25.5 C
Mataram
Sunday, September 20, 2026
spot_img
Home Blog Page 107

Demo di Rektorat, Mahasiswa Universitas Mataram Soroti Kasus Suap di Kampus

0
Suasana demo di Rektorat Universitas Mataram, Selasa (24/9/2019)
Suasana demo di Rektorat Universitas Mataram, Selasa (24/9/2019)


Media
UnramMahasiswa Universitas  Mataram kembali menggelar aksi demo di kantor rektorat untuk bertemu dengan rektor dan membahas sembilan tuntutan pada 24 September 2019.

Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang sebelumnya telah melakukan aksi pada tanggal 26 Mei 2019.Banyak tuntutan yang masih belum jelas, diantaranya kasus suap KKN. Pihak Unram meminta waktu satu bulan untuk mencari siapa oknum yang bermain pada kasus ini. Namun, sampai tiga bulan berikutnya belum ada kepastian untuk mengungkap siapa oknum yang terlibat.

Bukan hannya kasus suap KKN saja yang masih alibi, ada beberapa tuntutan juga tidak pernah disentuh oleh pihak Unram.Sebelumnya, mahasiswa berjanji akan mengawal terus semua poin tuntutannya hingga terlaksana. Namun, setelah tiga bulan lamanya mahasiswa kembali menemukan kasus yang lebih fatal dari tuntutan sebelumnya, sehingga mahasiswa Unram kembali menggelar aksi di gedung rektorat.

Dalam aksi ini, mahasiswa Unram memiliki beberapatuntutan, diantaranya adalah tuntutan mengenai kasus suapdalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terjadi di Unram. “Kasus suap yang terjadi di kampus kita belum dituntaskan. Bahkan, oknum mahasiwa yang terlibat besok akan wisuda,” kata Ketua BEM Unram Amri Akbar sekaligus kordum saat melakukan orasi di depan gedung Rektorat.

Mahasiswa berjalan kaki menuju gedung rektorat Universitas Mataram untuk menggelar demonstrasi, Selasa (24/9/2019)

Selain itu, dari salah satu tuntutan masa aksi, menuntutadanya tambahan dana untuk setiap organisasi mahasiswa yang ada di Unram. “Kegiatan mahasiswa itu menentukan akreditasikampus. Jika pihak kampus kurang memberikan dana bagiormawa, maka mahasiswa tidak akan bisa melakukan kegiatan,” lanjut Amri dalam orasinya.

Amri juga mengatakan bahwa, sistem yang berada diUnram masih banyak yang salah. Visi dan misi yang ada dikampus hanya sebagai formalitas. Menurut Amri, setiap kali pihak kampus ingin membuat kebijakan, seharusnya melakukan diskusi bersama mahasiswa, karena kebijakan apapun yang berkaitan dengan mahasiswa, hanya mereka yang mengetahui keadaannya.

             “Tuntutan kami dalam aksi sebelumnya tidakdilaksanakan oleh pihak rektorat. Seandainya dilaksanakan, ituhanya harapan palsu,” sambungnya.

Diberi hukuman

Mahasiswa berorasi saat demo di gedung Rektorat Universitas Mataram, Selasa (24/9/2019)

Menanggapi permasalahan ini, Rektor Unram, Lalu Husni mengatakan bahwa, oknum birokrat telah diberikan hukuman atas perbuatannya, “Oknum yang melakukan suap telah kami berikan hukuman. Tetapi untuk memecat seorang pegawai negeri sipil tidaklah mudah, harus ada mekanismenya,” ungkapnya.

Mengenai permasalahan fasilitas dalam perkuliahan, Husni menjelaskan bahwa, fasilitas masih dalam proses,  “Sekitar 70% pembangunan dan fasilitas masih dalam proses,” lanjutnya. Husni juga mengatakan, bahwa keadaan keuangan yang menjadi masalah besar dalam proses pembangunan dan fasilitas ini.

Masa aksi pun menuntut agar hasil tuntutannya harusterjawab dan ditulis. Jika jawaban surat mereka tidak akandijawab masa aksi akan menunggu di kantor rektor Unramhingga surat tersebut diberikan. (KHN)

Penerimaan Anggota Baru UKPKM Media Melalui LJTD

0
mediaunram
mediaunram

Media – Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (LJTD) yang diselenggarakan pada tanggal 20-22 september 2019 sudah di buka. Acara LJTD berlangsung di dua tempat dengan tanggal yang berbeda. Tempat inclass di Aula Bidikmisi tanggal 20-21  dan outclass 22 di Dusun Taman Ayu Gerung.

LJTD yang ke 27 ini menyerap anggota baru sejumlah 34 orang, terdiri dari berbagai Fakultas dan tingkatan semester yang berbeda. “calon anggota baru Media pada LJTD yang ke 27 diikuti oleh mahasiswa mulai dari semester satu sampai dengan semester lima. Namun, didominasi sama semester satu” kata Ihsan Hadi selaku ketua panitia pada saat penyampaian laporan.

Ditempat yang sama Meza Royadi selaku Pimpinan Umum Unit Kegiatan Pers Kampus Mahasiswa (UKPKM) Media mengatakan, sebagai jurnalis memikul tanggung jawab yang berat, karena  turbolensi tulisan jurnalis sangat menentukan kondisi bangsa. Disamping itu juga peran jurnalis di lingkungan Universitas dapat membatu menyebarkan informasi keadaan Universitas.

