21.5 C
Mataram
Wednesday, May 27, 2026
spot_img
Home Blog Page 34

Mahasiswa Korban Bogem Satpam Mengaku Diintimidasi Birokrasi

0

Unram, Media – Kasus pemukulan yang dilakukan satpam Unram terhadap sejumlah mahasiswa pada saat melakukan demonstrasi 20 Juni lalu, kini memunculkan perkembangan yang mengejutkan.

Pasalnya satu diantara dua korban yang melapor diduga mendapat intimidasi dan diminta mencabut laporannya.

Menurut pengakuannya, korban atas nama Nanang Sofiyan Maulana pernah diminta untuk menandatangani surat perjanjian perdamaian dari pihak birokrasi Unram.

“Terhitung tiga kali,” bebernya singkat.

Nanang juga mengakui bahwa ia pernah beberapa kali diajak untuk bertemu membahas keberlanjutan dari proses perdamaian yang disodorkan birokrasi kepadanya.

“Diajak ketemu di luar gitu pertama kali, bahasanya buat bahas gimana kelanjutan itu, tapi kecurigaannya mengarah ke penandatanganan,” katanya.

Tidak hanya itu, bahkan menurut pengakuan Nanang, Intimidasi juga telah sampai di Orang tuanya.

“Bahasanya dari birokrasi, bahwa ada berupa ancaman untuk tidak bisa melanjutkan studi,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai siapa yang menghubungi orang tuanya tersebut, Nanang menyebutkan Ir. H. Abdul Faruq selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan Rektorat Unram.

“H. Faruq nelpon orang tua terus orang tua ngasih tau saya,” ungkapnya.

Bahkan Nanang mengaku bahwa orang tuanya sempat sakit, yang diduga karena hal tersebut.

“Saya nggak berani jamin itu karena telepon, tapi memang sempat sakit,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Nanang yang sekaligus menjadi Menteri Koordinator Pergerakan dan Kelembagaan BEM Unram juga mengaku mendapat hambatan-hambatan dalam menjalankan program kerjanya.

Buntut dari banyaknya tekanan tersebut, Nanang mengaku bahwa ia hampir mau menandatangani surat perjanjian perdamaian yang dilayangkan birokrasi terhadapnya.

“Saya kan mau ke ruangan pak Faruq kemahasiswaan, tapi kayak ditekan dipaksalah istilahnya, sampai hampir saya tanda tangan, tapi untung ada teman juga disana,” tuturnya.

“Bahasanya kalau mau aman tempat kalian, tanda tangan dulu ini. Saya udah gak bisa ngomong apa-apa itu,” sambung Mahasiswa semester 9 tersebut.

Sementara itu, tim mediaunram.com sempat mengkonfirmasi hal tersebut ke H. Faruq selaku Kabag Kemahasiswaan Unram. Namun dalam konfirmasinya, Faruq membantah pernah melakukan intimidasi.

Ndak mungkin lah, kan Nanang semester 9, masa mau DO semester 9, kuliah kan sampai semester 14,” jelasnya.

“Siapa yang mau intimidasi orang anak sendiri,” lanjutnya.

Ia juga mengaku sempat pernah menelpon orang tua Nanang, namun menurut penuturannya, hal tersebut ia lakukan karena tanggung jawabnya sebagai ayah terhadap anak.

“Saya yang nelpon ibunya, suruh dia konsentrasi Nanang itu kuliah, kan saya anggap Nanang sebagai anak saya,” ujarnya.(Zhr)

BEM MFH Adakan Seminar Nasional Soroti Kontroversi UU Omnibus Law Kesehatan

0

Mataram, MEDIA—Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram (BEM MFH) gelar kegiatan Seminar Nasional Kesehatan dengan bertemakan ” Kontroversi UU Omnibus Law Kesehatan Untung dan Rugikan Siapa?”

 

 

Kegiatan dilaksanakan Senin, 21 Agustus 2023, bertempat di Aula Politeknik Medica Farma Husada Mataram.

 

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat posisi dan peran pemuda dan mahasiswa sebagai penentu lahirnya sistem Demokrasi secara utuh. Sesungguhnya pemuda memiliki perang aktif dalam mendorong majunya pembangunan di indonesia.

