25.5 C
Mataram
Sunday, September 20, 2026
spot_img
Home Blog Page 105

Klarifikasi KPRM, Sulaiman: Ketua Bawasra Berhak Diganti Jika Ingin Menaungi KPRM

0

Media Unram – Ketua Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM), Sulaiman Perawira Sasakadi, angkat bicara terkait dengan masalah dana, pertemuan dan konsumsi yang sempat disinggung oleh Bawasra.

Ketua KPRM, Sulaiman Perawira Sasakadi. (Foto: Tim)

Ketua KPRM mengklarifikasi bahwa dana yang diberikan birokrasi sudah keluar, tetapi pihak KPRM belum memberikannya kepada Bawasra, karena KPRM melihat bahwa Bawasra belum membutuhkan dana.

“Kami belum memberikan dana kepada Bawasra karena kami melihat pertemuan Bawasra hanya sekali dan pertemuan lainnya adalah pertemuan tidak formal jadi tidak membutuhkan uang atau dana,” kata Sulaiman kepada wartawan Media Unram pada Kamis, (28/11/19).

Mengenai pertemuan dengan Bawasra, pihak KPRM menolak dengan alasan bahwa tidak ada ajakan berupa undangan yang resmi dari pihak Bawasra dan menganggap ketua Bawasra tidak memiliki etika dalam mengajak atau mengundang dalam pertemuan.

“Tidak ada undangan resmi dari Bawasra, hanya sebatas nanya posisi dan ajakan biasa untuk bertemu,” ungkap Sulaiman. Dia juga menjelaskan bahwa alasan KPRM tidak menghadiri pertemuan tersebut karena KPRM sibuk menyiapkan persiapan untuk hari pemilihan Ketua BEM dan Sekretaris BEM.

Menurut mahasiswa Fisipol ini, ketua Bawasra tidak memiliki etika dalam mengajak atau mengundang dalam pertemuan. “Setidaknya ada undangan digitalah,” lanjutnya.

Selain membahas dana dan pertemuan, Sulaiman juga mengklarifikasi mengenai Bawasra tidak mendapatkan konsumsi yang juga sempat disinggung oleh Ketua Bawasra, Aqidah Nurul Wahidah. Sulaiman menjelaskan, bahwa pihak Bawasra yang tidak diberikan konsumsi adalah mereka yang tidak menggunakan kartu tanda pengenal.

“Kami sangat memperhatikan konsumsi terhadap Bawasra, bahkan kami dengan ketua Bawasra makan bersama kemarin,” lanjutnya.

“Jangankan Bawasra, KPRM pun memberikan konsumsi untuk tamu undangan dari UKM-UKM yang ada di Universitas Mataram,” sambung Sulaiman.

Mahasiswa berkumis tipis ini juga menjelaskan bahwa KPRM adalah lembaga independen dan diberikan SK langsung oleh rektor. Kapasitas Bawasra tidak dapat menaungi KPRM, Bawasra hanya mengawasi sesuai dengan poin yang ada di Undang-Undang Pemira 2019.

“Jika kita buka Undang-undang Pemira 2019, ketua Bawasra berhak diganti jika mencoba menaungi KPRM. Karena melanggar undang-undang,” jelas Sulaiman. (adk/khn)

Tidak Dapat Konsumsi, Bawasra: Dana Sudah Cair, Tapi KPRM Bilang Belum

0

Media Unram – Pemilihan Raya 2019 yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) 2019, menimbulkan tanda tanya bagi Badan Pengawas Pemilihan Raya (BAWASRA), utamanya dalam hal pelaksanaan pemira.

Badan Pengawas Pemilihan Raya (BAWASRA) angkat bicara mengenai penggunaan dana Pemilihan Raya oleh Komisi Pemilihan Raya (KPRM).

Ketua Bawasra, Aqidah Nurul Wahidah.

