27.5 C
Mataram
Thursday, May 28, 2026
spot_img
Home Blog Page 77

Gedung Sekretariat di Faterna Itu Milik Siapa?

0

MEDIAUnram.com – Tahun 2020 lalu, telah terjadi sengketa gedung sekretariatan antara pihak Fakultas Peternakan (Faterna) dengan Fakultas MIPA. Namun, hingga saat ini, sengketa gedung itu belum menemukan titik terang. Pasalnya, gedung yang berada di area Faterna itu ditempati oleh Ormawa dari FMIPA.

“Gedung yang digunakan untuk sekretariat DPM dan UKMF At-Tafaqur Fakultas MIPA itu adalah tanah milik Fakultas Peternakan,” kata Ketua Bem Faterna, Muhammad Ibnu Hajar Abdullah, saat ditemui mediaunram.com di sekret Bem Faterna, Senin (15/3/2021).

Orang yang akrab disapa Fajar ini mengatakan, pihaknya akan mendesak birokrasi untuk menyelesaikan sengketa gedung tersebut. Menurutnya, gedung tersebut seharusnya dihuni oleh Ormawa dari Faterna.

“Karena tidak etis. Seharusnya sekret Ormawa atau UKMF berada di dalam fakultasnya,” lanjutnya.

Pada hari yang sama, mediaunram.com juga menemui Wakil Dekan (WD) 3 Faterna, Asnawi. Ia menjelaskan, sebanyak 70 persen gedung itu milik Faterna. Gedung itu akan menjadi milik Faterna, jika FMIPA sudah memiliki sekret Ormawa.

“Di Fakultas barunya, kami telah berkomunikasi dengan pihak FMIPA tentang gedung ini. Tinggal menunggu hasilnya saja,” ujarnya.

Sementara, WD 2 Faterna, Sumiati saat ditemui tidak memberi tanggapan. Ia mengaku, tidak mengetahui sejarah perkara gedung tersebut.

Pada hari yang sama juga, mediaunram.com juga menemui Ketua Bem FMIPA, Lalu Muhalil Nuha. Ia mengaku tidak mengetahui sengketa gedung itu.

“Sementara gedung itu masih dipakai sebagai sekret DPM dan sekret At-Tafaqur,” katanya.

Kemudian, kami juga menemui Kepala Biro (Kabiro) umum Unram, Aman, SP. Ia mengatakan, sebelumnya, gedung yang berada di belakang musala Fakultas Peternakan itu sebuah kantor. Menurutnya, hal itu dimanfaatkan dan dijadikan sebagai sekretariat DPM dan At-Tafaqur.

Kemudian, lanjutnya, terkait kepemilikan gedung dan lahan, dia akan menelusuri dari mana sumber dana. “Mungkin dari Fakultas MIPA, dari rektorat atau dari Faterna,” ungkapnya.

Menurutnya, pemilik gedung itu akan diketahui setelah mengetahui dana pembangunan.

“Nanti saya akan mencoba komunikasi dengan Dekan FMIPA, ” lanjut Aman.

Ia berharap, perkara gedung tersebut menemukan kejelasan. (dik)

Teman

0

Pada renjana yang menggelap, juga perasaan yang hampir hirap. Kau bawakan aku duri setajam tombak. Entah untuk apa, yang pasti hatiku ngeri melihatnya.

“Mengapa kau tiba-tiba datang dan buat hatiku ngilu, Tuan?”

Kau terdiam, seakan tak mengerti kau tengah menyayat hatiku perlahan.

“Apa itu, Nona? Tidakkah aku sudah menjadi teman yang baik?”

Teman. Ya memang harusnya apa? Kenapa aku harus bersedih ketika kamu melabeliku sebagai seorang teman? Kenapa aku ingin hal yang lebih?

“Jadi selama ini hanya teman, Tuan?”

Tubuhku seakan kehilangan jiwanya, terhempas nyawaku entah kemana. Hatiku pun begitu, terburai dengan keadaan yang menyedihkan. Retak dan patah.

