23.9 C
Mataram
Thursday, June 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 88

Bahagia itu Sederhana

0

Bahagia itu tidak melulu tentang kemewahan; dan bahagiaku sederhana saja.
Bahagiaku sederhana saja,
sesederhana saat aku melihat air mengalir.

Aku selalu bahagia saat air mengalir,
Aku suka air yang mengubah udara panas,
Menjadi udara dingin.

Aku suka air yang memberisikan yang kotor,
Menjadi bersih dan menyenangkan.

Bahagia itu sederhana.

Kala kau tersenyum,
Meski ada masalah yang sering menghampiri.

Kala masalah datang bertubi-tubi,
Kau tetep tersenyum, tak meneteskan air di pipi.

Saat mengenang massa depan,
Meski perih bagai teriris sembilu.

Kala berani memilih tegar
Walau jalan semakin terjal.

Bahagia itu sederhana.

Memenuhi hati dengan bersyukur,
Walau harapan tampak kan hancur.

Menerima takdir tanpa banyak bicara
Menyambut nasib dengan hati tabah

Ya, bahagia itu sederhana.              Amat sederhana.               Sesederhana puisi yang kucipta.

Nurma, (2020)

Saldo Untuk Kuota Belum Merata, Kurniawan: Penyalurannya Gagal Karena Masalah Teknis

0

Media Unram – Wakil Rektor Universitas Mataram Bidang Umum dan Keuangan (WR II) Kurniawan, menjelaskan alasan terhambatnya penyaluran fasilitas kuota internet untuk mahasiswa berupa saldo.

“Penyaluran gagal terjadi karena kendala teknis, seperti belum install aplikasi LinkAja dan nomor telepon tidak valid,” kata Profesor hukum muda Unram ini kepada Media Unram, (1/9).

Kurniawan menjelaskan, penyaluran melalui aplikasi LinkAja lebih praktis dan mudah terkontrol untuk nomor yang belum mendapatkan pulsa.

“Kita akan mendapatkan laporan jika pulsa belum masuk, dana juga akan dikembalikan. Berbeda dengan cara lama, jika tidak terkirim selama 60 hari maka pulsa akan hangus,” bebernya.

Nampaknya penyaluran saldo dipatok rata untuk semua provider dengan nominal Rp50.000. Dibandingkan dengan jumlah kuota penyalauran sebelumnya, cukup jauh berbeda.

“Kita selesaikan dulu transfer bulan pertama, kemudian kita evaluasi. Ini menjadi salah satu bahan evaluasi kami,” lanjutnya.

Seperti yang diketahui, fasilitas kuota internet yang diberikan kepada mahasiswa selama pandemi ini masih menjadi persoalan.

Berbeda dengan penyaluran sebelumnya, kini mahasiswa diwajibkan untuk install aplikasi LinkAja sebagai sarana penyaluran berupa saldo.

Kurniawan juga menjelaskan anggaran fasilitas kuota internet yang dikeluarkanUniversitas Mataram.

“Mencapai 7.4 Miliar untuk 5 bulan kedepan,” pungkasnya. (B)

Kemendikbud Edarkan Surat Imbauan Pemutakhiran Data Mahasiwa dan Dosen Pada PDDikti

0

Media Unram  – Dalam rangka pemutakhiran data kontak mahasiwa dan dosen pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengedarkan Surat Edaran (SE).

Berikut point-point yang disampaikan dalam SE Nomor 813/E.E1/TI/2020:
1. Kami mengimbau kepada pengelola PDDikti di setiap perguruan tinggi agar melakukan:
a. Pemutakhiran data kontak mahasiswa terdaftar yaitu data Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat domisili, nomor telepon, nomor HP dan e-mail.
b. Pemutakhiran data kontak dosen yaitu data Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat domisili, nomor HP dan e-mail.
2. Pemutakhiran data mahasiswa dapat dilakukan pada aplikasi PDDikti Feeder melalui menu detail mahasiswa, tanpa pembukaan periode pelaporan.
3. Pemutakhiran data dosen dapat dilakukan pada laman PDDikti melalui menu dosen atau melalui aplikasi SISTER PDDikti.
4. Pemutakhiran data dilakukan selambat-lambatnya sampai 11 September 2020.

Data kontak mahasiswa dan dosen ini digunakan untuk beberapa keperluan antara lain, pemberian bantuan kuota internet, aplikasi portofolio mahasiswa serta aplikasi kampus merdeka.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini, masing-masing perguruan tinggi dapat menghubungi pengelola PDDikti di Sekretariat Ditjen Pendidikan Tinggi melalui website http://sigap.kemendikbud.go.id.