Meza juga meyinggung masalah Klasterisasi Kemahasiswaan Universitas Mataram (Unram) yang terisolir ke posisi 103 pada peringkat yang di rilis kemenristekdikti pada kurun waktu yang belum terlalu lama ini. Peran Media untuk membantu memperbaiki peringkat ini juga sangat dibutuhkan “mungkin nanti Media  bisa membantu Unram melalui penerbitan di media sosial. Dengan memberitakan kegiatan yang dilaksanakan organisasi mahasiswa”

Sunoto sebagai perwakilan dari birokrasi megapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Media, dan mengharapkan bibit-bibit baru yang unggul akan timbul pada para calon anggota baru. Sejauh ini Media sudah mulai aktif lagi setelah beberapa tahun tidak pernah aktif, karena pergantian kepengurusan.

Sebagai lembaga pers mahasiswa, Media harus membuat berita yang berimbang, tidak boleh memberitakan kasus yang tidak berimbang, Karena akan menghasilkan situasi yang berbeda kepada pembaca jika memberikan informasi yang tidak berimbang.

“Media harus menjadi organisasi yang unggul dalam memberikan informasi kepada seluruh pembaca” cuitan Meza di tempat yang terpisah (tim)

Klasterisasi Kemahasiswaan Unram Terisolasi

0
Rektor ITB menerima piagam penghargaan dari Menristekdikti. (Foto: Dok. Kemenristekdikti)
Rektor ITB menerima piagam penghargaan dari Menristekdikti. (Foto: Dok. Kemenristekdikti)

Oleh : Ahmad Fatoni Dwi Putra (Menteri Media Komunikasi dan Informasi BEM UNRAM) dan Meza Royadi (Pimpinan Umum UKPKM MEDIA UNRAM)

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI ) adalah Lembaga yang menaungi langsung perguruan tinggi yang ada di Indonesia. KEMENRISTEKDIKTI  memiliki visi yaitu untuk mewujudkan Pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan IPTEK dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa.

Selaras dengan visi KEMENRISTEKDIKTI maka penting untuk pengembangan kegiatan kemahasiswaan pada tataran kelembagaan kemahasiswaan di Perguruan Tinggi (PT). PT juga harus terus mendorong pengembangan minat, bakat, penalaran, dan kreativitas serta keilmuan dan keprofesian mahasiswa.

Dalam merealisasikan pengembangan kemahasiswaan di PT, maka Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Belmawa membuat rancangan program yang disusun dalam bentuk hexagon, bidang kemahasiswan untuk mejadi acuan dalam mengembangkan kemahasiswaan di PT. Hexagon Kemahasiswaan tersebut berupa pengembangan bidang penalaran dan kreativitas, bidang kesejahteraan dan kewirausahaan, bidang minat, bakat, dan ormawa, bidang penyelarasan dan pengembangan karir, bidang mental spiritual kebangsaan, dan bidang internasionalisasi.

Pemeringkatan kemahasiswaan bertujuan untuk memacu PT untuk lebih peduli pada kegiatan kemahasiswaan, sehingga mampu menumbuh-kembangkan prestasi mahasiswa dalam bidang penalaran dan kreativitas, bidang kesejahteraan dan kewirausahaan, bidang minat, bakat, dan ormawa, bidang penyelarasan dan pengembangan karir, bidang mental spiritual kebangsaan, dan bidang internasionalisasi. Pemeringktan juga dilakukan sebagai upaya dalam menginventarisir prestasi nasional maupun internasional mahasiswa.

 

Kondisi Kampus

Universitas Mataram (Unram) adalah satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Nusa Tenggra Barat (NTB). Tentu saja label PTN satu-satunya di NTB membuat banyak siswa yang baru saja menyelesaikan masa studinya di Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk berbondong-bondong mendaftarkan diri berkuliah di Unram. Mereka memiliki harapan mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dengan berkuliah di PTN.

Namun, kondisi yang terjadi malah sebaliknya. Jika dilihat dari kondisi fisik atau fasilitas penunjang belajar mengajar yang ada di Unram tentu saja bisa dibilang minim. Sehingga berdampak pada kegiatan mahasiswa.

Tidak adanya batasan mahasiswa dalam satu kelas menyebabkan kondisi proses belajar mengajar menjadi tidak maksimal. Beberpa fasilitas penunjang juga masih minim, contohnya pendingin ruangan seperti kipas angin atau AC.

Banyak kipas angin dan AC yang rusak dan tidak berfungsi. Tentu saja berdampak pada daya serap mahasiswa menerima pelajaran. Dosen pun mengeluh dengan kondisi ini karena idealnya mahasiswa menerima pelajaran dalam kondisi rileks dan nyaman. Namun, dengan konsidi kelas yang padat dan tidak ada pendingin ruangan maka akan sangat mengganggu proses belajar mengajar.

Terbukti pada pengklasteran Kemahasiswaan yang di publikasikan KEMENRITEKDIKTI Jumat, 06 September 2019 Unram tidak masuk ke jajaran 100 besar, dan terlempar ke urutan 103. Pada tahun sebelumnya Unram masuk ke dalam 50 besar dengan peringkat ke 37.

Usia Unram sudah menginjak 57 tahun  pada bulan Desember mendatang sudah bisa dibilang cukup tua. Dengan usia yang sudah tua Unram seharusnya bisa menghasilkan mahasiswa yang berprestasi yang bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional. Sesuai dengan Visi Universitas yakni menjadi Lembaga Tinggi Berbasis Riset Berdaya Saing Internasional. Dengan demikian Unram dapat terbantu keluar dari posisi 100 besar dan bisa bersaing kembali ke posisi 50 besar dan bahkan bisa bersaing ke posisi 10 besar.