 

Dalam acara ini BEM MFH menghadirkan narasumber-narasumber hebat antara lain, dr. H. Ahmad Fadhi Bustomi Sp.OG, M.Biomed, MH. Kes, CMC (Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah NTB), Dr. Alfisahrin, M.Si (Wakil Direktur 3 Politeknik Medica Farma Husada mataram), Yusril Ihza Mahendra( Youtuber Bicara Santai, Tokoh Muda NTB).

 

BEM MFH mengadakan seminar ini sebagai wujud peduli terhadap kontroversi dari UU Omnibus Law Kesehatan.

 

“Sebagai wujud dari rasa peduli kami sebagai mahasiswa terhadap kondisi bangsa saat ini maka di pandang perlu untuk mengagendakan Seminar Nasional Kesehatan tentang Kontorversi UU Omnibus Law Kesehatan agar seluruh mahasiswa dan Masyarakat paham seperti apa kontribusi dan manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat” Ujar Al-Muhaemin DC Presiden Mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram. 

 

Dalam penyampaian materi oleh dr. H. Ahmad Fadhi Bustomi Sp.OG, M.Biomed, MH. Kes, CMC menyatakan kita harus melihat UU Omnibus Law dari segi manfaatnya.

 

“UU Omnibus Law Kesehatan ini harus kita pandang pada sisi manfaat dan sisi positifnya adalah sebagai kebijakan yang memang berpihak pada kesejahteraan masyarakat terutama pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Dokter, AKademisi, Mahasiswa, kita semua adalah masyarakat yang memiliki harapan besar bahwa lahirnya UU ini untuk kebaikan kita di masa sekarang dan masa yang akan datang”. Penyampaiannya dalam seminar.

 

Penyampaian terus sebut didukung juga oleh ap yang disampaikan pemeteri selanjutnya yaitu Dr. Alfisahrin, M.Si.

 

“tidak ada negara-negara di dunia ini yang mengeluarkan kebijakan yang merugikan masyarakatnya, karna tentu pasti untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat, tapi memang harus kita akui kadang-kadang kebijakan pemerintah di bangsa ini tidak melibatkan banyak kalangan dan terkesan sangat Politis. Sehingga setiap kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah selalu menuai resistensi dan perlawanan keras dari masyarakat” Dalam penyampaiannya.

 

Terakhir Yusri Ihza Mahendara meberikan semangat kepada mahasiswa Medika Farma Husada bawah pergerakan pertama itu dari mahasiswa-mahasiswa kesehatan.

“sejarah Budi Utomo 1908 awal dari kebangkitan bangsa adalah gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa kesehatan, maka hari ini semangat perjuangan itu harus di pupuk kembali oleh mahasiswa kesehatan saat ini” Ucapnya.

 

Seminar nasional ini dihadiri BEM Se-Kota Mataram, OKP-OKP nasional,regional yang ada di NTB, dan direncakan dihadiri 500 Peserta.(albn)

78 tahun HUT RI : WAPALA FH UNRAM Kibarkan Bendera Merah Putih di Tebing Semeler

0

Lobar, MEDIA— Peringati HUT RI Ke-78 RI, WAPALA FH UNRAM Melakukan Pengibaran Bendera Merah Putih berukuran 10×5 meter dibentangkan di Tebing Semelar, Dusun Labuan Petung Desa Persiapan Pesisir Emas Kecamatan Sekotong Barat, Kab Lombok Barat, NTB.

 

“Pengibaran yang kedua kalinya dilakukan oleh WAPALA FH UNRAM Sejak tahun 2022, dalam pengibaran tersebut bukan hanya WAPALA FH saja yg ikut dalam pengibaran” Ucap Syariful Islam sebagai kepala divisi panjat tebing WAPALA FH UNRAM.

 

Dalam tim pengibaran yang dilakukan di Tebing Semelar berjumlah 6 orang yang melakukan pengibaran dan bukanya hanya dari WAPALA FH tetapi juga ada WANAPRALATA FT, MAPALA FE. 

 

Adapun nama-nama yang melakukan pengibaran di tebing tersebut yaitu : 

1.Usamah (WAPALA FH) 

2. Ahmad Umarul Faruq (WAPALA FH) 

3. Ahnaf Kahfi Rahman (WAPALA FH) 

4. Abdul faruq (fero)(WANAPRATALA FT )

5. Moh Maulidani ( Simba)( WANAPRATALA FT) 

6. Angga (Polo) (MAPALA FE UNRAM)

 

Sebelum pengibaran pada tanggal 17 Agustus, tim pengibar sudah melakukan persiapan beberapa hari supaya acara pengibaran berjalan lancar. 