Bawasra merasa tidak diindahkan oleh KPRM. Bagaimana tidak, pemira di hari pertama telah terlaksana, namun belum ada dana yang diterima oleh Bawasra untuk pembuatan seragam, id card, serta konsumsi selama proses pengawasan terjadi.

“Kami sudah mengirim proposal Bawasra untuk disatukan, namun pihak KPRM mengatakan bahwa dananya belum keluar semua. Sedangkan WR3 bilang dana sudah cair,” ucap Ketua Bawasra, Aqidah Nurul Wahidah.

Sampai saat ini, tidak ada tanggapan atau klarifikasi dari pihak KPRM terhadap hal tersebut, pihak KPRM enggan angkat bicara.

Pada Rabu, (27/11/19) tim Bawasra juga telah mengundang Ketua dan Sekretaris KPRM untuk mengadakan diskusi ringan sekaligus sebagai evaluasi kegiatan di hari pertama. Namun pihak KPRM menolak pertemuan tersebut dengan alasan sedang mempersiapkan pemira untuk hari kedua.

Pemilihan ketua Bem dan Sekretaris Bem yang disebut Pemira (pemilihan Raya) ini dilaksanakan dalam jangka waktu 2 hari. Yakni Rabu, 27 November hingga Kamis, 28 November 2019.

Pemira yang dilaksanakan di hari pertama ini dilakukan di Fisipol, Fakultas Hukum, FKIP, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Peternakan. Dimulai dari sejak pukul 10.00 WITA hingga 17.00 WITA.

Saat hari pertama pemilihan, ada mahasiswa yang melakukan protes terhadap pemira. Salah satu mahasiswa yang memprotes adalah Michael Ayyasy Waroy. Menurutnya, waktu yang diberikan sedikit, bilik suara yang hanya diberi masing-masing setiap fakultas, serta persyaratan pemira yang kurang jelas.
Karena hal itu, mahasiswa yang lupa membawa KTM disuruh mencoblos dengan menunggu, sehingga waktunya habis dan tidak dapat melakukan pencoblosan.

Suasana saat pemilihan DPM dan Ketua dan Sekretaris BEM (Foto: adk)

“Lupa membawa KTM tidak diperbolehkan mencoblos. Tapi sebelumnya tidak diberi tahu kalau bisa menggunakan KRS online, ketika sudah daftar menggunakan KRS online tetapi malah disuruh nyoblos belakangan. Akhirnya saya nggak dapat nyoblos,” ucap Michael, yang juga mahasiswa Fisip. (adk)

Debat Publik Calon Ketua dan Sekretaris BEM Diwarnai Oleh Teriakan “KPRM Kurang Becus”

0

Media Unram – Debat publik tiga kandidat calon Ketua BEM dan Sekretaris BEM Universitas Mataram (Unram). Dalam debat ini paslon no 1,Fauzan dan Minan memiliki perlakuan yang berbeda dengan paslon yang lain.

Pose 3 calon Ketua Bem dan Sekretaris Bem saat duduk di meja debat masing-masing (Foto:adk)

Debat yang dilaksanakan di gedung Auditorium Abu Bakar Unram ini memiliki sedikit kontroversi. Dimana paslon no 1, Fauzan dan Minan tidak diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada paslon lain. Sedangkan, paslon-paslon lain diberikan kesempatan untuk bertanya.

Hal ini menyebabkan tim sukses dan pendukung paslon no 1 melakukan protes kepada Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Unram. “KPRM ga becus” terdengar di antara pendukung Fauzan – Minan.

Menanggapi hal tersebut, Calon Ketua BEM no urut 1, Fauzan mengatakan bahwa dia merasa bingung, karena tidak diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada paslon lain. “Udah, tidak apa-apa. Ini sebagai pembelajaran bagi KPRM,” ungkapnya.

Tidak menanggapi hal itu, pihak KPRM melanjutkan ke sesi selanjutnya.