Salah satu faktor pendukung kegiatan mahasiswa adalah dana. Dana yang di kucurkan unram hingga saat ini adalah 7.500.000 per organisasi. Namun dana sebesar yang diberikan belum cukup untuk kegiatan yang bertarap internasional bahkan bertaraf regional masih belum cukup. Bahkan masih ada organisasi yang mendapatkan dana di bawah Rp 7.500.000.

Lomba

Lomba yang diikuti oleh mahasiswa banyak yang tidak dibiayai secara penuh oleh Unram. Kadang mahasiswa harus menambah dari dana pribadi untuk memenuhi kebutuhan lomba. Mahasiswa tentu saja memiliki dana minim tapi memiliki gagasan dan ide besar untuk memajukan dan mengharumkan nama Unram.

Namun, tidak ada dukungan dari lembaga untuk menyokong lomba yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa. Mahasiswa dipaksa untuk mencari sendiri biaya tambahan untuk mengikuti lomba, disamping mereka memikirkan kompetisi yang akan dihadapi. Beban mereka malah ditambah dengan bagaimana cara menutupi kekurangan dana untuk berangkat berkompetisi.

Banyak juga mahasiswa yang mengikuti lomba di luar daerah, mereka beristirahat di fasilitas umum seperti masjid, kantor POLISI atau rumah keluarga yang ada disana, sembari menunggu jadwal kompetisi berlangsung. Tentu saja kondisi ini sangat tidak ideal bagi mahasiswa yang akan mengahdapi kompetisi dengan tekanan tinggi ditambah lagi kondisi tubuh yang tidak prima diakibatkan tempat istirahat yang tidak layak.

 

Aspek Penilaian

Proses penilaian pemeringkatan bidang kemahasiswa ditentukan berdasarkan 4 aspek penilaian antara lain Pertama aspek institusi sebesar 20%. Institusi merupakan aspek penting di bidang kemahasiswaan yang akan mempengaruhi prestasi mahasiswa.

Beberapa penilaian di aspek institusi ini adalah aspek kelembagaan yang berisi beberapa poin diantaranya adalah regulasi pembinaan mahasiswa, beasiswa/bantuan biaya pendidikan, asuransi kesehatan, konseling, pembinaan kegiatan mental kebangsaan, program pembinaan kewirausahaan mahasiswa, pengembangan pusat karir, tracer study alumni. Tentu saja banyak aspek ini masih belum dipenuhi untuk menunjang pemeringkatan kemahasiswaan unram.

Ada 2 aspek juga menjadi perhatian mahasiswa yang luput dari perhatian kemahasiswaan Unram. Aspek pembiayaan dan aspek penghargaan prestasi. Tentu saja kedua aspek ini akan sangat berpengaruh pada psikologi mahasiswa yang mengkuti kegiatan lomba atau kegiatan kemahasiswaan lainnya.

Jika alokasi dana kegiatan kemahasiswaan ini tidak diperhatikan secara masif maka akan menimbulkan beban yang lebih besar bagi mahasiswa selain memikirkan lomba, mereka juga harus memikirkan dana lomba atau kegiatan kemahasiswaan lainnya. Dan setelah mereka mendapatkan prestasi di bidang kemahasiswan juga harus menjadi perhatian. Pengharagaan harus diberikan kepada mahasiswa berprestasi tersebut.

Kedua, aspek kegiatan non lomba/pengakuan/rekognisi memiliki nilai persentase penilaian sebesar 10%. Aspek ini dibagi lagi menjadi 4 komponen yaitu mahasiswa berwirausaha, pertukaran mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat dan rekognisi.

Ketiga, aspek Prestasi Kegiatan Ko dan Ekstrakurikuler Mandiri memiliki nilai persentase 30% yang memiliki 4 komponen penilaian. Komponen penilaian ini berdasarkan prestasi dari tingkat provinsi, wilayah, nasional, dan internasional. Kegiatan Ko dan Ekstrakurikuler yang dimaksud adalah kegiatan yang diadakan selain KEMENRISTEKDIKTI.

Keempat, Aspek Prestasi Kegiatan Ko dan Ekstrakurikuler Belmawa memiliki nilai paling tinggi yakni 40%. Hampir sama dengan aspek ketiga memiliki 4 komponen berdasarkan prestasi dari tingkat provinsi, wilayah, nasional, dan internasional.

Berdasarkan keempat aspek yang ada tentu saja aspek Prestasi Kegiatan Ko dan Ekstrakurikuler Mandiri dan Prestasi Kegiatan Ko dan Ekstrakurikuler Belmawa menjadi penentu bagi kualitas dari kemahasiswaan PT dengan jumlah nilai 70%.

Namun, sebenarnya aspek yang paling menentukan suatu kemahasiswaan adalah dari aspek institusi. Institusi yang memberikan pelayanan terbaik pada mahasiswa dan terus mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi. Mahasiswa tanpa pembinaan yang tepat dan apabila tidak diberikan penghargaan atas prestasi yang diraih akan membuat mahasiswa tertekan secara psikologis karena akan merasa bekerja sendiri.

Untuk menduduki posisi yang ideal untuk unram dalam pengklasterisasi kemahasiswaan maka harus memperhatikan beberapa hal: pertama Unram harus memberikan fasilitas belajar yang memadai untuk mendukung daya serap ilmu pengetahuan yang diberikan kepada mahasiswa di dalam kelas.