 

“Persiapan yang kami lalui cukup lelah dan panjang, kami harus berlatih selama 4 hari termasuk dari persiapan jalur dan penempatan Anchor, tetapi itu tidak mematahkan semangat kami untuk mengibarkan bendera Merah Putih sebagai peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 78.. Lestari!! ” ucap Kahfi tim pengibaran

Sebelum melakukan pengibaran di Tebing tim terlebih dahulu harus melakukan pendakian ke puncak tebing dan melakukan persiapan. 

 

“Tebing ini lumayan cukup tinggi, kami harus mendaki tebing ini terlebih dahulu sambil membawa peralatan yang cukup berat selama kurang lebih 40 Menit hingga kepuncak tebing” ucap Usamah Tim Pengibar bendera

 

Bendera berukuran raksasa tersebut terbentang di dinding Tebing Semelar dengan ketinggian 150 meter, bendera merah putih tersebut dikibarkan dari atas tebing dengan metode Rappelling. 

Selain kegiatan pengibaran bendera, ada beberapa rakaian acara yg dilakukan setelah pengibaran antara lain yaitu Penanaman Pohon Mangrove, Hitanan, Panjat Tebing dan lomba-lomba. (albn)

BEM Faterna Ajak Maba Soroti Teaching Farm Unram

0

Unram, MEDIA – BEM Fakultas Peternakan (Faterna) Unram mengajak seluruh mahasiswa baru peternakan untuk menyoroti Teaching Farm Unram dengan Study Tour ke Laboratorium Terapan (Teaching Farm) di Lingsar, Lombok Barat, Sabtu (19/8).

 

Menurut Ketua BEM Faterna Unram, Yudiatna Dwi Sahreza, Study Tour ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa baru dalam mengenal laboratorium terapan yang ada di Faterna Unram.

 

 

“Sebelumnya, kami sudah mengajak Maba ini berkunjung ke beberapa laboratorium yang ada di Fakultas Peternakan, diantaranya adalah Lab. Nutrisi Ternak, Lab. Mikrobiologi dan Lab. Teknologi Pengolahan Hasil Ternak, sehingga hari ini kami agendakan pengenalan Lab. Terapan di Lingsar,” tutur Yudi.

 

 

Yudi mengungkapkan akan menargetkan kegiatan ini dapat meningkatkan minat mahasiswa baru untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan perkuliahan, praktikum dan riset ilmiah untuk mendorong keilmuan mahasiswa dalam bidang peternakan. 

 

 

“Hal ini sejalan dengan visi Fakultas Peternakan Unram untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan keterampilan di bidang peternakan serta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional” ungkapnya.

 

Ir. Harjono M.P., selaku Ketua Laboratorium Terapan dalam sambutan pembukannya mengatakan laboratorium ini sering digunakan sebagai tempat riset, penelitian dan praktikum yang dilakukan oleh mahasiswa maupun dosen.

 

 

“Luas lahan laboratorium ini kurang lebih 1 Hektare, dengan bangunan dan lahan lahan yang ditanami oleh hijauan pakan ternak yang berkualitas unggul tentunya,” ucap dosen yang biasa disapa Jon tersebut. 

 

 

Lebih lanjut, dosen hijauan tersebut menuturkan bahwa laboratirum terapan Faterna Unram tidak hanya di Teaching Farm saja, tetapi terletak di Desa Saribaye dan Desa Sambik Elen. 

 

“Luas lahan di Sandongan, Desa Saribaye kurang lebih 1,5 Hektare dan di Desa Sambik Elen seluas 5 Heaktare. Dimana secara keseluruhan ditanamai hijauan pakan ternak seperti, Lamtoro, Turi dan Legium yang memiliki keunggulan dari sisi produksi, kualitas atau nutrisi yang cukup tinggi,” jelasnya.

 

 

Sementara, Dekan Faterna Unram, Prof. Muhamad Ali, S.Pt., M. Si., Ph.D berharap dengan dilaksanakannya study tour ini, mahasiswa mampu mengenal potensi peternakan lebih jauh untuk merintis usahanya.