Debat publik yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Universitas Mataram ini bermanfaat sebagai proses pembelajaran dan penalaran serta komitmen calon-calon Ketua BEM dan Sekretaris BEM terhadap visi dan misinya, dan agar mahasiswa membulatkan tekat menentukan arah pilihan Ketua dan Sekretaris BEM Unram.

“Debat publik ini, kami buat berbeda dan lebih terlihat menarik, karena menyinggung tentang ideologi mereka dan bagaimana infrastruktur di Universitas Mataram,” ucap Sulaiman Prawira, selaku ketua Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Universitas Mataram 2019.

Ada 3 tema utama yg dibahas dalam debat publik ini, yakni pancasila, politik dan infrastruktur. Tema-tema tersebut merupakan hasil musyawarah dari KPRM dengan panitia dan mahasiswa umum, diangkat dari hal-hal yang masih panas di Universitas Mataram.

Sulaiman mengaku bahwa debat calon Ketua BEM dan Sekretaris BEM ini memiliki persiapan yang sangat singkat. Menurutnya, debat ini di luar dari ekspetasi. Sulaiman juga menjelaskan bahwa mempersiapkan debat ini tidak mudah.

Dalam debat ini, turut hadir Ketua Bem Unram 2019, Ormawa-ormawa dan mahasiwa umum Unram. (adk)

Dituntut Menyesuaikan Harga Pupuk, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTB: Jika Ada Harga yang Tidak Sesuai, Laporkan Saja.

0

Media Unram – Himpunan Mahasiswa Suku Donggo Mataram (Himasdom) melakukan aksi demo mengenai beberapa tuntutan. Diantaranya adalah tuntutan untuk memberikan bibit jagung yang berkualitas bagi petani yang ada di Bima dan Dompu, pada Senin (19/11/19).

Pose saat masa aksi Himasdom menyampaikan aspirasi di depan Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB. (Foto: khn)

Aksi yang dilakukan di depan Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga menuntut agar pemerintah menyesuaikan dan memastikan harga pupuk di Kabupaten Bima dan Dompu sesuai dengan regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET). Tidak hanya itu, Himasdom juga mendesak pemberhentian penjualan paket pupuk subsidi dan non subsidi yang ada di Kabupaten Bima dan Dompu.

Selain itu, masa yang berjumlah kurang lebih 50 orang ini juga menuntut agar pemerintah memperkuat sistem pengawasan dan kebijakan atas penyelamatan hutan lindung yang ada di Kabupaten Bima dan Dompu.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Husnul Fauzi, mengatakan bahwa pupuk urea sudah memiliki harga eceran yang jelas. “Pupuk urea subsidi sudah memiliki harga yang jelas dan resmi. Yaitu 1.800 (Seribu delapan ratus). Itu adalah harga jika petani mengambil pupuk ke penjual eceran,” ungkapnya.

Pose Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB saat menjumpai dan menyampaikan penjelasan kepada masa aksi (Foto: khn)

Fauzi juga mengatakan jika ada yang menjual pupuk kepada petani dengan harga yang tidak sesuai dengan harga yang sudah ditentukan, silahkan dilaporkan. “Mengenai dengan penjualan pupuk yang tidak sesuai harga ini, kami tidak toleran. Silahkan dilaporkan kepada pihak yang berwajib” lanjutnya.
Fauzi menjelaskan, bahwa untuk Kabupaten Bima dan Dompu memiliki jatah sebanyak 30.000 ribu. “Jadi selama musim hujan ini, 4 bulan kedepan untuk Kabupaten Bima dan Dompu sudah aman. Pemerintah Provinsi NTB juga meminta kepada pemerintah pusat agar menambah pupuk sebanyak 47.000 ton,” lanjut Fauzi.

Mengenai bibit jagung, Fauzi menjelaskan bahwa pada tahun 2020 – 2024, Gubernur NTB, Zulkifli, akan mengadakan produksi bibit mandiri. “Karena masalah kualitas bibit ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai, itu semua karena kita mendapatkan pupuk produksi daerah lain. Oleh karena itu, kita harus membuat bibit daerah sendiri, ” sambungnya.