Kedua memberikan dukungan yang besar kepada seluruh kegiatan mahasiswa terutama melalui sumbangan dana, guna membangun semangat yang tinggi bagi mahasiswa dalam menjalankan kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan bidang organisasi masing-masing

Ketiga unram harus lebih gencar lagi untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa dan memberikan penghargaan apresiasi yang lebih tinggi lagi guna membangun karakter yang kuat mental juara, karena mental juara sangat dibutuhkan untuk menjadi percaya diri dalam berkompetisi

Lebih memperhatikan lagi ko-ekstrakulikulir, karena sangat menentukan posisi Universitas dalam pengklasteran kemahasiswaan. Mempunyai nilai sangat tinggi 70%. Demi menjadikan Unram mampu berdaya saing Internasional pada tahun 2025.

BEM, DPM Memanas

0
Asno Azzawagama Firdaus (Ketua DPM Unram) dan Muh. Amri Akbar (Ketua BEM UNRAM)
Asno Azzawagama Firdaus (Ketua DPM Unram) dan Muh. Amri Akbar (Ketua BEM UNRAM)

Dua lembaga petinggi organisasi Universitas Mataram (Unram) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) saling melontarkan kata-kata panas.

Media – Berawal dari sindiran di media sosial yang dilakukan ketua BEM yang menyindir keras DPM. Sindiran ketua BEM berbuntut panjang dengan aksi saling sindir dengan DPM melalui media sosial. Sehingga status ini tidak diterima oleh anggota DPM karena merugikan citra lembaga dan anggota.

M. Amri Akbar selaku ketua BEM menyatakan kebenaran adanya tulisan yang telah dia buat, lantaran DPM tidak pernah bekerja sesuai dengan tugasnya. Bahkan masih menyibukkan dirinya dengan penerimaan anggota baru

“kita mengundang DPM untuk ikut dalam kepentingan mahasiswa banyak di rektorat, namun dari pihak DPM tidak ada yang hadir satu orang pun,” kata Amri.

Padahal sebagai lembaga Legislatif tingkat universitas tidak etis jika membuka pendaftaran untuk anggota baru, karena itu akan mengurangi marwah dari DPM itu sendiri. Jika memang DPM tidak kekurangan anggota, maka mereka bisa meminta delegasi dari DPM di tingkat fakultas.

Di tempat yang berbeda Asno azawagama selaku ketua DPM sedikit keberatan dengan status yang dibuat BEM pasalnya disebutkan bahwa, DPM gagap dalam aktualisasi. Ini tidak mencerminkan sikap dari seorang ketua.

“kata yang ditulis di media sosial itu tidak mencerminkan contoh yang baik bagi mahasiswa. Mungkin karena ketua bem dalam keadaan capek sehingga dalam menulis baperan,” ungkap Asno.

Komisi pengawasan DPM Afran juga turut membalas status yang dibuat ketua BEM melalui media sosial, yang disampaikan itu bukan mencerminkan etika yang baik seorang ketua. Seharusnya apa yang disampaikan itu dibuka pada forum rapat evaluasi.

“kritikan yang disampaikan itu sebenarnya tidak etis, dan kritikan itu disampaikan di rapat evaluasi,” Tulis Afran.

Amri juga mengklarifikasi status yang dibuatnya, bahwa itulah yang dirasakan sampai sekarang kalau pengawasan yang dilakukan oleh dpm kepada bem baru sebatas niat saja

“jika di kasi penilaian 1 sampai 10 pengawasan yang dilakukan oleh DPM. Saya memberikan nilai niat belum sampai ke nilai satu,” Ujar Amri.

Pengawasan secara kontekstual ke lapangan menandakan kalau DPM belum paham tentang pengawasan, hal ini akan membuat suasana ketidak percayaan mahasiswa terhadap kinerja yang dilakukan lembaga pengawas. Karena pengawasan yang dilakukan bukan turun langsung ke lapangan, namun mengawasi melalui perencanaan dan hasil yang telah dikerjakan.

“sebagai lembaga yang mengawasi BEM, seharusnya mereka bukan ikut turun langsung ke lapangan namun meraka mengawasi melalui rapat evaluasi” lanjut Amri.

Salah satu hal yang disayangkan oleh Amri di menjelang akhir kepengurusan BEM dan DPM adalah mengenai pembahasan Standard Operational Procedur (SOP) pengawasan oleh DPM. Hal ini karena sudah banyak sekali program kerja dari BEM yang sudah berjalan tapi ternyata DPM masih belum memiliki SOP pengawasan yang jelas terhadap BE.

“Sudah mau akhir kepengurusan baru SOP, semangat untuk DPM,” Ujarnya.

Mantan Ketua BEM Fakultas Teknik 2018 ini meminta agar DPM kembali melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dari Lembaga Perwakilan. Kembalinya Lembaga Perwakilan ke Tupoksinya tentu saja akan membantu Lembaga Eksekutif dalam melakukan tugasnya. Dia tidak ingin Lembaga Perwakilan ini hanya menjadi wadah segelintir orang yang memiliki kepentingan di dalamnya.

“Kembalilah ke tupoksi apa sebenarnya lembaga perwakilan dan buat skala prioritas yang mahasiswa dan kampus butuhkan bukan hanya segelintir orang saja yang diperjuangkan,” Lanjut Amri.

Namun asno mengangap tupoksi yang dilaksanakan DPM sudah sesui dengan tupoksi yang sudah diatur di surat keputusan (SK) yang dibuat Rektor, sehingga DPM akan memberikan kejutan kepada BEM untuk menindaklanjuti kinerja yang dilakukan selama satu kepengurusan ini.