 

 

“Kita adalah Patriot Pangan Ummat Masa Depan, harus mampu melakukan inovasi untuk menjamin ketersediaan pangan secara berkelanjutan,” terangnya.

 

 

Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengamati alat-alat dan bahan bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan ternak berbentuk pelet dan silase. Mahasiswa juga berkesempatan untuk bertanya langsung kepada ketua dan staf laboratorium mengenai hal-hal yang belum dipahami selama kegiatan berlangsung.

 

 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Faterna Unram dari prodi S1 Peternakan dan prodi D3 Agribisnis Peternakan. (Zhr)

Rektor Unram Disurati Komnas HAM RI Terkait Dugaan Kekerasan Terhadap Sejumlah Mahasiswa

0

Unram, MEDIA – Rektor Unram Prof. Bambang Hari Kusumo disurati Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) terkait dugaan kekerasan terhadap sejumlah Mahasiswa Unram pada saat demonstrasi 20 Juni lalu, Senin (14/8).

Surat yang beralamat dan tertanggal Jakarta, 2 Agustus 2023 tersebut menurut pengadu atas nama M. Afif Amanullah sekaligus sebagai Sekjend BEM Unram, merupakan tindak lanjut terhadap aduan yang dilayangkan ke Komnas HAM RI pada tanggal 5 Juli 2023.

“Itu tindak lanjut aduan yang saya sampaikan pada 5 Juli lalu,” ungkapnya.

Afif mengaku menerima surat tersebut dalam bentuk hardcopy pada Senin 14 Agustus.

“Tadi siang saya terima ini,” jawabnya singkat.

Dalam surat yang bernomor 899/PM.00/K/VIII/2023 tersebut, Rektor Unram diminta memberikan keterangan terkait dengan permasalahan yang disampaikan oleh pengadu.

Bambang diminta memberikan keterangan paling lambat 15 hari sejak surat ini diterima dalam bentuk surat tanggapan.

Dalam surat tersebut tercantum enam hal Pokok yang Pengadu jelaskan, diantaranya :

1. Bahwa terjadi dugaan tindak kekerasan dan pembatasan kebebasan berpendapat terhadap Aliansi Mahasiswa Unram Melawan dalam aksi unjuk rasa pada 20 Juni 2023 di Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat.

2. Bahwa aksi unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk respon terhadap kebijakan terbaru Rektor Unram yang menaikkan biaya tes masuk jalur mandiri dan isu internal di kampus, seperti penanganan kasus kekerasan seksual, pungutan liar, fasilitas, dan beberapa isu lainnya.

3. Bahwa pihak kampus tidak ada yang bersedia menemui peserta aksi, dan tidak ada upaya menghentikan dugaan tindak kekerasan oleh keamanan kampus terhadap para mahasiswa. Akibatnya, Sdr. Martoni Ira malik, dkk, yang merupakan anggota Aliansi Mahasiswa mengalami luka parah hingga dilarikan ke Rumah Sakit. Selain itu, korban a.n. Sdr. Faozan (yang saat itu berkostum maskot wisuda) mengalami kondisi yang sangat parah dan dilarikan ke RS terdekat, Bahwa korban lain an, Sdr. Martoni Ira Malik (Ketua BEM UNRAM) mendapatkan tendangan di bagian vital (rusuk sebelah kanan) hingga tak sadarkan diri. Sdr. Nanang Sofian Putra mendapatkan pukulan dan tendangan dari keamanan kampus hingga luka memar di kepala, dada, perut dan paha Sementara korban lain, a.n. Sdr. Adam mendapatkan tindakan pemukulan di bagian kaki oleh kampus hingga pendarahan.

5. Bahwa tindakan represif yang dilakukan oleh pihak keamanan kampus tidak hanya terjadi pada peristiwa ini, melainkan telah terjadi berulang kali sebelumnya terhadap aksi-aksi di kampus. Tindakan kekerasan serupa pernah terjadi juga pada 2022.

6. Bahwa Pengadu meminta penjelasan dan tindak lanjut atas tindak kekerasan dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, Affandi Akbar selaku Humas Unram mengaku belum menerima surat tersebut.

Beberapa kali sudah dilakukan upaya konfirmasi ke Rektor Unram, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban darinya.