“Lalu apalagi, Nona? Aku tidak mampu menyajikanmu sebuah hubungan yang lebih indah selain teman,” katamu lesu, aku juga.

Air mataku sudah luruh sedari awal percakapan ini, aku sudah menduga semuanya. Apa yang aku pikirkan ternyata tidak sepenuhnya salah. Kamu memang tak pernah anggap perhatianku lebih dari kata teman.

“Baiklah, Tuan. Akan aku perlakukan engkau sebagaimana aku perlakukan teman-temanku.”

Aku tak bisa terus berada di lingkaran cinta sendiri ini, aku harus bergerak maju. Ya, aku harus memperlakukannya seperti teman-temanku yang lain.

“Tidur yang nyenyak, Tuan. Aku suka baumu yang sekarang,” bisikku padamu yang sudah tertidur tenang.

 

Gudang tua, 2021.

Hai Tuan dan Nyonya

0

Berjalan tanpa bayangan
Berlari dengan ketakutan

Kau junjung manusia
Kau lupa harga diri

Terlihat takut, sungguh takut

Kau bersembunyi di balik ketiak penguasa
Kau jatuhkan harga diri bangsa
Demi keeksisan dan ego semata

Rakyat-rakyat tergores luka
Bukan hanya luka
Tetapi kehidupannya juga kau porak-porandakan begitu saja

Akal sehat tidak ada
Sudah tertutup hasrat membabi buta
Sehingga yang tersisa, hanya keserakahan tuan dan nyonya

Apakah Tuan dan Nyonya lupa, seperti apa memanusiakan manusia.

Rembiga, 2 Januari 2021

BEM Tiga Prodi Sudah Ditolak, Apa Langkah Selanjutnya?

0
Ketua DPM Unram 2021, Azis Meinudin.

Mataram, MEDIAUnram.com – Lama sudah beredarnya SK Rektor Universitas Mataram (Unram) terkait pencabutan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tiga prodi di bawah rektor. Namun, hingga hari ini, belum ada kelanjutan dari tiga prodi tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unram, Azis Meinudin saat ditemui anggota mediaunram.com, Sabtu (13/3/2021) pagi di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Unram.

“Masa hanya menolak. Tidak ada alternatif yang ditawarkan,” kata pria kelahiran Labuan Haji, Lombok Timur (Lotim) itu.

Ia menuturkan, seharusnya, tiga prodi; Sosiologi, Ilmu Komunikasi (Ilkom), Hubungan Internasional (HI) ini memiliki wadah yang bisa menyatukan satu sama lain.

“Perlu mengadakan diskusi, agar ketiga prodi ini memiliki kejelasan,” ungkap mahasiswa prodi sosiologi itu.

Menurut orang yang akrab disapa Azis itu, keputusan menolak adanya BEM tanpa ada solusi yang ditawarkan, menandakan ke-tiga prodi yang berkedudukan di Gedung Soebianto tersebut belum mampu menghadirkan wadah bagi mahasiswa. Ia juga berharap, adanya mediasi antara pihak birokrasi dengan himpunan terkait BEM di bawah prodi.

Nampaknya, Azis juga pernah mengajak salah satu ketua himpunan, yaitu Ketua Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos), namun tidak direspon. “Saya pernah mengajak mereka duduk ngopi, diskusi bersama, namun tidak ada respon,” katanya.

Kemudian, lanjut orang yang sebelumnya menjabat sebagai Sekjen DPM Unram 2020 itu, meski secara legalitas Fisipol belum disahkan sebagai fakultas, namun menurutnya, hal itu bukan permasalahan. Prinsip, asas, serta sinergi kelembagaan yang mesti dibangun.

“Trias politika harus ada. Ini kesempatan untuk menghidupkan demokrasi. Saya kira, mahasiswa di Fisipol paham dengan sistem politik yang akan dibangun. Sehingga demokrasi dan disiplin ilmu bisa dirajut dan berkembang,” beber Azis.

Pada hari yang sama, mediaunram.com juga menghubungi salah satu ketua himpunan yang ada di Fisipol, Himasos. “Kami akan membuat wadah setelah adanya fakultas,” kata Ketua Himasos, Suandi.