“kami akan kasih surprise kepada bem di rapat evaluasi mendatang” pungkas Asno.

(mez,mad)

Musfest Sebagai Ajang Promosi Ormawa

0
pembukaan cara Musfest
pembukaan cara Musfest

Media – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unram kembali menggelar acara tahunan, Mataram University Stundet Festival (MUSTFEST) yang bertemakan Merawat Spirit Membangun Negeri Melalui Kontribusi dalam Organisasi. dilakasanakan pada tanggal 7 September 2019 di perpustakaan Univeritas Mataram.

Kegiatan ini memberikan kesempatan langsung ke seluruh masiswa baru melihat berbagai organisasi di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sekaligus melihat nafas setiap organisasi mahasiswa (Ormawa) tersebut “Acara ini bertujuan agar mahasiswa baru mengetahui bahwa unram memiliki beberapa organisasi dan kami juga berharap mereka mau ikut bergabung di dalamnya,” ungkap ketua panita, Sandhi Maulana.

Dalam kegiatan ini, turut juga dihadiri oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan, Abdul Faruk, memberikan apresiasi kepada BEM yang sudah memberikan sarana untuk mempromosi organisasi yang ada di Unram “Semangat terus kepada BEM dan semua Ormawa untuk berkegiatan dan tidak boleh behenti dalam berdedikasi” ungkapnya pada saat membuka acara.

Acara ini dimulai dari jalan sehat yang diikuti oleh semua Ormawa Unram dan seluruh peserta. Berjalan mulai dari perpustakaan, kemudian berjalan keluar menuju jalan pemuda dan berakhir di pintu gerbang Perpustakaan. Setelah mengadakan jalan sehat, Ormawa unram yang turut hadir dalam kegiatan ini diberikan waktu untuk memperkenalkan organisasi masing – masing. Tidak hanya itu,  Ormawa juga diberikan membuka stand penerimaan anggota baru.

Kegiatan ini mengalami sedikit kendala, yakni kurangnya para pengunjung yang hadir. Lantaran kegiatan ini diadakan pada hari libur, “bahwa kurangnya mahasiswa yang hadir lantaran karena acara ini bertepatan dengan hari libur, sehingga mahasiswa banyak yang pulang ke rumah masing-masing”. Lanjut sandi

Presiden Mahasiswa (presma) Unram, Muhammad Amri Akbar, juga turut berkomentar tentang kegiatan ini. Yang melihat acara yang dihelat kali ini tidak sesuai dengan apa yang sudah direncankan sejak awal “Walaupun acaranya sedikit kurang dari harapan, tetapi acara ini tetap berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Amri juga mengaharapkan kegiatan ini terus dilakukan dan mengharapkan penningkatan untuk tahun selanjutnya, karena acara ini sangat bagus dan baik untuk kedepannya. “ mudahan untuk acara ditahun depan semakin meningkat dan lebih meriah lagi, dan menjadi wahana pengetauan bagi mahasiswa baru yang mau belajar berorganisasi” “ pungkasnya saat ditemui wartawan UKPKM MEDIA  (Tim)

Kasus Suap KKN Belum Bisa Diselesaikan

0
Ilustrasi Suap KKN
Ilustrasi Suap KKN

Oleh : Ahmad Fatoni Dwi Putra (Menteri Komunikasi dan Informasi BEM UNRAM) dan Meza Royadi (Pimpinan Umum UKPKM MEDIA UNRAM)

Sudah tidak terbantahkan lagi kasus yang sudah melekat ditelinga kita semua, yaitu kasus suap Kuliah Kerja Nyata (KKN). Yang sampai saat ini belum juga rampung untuk diselesaikan oleh Tim Investigasi yang sudah dibentuk Rektor Universitas Mataram (Unram).

KKN tahun periode Desember-Januari 2018/2019. Secara implisit sebanyak 25 mahasiswa yang melakukan transaksi kisaran Rp 1.000.000 sampai dengan Rp 1.500.000 dengan oknum pejabat Unram untuk tidak mengikuti program KKN, namun nilai KKN mereka akan keluar seperti mahasiswa lainnya. Justru yang terjadi adalah sebaliknya. Nilai mahasiswa yang menyuap KKN ini tidak keluar sehingga mereka tidak bisa mengikuti yudisium.

Kasus ini terungkap karena salah satu mahasiswi dari fakutas hukum mengakui kesalahan yang diperbuat kepada pegawai di Fakultas Hukum. Karena mahasiswa ini akan melaksanakan yudisium, namun nilai KKN nya belum keluar sehingga keluar statement kalau dia tidak mengikuti proses KKN dengan membayar pegawai di Unram untuk tidak mengikuti KKN.
Berawal dari inilah banyak ditemukan lagi mahasiswa yang melakukakan praktek penyuapan KKN yang sering disebut mahasiswa lain “transaksi bawah meja dengan memakai topeng”. Yang nampaknya Dewi Fortuna masih belum memihak kepada mereka kalau rencananya akan berhasil sesuai strategi.

Meminta waktu

Kasus yang santer terdengar ini pun masih saja belum terselesaikan oleh Tim Investigasi. Namun mahasiswa Unram tidak mau tinggal diam dengan keadaan kampus yang semakin mencemaskan mahasiswa ini. Jika kasus ini tidak ada tindakan dari mahasiswa untuk ikut aktif untuk mengusut kasus penyuapan KKN ini, mungkin tidak terjadi investigasi oleh Rektor.
Pada tanggal 26 Juni, aliansi mahasiswa peduli kampus menggelar aksi besar-besaran digedung rektorat unram dengan memaparkan poin tuntutannya. Salah satu poin tuntutannya adalah mengusut tuntas kasus praktek suap menyuap KKN ke Rektor yaitu Lalu Husni.

