Ilustrasi corona dan dampaknya bagi ekonomi. (Foto: Ist)
Media Unram – Sosiolog Unram Maya Atri Komalasari, S.Sos, MA, jelaskan dampak mewabahnya virus Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia.
Seperti yang diketahui, mewabahnya virus corona ini mengakibatkan aktivitas ekonomi banyak terganggu. Terlebih lagi dengan adanya kebijakan untuk membatasi bahkan menutup akses keluar masuk di suatu daerah demi menekan penyebaran virus.
Maya menuturkan, kebijakan pemerintah dianggap memiliki peran penting untuk menangani masalah terkait. “Jika pemerintah mengambil kebijakan dan langkah-langkah yang tepat, tentunya masyarakat akan mengikutinya. Dengan begitu,kestabilan kondisi sosial masyarakat terpenuhi,” katanya.
Sebalikanya, Maya menjelaskan, jika pemerintah masih ragu dalam mengambil kebijakan, atau masyarakat tidak mengikuti kebijakan pemerintah, maka kondisi sosial masyarakat tidak stabil.
Sosiolog Unram, Maya Atri Komalasari, S.Sos, MA.
“Kondisi makin tidak stabil. Karena panik, kondisi masyrakat semakin kacau. Dengan begitu, tentu akan berpengaruh pada perekonomian negara,” lanjut Maya.
Dosen Prodi Sosiologi Unram ini menjelaskan, agar pemerintah menguatkan ekonomi lokal, seperti UMKM. Karena menurutnya, saat krisis ekonomi, yang lebih mampu bertahan.
“Meskipun hal kecil, tetapi jika dilakukan secara kompak dan bersama-sama, maka hasilnya akan terlihat,” pungkas Maya. (roy)
Media Unram – Sosiolog Unram Maya Atri Komalasari, S.Sos, MA, turut berkomentar mengenai kenaikan dollar yang tembus Rp 16rb (dalam mata uang Indonesia). Menurutnya, kurs Rupiah yang melemah dapat menjadi penghambat pemerataan pembangunan, khususnya jika memerlukan investasi, bahan baku, dan mengimpor tenaga kerja.
Maya menjelaskan, lemahnya kurs Rupiah tidak akan menjadi masalah yang serius jika pemerintah memiliki alternatif.
“Alternatifnya seperti menekan budget, mengoptimalkan pengunaan tenaga kerja dalam negeri, dan bahan baku lokal. Sehingga pemerintah memiliki peran besar dalam mengoptimalkan lembaga-lembaga dan SDM,” paparnya kepada Media Unram, Minggu, (22/3).
Lebih jauh Maya menjelaskan, masyarakat Indonesia juga memiliki peran penting untuk menstabilkan kurs Rupiah. Dengan menguatkan ekonomi lokal, seperti UMKM. Meskipun hal kecil, tetapi menurutnya, jika dilakukan secara bersama-sama dan kompak, maka hasilnya akan terlihat.
“Karena umumnya, saat krisis ekonomi terjadi, justru ekonomi lokal seperti UMKM yang lebih mampu bertahan,” kata dosen muda Prodi Sosiologi Unram ini. (roy)
Media Unram – Polda NTB terjunkan 30 personel yang terdiri dari Tim KBR (Kimia, Biologi dan Radioaktif) beserta Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob guna melakukan penyemprotan disinfektan dienam lokasi yang meliputi fasilitas umum, perkantoran, dan tempat ibadah. Pada Sabtu, (21/3).
“Kegiatan ini akan terus dilakukan guna mangantisipasi penyebaran virus corona,” kata Kabid Humas Polda NTB Artanto SIK, M.Si.
Artanto menjelaskan, penyemprotan ini merupakan salah satu bentuk tindakan nyata yang dilakukan oleh Polda NTB beserta jajarannya dalam menyikapi keresahan yang terjadi di masyarakat akibat mewabahnya virus corona.
Beberapa lokasi yang disemprot disinfektan yaitu, Mako Korem 162 Wira Bhakti, Mako Koramil Ampenan, Mako Batalyon C Satbrimob Polda NTB, Terminal Mandalika Bertais, Masjid Al Abror Ampenan dan Gereja Santo Antonius Taman Kapitan Mataram.