Ketua Himasos 2021, Suandi. (MD/ist)

Menurutnya, ke-tiga himpunan ini sudah merasa nyaman serta memiliki hubungan yang baik. “Kami juga sudah bisa mengadakan kegiatan maupun acara bersama-sama,” sambung pria yang aktif di salah satu desa yang berada di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat (Lobar) itu. (khn)

Asrama Putra Unram Telah Dibuka dan Siap Huni

0
Asrama putra Unram yang telah rampung diperbaiki. (foto: dok MEDIA)

Mataram, MEDIAUnram.com – Gedung asrama putra Universitas Mataram (Unram) telah rampung diperbaiki, Kadek Wiratama mempersilakan mahasiswa untuk tinggal di asrama.

Ia juga menjelaskan, fasilitas gedung tersebut sudah siap menampung mahasiswa. “Semua sudah kami perbaiki, cat, plafon baru, gorden baru, dan tempat tidur baru yang nyaman,” katanya, Selasa (09/03/2021).

Kadek Wiratama saat diwawancarai oleh tim Media Unram di kantor BPU Unram. (foto: Hasan/MEDIA)

Kemudian, lanjutnya, di sana masih ada meja dan lemari lama tapi belum standar. “Kita sudah data dan ajukan kembali, rencananya mau diganti. Kemudian untuk satu kamar diisi dua orang demi kenyamanan bersama,” sambungnya.

Sekretaris Badan Pengelola Usaha (BPU) Unram itu menuturkan kisaran harga sewa kamar asrama sekitar Rp200.000 per orang. Pembayaran dilakukan dengan menandatangani kontrak sewa satu tahun dan membayar tunai untuk satu bulan pertama.

“Selanjutnya dibayar per dua bulan, untuk mengurangi staff dan agar pembukuannya jelas, pembayaran bisa dilakukan secara virtual melalui Bank yang bekerjasama, tinggal buka di internet,” jelasnya.

Nampaknya, ketentuan izin tinggal saat ini membolehkan semua mahasiswa yang berasal dari dalam dan luar daerah. “Sementara ini, semua boleh, sistemnya siapa duluan. Berikutnya akan diprioritaskan yang dari luar Lombok,” imbuhnya.

Disebutkan, untuk pendaftaran mahasiswa bisa langsung datang ke kantor BPU Unram dengan membawa surat izin orang tua dan membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Saat ini terhitung sekitar 11 orang yang telah mendaftar.

Selain itu, gedung asrama putra berkapasitas 70 penghuni dengan 35 ruang kamar itu juga nantinya akan ada aturan-aturan untuk tamu.

Di akhir pembicaraannya, Kadek membeberkan kondisi gedung asrama putri yang masih belum dapat dihuni. “Asrama putri belum siap. Mungkin bulan Juni kalau sudah tidak daring, kalau sudah offline nanti kan aman. Nanti kalo dipaksa isi, kan tidak ada orang. Mohon bersabar karena mengeksekusinya tidak mudah,” tandasnya. (mnd)

Melihat Efektivitas Penerapan New Normal Sejauh Ini

0

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa, pada pertengahan tahun 2020 pemerintah menetapkan suatu aturan terkait dengan penerapan kebijakan new normal. Suatu kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk membuat kehidupan masyarakat kembali normal seperti biasanya, sampai ditemukannya vaksin yang tepat untuk Covid-19. Penerapan ini dilakukan karena melihat berbagai macam sektor kehidupan masyarakat yang terdampak dan seakan lumpuh akibat dari adanya pandemi Covid-19. Dalam penerapannya ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan oleh pemerintah yaitu: seperti apa aktivitas kehidupan masyarakat yang sesuai protokol kesehatan; bagaimana kemampuan negara dalam melakukan pengawasan; bagaimana tingkat manfaat dan kerugian dari kebijakan ini; bagaimana tingkat kesadaran dan disiplin masyarakat; bagaimana sarana dan prasarananya; bagaimana pola manajemennya; dan bagaimana tindakan responsif saat terjadi peningkatan kasus. Kini sudah masuk bulan Maret di tahun 2021, bagaimana tingkat keefektifan dan keberhasilan penerapan new normal sejauh ini?.