Setelah menyampaikan aspirasi dan mendengarkan jawaban dari Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), masa aksi membubarkan diri dengan tertib pada pukul 11.40 WITA. (khn)

Mengurangi Sampah Plastik, BEM Unram Mengadakan ‘Unram Zero Plastik’

0

Mengurangi Sampah Plastik, BEM Unram Mengadakan ‘Unram Zero Plastik’

Media Unram – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram (Unram) melaksanakan kegiatan Unram Zero Plastik pada Senin, 18 November 2019 yang bertempat di depan UPT Perpustakaan Universitas Mataram.

Pose saat mahasiswa Unram berhasil mengumpulkan beberapa sampah yang ada (Foto: Adk)

Unram Zero Plastik merupakan salah satu program kerja BEM 2019 yang bertujuan untuk mengurangi adanya sampah plastik sekali pakai. Selain itu, kegiatan ini juga bermanfaat untuk menciptakan mahasiswa yang peduli akan lingkungan Unram, serta menciptakan lingkungan akademik yang bersih dan nyaman.

Unram Zero Plastik ini dirangkaikan dengan kegiatan menukar sampah dengan tumbler, serta mengisi ulang air minum dengan membawa tumbler masing-masing.
“Kegiatan ini bermanfaat untuk mahasiswa agar tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menggunakan plastik sekali pakai, dengan menggunakan tumbler sebagai solusinya,” ucap Afriadin, selaku penanggung jawab kegiatan.

Untuk sampah-sampah yang terkumpul dari kegiatan Unram Zero Plastik ini, nantinya akan ditimbang dan dijual ke pengepul atau bank sampah mandiri di Ampenan, hasil dari jualan sampah tersebut akan digunakan kembali untuk kas kegiatan selanjutnya. (adk)

Lagi, Himasos Mengadakan Olsogi. Kali ini MAN 1 Mataram Jadi Juara

0

Media Unram – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Universitas Mataram (Unram) kembali menggelar Olimpiade Sosiologi (Olsogi). Pada olimpiade ini, MAN 1 Mataram berhasil mendapatkan juara 1 dan mengalahkan 25 sekolah yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemberian hadiah lomba oleh Dr. Saipul Hamdi S. Pd.I., M.A. (Foto: Tim)

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung UPT Perpustakaan Unram ini diikuti oleh 25 sekolah. Dimana 4 sekolah yang berasal dari luar pulau Lombok atau lebih tepatnya pulau Sumbawa. Sisanya, sekolah yang berasal dari Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Narmada.
Suasana peserta menjelang lomba olimpiade sosiologi (Foto: khn)

Diantara 26 sekolah ini, yang menjadi juara 1 adalah MAN 1 Mataram. Diikuti oleh SMAN 1 Sumbawa yang meraih juara 2 dan SMAN 1 Mataram sebagai juara 3.

Acara tahunan yang kerap dilaksanakan oleh organisasi mahasiswa sosiologi Unram kali ini melibatkan seluruh SMA/sederajat Provinsi NTB. Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, hanya melibatkan sepulau Lombok saja. “Alhamdulillah ada perkembangan kegiatan ini, dan kami akan terus berusaha agar kegiatan ini semakin berkembang,” ucap Lalu Tsani, yang juga Ketua Himasos. Tsani juga optimis, bahwa olsogi nantinya akan menjadi ajang besar hingga tingkat nasional.

Uniknya, olimpiade sosiologi yang diadakan oleh Himasos ini tidak pernah memiliki juara bertahan. Tiap tahunnya sekolah – sekolah yang mengikuti kegiatan ini, juaranya selalu berbeda – beda. Menurut Tsani, hal inilah yang menyebabkan olimpiade ini memiliki daya tarik tersendiri bagi peminatnya.