Tidak hanya itu, kepolisian juga melakukan hal lain yang berimbas dari keresahan tentang adanya Covid-19, seperti penyebaran hoax, penimbunan masker, bahkan sampai dengan Sidak ke pasar-pasar. (khn)
Media Unram – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan surat edaran kepada Kepala Cabang Dinas, Pengawas SMA sederajat, Kepala SMA sederajat Negeri/Swasta Provinsi NTB dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Pada Minggu, (15/04/).
Berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 3 tahun 2020, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB meminta untuk meliburkan proses Pembelajaran bagi seluruh siswa/i yang ada di NTB.
Surat Edaran tersebut direspon oleh Rektor Universitas Mataram dengan menggelar Rapat Pimpinan Universitas Mataram pada tanggal 15 Maret 2020 dengan mengeluarkan beberapa Kebijakan perihal Pencegahan Penyebaran Virus Corona. 1. Kegiatan perkuliahan asistensi/pembimbingan tatap muka ditiadakan. 2. Kegiatan Praktikum agar dilakukan penjadwalan ulang atau diganti dengan metode lain. 3. Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dilakukan penjadwalan ulang 4. Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan agar menunda atau menjadwal ulang kegiatan yang melibatkan kerumunan. 5. Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan agar menunda atau menjadwal ulang perjalanan ke Dalam atau Luar Negeri. 6. Wisuda Periode I (Kamis, 26 Maret 2020) ditunda pelaksanaannya sampai batas waktu yang belum ditentukan. 7. Dosen dan Tenaga Kependidikan agar hadir setiap hari kerja di Kampus untuk mengisi Daftar Hadir. 8. Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan yang memiliki salah satu keluhan deman dan/atau pilek, batuk dan radang tenggorokan agar segera memeriksakan diri ke Dokter/Rumah Sakit dan beristirahat. 9. Semua Unit Kerja agar melengkapi fasilitas sarana dan prasarana perlindungan diri dari dampak penularan COVID-19
Beberapa kebijakan tersebut mulai berlaku pada Senin 15-27 Maret 2020 dengan disetujui dan ditandatangani oleh Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni. SH., M.HUM. (ibe/rni)
Suasana pertemuan mahasiswa dengan birokrasi di ruang senat rektorat Unram. (Foto: tim)
Media Unram – Universitas Mataram mengadakan pertemuan dengan mahasiswa penerima bidikmisi angkatan 2018 untuk membahas pengembalian uang transportasi, pada Sabtu, (14/3).
Pertemuan tersebut diisi pengarahan tentang temuan Inspektorat Jenderal Kemenrisdikti, terkait biaya kedatangan (transportasi) dan biaya hidup sementara mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dalam Provinsi NTB tahun 2018.
Dalam kegiatan ini dijelaskan, bahwa berdasarkan buku pedoman bidikmisi, mahasiwa yang berhak mendapatkan biaya transportasi dan biaya hidup sementara adalah mahasiswa yang berasal dari luar Provinsi NTB.
Sementara itu, beberapa mahasiswa ada yang belum mengembalikan biaya transportasi dan biaya hidup. Karena menurut mereka, pihak birokrasi belum memberikan kepastian.
“Pertemuan tadi membahas tentang pengembalian biaya transportasi, ada yang tidak mau balikin karena masih belum tau kenapa harus dibalikin”, ucap Aiga Putri Gayatri, mahasiswa bidikmisi angkatan 2018.
Menanggapi hal itu, Ketum Formadiksi M Fauzan Al Habib menjelaskan bahwa, belum ada titik temu antara mahasiswa dengan pihak rektorat mengenai pengembalian biaya transportasi dan biaya hidup sementara yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Kita minta harus ada dirjen dikti langsung yang memberi arahan langsung kepada kita,” katanya.
Sebelumnya, PLT Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Yusron Saadi, mengundangan 474 mahasiswa bidikmisi angkatan 2018 melalui surat edaran yang dikeluarkan pada 12 Maret lalu. (adk)
Media Unram – Universitas Mataram menjadi tuan rumah Debat Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dan Ketua Pengurus Besar Korp PMII Putri (PB KOPRI) (03/12/2020).
Membuka acara debat Kongres PB PMII Pengurus Besar IKA PMII Dra. Hj. Wartiah menyampaikan kegiatan debat kandidat dikampus Unram ini terasa seperti kegiatan kongres.