Surat tersebut juga ditembuskan ke beberapa pihak diantaranya, Ketua Komnas HAM RI, Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM RI, Mendikbud Ristek Dikti RI, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII, Dan Sdr. Muhammad Afif Amanullah sebagai Sekjen BEM Universitas Mataram sekaligus pelapor. (Zhr)

Wujudkan Suela Sebagai Desa Preneur, KKN Unram Dorong Dengan Sosialisasi Pengembangan Usaha

0

Memang pengembangan wirausaha Desa menjadi salah satu solusi penting yang akhir-akhir ini gencar di kampanyekan oleh Pemerintah, dengan harapan melalui pengembangbangan kewirausahaan bagi masyarakat desa mampu mengurangi kemiskinan, migrasi penduduk, dan pengembangan lapangan kerja di desa. Kewirausahaan menjadi strategi dalam pengembangan dan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat, dimana sumber daya dan fasilitas yang disediakan secara spontan oleh (komunitas) masyarakat desa untuk menuju perubahan kondisi sosial ekonomi perdesaan (Ansari, 2013). Apabila desa wirausaha menjadi suatu gerakan masif, maka merupakan hal yang sangat mungkin untuk mendorong perkembangan ekonomi. Upaya untuk mendorong kehidupan wirausaha di desa kemudian dikenal sebagai Program Desa Preneur.

 

Guna mewujudkan ssuatu gerakan yang masif untuk mendorong Desa Suaela menjadi Desa Preneur diperlukan keterlibatan dari semua elemen, baik itu pihak pemerintah Kabupatan, Kecamatan, Desa, Masyarakat, Pemuda juga tentunya Mahasiswa sebagaimana amanat dari Tridharma Pergeruan Tinggi untuk memberikan kontribusi konkrit kepada masyarakatat sebagai bentuk pengamalan ilmu yang didapat di Universitas dalam bentuk pengabdian masyarakat.

 

Salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang diprogramkan oleh Universitas adalah Kegiatan KKN Tahun 2023 (Kuliah Kerja Nyata) dengn tema Desa Preneur di Desa Suela. Dalam praktiknya, kegiatan KKN Kewirausahaan (preneur) merupakan media mempraktikan ilmu yang didapat dari perkuliahan, ataupun ilmu baru yang bersifat formal dan informal yang didapatkan dari masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam membantu dan terjun langsung melihat permasalahan yang ada di masyarakat khusunya dalam kewirausahaan di Desa Suela.

 

Kegiatan Sosialisasi  dilaksanakan pada Rabu, 26 Juli Tahun 2023 bertempat di Aula Kantor Camat Suela dengan dihadiri oleh Perwakilan Dinas PMPTSP dan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Timur sebagai Pemateri, serta seluruh tamu undangan yakni Camat Suela, Kepala Desa beserta Aparatur Desa, Bumdes, Karangtaruna, Perwakilan Pelaku UMKM, serta Masyarakat Suela.

 

Dalam kegiatan tersebut pemateri memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Suela tentang bagaimana cara mengembangkan usaha produk pangan olahan, mulai dari mekanisme perizinan, pengembangan dan peningkatan kualitas produk, serta strategi pemasaran.

 

Dikarenakan keterbatasan tenaga dan waktu tidak semua usaha produk pangan olahan dapat diakomodir, dan mengingat berdasarkan hasil survei lapangan bahwa minat usaha yang tinggi akan tetapi tidak dibarengi dengan pengetahuan mengenai Pengembangan Usaha serta mekanisme legalitas berusaha, maka dari itu Mahasiswa KKN UNRAM bersama dengan Dinas PMPTSP Kabupaten Lombok Timur dan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Timur, mengadakan sosialisasi tentang ” Pengembangan Usaha Produk Pangan Olahan Sebagai Upaya Untuk Mewujudkan Desa Suela Sebagai Desa Preneur”.

 

Beberapa upaya telah dilakukan oleh Mahasisswa KKN UNRAM guna mewujudkan hal tersebut, seperti membantu perizinan beberapa usaha produk pangan olahan, yakni penerbitan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan Penerbitan SPP-IRT (Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga) sebagai tanda legalitas usaha produk pangan olahan agar mendapat perlindungan hukum dan kepercayaan konsumen sehingga produk menyentuh pasar yang lebih luas sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi.