Jika kita melihat tingkat keefektifan penerapan new normal dari segi kualitatif, bisa dikatakan cukup berhasil, sebab segala sektor kehidupan masyarakat seperti ekonomi, sosial, keagamaan, pendidikan dan sebagainya, sudah bisa dijalankan sebagaimana mestinya, meskipun dalam pelaksanaannya masih ada yang belum secara maksimal dan optimal. Namun, jika kita melihat dari segi kuantitas, penerapan new normal dapat dianggap gagal, karena peningkatan kasus positif Covid-19 yang masih fluktuaktif. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI per tanggal 6 Maret 2021, penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 5.767 orang dengan total kasus positif mencapai 1.373.839 dan angka penambahan kasus sembuh sebanyak 6.823 orang, dengan total 1. 189. 510.

Melihat dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang semakin bertambah dan belum menunjukkan angka penurunan merupakan sebuah perwujudan dari kurang berjalan dengan baik beberapa hal yang menjadi pertimbangan pemerintah sebelum akan melaksanakan kebijakan new normal tersebut. Hal-hal pertimbangan yang tidak berjalan secara maksimal diantaranya, masih banyaknya aktivitas kehidupan masyarakat yang tidak sesuai dengan protkol kesehatan, terlihat dari banyaknya kasus seperti mengadakan acara pesta, perkumpulan, dan acara-acara besar lainnya yang tidak menjaga jarak. Kemudian yaitu kemampuan negara yang masih kurang dalam melakukan pengawasan secara holistic terhadap aktivitas kehidupan masyarakat, bisa dikatakan bahwa, pengawasan secara optimal hanya dilakukan di daerah-daerah besar strategis yang memiliki tingkat kasus Covid-19 yang tinggi dan pengawasan juga dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang sudah ditentukan, yang membuat masyarakat akan mematuhi aturan jika akan dilakukan pengawasan saja, dan jika tidak ada pengawasan maka masyarakat akan melanggar protokol kesehatan.

Berkaitan dengan hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat yang rendah dalam mematuhi aturan protokol kesehatan, dapat dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang kurang disiplin dalam menggunakan masker dan menjaga jarak ketika berada di pasar atau pusat perbelanjaan ketika menjalankan aktivitas perekenomian, di masjid ketika akan menjalankan ibadah sholat, tempat-tempat nongkrong atau cafe, dan ketika berada di pusat pendidikan. Seakan-akan masyarakat kini tidak peduli dan menganggap Covid-19 sudah tidak ada, padahal pemerintah dengan giatnya terus melakukan sosialisasi dengan berbagai cara, baik di media massa seperti televisi, koran, dan berbagai media-media lainnya untuk  tetap mematuhi prokol kesehatan. Akan tetapi, itu hanya sebagai slogan semata tanpa adanya suatu implementasi secara maksimal dan konsisten dari masyarakat.

Pemerintah tentu dalam hal ini tidak boleh pasrah begitu saja, pemerintah harus bisa menemukan pola manajemen yang baik dan lebih responsif dalam menangani kasus positif Covid-19 yang terus meningkat. Terlebih saat ini sudah ditetapkannya vaksin sinovac yang telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin virus Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Keberadaan vaksin tersebut diharapkan mampu menjadi angin segar sebagai upaya untuk menjalani kehidupan di era normal ini agar dapat berjalan secara efektif. Tentu, diperlukannya kolaborasi antar semua pihak, tidak hanya pemerintah saja, tetapi masyarakat harus meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan.

