua Tidak Boleh Hadir

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) kini bisa melaksanakan wisuda luar jaringan (luring). Meski begitu, para wisudawan perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya tidak mengikut sertakan orang tua maupun wali.

Hal itu tertulis dalam pengumuman wisuda Nomor 9559/UN18.1/TU/2021 tanggal 14 September 2021.

Dalam pengumuman yang dikeluarkan pada 20 September 2021 itu, orang tua maupun wali cukup mengantarkan saja. Jika ingin menyaksikan, mereka bisa melihat melalui channel youtube.

Sebelumnya, wisudawan  diminta untuk mengunggah sertifikat vaksinasi. Kemudian membuat surat pernyataan bersedia tidak akan mengikutsertakan orang tua atau wali sebagai pendamping yang ditandatangani di atas materai Rp. 10,000.

Selanjutnya, mengunggah melalui laman pendaftaran wisuda (http://wisuda.unram.ac.id) paling lambat tanggal 21 sampai 24 September 2021.

Sebelum memasuki ruangan, para wisudawan akan diminta menunjukkan kartu vaksin, menyerahkan surat pernyataan, serta harus memakai masker dan pelindung wajah (face shield).

Kemudian, suhu tubuh wisudawan akan dilakukan pengecekan. Apabila suhu tubuh di atas 37,5 derajat, calon wisudawan tidak diizinkan mengikuti acara wisuda offline. Para wisudawan yang tidak mengikuti beberapa syarat tersebut akan melakukan wisuda secara daring.

Agusdin selaku Wakil Rektor Bidang Akademik menyampaikan beberapa hal penting kepada seluruh calon wisudawan periode September 2021. Diantaranya, pelaksanaan wisuda luring (offline) dilaksanakan di Gedung Auditorium M. Yusuf Abubakar Unram, pada 12 hingga 14 Oktober 2021.

“Dengan teknis pelaksanaan yaitu dalam satu hari dilaksanakan dua sesi wisuda yakni sesi pagi dan sesi siang,” lanjutnya.

Hal-hal lain terkait teknis pelaksanaan wisuda akan diumumkan kemudian melalui laman pendaftaran wisuda (http://wisuda.unram.ac.id). (MRM)

Kuliah Luring Bukan Prioritas

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Selama kompetensi akademik mampu dicapai melalui perkuliahan dalam jaringan (daring), kuliah luring (luar jaringan) tidak perlu diprioritaskan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Dr. A Syamsun, saat dihubungi anggota MEDIA Unram beberapa hari lalu.

Syamsun menjelaskan, mengingat resiko yang akan dihadapi oleh kegiatan kuliah luring cukup besar, Fakultas Kedokteran (FK) Unram tetap memprioritaskan kuliah daring.

“FK juga sangat memperhatikan kesehatan mahasiswa maupun tenaga pendidik, oleh karena itu praktikum tersebut dilaksanakan secara sesi,” katanya.

Terkait kuliah bauran, FK Unram sudah melaksanakannya sejak satu tahun yang lalu, khusus mata kuliah praktikum yang tidak memungkinkan dilaksanakan online.

Untuk proses melaksanakan perkuliahan secara luring, Syamsun mengatakan, FK memiliki beberapa syarat, diantaranya memiliki izin orang tua wali serta hasil vaksinasi mahasiswa maupun tenaga pendidik.

Sementara itu, Ketua BEM FK Hafizh menyetujui, kuliah luring akan diterapkan jika sebanyak 75 persen mahasiswa maupun tenaga pengajar Unram telah di vaksinasi.

“Kalau di Prodi Pendidikan Dokter memang sudah menerapkan sistem hybrid (bauran), dikarenakan lebih dari 75 persen mahasiswa sudah melakukan vaksinasi,” ujarnya saat di hubungi oleh MEDIA Unram melalui Whatsapp beberapa hari lalu.

Pengaplikasian bauran tiga prodi di FK berbeda, tergantung dari ketua prodi (Kaprodi) yang sudah berkoordinasi dengan ketua lab. Kemudian, untuk Prodi Farmasi belum terlalu bauran karena SDM yang masih kurang. (MRM)

 

Polemik yang Seharusnya Tidak Menjadi Polemik

0

Sebagai miniatur sebuah negara, kampus memiliki peranan yang penting dalam kehidupan mahasiswa, karena disinilah mahasiswa belajar bagaimana seharusnya bermasyarakat, menyelesaikan dan menyikapi berbagai persoalan yang ada di lingkungan kampus.

Lembaga tertinggi mahasiswa dinahkodai oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang berfungsi sebagai tempat mengadu dan menyuarakan aspirasi masyarakat kampus serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai eksekutor dalam dunia kampus.

sejarah mencatat bahwa, sejak awal berkuasanya rezim orde baru yakni pada tahun 1970-an, Soeharto mulai menampakkan otoritarianismenya di segala sektor dan bidang tak terkecuali bidang pendidikan.

Hal ini dilakukan untuk membatasi ruang gerak mahasiswa, karena mahasiswa pada masa itu selalu menentang kebijakan pemerintahan.

Dikeluarkannya SK No.028/U/1974 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1974 yang berisi tentang pemberian kekuasaan lebih kepada Rektor Universitas untuk mengendalikan mahasiswanya. Kemudian pada 19 April 1978 dilanjutkan dengan dikeluarkanya SK No.0156/U/1978 tentang NKK (Normalisasi Kehidupan kampus) dan pada 24 Februari 1979 dikeluarkannya SK No.037/U/1979 tentang BKK (Badan Koordinasi Kemahasiswaan).

Garis besar NKK adalah menata ulang dan mengatur kehidupan kampus secara mendasar, fungsional dan bertahap. Sedangkan BKK adalah badan non-struktural berfungsi membantu rektor untuk merencanakan kegiatan mahasiswa. Dengan demikian kegiatan mahasiswa

baik kurikuler dan non-kurikuler diatur oleh perguruan tinggi.

Dibekukannya Dewan Mahasiswa dan diambil alihnya kampus oleh militer pada tahun 1979, menjadi sebuah pelajaran tak akan terlupakan.

Di Universitas Mataram (Unram) sendiri, dua lembaga tertinggi mahasiswa yakni DPM dan BEM, harusnya tetap sigap dalam dan bekerjasama menyelesaikan permasalahan mahasiswa. Menariknya dua lembaga ini hari ini tengah terjebak dalam tupoksinya masing-masing. DPM sebagai penyerap aspirasi, maupun BEM sebagai eksekutor.

Hal ini menandakan kemunduran peran kedua lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan mahasiswa. Namun, melihat polemik dari kedua lembaga hari ini yang hangat-hangatnya sederhana saja DPM dengan MKM nya dan BEM dengan BSO nya.

Sebagai mahasiswa, sebenarnya ini masalah yang harus diselesaikan di ruang ilmiah serta ruang diskusi, program yang kedua lembaga ini bentuk sepatutnya menjadi pekerjaan rumah kita bersama sebagai masyarakat kampus, melihat polemik seperti ini seharusnya tidak terjadi.

Lembaga tertinggi di kampus hari ini harusnya berjalan berbarengan untuk menyelesaikan masalah mahasiswa dan permasalahan lainnya bukan melakukan sesuatu yang tidak menjawab kepentingan mahasiswa itu sendiri. Saya sendiri tidak menolak apa yang dibentuk selagi untuk kepentingan mahasiswa dan mahasiswa paham itu semua.