 

Selain penyampaian materi dalam kegiatan tersebut turut juga dilakukan pengenalan produk pangan olahan yang dibuat oleh Mahasiswa KKN UNRAM berupa Manisan dari Tomat dan Keripik dari jagung dengan harapan masyarakat terdorong untuk memanfaatkan komoditas pertanian desa yang ada sebagai penghasilan tambahan. Selain itu turut juga diperkenalkan beberapa produk olaha dari pelaku UMKM setempat seperti Kripik Pisang, Sambal Kering, Kerupuk Beras dan Virgin Coconut Oil sekaligus penyerahan berkas Perizina berupa NIB dan SPP-IRT.

 

Kegiatan tersebut diakhiri dengan harapan semoga melalui sosialisasi tersebut masyarakat terdorong untuk ikut terjun sebagai wirausahawan yang dapat memaksimalkan potensi masyarakat Desa Suela yang sudah ataupun memiliki potensi usaha untuk lebih terbuka lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga nantinya akan tumbuh para wirausaha yang memanfaatkan potensi Desa Suela dengan baik sehingga terwujud suatu gerakan ekonomi baru yang membawa kesejahteraan.(Advetorial)

Tarif Pelayanan Klinik Unram Simpang Siur, Diduga Karena Minimnya Sosialisasi

0

Unram, MEDIA – Keputusan Rektor Unram Nomor 8049/UN18/HK/2023 tentang penetapan tarif pelayanan klinik unram menuai banyak pertanyaan, apakah berlaku untuk mahasiswa atau umum?.

Menurut pengakuan M. Afif Amanullah selaku Sekretaris Jenderal BEM Unram, bahwasanya ia pernah merasakan langsung kesimpang-siuran keputusan tersebut.

Pasalnya Keputusan Rektor yang ditetapkan pada 8 Juni 2023 lalu tersebut disebut minim sosialisasi, bahkan dirinya seorang Sekjend BEM Unram tidak tau menau tentang hal tersebut.

“Di peraturan rektor itu memang minim sosialisasi kebijakan yang mereka telah buat, jadi etika tentang proses pembuatan SK dalam persebaran kebijakan itu sangat minim,” Ungkapnya.

“Terbukti semisalnya ketika dulu mengenai kebijakan biaya wisuda. Proses sosialisasnya bahkan gak ada, pada saat calon wisudawan mendaftar mereka terkaget-kaget di website,” sambungnya.

Afif juga mengakui bahwa Kebijakan tersebut sangat simpang siur sehingga dialami oleh beberapa mahasiswa, yang semulanya menurut beberapa mahasiswa mengatakan harus bayar, dan beberapa lainnya tidak.

“Kata beberapa mahasiswa memang cek kesehatan harus bayar 30 ribu pas daftar karena berdasarkan SK Rektor itu, nah mereka memang ditagih seperti itu, tapi ketika didiskusikan atau diklarifikasikan oleh mereka yang mendaftar, mereka gak jadi bayar. Nah berbeda dengan mahasiswa yang ketika tidak berani ngomong atau bersuara pasti mereka di mintai uang,” bebernya.

Karena terpancing akan hal tersebut, Afif juga mencoba untuk mengecek secara langsung terkait kebijakan yang ada di Klinik Unram.

“Saya sempat ke Klinik langsung dan coba tanyakan mengenai itu, apakah untuk mahasiswa atau umum, nah dikatakan ini berlaku untuk semua. Nah setelah itu saya coba balik dan koordinasi dengan Wakil Rektor 2 jawabannya memang itu untuk umum, nah mahasiswa itu konteksnya gratis tidak dipungut biaya,” tutur Afif.

Berangkat dari hal tersebut, Afif menyebut bahwa minimnya sosialisasi mengenai kebijakan terbaru akan menjadi dampak burum terutama bagi mahasiswa atau calon pasien.

“Ini akan menjadi sebuah preseden yang buruk karena mereka sebagai calon pasien dalam konteks tentang kebijakan biaya cek kesehatan ini, mereka akan dipungut bisa dikatakan pungli karena tidak ada aturan yang jelas. Karena keberlakuan  SK Rektor mengenai pembiayaan kesehatan ini hanya untuk umum bukan mahasiswa Unram,” terang Afif.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor 2 Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Sukardi, M.Pd., membernarkan pernyataan tersebut. Menurutnya Keputusan Rektor tersebut berlaku untuk Umum bukan Mahasiswa Unram.