“Debat ini rasa kongres ini yang tidak bisa di lupakan, terutama kepengurusan PKC PMII Bali Nusra dibawah kepemimpinan Aziz Muslim,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang sama Sekjen PB PMII Sabolah Al-Kalamby menyampaikan bahwa kondisi keberadaan pengurus cabang di seluruh Indonesia yang sampai saat ini secara kuantitas organisasi PMII memiliki cabang terbanyak. “Jumlah cabang kita hari ini 231 cabang persiapan dan 3 cabang diluar negeri,”ungkapnya.
Lebih jauh Sabolah menyampaikan organisasi PMII dengan jumlah yang banyak dari OKP tentu memiliki tantangan yang cukup besar, PB PMII terus mendongkrak kemampuan kader PMII di akademik dan skil-skil yang dimiliki kader.
Sementara itu Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) NTB Aksar Ansori mengucapkan terimakasih dengan dipilihnya kota Mataram, terlebih lagi kampus Universitas Mataram sebagai tuan rumah debat kongres PB PMII. “PMII Mataram khusus nya Unram menjadi binaan saya dan saya berterimakasih kepada BPK telah memilih Mataram,” Ujarnya.
Mataram menjadi tuan rumah ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Bengkulu dan Banjarmasin. Debat ini mengusung tema “Relasi PMII dan Eksternal”.
Acara ini dihadiri oleh PB IKA PMII atau anggota DPR RI Hj. Warti’ah, Ketua PW NU NTB TGH. Masnun Thahir, Ketua IKA PMII NTB H.L. Aksar Ansori, Anggota DPRD NTB Akhdiansyah dan M. Akri, Ketua PW GP Ansor NTB H. Zamroni Aziz, para tamu undangan dan para alumni senior PMII serta anggota PMII. (ibe)
Presma Unram, Irwan saat membacakan tuntutan.Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi saat menandatangi pernyataan menerima tuntutan. (Foto: khn)
Media Unram – Ratusan massa “Aliansi Rakyat NTB Menggugat” yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan serikat buruh kembali ramaikan kantor DPRD NTB untuk menolak RUU Omnibus Law, Kamis, (03/05/2020).
Dalam aksi yang dilakukan pada pukul 11.57 Wita ini, ada lima tuntutan yang disampaikan. Berikut tuntutannya:
1. Menolak dengan tegas RUU Omnibus Law. 2. Menolak penerapan kebijakan kampus merdeka atau merdeka belajar. 3. Mencabut PP No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. 4. Mendesak pemerintah untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dalam setiap penyusunan dan perubahan kebijakan. 5. Stop represif terhadap pergerakan rakyat.
“Kami menolak dengan tegas RUU Omnibus Law, karena kebijakan dari pemerintah pusat mencederai semangat reformasi,” ucap Ketua BEM yang juga sebagai kordum, Irwan dalam orasinya.
Setelah 40 menit berorasi dan menyampaikan tuntutannya, massa aksi ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi ditemani Ketua Komisi I, Syirajuddin. “DPRD Provinsi secara resmi akan meminta komisi 1 melakukan kajian terhadap poin-poin pokok yang menjadi alasan penolakan,” ucap Mori. “Ini akan kita tindak lanjuti kepada teman-teman kita di DPR RI,” lanjutnya.
Mori menjelaskan, penolakan ini akan ditindak lanjuti ke DPR RI, karena memiliki semangat yang sama untuk menyikapi RUU Omnibus Law . Pada tempat yang sama, Komisi I menambahkan, bahwa Omnibus Law mengandung 4 Rancangan Undang-undang (RUU). Selain itu, menurutnya yang paling menarik perhatian yakni RUU tentang cipta lapangan kerja.
“Kami akan menerima, menampung dan menindak lanjuti, karena seharusnya Omnibus Law diberlakukan di negara yang menganut sistem Common Law, sedangkan Indonesia menganut sistem Civil Law,” tutur Syirajuddin.
Usai menerima tuntutan massa aksi, Mori Hanafi menandatangi surat pernyataan penerimaan tuntutan diatas materai. Terakhir, massa aksi membubarkan diri dengan tertib menjelang azan zuhur. (adk)
Media Unram – Beredar pesan dari nomor Disnaker NTB dan Pemprov NTB, Kamis (03/05/2020).