Tidak hanya itu, olsogi ini juga merupakan salah satu media untuk mempromosikan prodi sosiologi yang ada di Unram kepada sekolah yang ada, khususnya NTB. “Walaupun prodi ini baru berdiri 4 tahun yang lalu, tetapi sudah dua kali mencetak wisudawan/wisudawati terbaik di Unram,” ucap Ketua Prodi Sosiologi, Ir. Syariffudin, M. Si., dalam sambutannya. Orang yang biasa disapa Syarif ini juga yakin bahwa, prodi sosiologi bisa bersaing dan memiliki kapasitas yang sama dengan prodi – prodi yang ada di Universitas Mataram.

Ketua Prodi Sosiologi Unram, Ir. Syariffudin M, Si. saat memberikan sambutan (Foto:Tim)

Dalam acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 November 2019 ini, diawali dengan dengan registrasi, kemudian pembukaan yang berisi sambutan – sambutan. Setelah itu, dilanjutkan dengan persiapan dan pelaksanaan olimpiade sosiologi.

Acara selanjutnya, seminar motivasi yang diisi oleh Ir. Saipul Hamdi, S. Pd.I., M.A. yang juga salah satu dosen sosiologi.

Usai melaksanakan seminar, para peserta diberikan waktu untuk istirahat sholat dan makan (ishoma), kemudian mengumumkan 10 dari 25 tim yang lolos untuk melanjutkan lomba debat. (khn)

Transparansi Anggaran Keuangan Ormawa Unram

0

Media Unram – Birokrasi Universitas Mataram (Unram) membuka ruang audiensi kepada pengurus Organisasi Mahasiswa (ormawa) untuk mengetahui anggaran kemahasiswaan. Audiensi ini dilaksanakan di ruang sidang rektor Unram pada (12/11/2019).

Pendapatan Unram saat ini turun 1,2 milyar setelah diberlakukan grade rata-rata untuk eks reguler sore menjadi grade 3. Namun pihak Unram akan mencari dana bukan dari Uang Kuliah Tunggal  tetapi akan mencari melalui jalan yang lain juga.

Audiensi yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Kurniawan bersama dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, M. Natsir.

Dalam audiensi tersebut, Kurniawan menjelaskan dana kemahasiswaan melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ditambah dengan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN). “Dana dari PNBP sebesar 954.631 juta rupiah dan dari BOPTN sebesar 510 juta rupiah,” ungkap Kurniawan.

Anggaran dari BOPTN tersebut digunakan untuk pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebesar Rp.7.500.000, pemilihan mahasiswa berprestasi Rp.13.500.000, Pekan Olahraga Nasional (PON) Rp. 61.000.000, pengiriman delegasi nasional Rp.13.000.000, spanduk dan snack, pekan tilawah quran, pembinaan untuk mahasiswa berprestasi untuk lomba, pekan ilmiah Nasional.
Selain itu, Uang kemahasiswaan juga digunakan untuk kegiatan Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam hampir Rp. 65.000.000 dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebesar Rp.76.000.000.

“Dana kemahasiswaan yang digunakan sampai sekarang hampir dua miliar,” lanjut Kurniawan saat berbicara di forum audiensi.

Pada tahun 2020, Unram akan menaikkan anggaran untuk UKM menjadi RP. 10.000.000.

Unram sebagai salah satu perguruan tinggi yang sering dipanggil oleh Presiden Jokowi Widodo untuk memperbaiki perguruan tinggi. Mengajukan beasiswa untuk korban gempa, memperbaiki Unit Kegiatan Mahasiswa, pembuatan sarana olahraga dan alat drum band.

“Menaikkan dana ormawa dan pengajuan penunjang kemahasiswaan ini, untuk menaikkan kualitas dan semangat mahasiswa untuk bersama memajukan Unram,” ujar Natsir.

Unram juga akan menilai ormawa melalui pengisian borang dan akan mengurangi jika tidak produktif. “Ada ormawa yang belum menjalankan kegiatan. Namun, diakhir kepengurusan mereka baru berkegiatan, dalam hal ini kurang produktif,” lanjut Natsir.