(Lnf)

Peduli Protokol Covid-19, Himikom dan Himasos Bagikan Masker Trendi

0

Seperti yang diketahui, tie-dye atau ikat celup berwarna kembali trendi dikalangan masyarakat, khususnya milenial. Hal ini yang menginspirasi Himikom dan Himasos untuk membuat gerakan bagi-bagi masker tie-dye.

Media Unram – Peduli dengan protokol kesehatan Covid-19, Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) dan Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himikom) Universitas Mataram (Unram) adakan gerakan bagi-bagi masker tie-dye di pantai Ampenan, Minggu (23/8).

Ketua Himikom, Armie Ahmad Zamzury mengatakan, awalnya kegiatan ini melibatkan tiga prodi yang ada di Fakultas Ilmu Sosial (Fisipol). Yaitu, Sosiologi, Ilmu Komunikasi (Ilkom), Hubungan Internasional (HI).

“Tapi HI tidak bisa ikut, karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan,” ucapnya saat ditemui Media Unram disela-sela waktunya.

Armie juga menjelaskan, kegiatan ini awalnya akan kegiatan ini akan diadakan di Taman Udayana atau Taman Budaya.

“Tapi di sana, jumlah panitia dibatasi, cuman enam orang yang boleh mengadakan kegiatan. Jadi kita di sini aja. Kebetulan, di sini tetap banyak pengunjung,” bebernya.

Pada waktu yang sama, Ketua Himasos, Usmariadi mengatakan, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan ini dipersiapkan oleh kedua prodi.

“Semua persiapan dari kami,” kata pria kelahiran Bayan, Lombok Utara ini.

Orang yang biasa disapa Us ini juga menjelaskan, sebanyak 80 masker dibagikan kepada masyarakat.

 

Seperti yang diketahui, tie-dye atau ikat celup berwarna kembali trendi dikalangan masyarakat, khususnya milenial.

Sebelumnya, dibeberapa daerah yang ada di Indonesia, tekhnik ini dikenal dengan berbagai nama lain. Seperti, pelangi atau cinde (Palembang), tritik atau jumputan (Jawa), dan sasirangan (Banjarmasin).

Hal ini yang menginspirasi Himikom dan Himasos untuk membuat gerakan bagi-bagi masker tie-dye.

Dengan arahan panitia, masyarakat mengambil, mengikat dan mewarnai masker sesuai dengan keinginan. Kemudian, masker tersebut boleh dibawa pulang.

Menurut pengamatan media selama di lokasi, masyarakat memiliki antusias yang besar terhadap kegiatan yang dimulai ba’da asar ini. Pukul 18.16 Wita, kegiatan berakhir. (khn)

Meningkatkan Rasa Nasionalisme, DPM Adakan Webinar Pancasila

0

Media Unram – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Mataram (Unram) menggelar Webinar bertema Pancasila dan Mahasiswa berbasis virtual dan manual, Rabu (19/08).

Kegiatan yang digelar di Ruang Sidang Senat ini dihadiri oleh Wakil Rektor (WR) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unram, Enny Yuliani serta seluruh Ketua dan Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas se-Unram.

Melalui platform digital; Zoom Cloud Meeting, Webinar ditayangkan secara Live di Kanal Youtube Bidang 3 Universitas Mataram.

Webinar Pancasila mengundang beberapa narasumber ahli di bidangnya, seperti Kolonel Gunawan selaku Komandan KODIM 1606/LOBAR, Ikhsan Karyawan Amin selaku Praktisi dan Mantan Penatar P4, Wirahman Wiradarma selaku Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB.

Dihadirkan juga Ahmad Satrian Fatoni Azzaki, Sekretaris Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB).

Pemateri mengambil benang merah bahwa tema Pancasila dan Mahasiswa perlu ditekankan mengingat banyak gelombang isu ideologi negara. Peran kampus sebagai arena untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi pancasila untuk mahasiswa.

Acara yang diadakan Rabu pagi ini berlangsung lancar. (B)

Minim Generasi Penerus Alasan Gerabah Banyumulek Meredup

0

Kerajinan gerabah yang umumnya ditekuni oleh kaum perempuan ini turun temurun. Namun kini generasi terus berganti, sudah mulai jarang ditemui pegiat kerajinan gerabah.

Media Unram – Sebagai wilayah sentral gerabah yang ada di Lombok, Desa Banyumulek yang berada di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) nampaknya mulai memudar.

Salah satu pegiat gerabah, Misnah, menjelaskan bahwa kegiatan pembuatan kerajinan gerabah mengalami pasang surut.

