24.5 C
Mataram
Saturday, September 26, 2026
spot_img
Home Blog Page 91

Peduli Protokol Covid-19, Himikom dan Himasos Bagikan Masker Trendi

0

Seperti yang diketahui, tie-dye atau ikat celup berwarna kembali trendi dikalangan masyarakat, khususnya milenial. Hal ini yang menginspirasi Himikom dan Himasos untuk membuat gerakan bagi-bagi masker tie-dye.

Media Unram – Peduli dengan protokol kesehatan Covid-19, Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) dan Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himikom) Universitas Mataram (Unram) adakan gerakan bagi-bagi masker tie-dye di pantai Ampenan, Minggu (23/8).

Ketua Himikom, Armie Ahmad Zamzury mengatakan, awalnya kegiatan ini melibatkan tiga prodi yang ada di Fakultas Ilmu Sosial (Fisipol). Yaitu, Sosiologi, Ilmu Komunikasi (Ilkom), Hubungan Internasional (HI).

“Tapi HI tidak bisa ikut, karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan,” ucapnya saat ditemui Media Unram disela-sela waktunya.

Armie juga menjelaskan, kegiatan ini awalnya akan kegiatan ini akan diadakan di Taman Udayana atau Taman Budaya.

“Tapi di sana, jumlah panitia dibatasi, cuman enam orang yang boleh mengadakan kegiatan. Jadi kita di sini aja. Kebetulan, di sini tetap banyak pengunjung,” bebernya.

Pada waktu yang sama, Ketua Himasos, Usmariadi mengatakan, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan ini dipersiapkan oleh kedua prodi.

“Semua persiapan dari kami,” kata pria kelahiran Bayan, Lombok Utara ini.

Orang yang biasa disapa Us ini juga menjelaskan, sebanyak 80 masker dibagikan kepada masyarakat.

 

Seperti yang diketahui, tie-dye atau ikat celup berwarna kembali trendi dikalangan masyarakat, khususnya milenial.

Sebelumnya, dibeberapa daerah yang ada di Indonesia, tekhnik ini dikenal dengan berbagai nama lain. Seperti, pelangi atau cinde (Palembang), tritik atau jumputan (Jawa), dan sasirangan (Banjarmasin).

Hal ini yang menginspirasi Himikom dan Himasos untuk membuat gerakan bagi-bagi masker tie-dye.

Dengan arahan panitia, masyarakat mengambil, mengikat dan mewarnai masker sesuai dengan keinginan. Kemudian, masker tersebut boleh dibawa pulang.

Menurut pengamatan media selama di lokasi, masyarakat memiliki antusias yang besar terhadap kegiatan yang dimulai ba’da asar ini. Pukul 18.16 Wita, kegiatan berakhir. (khn)

Meningkatkan Rasa Nasionalisme, DPM Adakan Webinar Pancasila

0

Media Unram – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Mataram (Unram) menggelar Webinar bertema Pancasila dan Mahasiswa berbasis virtual dan manual, Rabu (19/08).

Kegiatan yang digelar di Ruang Sidang Senat ini dihadiri oleh Wakil Rektor (WR) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unram, Enny Yuliani serta seluruh Ketua dan Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas se-Unram.

Melalui platform digital; Zoom Cloud Meeting, Webinar ditayangkan secara Live di Kanal Youtube Bidang 3 Universitas Mataram.

Webinar Pancasila mengundang beberapa narasumber ahli di bidangnya, seperti Kolonel Gunawan selaku Komandan KODIM 1606/LOBAR, Ikhsan Karyawan Amin selaku Praktisi dan Mantan Penatar P4, Wirahman Wiradarma selaku Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB.

Dihadirkan juga Ahmad Satrian Fatoni Azzaki, Sekretaris Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB).

Pemateri mengambil benang merah bahwa tema Pancasila dan Mahasiswa perlu ditekankan mengingat banyak gelombang isu ideologi negara. Peran kampus sebagai arena untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi pancasila untuk mahasiswa.

Acara yang diadakan Rabu pagi ini berlangsung lancar. (B)

Minim Generasi Penerus Alasan Gerabah Banyumulek Meredup

0

Kerajinan gerabah yang umumnya ditekuni oleh kaum perempuan ini turun temurun. Namun kini generasi terus berganti, sudah mulai jarang ditemui pegiat kerajinan gerabah.

Media Unram – Sebagai wilayah sentral gerabah yang ada di Lombok, Desa Banyumulek yang berada di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) nampaknya mulai memudar.

Salah satu pegiat gerabah, Misnah, menjelaskan bahwa kegiatan pembuatan kerajinan gerabah mengalami pasang surut.

“Memuncak pada tahun 2000an hingga akhirnya mulai meredup pada tahun 2017 lalu,” katanya saat ditemui Media Unram, Sabtu (15/7).