Lalu Husni selaku Rektor Unram akan membentuk Tim Investigasi yang akan mengusut tuntas kasus suap menyuap KKN. Dengan meminta waktu selama 1 bulan untuk menyelesaikan kasus ini. Rektor berjanji akan memberikan sanksi tegas pada pihak yang terlibat kasus ini. Sanksi yang akan diberikan berupa skorsing bagi mahasiswa yang diduga terlibat dan bagi pihak pejabat kampus yang terlibat akan dipecat dari jabatannya.
Tentu saja tindakan dari Rektor memberikan harapan untuk masa aksi. Sekarang tinggal bagaimana
memberikan ruang bagi tim investigasi untuk berkerja. Mahasiswa juga berjanji dalam aksi tersebut akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Jangan sampai kasus ini terulang kembali di lingkungan Unram karena akan mencoreng wajah dunia Pendidikan.

Masih Menyembunyikan Oknum

Wakil Rektor satu (WR I) sebagai ketua Tim Investigasi belum membuka suara tentang oknum yang berada balik kasus penyuapan KKN ini, WR I masih ingin diberikan waktu tambahan lagi untuk melakukan investigsi.
Dengan belum berani diungkapkan nama yang menjadi oknum dibalik semua ini, membuat sebagian besar mahasiswa peduli kampus yang mengikuti gelaran aksi semakin kecewa dengan tim yang diketuai WR I dengan anggota tim dari unsur Senat, unsur pimpinan, dan Tim Hukum. Hal ini menyulutkan perhatian mahasiswa kepada tim investigasi tidak bekerja secara maksimal, karna sudah tiga bulan masih menyembunyikan nama oknum yang bersangkutan.

Masih menjadi pertanyaan siapa dibalik oknum suap menyuap KKN. Santer terdengar isu dikalangan mahasiswa jika mahasiswa yang melakukan suap telah mengulang KKN dengan jalan konvensional. Bahkan mahasiswa tersebut sudah bisa wisuda tahun ini.

Dengan keadaan ini paling tidak Rektor harus menyelesaikan empat persoalan. Pertama rektor harus mengintruksikan kepada Tim Investigasi, agar lebih cepat lagi untuk mencari seluruh oknum yang berada dibelakang semua ini.

Kedua Rektor Unram memberikan saksi tegas kepada mahasiswa yang sudah mengotori nama Lembaga dengan memberikan hukuman yang sebanding dengan perbuatannya (skorsing) dengan tidak memberikan pengulangan KKN bagi mahasiswa. Agar kedepannya tidak lagi ada kejadian yang serupa di lingkungan Unram sekaligus menjadi pembelajaran bagi seluruh mahasiswa

Ketiga segera untuk memberhentikan pejabat yang sudah terlibat dalam praktek suap menyuap ini, kalau tidak diberhentikan maka bukan tidak mungkin lagi akan terjadi hal yang serupa di tahun berikutnya.
Kempat Rektor harus membenahi secara masif lingkaran struktur kepengurusan Lembaga yang membawahi program KKN ini, agar terciptanya kondisi yang kondusif demi untuk kepentingan nama Lembaga yang bersih dari korupsi.

Semuanya Berawal dari Organisasi

0
Meza Royadi (Pemimpin Umum UKPKM MEDIA Unram)
Meza Royadi (Pemimpin Umum UKPKM MEDIA Unram)

Mahasiswa merupakan agent of change dan agent of control, dengan julukan ini sebenarnya mahasiswa sedang memikul beban yang begitu berat. Dengan sebutan agent of change atau agen perubahan ini pada esensinya kita sudah dituntut untuk mengubah suatu keadan dalam bentuk yang lebih baik lagi, setidaknya bisa mengubah lingkungan tempat kediaman kita. Sedangkan Agent of control atau agen kontrol merupakan salah satu cara kita untuk melihat suatu kondisi, kita harus bisa mengontrol lingkungan kita untuk lebih baik lagi.

Di dalam diri seseorang mempunyai potensi dan ciri khas untuk melakukan segala kegiatannya. Dengan adanya ciri khas yang melekat pada diri kita ini sangat berpotensi menjadi yang lebih baik dari lingkaran di sekeliling kita. Namun tidak berhenti sampai di situ saja, untuk mengembangkan potensi di dalam diri kita ini, kita sangat memerlukan wadah atau organisasi untuk mengekspresikannya. Dengan begitu kita dapat mencapai apa yang menjadi tujuan itu.

Dengan mengikuti organisasi kita bisa membuka ruang yang lebih lebar lagi untuk membuka jaringan dengan para pejabat negara. Dengan berorganisasi bukan berarti kita meninggalkan kewajiban utama kita yaitu kuliah dengan baik untuk mendapatkan nilai IPK yang maksimal.

Namun pada zaman ini kesuksesan seseorang tidak diukur dari IPK yang dia peroleh atau pun tidak bisa diukur melalui berapa lama dia duduk di bangku kuliah. Sejatinya banyak orang-orang yang kariernya baik adalah orang-orang yang semasa bangku kuliahnya sering bergelut di dunia organisasi.

Pada masa kontemporer, seseorang dituntut harus memiliki skill dan juga keterampilan untuk memulai karier, tanpa ada skill dan keterampilan yang kita bawa untuk mencari pekerjaan, maka pekerjaan itu akan sulit untuk kita dapatkan, semua keterampilan membutuhkan organisasi untuk kita implementasikan. Apapun organisasi yang penting kita bisa mengambil kesempatan yang ada didalamnya.