“Untuk mahasiswa terutama untuk MBKM, tidak ada pungutan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jika ada yang dikenakan tarif pelayanan di Klinik Unram, bisa diserahkan datanya secara langsung.

“Berikan sy datanya kalau ada,” jawabnya singkat.

Sementara itu, mediaunram.com sudah berusaha menghubungi Dokter Bayu selaku Kepala Klinik Unram pada Kamis 10 Agustus yang lalu.

Namun hingga berita ini diterbitkan tidak ada balasan darinya. (Zhr)

Rakernas BEM SI Siap Dilaksanakan, Berikut Time Line dan Agendanya

0

Unram, MEDIA – Rapat Kerja Nasional BEM Seluruh Indonesia (SI) Kerakyatan yang ke-16 siap dilaksanakan, Sabtu (12/8).

Kesiapan tersebut diungkapkan langsung oleh Lalu Wahyu Alam selaku Ketua Panitia Rakernas BEM SI Kerakyatan yang ke-16.

“Beberapa persiapan sudah aman,” bebernya singkat.

 

Adapun tema dari kegiatan ini pun juga sudah ditentukan, yakni “Rejuvenasi Gerakan Mahasiswa Yang Inklusif dan Adaftif untuk Indonesia yang Adil Makmur.”

Pria yang kerap disapa Alam tersebut juga mengungkapkan bahwa saat ini sedang dibuka pendaftaran bagi pihak-pihak yang akan terlibat nantinya.

“Untuk sekarang dari tanggal 7-17 Agustus kita sedang pembukaan pendaftaran dan juga masih berkomunikasi dengan pihak-pihak yang sekiranya terlibat di kegiatan ini,” bebernya.

Adapun beberapa Timeline dan Agenda yang akan dilaksanakan dalam kegiatan ini yaitu :

10 September 2023, kedatangan dari para peserta Rakernas ke Pulau Lombok, tepat acara dilangsungkan.

11 September 2023, seremoni pembukaan Rapat Kerja Nasional yang akan dilaksanakan di Universitas Mataram Langsung.

12-13 September 2023, Rapat Kerja atau acara inti dari kegiatan ini akan dilangsungkan, tempat kegiatannya juga berlangsung di Unram.

14 September 2023, Field Trip ke berbagai objek wisata yang ada di Pulau Lombok. Menurut Alam, ini merupakan momentum besar memperkenalkan Wisata Lombok di kancah Nasional.

 

“Selain agenda seminar dan rapat kerja, di kegiatan ini juga kita kenal kan pariwisata Lombok di kancah nasional,” harapnya.

15 September 2023, para peserta Rakernas diagendakan pulang.

 

Menurut Alam, Jika Menghitung jumlah peserta Rakernas BEM SI Kerakyatan tahun sebelumnya, bahwa sekitar 200 kampus yang akan ikut terlibat.

 

“Kalau kita hitung dari jumlah aliansi dan data rakernas tahun lalu, sekitar 200 kampus yang ikut, Jadi kita sangat berharap pihak-pihak lain juga bisa terlibat dalam pertemuan BEM seluruh Indonesia ini,” ujarnya.

Sementara itu, Alam juga mengakui bahwa saat ini ada beberapa pihak yang turut andil dalam menyukseskan kegiatan ini.

“Terakhir kita bertemu dengan pihak PLN, ASDP, pemprov diwakili staf ahli gubernur dan bupati lombok tengah langsung dan Alhamdulillah mereka sangat support kegiatan ini,” tuturnya. (Zhr/Adv)

 

 

Meriahkan 1 Muharram, KKN Desa Pringgarata Gelar Tabligh Akbar dan Beragam Lomba

0

Loteng, MEDIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unram di Desa Pringgarata, meriahkan acara 1 Muharram lalu dengan kegiatan Tabligh Akbar dan beragam lomba. (18/7).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mempererat silaturrahmi antar warga Desa Pringgarata.

Menurut Ketua Panitia, sekaligua Ketua Remaja Masjid Jami’ Nurul Huda, Rusdi, merasa sangat bersyukur acara ini bisa terlaksana.