“Saya sangat terbuka untuk mahasiswa, jika itu akan membuat Unram lebih baik lagi,” pungkas Kurniawan. (mez)

Hebat. Mahasiswa Unram Raih Juara Satu Lomba Pidato Konstitusi

0

Media Unram – Mahasiswa Unram, Fathul Hamdani, meraih jura satu lomba pidato konsitusi yang dilaksanakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 2 November 2019 di Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Pemenang lomba konstitusi 2019, Fathul Hamdani. (Foto: Tim)

Selain meraih juara pertama, ketua umum Forum Pengkaji Konstitusi (FORMASI) Fakultas Hukum Unram ini juga berhasil membawa piala tetap. Sebelumnya, pada tahun 2018, mahasiswa Unram, Novia Salfat Anggraini, pemenang lomba yang sama, mendapatkan piala bergilir Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali sebagai juara umum.

Pada babak penyisihan, diformat dalam bentuk seminar, Hamdani bertindak sebagai keynote speaker, mempresentasikan pidatonya selama 15 menit, kemudian menjawab pertanyaan audiens dan dewan juri yang terdiri dari 3 pakar hukum termasuk dari pihak Mahkamah Konstitus (MK).

Selanjutnya, p

Pose saat Fathul Hamdani diberikan piala pada lomba pidato konstitusi (Foto: tim) .
ada babak semifinal, debat diformat dalam bentuk pendapat atau pandangan fraksi MPR dalam amandemen UUD presentasi 15 menit dan selanjutnya menjawab pertanyaan audiens dan dewan juri.

Pada babak final, alur diformat dalam bentuk pengujian undang- undang. Hamdani bertindak sebagai ahli pemohon. Sedangkan, peserta Universitas Cendana Kupang, bertindak sebagai termohon atau pemerintah dengan mosi debat pemilu serentak.

Dalam lomba yang bertempat di Pulau Bali ini, dewan Juri langsung dipimpin oleh salah satu perwakilan dari Mahkamah Konstitusi (MK), Dr. Fajar Alfian, SH.,MH.

Dalam Lomba Pidato Konstitusi tahun 2019 ini juga, Hamdani dibimbing intensif oleh Dr.M.Risnain, SH.,MH, namun berhalangan hadir mendampingi pada Lomba Pidato tersebut kemudian didampingi langsung oleh Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Mataram, H. Sofwan, SH.M.Hum. (adk)

Arus Deras, Mahasiswa Unram Meninggal Terseret

0

Penemuan salah korban di Desa Jeruk Manis.
Media Unram—Sabtu, 2 November 2019, terjadi arus deras yang memakan 2 korban di wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), di pemandian aliran sungai Jeruk Manis, Dusun Kampung Baru, Desa Jeruk Manis, Sikur, Lombok Timur.

Arus deras membawa dua korban bernama Reza(29) dan Mita(23) yang merupakan mahasiswa Universitas Mataram yang sedang melaksanakan kegiatan pendidikan dasar Kelompok Pemerhati Sosial (KPS) Fakultas Hukum Unram. Bersama 3 orang teman lainnya, mereka sedang mandi di pemandian tersebut dalam kondisi cuaca yang mendukung sekitar pukul 15.00 WITA. Namun tiba-tiba banjir bandang datang, ketiga temannya berhasil menyelamatkan diri, sementara Mita terseret arus dan Reza berusaha menyelamatkannya. Namun keduanya ikut terseret arus.

“Korban sedang mandi di permandian air terjun Taman Nasional Gunung Rinjani(TNGR), tiba-tiba datang air deras dari atas gunung, Reza ikut hanyut karena berusaha menyelamatkan Mita”, ucap Azizah Dian Lestari, selaku anggota dari KPS.

Pada pukul 18.25 WITA, Mita ditemukan meninggal dunia oleh Amaq Su yang merupakan warga Dusun Kebun Baru Desa Jeruk Manis sejauh 100 meter dari permandian tersebut. Berselang sekitar 1 jam kemudian, korban atas nama Reza ditemukan dalam keadaan yang sama oleh warga Kampung Baru.