Perempuan yang mulai menekuni kerajinan gerabah sejak usia 15 tahun itu menjelaskan, generasi yang diharapkan mampu melestarikan memilih menekuni bidang lain.

“Ada yang fokus dengan pendidikannya juga,” tuturnya.

Sekitar tahun 90an, 80 persen penduduk Desa Banyumulek menggeluti kerajinan gerabah sebagai salah satu sumber mata pencaharian penduduk.

Banyak produk yang didistribusikan ke luar pulau, seperti Bali, Jawa hingga mancanegara.

Kerajinan gerabah yang umumnya ditekuni oleh kaum perempuan ini turun temurun. Namun kini generasi terus berganti, sudah mulai jarang ditemui pegiat kerajinan gerabah.

Misnah juga menjelaskan dampak Covid-19 bagi pegiat gerabah. “Pandemi ini tidak berpengaruh karena gerabah yang saya buat hanya dijual di daerah Lombok saja, dan saya membuat berdasarkan permintaan dari pengepul,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Media Unram menemui Arifin selaku distributor yang kini telah memiliki Art Shop di Pulau Bali.

“Berdasarkan model dan motif menurut saya sangat berkembang, tidak melulu model itu saja seperti tahun-tahun lalu. Sekarang sudah lebih banyak variasinya. Tetapi pegiatnya semakin menurun.” bebernya saat ditemui di gudang produksi miliknya.

Arifin juga memaparkan, bahwa pandemi Covid-19 cukup mengganggu pemasaran sehingga jam operasi Art Shop miliknya tak menentu.

Namun, dia memanfaatkan media online sebagai wadah transaksi dari luar pulau hingga luar negeri. (B)

Bukan Gantung Diri, Ternyata Mahasiswi Unram ini Meninggal Karena Dibunuh Kekasihnya

0

Media Unram – Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap fakta dibalik meninggalnya mahasiswi Universitas Mataram (Unram), LNS (23) yang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di salah satu rumah di Jalan Arofah II, BTN Royal, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengungkap kepada media bahwa LNS dibunuh oleh kekasihnya sendiri.

“Diduga korban di bunuh oleh kekasihnya yang berinisial R (22). Korban ditemukan tergantung dan sudah tidak bernyawa pada hari Sabtu (25/07) sekitar pukul 16.30,” ungkap Artanto didampingi Kapolresta Kombes Pol Guntur Herditrianto dan Kasat Reskrim AKP Kadek Adi Budi Astwa, Jumat (14/04).

“Tersangka dan korban sempat berbicara, kemudian terjadi perselisihan dan percekcokan . Tersangka sempat ingin pulang, namun dicegah oleh korban. Sehingga terjadilah permasalahan dan percekcokan yang berujung tersangka mencekik korban, sehingga korban menjadi lemas tak berdaya” lanjutnya.

Tak berhenti sampai disitu, lanjut Artanto, tersangka yang bingung melihat kekasihnya lemas tak berdaya justru melanjutkan aksinya dengan menggantung korban. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan jejak dan membuat seolah-olah korban meninggal karena gantung diri.

“Tersangka menjadi bingung, dia mencari tali. Beliau sempat keluar rumah membeli tali, kemudian kembali lagi ke TKP untuk menggantung korban dan setelah itu tersangka meninggalkan lokasi,“ beber Artanto.

Penyelidikan ini dilakukan oleh tim gabungan Polda NTB, Polresta Mataram, dan Polsek Ampenan. Selain itu penyelidikan ini juga dilakukan untuk meneruskan permintaan keluarga korban untuk melakukan autopsi. Tak kurang dari 23 saksi yang sudah diperiksa dan Satreskrim Polresta Mataram juga mengamankan puluhan barang bukti atas kasus ini.

Karena perbuatannya ini, tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara. (Lnf)

UPT BKPK Unram Siap Berkontribusi Cetak Sarjana Unggulan

0

Media Unram – Unit Pelaksana Teknis Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK) Universitas Mataram (Unram) sebagai wadah bimbingan dan pelatihan kerja dalam upaya mewujudkan visi misi Unram untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing.

UPT yang berbasis pada bimbingan konseling dan pembinaan karir ini dibuka tidak hanya untuk civitas academica saja melainkan terbuka untuk alumni unram dan masyarakat umum.

Kepala UPT BKPK, Pujiarohman menjelaskan bahwa program ini bertujuan memfasilitasi mahasiswa sebagai upaya mempermudah.

“Mahasiswa yang mengalami kondisi khusus dibutuhkan komunikasi tertentu untuk kebutuhan psikis atau mental sehingga difasilitasi lewat UPT ini agar mampu bercerita dan berbagi permasalahan sehingga bisa diatasi dengan baik,” beber orang yang biasa disapa Pak Puji itu dalam video yang dikeluarkan UPT BKPK berdurasi dua menit tersebut.