Namun ada juga mahasiswa yang tidak mau berorganisasi karena beralasam akan menyita waktunya. Apakah organisasi tidak memberikan kita ruang gerak sedikit pun untuk bermain dengan teman yang lain atau keluarga? Atau nanti tugas kuliah akan terbengkalai karena organisasi? Organisasi tidak pernah menghalangi kita untuk bermain dengan teman-teman apalagi menghalangi kita untuk mengerjakan tugas.

Bahkan ketika kita mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas atau tidak ada teman untuk bertukar pikiran dan bahkan fasilitas untuk mengerjakan tugas sangat tidak mendukung, semua itu bisa kita atasi dengan meminta bantuan rekan satu organisasi. Karena di sana kita akan mendapatkan teman dari berbagai macam latar belakang dan berbagai elemen, sehingga kita tidak perlu merepotkan diri untuk mencari kesana kemari.

Organisasi bukan hanya kita jadikan wahana bermain dan bersuka cita dan duka, akan tetapi kita menjadikannya sebagai rumah kedua setelah rumah orang tua kita. Sebab apa yang kita cari di dunia perguruan tinggi itu berawal dari organisasi. Di organisasi kita akan mendapatkan teman baru, sahabat baru, dan yang tidak kalah penting adalah kita akan belajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan para pejabat dan masyarakat umum.

Sastrawan Indonesia yang mendunia, Pramoedya Ananta Toer dalam buku Jejak Langkah menulis, “bicara soal organisasi adalah bicara tentang kepentingan bersama, bukan untuk menjadi nabi atas sesamanya atau di antara sesamanya.”

Dari pesan yang disampaikan oleh Pramoedya tersebut kita bisa memaknainya bahwa, dengan berorganisasi kita bisa belajar bagaimana caranya untuk menghargai pendapat orang lain, bukan seolah-olah apa yang kita pikirkan itu adalah murni benar dan pendapat orang tidak pernah selalu benar, kita juga bisa mengambil pesan tidak selamanya yang kecil itu menjadi kaum tertindas atau disuruh, tetapi egaliter dalam kelompok.

Mengikuti organisasi juga mengajarkan kita untuk menjadi pemimpin, menjadi pemimpin itu tidak sepenuhnya dilihat dari faktor usia atau setinggi apa kepintaran yang dimiliki, tapi menjadi pemimpin itu yang paling penting adalah dilihat dari faktor kedewasaan berbicara, yang semuanya ini kita akan kita dapatkan melalui wadah yang kita ikuti, karena kita akan diajarkan semua hal tentang moral, etika, dan kehidupan.

Oleh karena itu organisasi merupakan laboraturium bahan galian pendidikan, sudah tidak bisa dipungkiri lagi hal tersebut, karena sudah terbukti banyak pejabat tinggi Negara semasa kuliah mengikuti banyak organisasi untuk memperluas pengetahuan dan memperlebar relasi, apa yang mereka nikmati sekarang itu adalah semuanya berawal dari organisasi.

Memperingati Hari Kemerdekaan dihiasi dengan Pawai Busana Adat

0
Pawai Baju Adat Hari Kemerdekaan Unram
Pawai Baju Adat Hari Kemerdekaan Unram

MEDIA – Menyabut hari kemerdekaan ke 74 bangsa Indonesia di Universitas Mataram (Unram) 200 mahasiswa menghiasi lapangaan upacara memakai pakaian adat daerah tempat tinggalnya yang merupakan salah satu cara untuk menyatukan bangsa. Walaupun berbeda daerah,suku, agama namun bisa bersatu dalam lingkaran Indonesia.

Selain menjadi pemersatu bangsa, kebudayaan ini juga harus tetap melekat pada setiap orang yang menjadi ciri khas daerah masing-masing. Peserta upacara terlihat antusias dengan adanya mahasiswa yang menggunakan busana, karena memperlihatkan kepada semua orang kalau mahasiswa Unram tersidi dari bayak adat dan suku di seluruh Indonesia.

Adat atau kebudayaan yang multilateral ini juga rencananya akan di perlombakan oleh Unram, karena dinilai sangat bagus untuk promosi kebudayaan daerah NusaTenggara Barat (NTB) di kancah nasional dan internasional.

Panitia pelaksana apel upacara hari kemerdekaan yang ke74 Ir. H. Abdul Faruk MM Unram akan mempersipakan lomba kebudayaan ini di Unram “ Kami akan mempersiapkan waktu dan materi untuk memperlombakan busana adat daerah kata Faruk saat ditemui wartawan UKM MEDIA Unram.

Selain mencari pemenang dalam perlombaan tersebut Unram akan menjadi salah satu pelopor dalam melestarikan adat daerah, walapun alamatnya jauh akan tetapi dengan adanya perlombaan busana adat ini juga akan menambah citra rumah masing-masing “ kita akan tetap mempasilitasi mahasiswa untuk tetap mengingat alamatnya melalui perlombaan busana adat. ungkap Faruk.
(mez/ton)