Pesan yang dikirim oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mengenai RUU Omnibus Law.
“Masa depan cerah buruh Indonesia buruh tidak takut lagi PHK, karena Omnibus Law Memberikan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” isi pesan tersebut.
Pada waktu yang sama, Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga mengedarkan himbauan agar tidak merespon dengan berlebihan mengenai virus corona.
“Tetap waspada dan jangan sampai termakan isu hoax. Gubernur NTB meminta masyarakat waspadai virus corona tetapi jangan berlebihan,” isi pesan yang masuk pada pukul 14.02 tersebut. (khn)
Suasana usai pencopetan di depan gedung PKM Unram. (Foto: nur)
Media Unram – Seorang mahasiswi dicopet di depan gedung PKM Universitas Mataram. Pada Rabu, (04/03/2020).
Pada insiden kali ini, yang menjadi korban adalah mahasiswi semester 2 jurusan PKN Unram. Menurut info yang didapat, kejadian ini terjadi kurang lebih pada pukul 15.27 WITA.
Bagaimana knorologinya?
Inayah yang akan pulang ke rumah dengan membawa sepeda motor didekati oleh orang yang tidak dikenal dan langsung menarik dompetnya.
Menyadari dompetnya ditarik, Inayah mempertahanan dompetnya. Tarik menarik pun terjadi diantara korban dan pelaku. Akhirnya, keduanya terjatuh dan mengalami luka-luka.
Dari kejadian itu, mahasiswi yang berasal dari Bima ini dibawa ke klinik Unram karena mengalami luka di tangan dan kaki. Sedangkan pelaku tersebut diamankan oleh satpam Unram dan akan dibawa ke pihak yang berwajib.(nur)
“Semakin aku banyak membaca,semakin aku berpikir, semakin aku banyak belajar, semakin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apa apun” ( Voltair )
Membaca adalah sebuah kebutuhan setiap individu, tatkala hasrat ingin selalu mengetahui sesuatu, menggali dan mencari tahu tidak lain hanya dalam membaca itu sendiri.
“Dengan membaca, membuka jendela dunia” kutipan sejak dini familiar kita dengar penanaman akan literasi dan akan kesadaran. Ir. Soekarno dalam kisahnya “Buku Saku Tempo” menceritakan sosoknya yang gemar membaca hingga dalam tolilet pun beliau sanggup melahap banyak buku buku dan membaca aktif, hingga tak heran memunculkan pemikiran yang luar biasa dan menjadi tokoh pahlawan. Bahkan, Thomas Alva Edison seorang penemu lampu bohlam yang dalam sejarah hidupnya sejak kecil mempunyai rasa ingin tahu yang mendalam dan mengoleksi banyak buku yang dibaca.
Melalui pengajaran huruf abjad dari A-Z, pengejaan dan kelancaran sudah menjadi modal yang cukup untuk membaca. Dewasa ini dimensi dalam literasi sudah beragam bentuknya tidak hanya membuka lembaran buku dengan bau kertas yang khas, akan tetapi kehadiran tekhnologi sebagai penunjang kebutuhan manusia hanya dengan menghusap layar.
Dalam dunia literasi dimensinya berbeda, sekarang ini dalam pemenuhan rasa ingin tahu tidak hanya dengan merogoh kantong untuk membeli buku, bahkan membeli Koran untuk mencari berita berita yang aktual. Tetapi kehadiran tekhnologi mempermudah untuk mendapatkan sesuatu,Sebut saja televisi, radio, bahkan gadget.
Akan tetapi, semua kalangan saat ini nampaknya tidak terlepas dari benda yang canggih yakni gadget, semua sangat senang bermain benda yang satu ini. Mudahnya mengakses segala hal yang diinginkan hanya dengan mencarinya di mbah google, ternyata hitungan detik muncul berita ataupun kejadian yang update dari belahan dunia.
Sangat praktis bukan? Dalam membaca juga sangat mudah entah itu membaca berita, ataupun mencari sebuah buku pegangan yang kita sukai dalam bentuk E-book. Sederhananya, pelangi dalam berliterasi menyebabkan pandangan yang sangat luas dan pikiran menjadi terkumpul dalam dua dimensi membaca yang berbeda antara membaca dalam bentuk buku dan membaca dalam bentuk layar.