Oleh karenanya, lanjut Puji, mempersilakan mahasiswa untuk berkonsultasi semua permasalahan yang dialami baik meliputi permasalahan akademis maupun non akademis.

Lebih jauh Puji menjelaskan, Unram mempunyai mimpi agar alumni-alumninya memiliki tenaga profesional, siap kerja, dan mampu bersaing.

“Kita di UPT ini berharap bisa menjadi media atau sarana latihan untuk mahasiswa bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja,” katanya.

Sebagai upaya mewujudkan visi misi Unram, UPT BKPK ini menjadi pusat bimbingan konseling dan pembinaan karir.

Koordinator kesektariatan Alamsyah mengharapkan, UPT BKPK mencetak SDM yang mampu bersaing dan memiliki jiwa wirausaha dalam menghadapi era globalisasi seperti saat ini. (B)

Menstabilkan Pendidikan, IPL Adakan Sekolah Masyarakat

0
Pemuda yang tergabung dalam ILP sedang mengajarkan anak-anak. (Foto: Ist)

Media Unram – Enam bulan mendatang, pemuda Montong Meong yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Labuhan Haji (IPL) mengadakan sekolah masyarakat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan yang diadakan di rumah kadus Kusnaedi ini akan dilaksanakan selama enam bulan.

Ketua kegiatan Lalu Wira Sentana menjelaskan, materi yang diberikan sesuai dengan kapasitas pemuda di sana. Diantaranya, Bahasa Arab, Inggris, Korea, dan Jepang. “Untuk tingkat dasar dilaksanakan sekolah siraman rohani, tausiyah pada malam harinya,” katanya kepada Media Unram via WhatsApp, (2/8).

Lebih jauh Wira menjelaskan, kurikulum sekolah yang telah dibentuk pada beberapa waktu lalu, rencananya akan terus dilakukan proses belajar mengajar dengan memanfaatkan sumber daya pemuda disana.

“Pada saat pandemi ini sangat urgent dilakukan pemberdayaan pendidikan karena banyak terkendala di sekolah masing-masing,” kata Wira.

Wira mengharapkan antusias masyarakat dan pemuda serta dorongan pemerintah agar program selanjutnya dapat dilaksanakan. (b)

Seorang Mahasiswi Unram Ditemukan Tewas Gantung Diri

0
Ilustrasi, sumber: merdeka.com

Media Unram – Salah satu mahasiswi yang juga anggota Wahana Pecinta Alam Fakultas Hukum Universitas Mataram (Wapala FH Unram), LNS (23) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri, Sabtu (25/7).

Kejadian yang terjadi di Angsor, Kel. Jempong baru, Kec. Sekarbela, Kota Mataram ini ditemukan pada pukul 16.30 Wita.

Menurut keterangan Kasatreskim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, pihak penyelidik telah mengamankan satu saksi, TN (P/22).

Dalam laporannya, Adi menjelaskan, karena sudah beberapa hari tidak bertemu, saksi mengunjungi kos korban bertempat di Gomong.

“Karena tidak ada di Gomong, kemudian saksi mencari korban ke tempat biasa mereka berkumpul, di salah satu rumah BTN, Angsor, Kec. Sekarbela,” kata Adi dalam press rilisnya.

Setelah sampai di TKP, saksi melihat sepeda motor milik korban terparkir. Kemudian dia masuk ke dalam rumah dan melihat korban dalam keadaan tergantung di ventelasi dengan tali berwarna orange.

Sekitar pukul sepuluh malam waktu setempat, Media Unram menuju RS Bhayangkara Mataram, tempat korban divisum.

Menurut salah satu keluarga korban yang tidak ingin disebut namanya menjelaskan, sudah dua hari korban tidak pernah pulang. “LNS memang sudah dua hari tidak pernah pulang,” katanya kepada Media Unram sebelum masuk lagi ke dalam RS.`

Pada waktu yang sama, salah satu kerabat korban, Sulaiman Perawira Sasakadi juga menjelaskan, korban akhir-akhir ini sering membuat status sedih di akun sosial medianya. “Saya liat akun Instagramnya, akhir-akhir sering bikin status sedih dan galau,” ucap mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unram itu.

Jenazah korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain Mataram, (26/7) setelah sholat asar. (Lnf)

KSR-PMI Unram Adakan Sosialisasi New Normal di Beberapa Wilayah NTB

0
KSR-PMI Unit Unram. (Foto: Ist)

Media Unram – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit Universitas Mataram (Unram) mengadakan sosialisasi new normal di beberapa wilayah Kabupaten/Kota yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini dilaksanakan pada 20-26 Juli 2020.