PKKMB Unram belum ada inovasi

0
Suasana PKKMB Universitas Mataram
Suasana PKKMB Universitas Mataram
Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mataram sudah dilaksanakan dua dari empat gelombang yang sudah direncanakan. Tambahan gelombang ini disebabkan lantaran penerimaan melalui jalur SBMPTN meningkat 10%. Namun Unram belum ada inovasi baru yang signifikan dalam menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru.
Sebelumnya bernama Orientasi Studi Pengenalaan Kampus (Ospek) diganti dengan dengan nama Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Hanya nama saja yang berubah tapi tidak ada konsep baru yang tersaji dalam proses penyelenggaraan PKKMB ini.“Secara garis besar tidak ada perbedaan, karena berdasarkan hasil evaluasi sebelum persiapan pelaksanaain ini, dengan memandang yang sudah dilaksanakan tahun sebelumnya tidak ada permasalahan dan juga menghasilkan out put yang cukup baik”. Ujar Suripto selaku ketua panitia pelaksana.
Tidak adanya sajian yang menarik perhatian untuk para peserta PKKMB sendiri, membuat para peserta tidak begitu antusias dalam menerima materi yang disampaikan oleh para pemateri “Penyelenggaraan PKKMB ini sendiri berjalan biasa seperti Masa Orientasi di sekolah dulu” ungkap peserta PKKMB Sarah Wahyu Asy.
PKKMB ini sendiri sebenarnya sebagai ajang pengenalan satu sama lain antar Mahasiswa Baru namun hal ini tidak dioptimalkan oleh para peserta, lantaran hanya duduk menerima materi dan tidak adanya suatu inovasi yang pas untuk mahasiswa baru untuk saling mengenal “Untuk sekarang sedikit teman yang saya kenal, karna tidak banyak waktu untuk perkenalan, kita lebih banyak menerima materi” lanjut Sarah.
Dalam pelaksanaan PKKMB ini Rektor Unram Lalu Husni menekankan untuk Mahasiswa Baru harus ada prinsip yang dipegang untuk mencapai kesuksesan itu “ mahasiwa harus mempunyai tiga prinsip sebagai acuan yang pertama mahasiswa tekun belajar, kedua spirit belajar, dan yang ketiga spiritual intelijen”.

Radikalisme

Lalu Husni dalam sambutannya, Unram sudah disebarkan dibeberapa media kalau Unram termasuk di dalam sepuluh Universitas Negeri sudah dimasuki paham radikalisme, namun tentunya itu semua masih dapat dipertimbangkan “ Namun itu semua masih bisa kita pertimbangkan khususnya metodologinya, karena jangan sampai satu atau dua orang yang berkumpul terus itu yang menjdi acuannya”.
Semakin banyaknya mahasiswi yang menggunakan cadar bukan merupakan faktor untuk dijadikan acuan sebagai universitas yang menganut paham radikalisme “Kita tidak bisa melarang seseorang untuk menutup sebagian wajahnya menggunakan cadar, jadi  dengan melihat hal ini kita tidak bisa memberi label radikalisme” ujar Suripto
Namun Unram harus mencari inovasi baru dalam menyelenggarakan PKKMB untuk mengajarkan ideologi pancasila yang sesuai dengan perkembangan zaman agar mudah diterima oleh mahasiswa secara umum dan mahasiswa baru secara khusus. (mez)

Aliansi Mahasiswa NTB Tuntut DPR Usut Meninggalnya Anggota KPPS

0

MEDIA – Ratusan mahasiswa mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB. Mereka meminta DPRD untuk mengusut tuntas meninggalnya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan meninggalnya 9 orang di aksi 22 mei 2019 yang masih menjadi misteri.

Aksi yang digelar padal 28 mei yang dipimpin langsung oleh Koordinator Umum (Kordum) M. Amri Akbar diterima oleh sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad lantaran ketua DPRD NTB tidak berada di tempat.

Massa aksi pun meminta agar DPRD NTB harus mengusut tuntas misteri kematian anggota KPPS, karena semakin hari semakin bertambah. Juga mengusut tuntas korban demonstrasi aksi 22 Mei kemarin di Jakarta.

“Menuntut Negara untuk menuntaskan misteri kematian 600 anggota KPPS yang telah meninggal sebagai pejuang demokrasi dan 3000-an yang terbaring sakit,” ujar Amri.

Amri juga menambahkan, pihaknya menuntut Negara untuk mengusut tuntas kematian korban demonstrasi aksi 22 mei 2019 di Jakarta dan 500 lebih yang dirawat. Ia menyampaikan tuntutan di dalam ruang sidang DPRD.

Pada tempat yang bersamaan Mahdi menyampaikan hal tersebut sudah di sampaikan di rapat paripurna yang digelar oleh DPRD NTB. “Kami sudah rapat paripurna menyatakan sikap keberatan terhadap tragedi yang terjadi di aksi 22 Mei dan meminta DPR pusat untuk menuntut korban kematian anggota KPPS dan demonstran aksi 22 Mei,” kata Mahdi.

“Saya juga salah satu sebagai pengawas pemilu, mempertanyakan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) apakah sudah diperhitungkan daya tahan orang untuk bekerja, karena kalau seseorang bekerja diatas jam 12 malam, tekanan tinggi, stres tinggi maka hilang pikiran positifnya. Inilah yang tidak pernah dipikirkan oleh KPU,” ungkap Mahdi.

Mahdi juga menyatakan bahwa hal tersebut sudah disampaikan secara pribadi oleh anggota DPR di media massa.“Karena setiap anggota mempunyai hak untuk bersuara, satu orang satu suara. Namun itu tidak dikhususkan ke aparat kepolisian namun kita menyampaikan rasa prihatin kepada bangsa saat ini,” katanya.

Mahdi juga menyampaikan kepada seluruh komponen anak bangsa harus menyatu setelah pemilu 2019 berlangsung, agar terhindar dari perpecahan dan pertikaian yang  berkepanjangan. (mez)