Untuk membangun kolaborasi antar pemerintah dengan masyarakat, pemerintah sebagai aktor utama harus komitmen dalam menjalankan perannya yang berorientasi kepada masalah (problem-oriented) dan berorientasi kepada tindakan (action-oriented), yakni langkah-langkah secara terencana dan konsisten. Demi meningkatkan rasa kepercayaan antar aktor dalam terciptanya kolaborasi, maka pemerintah harus memperhatikan terkait dengan pemenuhan perlindungan sosial, jaminan sosial, maupun pelayanan sosial yang lebih baik dan merata. Masyarakat akan merasa aman dan mau berkolaborasi karena negara hadir dan peduli. Dengan demikian tingkat kepercayaan, kesadaran, dan kedisiplinan masyarakat meningkat, sehingga tujuan bersama untuk dapat menjalani kehidupan normal seperti biasa dan terbebas dari Covid-19 dapat tercapai.

Lantik Pengurus Ormawa, Rektor Unram: Semoga Sukses Menjalankan Proker

0
Foto bersama setelah pelantikan pengurus baru Ormawa dengan Rektor Unram. (foto: ist)

Mataram, MEDIAUnram.com – Dalam pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se-Universitas Mataram (Unram) di Auditorium M. Yusuf Abu Bakar, Rektor Unram berharap pengurus sukses menjalankan proker.

Hal itu disampaikan Rektor Unram, Lalu Husni, dalam sambutannya usai melantik pengurus Ormawa. “Semoga saudara-saudara sekalian sukses dalam menjalankan program-program kerja yang telah atau yang akan disusun untuk kemajuan Universitas Mataram,” imbuhnya, Kamis (04/03/2021).

Acara yang diadakan setahun sekali ini, diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu pelantikan pengurus yang diwakili oleh ketua dan sekretaris UKM se-Unram, serta penandatanganan peralihan Ketua BEM dan DPM.

Pengurus Ormawa saat menghadiri acara pelantikan, terlihat dengan menerapkan jaga jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19. (foto: ist)

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Rektor (WR III) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Enny Yuliani. Kemudian, pelantikan tersebut ditutup acara foto bersama dengan semua yang menghadiri pelantikan.

Sementara itu dalam kesempatan yang berbeda, Pemimpin Umum Media Unram, AA Istri Adeka Saputri menyampaikan perasaannya setelah pelantikan pengurus terselenggara. “Alhamdulillah, sudah resmi diakui,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan pengurus akan menjalankan program-program kerja yang telah disusun dalam rapat kerja. “Selain itu, melakukan proses pengembangan kinerja, baik pengurus maupun anggota. Seperti tujuan utamanya, menciptakan MEDIA yang berprestasi,” beber mahasiswi Fakultas Hukum Unram tersebut. (tan)

Maling Laptop Sekolah, Empat Pemuda Diringkus Tim Opsnal Polsek Rastim

0
Tim Opsnal Polsek Rasanae bersama terduga pelaku pencurian beserta sejumlah barang bukti. (Foto: ist)

Bima, MEDIAUnram.com – Tim Opsnal Polsek Rasanae Timur berhasil mengungkap kasus pencurian 8 unit laptop milik sekolah SMP 15 Kota Bima, Kamis (25/02/2021) sekitar pukul 16.00 Wita. Pengungkapan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Rasanae Timur IPTU Suratno.

Pelaku yang diamankan pada tindak pidana itu adalah MM alias AB (28), TI (19), AN (23) warga Kelurahan Oi Fo’o dan IM (17), seorang pelajar warga Kecamatan Rasanae Timur.

Suratno mengaku, tanggal 5 Februari 2021, salah seorang guru SMP 15 datang melapor ke Polsek untuk melaporkan kehilangan 8 unit laptop merek Lenovo milik sekolah.

Menindaklanjuti laporan itu, unit Reskrim Polsek melakukan penyelidikan keberadaan para pelaku. “Para pelaku masuk dalam ruangan laboratorium dengan cara merusak gembok,” katanya. Beberapa hari menyelidiki kasus itu kata Suratno, tim mendapat informasi bahwa laptop milik sekolah dicuri oleh empat orang itu.

Tidak lama, tim mendatangi mereka di rumah masing-masing dan menangkapnya. “Akibat dari pencurian itu, sekolah mengalami kerugian sekitar Rp 41 juta,” lanjut Suratno.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini para terduga pelaku dibawa ke Polsek Rasanae Timur untuk diproses. (qry)

Presiden Dianggap Melanggar Prokes, BEM Unram Kirim Surat untuk DPR RI

0
Sekjen BEM Unram, Anggun Firmansyah bersama rekan BEM lainnya menyerahkan surat kepada pihak POS untuk dikirim ke DPR RI. (Foto: Noly)

Mataram, MEDIAUnram.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram (Unram), mengirim surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jumat (26/02/2021).