Dalam tekhnologi baik itu gadget banyak sekali menwarkan wahana untuk menarik daya minat para penggunanya, sebut saja itu media sosial, game, bahkan menonton video. Tidak bisa dipungkiri hal itu sangat dominan disukai dari jenjang dewasa, remaja, bahkan anak anak. Tak heran aktivitas membaca kadang menjadi kurang dominan. Data kemenkominfo merlis pengguna internet Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 63 juta orang, 95% diantaranya menggunakan media sosial. Akses fecebook dan Twitter paling tinggi dan berada setelah US, Brazil, dan India. Hal itu tidak keliru bahkan menjadi apresiasi masyarakat Indonesia sudah melek terhadap kemajuan.
Kita sepakat bahwa pada hari ini hal-hal dominan yang mencerminkan keilmuan baik dalam jenjang pendidikan bahkan lingkungan umum sudah diisi dengan aktivitas tentang gadget dengan segala keseruannya. Dalam contoh sederhana, melepas lelah dan bersantai tak jarang kita menikmatinya dengan secangkir kopi dan teh ditemani sebuah buku bacaan lalu berdiskusi , tersingkirkan dengan wahana permainan yang sangat menarik dan sangat seru atau bahkan mengabadikan moment dengan selfie dan berpose hingga mengekspresikan diri dalam sebuah aplikasi yang familiar.
Hal tersebut yang menyebabkan masih kosongnya ruang ruang diskusi dan berbagi pengetahuan dalam diri, terlebih itu dalam civitas akademisi,. Data UNESCO pada tahun 2016, minat baca masyarakat Indonesia sangat memperihatinkan, minat baca Indonesia berada pada peringkat ke-60 satu tingkat diatas Botswana salah satu negara di Afrika, Serta survey berbagai LSM yang menyadari hal itu.
Era baru bukan menjadi suatu batu penghalang dalam menumbuhkan semangat membaca, tetapi tantangan dalamnya harus bisa menyeimbangkan gairah dalam indahnya membaca. Imajinasi yang dapat kita tangkap tidak hanya terpampang dalam rak buku yang berjejer dalam perpustakaan, tapi dalam ruang dan waktu dimana pun kita dapat menikmatinya dengan usapan layar.
Karena membaca kita kembali ke masa lalu, mengelilingi dunia, mengetahui jiwa besar para pendiri bangsa, salah satu contoh kecilnya dan mungkin banyak versi yang kita sukai,juga dengan bidang keilmuan masing masing dan basicnya sangat bervarian terutama dalam akademik sehingga menaruh pemikiran yang pokok kedalam suatu narasinya yakni menulisnya dan mengamalkannya.
Dewasa ini, ditandai berbagai macam perubahan dalam setiap asfek kehidupan manusia baik itu ekonomi, politik, maupun budaya. Keterbukaan informasi yang ditandai dengan era gobalisasi menaruh manusia dalam suatu integrasi yang tidak mengenal batasan ruang dan waktu. Sejumlah aktivitas dan keseharian yang beragam dapat kita jumpai dalam suatu benda yang dinamakan tekhnologi.
Seiring berjalannya waktu, benda benda tersebut diciptakan atas rasa bentuk ide dan gagasan penemunya untuk semata mata mempermudah jalannya roda kehidupan manusia. Tatkala mempunyai rasa ingin tahu yang sangat mendalam. Literasi digital perlu ditingkatkan, beriringan dengan penggunaan tekhnologi yang semakin pesat. Keberadaan manusia dalam dunia sosial dan dunia nyata, memposisikan kita dalam komunikasi massa dan komunikasi sosial.
Disamping perlunya berpartisipasi dalam kemajuan dan mempermudah tatanan kehidupan manusia, tetapi disamping itu pertemuan dalam dunia nyata dan sosial, sebagai perwujudan dan menjaga tali perjumpaan dalam masyarakat.
Pengetahuan dan penulisan, terus menerus dalam cipta sebagai karya, sehingga warna warni yang bertemu dan digali dalam buku ataupun dalam tekhnologi sendiri esensinya sama yakni menambah pengetahuan dan memperkaya diri dengan pengetahuan, karena “ terpujilah mereka yang gigih sebarkan bahan bacaan, kepada mereka yang haus ilmu pengetahuan,merekalah yang menyodorkan jendela dunia,” (Najwa sihab, duta baca Indonesia).