Ketua KSR PMI Unit Unram, Ari Sandi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam memberikan pemahaman tentang new normal kepada masyarakat, sehingga dapat beraktivitas seperti biasa dengan menerapkan protokol Covid-19.

“Agar masyarakat tidak kaku dan ragu dalam beraktivitas meski harus berdampingan dengan Covid-19,” kata orang yang disapa Sandi ini saat dihubungi Media Unram via WhatsApp, Jumat (24/7).

Seperti yang diketahui, beberapa wilayah di NTB telah membuat aturan terkait penerapan new normal sekaligus melakukan upaya pencegahan Covid-19. Masyarakat diharapkan mengikuti aturan tersebut dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Peran itu juga yang dilakukan oleh KSR PMI Unit Unram untuk membantu menyosialisasikan new normal.

Sandi juga mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan di dua desa setiap Kabupaten/Kota yang ada di NTB.

Salah satu masyarakat Ampenan, Maskanah menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, untuk  mengetahui cara mencegah diri agar tidak terkena Covid-19 selama beraktivitas.

“Saya senang dan ini sangat membantu,” ucapnya.

Maskanah berharap, pandemi ini segera berakhir. “Semoga virus ini cepet berlalu, yang sakit mudahan cepet sembuh,” pungkasnya. (cnk)

Panitia Debat Mahasiswa Unram Dinilai Inkonsisten

0

Media Unram – Salah satu peserta debat mahasiswa, Sulaiman Perawira Sasakadi menganggap tidak ada pedoman dan transparansi penilaian terkait lomba yang diadakan Universitas Mataram (Unram).

Mahasiswa angkatan 2018 Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) ini menganggap panitia penyelenggara tidak konsisten.

“Pukul 17.00 pengumuman peserta yang lolos ke semi final berbeda dengan pengumuman pada pukul 19.00,” katanya kepada Media Unram, Kamis (23/7).

Orang yang biasa disapa Adi ini menjelaskan, awalnya tim dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Argument hanya satu yang lolos ke semi final.

“Awalnya tim saya dan UKM Argument A lolos. Namun pada pengumuman kedua, tim saya tidak lolos, diganti oleh tim Argument B. Jadi 2 tim dari  Argument lolos semua,” bebernya.

Lebih jauh Adi menjelaskan, panitia penyelenggara juga tidak memberikan kesempatan bertanya bagi peserta.

“Panitianya tidak ada akhlak. Peserta mau nanya di grup whatsapp saja tidak diberikan izin, bahkan dikeluarkan,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, seharusnya Wakil Rektor (WR) III dan juri memberikan klarifikasi terkait masalah ini.

“WR III dan juri kok tidak memberikan karifikasi, justru orang yang tidak berkapasitas yang diturunkan,” pungkas Adi. (khn)

 

Tahun ini Unram Tetap Adakan Lomba Debat Secara Online

0
Budi, (Foto: tim)

Media Unram – Tampaknya Covid-19 tidak mengahambat bagi Universitas Mataram (Unram) untuk melaksanakan lomba debat mahasiswa. Mulai dari kemarin, Rabu (22/7) hingga Jumat (24/7), lomba tersebut tetap berlangsung secara online.

Salah satu panitia penyelenggara, Budi mengatakan, walaupun sudah memasuki massa new normal lomba tersebut tetap diadakan online. “Perlombaan ini harus tetap dilaksanakan, karena ini merupakan perlombaan wajib Unram,” katanya saat dikunjungi oleh Media Unram disela-sela mempersiapkan perlombaan.

Budi menjelaskan, untuk debat bahasa Inggris, National University Debating Championship (NUDC) diikuti oleh 12 tim; 8 tim dari fakultas, 2 tim dari Program Studi (Prodi), dan 2 tim dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Sedangkan untuk Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), diikuti oleh 14 tim; 8 tim dari fakultas, 3 tim dari Prodi, 2 tim dari UKM Argument, dan 1 tim dari UKM Prima.

“Setiap peserta diseleksi dari masing-masing fakultas, Prodi, dan UKM-UKM agar bisa mengikuti,” katanya.

Dalam lomba ini, lanjut Budi, dibagi menjadi beberapa sesi dengan waktu 100 menit. “Untuk pagi jam pukul 11.00 Wita dan pukul 17.00 Wita,” ungkapnya.

Dia juga menjabarkan, bagi peserta yang terkendala kuota internet dan jaringan, disarankan agar mendatangi kampus dan menggunakan Wifi yang telah disiapkan.

“Tiap-tiap fakultas dan beberapa tempat seperti perpus kan ada Wifi, jadi mereka bisa menggunakan itu,” katanya.

Untuk tim penilaian, kata Budi, panitia penyelenggara mengundang beberapa alumni Unram dan dosen dari universitas lain.

“Mereka yang menjadi tim penilaian merupakan orang-orang yang hebat dan sudah berpengalaman,” tutupnya. (tim)