Surat itu dilayangkan sebagai bentuk teguran terhadap Presiden Joko Widodo. Seperti yang diketahui, Selasa (23/02/2021) lalu, presiden yang biasa disapa Jokowi itu melakukan kunjungan di Kota Maumere, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena kunjungan itu, masyarakat sekitar berkerumun. Tentu itu melanggar protokol Covid-19.

Pihak BEM Unram ketika berada di kantor POS Mataram untuk mengirim surat kepada DPR RI. (Foto: Noly)

Berikut isi surat yang ditanda tangani oleh Yusril Ashfahani dan dikirim Sekjen BEM Unram, Anggun Firmansyah beserta ketiga rekannya;

Kepada,
Yth, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh
    Bapak dan Ibu DPR yang terhormat, pandemi Covid-19 di Indonesia belum juga mereda. Satu tahun sudah kami semua menghadapi situasi yang sangat menyulitkan ini. Berbagai kebijakan telah dicoba oleh pemerintah untuk mengatasi pandemi tapi kami semua melihat bahwa angka terinfeksi virus semakin meningkat. Kami semua menyadari bahwa Indonesia bahkan dunia saat ini masih berada dalam situasi tidak baik, segala bentuk kegiatan yang dilaksanakan harus mematuhi protokol kesehatan hal itu semata-mata untuk meminimalisir angka kematian karena pandemi. Banyak dari saudara kita yang telah kehilangan keluarga bahkan kehilangan tulang punggung keluarganya. Banyak dari saudara kita yang kehilangan pekerjaan dan bingung mencari uang untuk sekedar memenuhi rasa lapar.
    Bapak dan Ibu DPR yang terhormat, bukankah pejabat negara baik di pusat maupun di daerah dapat menjadi contoh untuk masyarakat dimasa sulit seperti ini ? tapi apa yang telah dilakukan Bapak Presiden tercinta kita di Maumere Nusa Tenggara Timur telah melukai hati masyarakat Indonesia. Saat seluruh masyarakat berusaha mematuhi segala protokol kesehatan demi berakhirnya pandemi Covid-19 tetapi ternyata Bapak Joko Widodo telah menciptakan kerumunan dan mengabaikan protokol kesehatan bahkan sambil melambaikan tangan menyapa masyarakat. Hal ini bertentangan dengan aturan dan himbauan yang selama ini digaungkan oleh pejabat pemerintah.
    Bapak dan Ibu DPR yang terhormat, kasus kerumunan ini bukanlah yang pertamakali terjadi semenjak adanya pandemi Covid-19. Ada banyak dari saudara kita yang telah diberikan sanksi karena membuat kerumunan yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Apakah pemberian sanksi ini juga berlaku bagi Bapak Presiden kita? Kami rasa penegakan hukum harus adil dan tidak memandang bulu, baik masyarakat biasa maupun pejabat pemerintah seperti Presiden Republik Indonesia harus mendapatkan sanksi atas perbuatannya yang telah mengancam puluhan jiwa terinveksi Covid-19.
    Bapak dan Ibu DPR yang terhormat, sebagai wakil rakyat sudah seharusnya Bapak dan Ibu memperjuangkan aspirasi rakyat sampai titik darah penghabisan. Maka dari itu kami sebagai masyarakat Indonesia dengan tegas meminta kepada puan dan tuan yang terhormat untuk menekan pihak yang berwenang memberikan sanksi tegas kepada Bapak Presiden kita yang telah dengan sengaja menciptakan kerumunan padahal tim presiden jelas mengetahui bahwa kedatangan tokoh publik apalagi sekelas Presiden pasti akan menimbulkan kerumunan masyarakat yang antusias menyambut bapak Jokowi.
    Jangan sampai kepercayaan masyarakat kepada pemerintah luntur karena tindakan Bapak Presiden dan sikap diam puan dan tuan DPR dalam menyikapi kasus yang membahayakan jiwa masyarakat bahkan memberi peluang semakin lamanya pandemi ini berakhir. Tunjukanlah kepada kami kalau Bapak dan Ibu DPR yang terhormat menyalonkan diri sebagai Dewan Perwakilan Rakyat semata-mata untuk membela kepentingan rakyat dan memperjuangkan aspirasi rakyat bukan untuk kepentingan golongan yang hanya ingin merusak Indonesia.
    Maka dari itu kami mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) berharap kepada Bapak dan Ibu DPR yang terhormat agar memanggil presiden menggunakan hak interprelasi, angket dan menyatakan pendapat bahwa presiden telah melanggar aturan maupaun Undang-Undang terkait karantina kesehatan atau PRMENKS Covid-19. Presiden selaku kepala negara dan pemerintahan,  dirinya sendiri yang tidak sesuai ucapan dengan keadaan, melanggar kostitusi dan Undang-Undang. Serta menekan pihak yang berwenang untuk memberikan sanksi tegas kepada bapak Presiden Republik Indonesia atas kasus kerumunannya.
Wassalamuakium warahmatullahi wabarakatuh.