Dua korban tersebut berasal dari daerah seberang. Reza (29) yang merupakan ketua umum KPS berasal dari Sumbawa sedangkan Mita(23) merupakan anggota KPS berasal dari Dompu.

Dikarenakan musim kemarau yang panjang, sehingga mereka tidak menduga akan datang banjir bandang dari bagian hulu.

Sebelum dibawa ke Rumah Sakit Unram, kedua korban sempat dibawa ke Puskesmas Kotaraja menggunakan ambulans Desa Jeruk Manis. Sekarang jenazah korban sudah berada di rumah masing-masing. (adk/wry)

Sumpah Pemuda Sebagai Reflesi Pembangunan

0
aksi
aksi

Media – Puluhan mahasiswa mengadakan mimbar bebas di depan Kantor Bupati Lombok tengah (Loteng) pada 29/10/2019. Aksi mimbar bebas ini menyedot perhatian banyak pihak, karena dinilai perlu untuk pembangunan daerah.

Aksi yang diinisiasi Forum Silaturahim Mahasiswa Pemuda Lombok Tengah (FORMULA) ini, disambut baik oleh masyarakat maupun para pengendara yang melintasi jalan di depan Kantor Bupati Loteng. karena pemerintah Loteng masih banyak membutuhkan kritikan dan saran yang membangun, untuk memajukan daerah.

Ahmad Saripudin Nur sebagai Presiden FORMULA mengatakan, pemerintah Loteng masih belum memperhatikan masyarakat pinggiran, terutama pada anak-anak yang harus menikmati pendidikan. Karena di Loteng masih banyak yang belum mengeyam bangku Sekolah Dasar (SD). “Saya melihat banyak sekali anak-anak masih banyak yang belum menikmati masa-masa di Sekolah, mereka terpaksa harus mencari rumput untuk memberi ternak makan. Padahal di usia mereka itu harus bersekolah,” ujar Ari.

Pembangun infrastruktur di Loteng memang lagi giat-giatnya, bisa kita melihat pembangunan sirkuit Moto GP. Namun itu semua hanya untuk menutupi muka Loteng yang muram “Sekarang bisa kita melihat pembangunan sirkuit di daerah selatan, namun wajah Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lombok Tengah berada di urutan 8 di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” lanjut Ari.

Eksistensi Lombok Tengah tidak terlepas dari pesona pantainya terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika, yang menyajikan pemandangan yang menawan dan Hotel yang megah. Namun itu semua tidak bisa dinikmati secara penuh oleh masyarakat setempat, dan bahkan banyak investor dari luar daerah maupun luar negeri. “Bangunan yang megah itu, kita tidak tau untuk siapa. Apakah untuk masyarakat atau golongan tertentu saja,” kata Meza Royadi sebagai Koordinator Umum.

Masyarakat yang berada disekitaran KEK masih banyak yang putus Sekolah, karena tidak ada biaya dan bahkan banyak dari mereka putus Sekolah untuk melanjutkan hidupnya harus mencari pekerjaan. Pekerjaan mereka pun tidak di posisi yang tinggi, bahkan mereka bekerja sebagai pelayan.

“Pemerintah harus memberikan pelatihan-pelatihan untuk para pemuda, sehingga mereka tidak hannya bekerja menjadi office boy dan penjaga keamanan saja” lanjut Meza lagi

Tidak hannya itu para mahasiswa juga menyatakan sikap. Bahwa, pemerintah Lombok Tengah harus memperhatikan segala bidang, guna untuk menjadikan daerah Lombok Tengah menjadi pioner dalam pembangunan  dan kemajuan di Provini NTB ini.

“Sekarang mahasiswa dan pemuda akan mengawal terus progres daerah kita, agar menjadi contoh pembangunan yang baik dan berkualitas,” sentil Meza ditempat yang terpisah (man)