“Memuncak pada tahun 2000an hingga akhirnya mulai meredup pada tahun 2017 lalu,” katanya saat ditemui Media Unram, Sabtu (15/7).

Perempuan yang mulai menekuni kerajinan gerabah sejak usia 15 tahun itu menjelaskan, generasi yang diharapkan mampu melestarikan memilih menekuni bidang lain.

“Ada yang fokus dengan pendidikannya juga,” tuturnya.

Sekitar tahun 90an, 80 persen penduduk Desa Banyumulek menggeluti kerajinan gerabah sebagai salah satu sumber mata pencaharian penduduk.

Banyak produk yang didistribusikan ke luar pulau, seperti Bali, Jawa hingga mancanegara.

Kerajinan gerabah yang umumnya ditekuni oleh kaum perempuan ini turun temurun. Namun kini generasi terus berganti, sudah mulai jarang ditemui pegiat kerajinan gerabah.

Misnah juga menjelaskan dampak Covid-19 bagi pegiat gerabah. “Pandemi ini tidak berpengaruh karena gerabah yang saya buat hanya dijual di daerah Lombok saja, dan saya membuat berdasarkan permintaan dari pengepul,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Media Unram menemui Arifin selaku distributor yang kini telah memiliki Art Shop di Pulau Bali.

“Berdasarkan model dan motif menurut saya sangat berkembang, tidak melulu model itu saja seperti tahun-tahun lalu. Sekarang sudah lebih banyak variasinya. Tetapi pegiatnya semakin menurun.” bebernya saat ditemui di gudang produksi miliknya.

Arifin juga memaparkan, bahwa pandemi Covid-19 cukup mengganggu pemasaran sehingga jam operasi Art Shop miliknya tak menentu.

Namun, dia memanfaatkan media online sebagai wadah transaksi dari luar pulau hingga luar negeri. (B)

Bukan Gantung Diri, Ternyata Mahasiswi Unram ini Meninggal Karena Dibunuh Kekasihnya

0

Media Unram – Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap fakta dibalik meninggalnya mahasiswi Universitas Mataram (Unram), LNS (23) yang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di salah satu rumah di Jalan Arofah II, BTN Royal, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengungkap kepada media bahwa LNS dibunuh oleh kekasihnya sendiri.

“Diduga korban di bunuh oleh kekasihnya yang berinisial R (22). Korban ditemukan tergantung dan sudah tidak bernyawa pada hari Sabtu (25/07) sekitar pukul 16.30,” ungkap Artanto didampingi Kapolresta Kombes Pol Guntur Herditrianto dan Kasat Reskrim AKP Kadek Adi Budi Astwa, Jumat (14/04).

“Tersangka dan korban sempat berbicara, kemudian terjadi perselisihan dan percekcokan . Tersangka sempat ingin pulang, namun dicegah oleh korban. Sehingga terjadilah permasalahan dan percekcokan yang berujung tersangka mencekik korban, sehingga korban menjadi lemas tak berdaya” lanjutnya.

Tak berhenti sampai disitu, lanjut Artanto, tersangka yang bingung melihat kekasihnya lemas tak berdaya justru melanjutkan aksinya dengan menggantung korban. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan jejak dan membuat seolah-olah korban meninggal karena gantung diri.

“Tersangka menjadi bingung, dia mencari tali. Beliau sempat keluar rumah membeli tali, kemudian kembali lagi ke TKP untuk menggantung korban dan setelah itu tersangka meninggalkan lokasi,“ beber Artanto.

Penyelidikan ini dilakukan oleh tim gabungan Polda NTB, Polresta Mataram, dan Polsek Ampenan. Selain itu penyelidikan ini juga dilakukan untuk meneruskan permintaan keluarga korban untuk melakukan autopsi. Tak kurang dari 23 saksi yang sudah diperiksa dan Satreskrim Polresta Mataram juga mengamankan puluhan barang bukti atas kasus ini.

Karena perbuatannya ini, tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara. (Lnf)

UPT BKPK Unram Siap Berkontribusi Cetak Sarjana Unggulan

0

Media Unram – Unit Pelaksana Teknis Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK) Universitas Mataram (Unram) sebagai wadah bimbingan dan pelatihan kerja dalam upaya mewujudkan visi misi Unram untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing.

UPT yang berbasis pada bimbingan konseling dan pembinaan karir ini dibuka tidak hanya untuk civitas academica saja melainkan terbuka untuk alumni unram dan masyarakat umum.

Kepala UPT BKPK, Pujiarohman menjelaskan bahwa program ini bertujuan memfasilitasi mahasiswa sebagai upaya mempermudah.