“Kegembiraan masyarakat baik dari anak-anak dan dewasa atas terselenggaranya lomba-lomba Hiburan di Masjid yg 10 tahunan gak pernah ada, tapi karena ide-ide Panitia, masyarakat merasa tersentuh,” ungkapnya.

Adapun beberapa linimasa dari agenda yang diselenggarakan yaitu :

18 Juli 2023 terlaksana acara lomba balap karung, balap terompa, dan memasukkan paku dalam botol dihalaman Masjid Jami’ Nurul Huda.


Kemudian tanggal 19 Juli 2023 digelar pawai yang diikuti oleh hampir seluruh sekolah dan yayasan yang ada di Desa Pringgarata. Dan dimalam harinya terlaksana Tabligh Akbar yang diikuti oleh berbagai kalangan. Yang puncaknya mendatangkan hadroh dibarengi dengan acara santunan untuk anak-anak yatim atau piatu.

Sementara itu, L. Gianyar Sanjiwani selaku Ketua KKN Unram Desa Pringgarata berharap dengan adanya acara ini, para pemuda dan terlebih lagi Pemerintah Desa Pringgarata dapat tergerak untuk menaruh perhatian yang lebih dalam terhadap kegiatan-kegiatan yang nuansanya positif.

“Sangat disayangkan apabila tidak ada kegiatan-kegiatan positif seperti ini, antusiasme dari masyarakat desa Pringgarata tidak tersalurkan, dan potensi-potensi yang ada di desa Pringgarata juga menjadi kurang terjamah,” terangnya.

Dalam kegiatan ini turut andil juga KKP UIN Mataram dan Remaja Masjid Jami’ Nurul Huda. (Zhr/Advetorial)

Aliansi Mahasiswa Unram Melawan Mangkrak?

0

Unram, MEDIA – Sudah sebulan berselang sejak terjadinya aksi geruduk gedung Rektoran Unram oleh Aliansi Mahasiswa Unram Melawan.

Aksi yang yang menuntut diturunkannya biaya mandiri dan perbaikan fasilitas kampus tersebut diwarnai dengan aksi bogem oknum satpam terhadap beberapa massa aksi.

Bukan hanya itu, total 12 tuntutan yang dilayangkan oleh Aliansi ini. Dengan tema dan garis besar melawan komersilisasi pendidikan.

Namun, dari total 12 tuntutan tersebut hanya beberapa yang goals, bahkan goals utama menurunkan biaya pendaftaran mandiri dianggap gagal.

Oleh sebab itu kian berseliweran pendapat publik mengenai hal ini, kemana mereka sekarang? Apakah mereka sudah menyerah?

Martoni Ira Malik selaku Ketua BEM Unram sekaligus Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Unram Melawan, menyebutkan bahwa dari pihaknya sendiri sudah melakukan beberapa upaya terkai kelanjutan aksi tersebut.

“Beberapa waktu sempat diajak untuk ketemu dari BEM Unram untuk tentukan sikap, kemana selanjutnya, tapi setiap ada undangan perjumpaan tetap belum ada yang bisa bersamai,” bebernya.

Menurut Martoni, pasca demo tersebut memang ada iming-iming dari pihak Rektorat terkait Audiensi menyelsaikan beberapa tuntutan lainnya.

“Kan Jum’at(23/6) kita dijanjikan setelah aksi itu,  tapi sampai sekarang tidak ada undangan,” ungkap Martoni.

Informasi yang didapatkan mediaunram.com, ada beberapa massa aksi sudah di calm down oleh beberapa pihak Rektorat dengan berbagai iming-iming. Namun, mengenai hal tersebut Ketua BEM Unram mengatakan tidak tau menau.

“Nah itu tidak ada sampai informasi ke saya,” katanya.

Mengenai langkah selanjutnya terkait aksi ini, Martoni enggan bersuara, menurutnya ia akan membahas langkah selanjutnya dengan para Aliansi dulu.

“Kita sama-sama duduk terkait arah gerak selanjutnya, untuk gerakan tetap kita satu dalam gerakan Aliansi, dari BEM sendiri akan menagih audiensi tersebut ketika rekan rekan pimpinan yang tergabung dalam aliansi sudah kumpul bersama,” simpulnya. (Zhr)