Sementara itu, Menteri Sosial Politik (Sospol) BEM Unram, Noly Aditiya mengatakan, setiap agenda kunjungan pejabat memiliki prosedur tersendiri.

“Satgas Covid-19 juga pasti sudah mengetahui dampak apa yang akan ditimbulkan oleh kunjungan yang akan dilakukan oleh presiden, seharusnya hal ini sudah dapat ditebak,” katanya saat dihubungi wartawan MEDIA Unram, Jumat (26/02/2021) sore.

Ia juga menegaskan, tindakan ini harusnya menjadi pembelajaran bagi pejabat yang lain. Menurutnya, konsistensi kepala negara dilihat dari ketaatannya dalam menerapkan aturan yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang, serta menjamin semua kedudukan orang sama dalam hukum equality before the law.

“Semoga presiden mampu mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan,” pungkasnya. (mrm)

Dream Light, Sebuah Kelompok Belajar Penerang di Masa Depan

0
Anak-anak kelompok belajar Dream Light. (Foto: Suandi).

Lombok Barat, MEDIAUnram.comDream Light sebuah kelompok belajar yang berdiri sejak lima tahun lalu, dahulu hanya berjumlah tujuh orang anak kini telah berjumlah ratusan anak hingga menjadi program kerja Karang Taruna Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar.

Hal itu diungkapkan pendiri sekaligus pembina Dream Light, Suandi. Ia mengatakan kelompok belajar ini awalnya hanya fokus mengajar bahasa inggris saja, namun seiring perkembangannya kini juga ada mata pelajaran matematika dan bahasa arab.

Suandi juga mengaku kelompok belajar yang didirikan 17 Januari 2016 ini mengalami proses pembentukkan yang tak melulu berjalan lancar begitu saja. “Alhamdulillah setelah banyak sekali halangan dan rintangan, sampai saat ini sudah berusia lima tahun, masih tetap berdiri dan bertahan,” katanya saat dihubungi tim Media Unram, Kamis, (25/02/2021).

Hal ini rupanya memperoleh perhatian pemerintah desa setempat, pasalnya Dream Light dijadikan sebagai program kerja Karang Tarunanya. “Kami sampai diberikan fasilitas proyektor, printer, komputer, dan beberapa guru tambahan di bidangnya masing-masing,” beber Suandi.

Kegiatan belajar yang berlangsung setiap sabtu sore dan minggu pagi itu tampaknya menjadikan aula serbaguna Desa Gontoran sebagai tempat belajar namun tak jarang pula memanfaatkan rumah pendirinya.

Di akhir wawancaranya, Suandi menuturkan harapannya agar Dream Light semakin maju. “Adik-adik di sini bisa menjadi cahaya untuk menerangi tempat tinggal kami di masa depan,” tutupnya. (san)