“Mahasiswa yang mengalami kondisi khusus dibutuhkan komunikasi tertentu untuk kebutuhan psikis atau mental sehingga difasilitasi lewat UPT ini agar mampu bercerita dan berbagi permasalahan sehingga bisa diatasi dengan baik,” beber orang yang biasa disapa Pak Puji itu dalam video yang dikeluarkan UPT BKPK berdurasi dua menit tersebut.

Oleh karenanya, lanjut Puji, mempersilakan mahasiswa untuk berkonsultasi semua permasalahan yang dialami baik meliputi permasalahan akademis maupun non akademis.

Lebih jauh Puji menjelaskan, Unram mempunyai mimpi agar alumni-alumninya memiliki tenaga profesional, siap kerja, dan mampu bersaing.

“Kita di UPT ini berharap bisa menjadi media atau sarana latihan untuk mahasiswa bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja,” katanya.

Sebagai upaya mewujudkan visi misi Unram, UPT BKPK ini menjadi pusat bimbingan konseling dan pembinaan karir.

Koordinator kesektariatan Alamsyah mengharapkan, UPT BKPK mencetak SDM yang mampu bersaing dan memiliki jiwa wirausaha dalam menghadapi era globalisasi seperti saat ini. (B)

Menstabilkan Pendidikan, IPL Adakan Sekolah Masyarakat

0
Pemuda yang tergabung dalam ILP sedang mengajarkan anak-anak. (Foto: Ist)

Media Unram – Enam bulan mendatang, pemuda Montong Meong yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Labuhan Haji (IPL) mengadakan sekolah masyarakat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan yang diadakan di rumah kadus Kusnaedi ini akan dilaksanakan selama enam bulan.

Ketua kegiatan Lalu Wira Sentana menjelaskan, materi yang diberikan sesuai dengan kapasitas pemuda di sana. Diantaranya, Bahasa Arab, Inggris, Korea, dan Jepang. “Untuk tingkat dasar dilaksanakan sekolah siraman rohani, tausiyah pada malam harinya,” katanya kepada Media Unram via WhatsApp, (2/8).

Lebih jauh Wira menjelaskan, kurikulum sekolah yang telah dibentuk pada beberapa waktu lalu, rencananya akan terus dilakukan proses belajar mengajar dengan memanfaatkan sumber daya pemuda disana.

“Pada saat pandemi ini sangat urgent dilakukan pemberdayaan pendidikan karena banyak terkendala di sekolah masing-masing,” kata Wira.

Wira mengharapkan antusias masyarakat dan pemuda serta dorongan pemerintah agar program selanjutnya dapat dilaksanakan. (b)

Seorang Mahasiswi Unram Ditemukan Tewas Gantung Diri

0
Ilustrasi, sumber: merdeka.com

Media Unram – Salah satu mahasiswi yang juga anggota Wahana Pecinta Alam Fakultas Hukum Universitas Mataram (Wapala FH Unram), LNS (23) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri, Sabtu (25/7).

Kejadian yang terjadi di Angsor, Kel. Jempong baru, Kec. Sekarbela, Kota Mataram ini ditemukan pada pukul 16.30 Wita.

Menurut keterangan Kasatreskim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, pihak penyelidik telah mengamankan satu saksi, TN (P/22).

Dalam laporannya, Adi menjelaskan, karena sudah beberapa hari tidak bertemu, saksi mengunjungi kos korban bertempat di Gomong.

“Karena tidak ada di Gomong, kemudian saksi mencari korban ke tempat biasa mereka berkumpul, di salah satu rumah BTN, Angsor, Kec. Sekarbela,” kata Adi dalam press rilisnya.

Setelah sampai di TKP, saksi melihat sepeda motor milik korban terparkir. Kemudian dia masuk ke dalam rumah dan melihat korban dalam keadaan tergantung di ventelasi dengan tali berwarna orange.

Sekitar pukul sepuluh malam waktu setempat, Media Unram menuju RS Bhayangkara Mataram, tempat korban divisum.

Menurut salah satu keluarga korban yang tidak ingin disebut namanya menjelaskan, sudah dua hari korban tidak pernah pulang. “LNS memang sudah dua hari tidak pernah pulang,” katanya kepada Media Unram sebelum masuk lagi ke dalam RS.`

Pada waktu yang sama, salah satu kerabat korban, Sulaiman Perawira Sasakadi juga menjelaskan, korban akhir-akhir ini sering membuat status sedih di akun sosial medianya. “Saya liat akun Instagramnya, akhir-akhir sering bikin status sedih dan galau,” ucap mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unram itu.

Jenazah korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain Mataram, (26/7) setelah sholat asar. (Lnf)